Abstract:Abstract: The gap between the role of treasurer and financial affairs with competence becomes an obstacle in the accountability process for using village finance. Increasing the capacity of village officials in the village…
ge financial management and administration is the goal of implementing community service programs in the village government of Ciburial, Mandala Mekar, and Mekarsaluyu Kab. Bandung, West Java Province. The treasurer and village finance department will be provided with assistance on village financial administration and management. The implementation of this program uses the mentoring method for the treasurer and the village finance department in each community service partner. This activity will provide a conceptual and technical understanding of the administration and management of village assets. Furthermore, the treasurers and the finance department will be asked to simulate the preparation of the accountability report. To provide better results in implementing this program, we, together with the team, will provide assistance and training related to managing and administering village assets. This activity program will make it easier for asset managers to prepare village accountability reports following applicable regulations.
Keywords: mentoring; village assets; village government
Abstrak: Kesenjangan antara peran sebagai bendahara dan urusan keuangan dengan kompetensi menjadi kendala dalam proses pertanggungjawaban penggunaan keuangan desa. Peningkatan kapasitas perangkat desa dalam bidang pengelolaan dan penatausahaan keuangan desa merupakan tujuan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di pemerintah desa Ciburial, Mandala Mekar dan Mekarsaluyu Kab. Bandung Propinsi Jawa Barat. Bendahara dan Bagian keuangan desa yang akan diberikan pendampingan tentang penatausahaan dan pengelolaan keuangan desa. Pelaksanaan program ini dengan menggunakan metode pendampingan bagi bendahara dan bagian keuangan desa di masing masing mitra pengabdian masyarakat. Kegiatan ini akan memberikan pemahaman konsep dan teknis tentang penatausahaan dan pengelolaan aset desa. Selanjutnya para bendahara dan bagian keuangan akan diminta untuk menjalankan simulasi penyusunan laporan pertanggungjawaban. Untuk memberikan hasil yang lebih baik dalam pelaksanaan program ini kami bersama dengan tim akan memberikan pendampingan dan pelatihan berkaitan dengan pengelolaan dan penatausahaan aset desa. Program kegiatan ini akan lebih memudahkan bagi pengelola aset menyusun laporan pertanggungjawaban desa sesuai dengan aturan berlaku.
Kata kunci : aset desa; pemerintah desa; pendampingan.
Abstract:State revenues do not only come from taxes but also from Non-Tax State Revenues (PNBP). All of these revenues will be used by the government in the context of administering government and implementing equitable development.…
nt. The Non-Tax State Income (PNBP) has two different main functions, namely as budgetary and also as regulatory. Since the onset of Covid-19, the whole world has been in an uproar and all aspects have been affected. Likewise, the DJKN Bali Nusra Regional Office also felt the impact where the target of PNBP for State-Owned Goods (BMN) was not achieved in 2020 and causing the target given to decrease every year and many state assets to be unused. This service activity is carried out using a descriptive qualitative method in which this research focuses on the government's efforts to increase non-tax state revenues through the use of rental goods (BMN). The conclusion of this service activity is that the DJKN Bali Nusra Regional Office makes various efforts in order to increase PNBP on state property rentals by providing education through socialization or workshops to work units (stake) to better understand asset management, strengthening the role of the KPKNL, strengthen database and BMN, giving rewards to the stake if it reaches the target, and there needs to be good support and cooperation between the stakes with each other.
Keywords: State Property (BMN); Non-Tax State Revenue (PNBP; Strategy to Increase PNBP in BMN
Abstrak: Penerimaan negara tidak hanya berasal dari pajak melainkan ada juga dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Yang dimana semua penerimaan tersebut akan digunkan oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dan pelaksanaan pembangunan yang merata. Adapun Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) memiliki dua fungsi utama yang berbeda yaitu sebagai budgetary dan juga sebagai regulatory. Semenjak adanya Covid-19 membuat seluruh dunia gempar dan semua aspek terkena dampaknya. Begitupun, Kanwil DJKN Bali Nusra yang turut merasakan dampaknya dimana tidak tercapainya target PNBP Barang Milik Negara (BMN) pada tahun 2020 dan menyebabkan target yang diberikan menurun setiap tahunya dan banyak aset negara yang tidak terpakai. Aktivitas pengabdian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dimana penelitian ini memfokuskan pada upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara bukan pajak melalui pemanfaatan sewa barang (BMN). Kesimpulan dari aktivitas pengabdian ini adalah Kanwil DJKN Bali Nusra melakukan berbagai upaya agar dapat meningkatkan PNBP pada sewa barang Milik negara dengan cara memberikan edukasi melalui sosialisasi atau workshop kepada satuan kerja (satker) agar lebih memahami tentang pengelolaan aset, memperkuat peran KPKNL, memperkuat database dan BMN, memberikan reward kepada satker jika mencapai target, dan perlu adanya dukungan dan kerjasama yang baik antara satker satu dengan lainya.
Kata kunci: Barang Milik Negara (BMN); Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP); Strategi Meningkatkan PNBP Pada BMN
Abstract:The international world has recognized Indonesia for its extraordinary natural wealth, this makes many tourists interested in coming to Indonesia. In addition to aiming to travel, it also aims to invest or invest in Indonesia,…
nesia, various investments are made, one of which is trying to own and control land in Indonesia using a nominee agreement or a name-borrowing agreement. The research used in this journal uses normative legal research methods, the prohibition of making nominee agreements has been regulated in Article 33 paragraph (1) of the Investment Law so that the nominee agreement has no binding legal force and is declared null and void or considered an agreement. it never happened. But in fact, there are still many practices of borrowing share names by foreigners in investment in the territory of the State of Indonesia, this can result in losses in the field of state revenue, the State should get higher income from foreign investment, but it is reduced due to fraud committed by the foreign investor.
Keywords: investment; legitimacy; nominee agreement.
Abstrak : Didunia Internasional telah mengakui Indonesia dengan kekayaan alamnya yang luar biasa, hal ini membuat banyak wisatawan tertarik untuk datang ke Indonesia. Selain bertujuan untuk berwisata mereka juga menanamkan modal atau melakukan investasi di Indonesia, berbagai investasi dilakukan, salah satunya berusaha memiliki dan menguasai tanah di Indonesia dengan menggunakan perjanjian nominee yang selanjutnya di sebut perjanjian pinjam nama. Aktifitas pengabdian ini menggunakan metode penelitian hukum normative. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah larangan Pembuatan perjanjian nominee telah diatur dalam Pasal 33 ayat (1) Undang-undang Penanaman Modal, Sehingga, perjanjian nominee tersebut tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan dinyatakan batal demi hukum atau dianggap perjanjian tersebut tidak pernah terjadi. Tetapi pada kenyataanya masih banyak ditemui praktik pinjam nama saham oleh orang asing dalam penanaman modal di wilayah Negara Indonesia, hal ini dapat mengakibatkan kerugian dibidang pendapatan Negara. Negara seharusnya mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi dari penanaman modal asing, akan tetapi berkurang dikarenakan kecurangan yang dilakukan oleh penanam modal asing.
Kata kunci : investasi; keabsahan; perjanjian nominee.
Abstract:Abstract: Acrylic Village in North Padang District is one of the thematic villages in Padang City which is located in KB RW Village. 12 Berok Gunung Pangilun, Gunung Pangilun Village, Padang City. This Acrylic Village is…
a knitted thematic village that produces handicrafts, such as knitted bags, flower vases, tissue boxes and others. Acrylic Village is still in the development stage. Currently, the Acrylic Village does not yet have a profile in the form of books and videos, so to find out about this Acrylic Village, the resource persons must repeat the history, handicrafts, and others. The writing team will create a profile for Acrylic Village to help introduce it to the wider community. The author uses the method of interview, observation and library research. In order to introduce this Acrylic Village, the author made a book and profile video to be used as a more effective information medium so as to provide information about Acrylic Village and make it a center for promoting creative economy products.
Keywords: arcylic; thematic villages; profile
Abstrak: Kampung Akrilik di Kecamatan Padang Utara merupakan salah satu kampung tematik yang ada di Kota Padang yang berada di Kampung KB RW. 12 Berok Gunung Pangilun, Kelurahan Gunung Pangilun Kota Padang. Kampung Akrilik ini merupakan kampung tematik rajutan penghasil kerajinan tangan, seperti tas rajutan, vas bunga, kotak tisu dan lainnya. Kampung Akrilik masih dalam tahap pengembangan. Saat ini Kampung Akrilik belum mempunyai profil dalam bentuk buku dan video, sehingga untuk mengetahui tentang Kampung Akrilik ini narasumber harus mengulang menyampaikan sejarah, hasil kerajinan, dan lainnya. Tim penulis akan membuat profil untuk Kampung Akrilik supaya membantu memperkenalkan ke masyarakan luas. Penulis menggunakan metode wawancara, obervasi dan penelitian kepustakaan. Dalam rangka memperkenalkan Kampung Akrilik ini penulis membuat buku dan video profil untuk dijadikan media informasi yang lebih efektif sehingga memberikan informasi tentang Kampung Akrilik dan menjadikan sentra promosi produk ekonomi kreatif.
Kata Kunci: akrilik; kampung tematik; profil
Abstract:Abstract: Klangon Village is a hilly area which is located on the slopes of Mount Pan-dan and is in the Madiun Regency area which is one of the partner villages of Universitas PGRI Madiun. Klangon Village has an organization…
tion in the field of agriculture, namely the “Karya Putri Tani†farmer group. The organization received funding aimed at the development of a sustainable food housing area (KRPL) but it was not yet optimal and running smoothly. The existence of these problems became the basis for conducting yard optimization activities for food security in the area of sustainable food houses. The methods used in the activities include mentoring and training in the form of demonstrations. Hope in this program can meet the needs, food security, and nutrition of the family which will ultimately improve the welfare of the community. The results achieved in the program are that the target group can implement a sustainable food home area in the form of "Green House Klangon" as an educational tool.
Keywords: optimization; accompaniment; krpl programme
Abstrak: Desa Klangon merupakan daerah perbukitan yang letaknya di lereng Gunung Pandan serta berada di wilayah Kabupaten Madiun dimana menjadi salah satu desa mitra Universitas PGRI Madiun. Desa Klangon memiliki organisasi dibidang pertanian yaitu kelompok tani “Karya Putri Taniâ€. Organisasi tersebut memperoleh pendanaan yang ditujukan untuk pembangunan kawasan rumah pangan lestari (KRPL) namun belum optimal dan berjalan lancar. Adanya permasalahan tersebut menjadi dasar diadakan kegiatan pengoptimalan lahan pekarangan sebagai upaya ketahanan pangan pada kawasan rumah pangan lestari. Metode yang digunakan dalam kegiatan mencakup pendampingan dan pelatihan berupa demontrasi. Harapan dalam program ini dapat memenuhi kebutuhan, ketahanan pangan dan gizi keluarga yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil yang dicapai dalam program yaitu kelompok sasaran dapat mengimplementasikan kawasan rumah pangan lestari dengan wujud “Green House Klangon†sebagai sarana edukatif.
Kata kunci: optimalisasi; pendampingan; program krpl
Abstract:Abstract: The implementation of this PkM was carried out for ± 9 months in several stages, starting with observation and ending with a business feasibility analysis. This activity is held through a partnership program with…
ith village-owned enterprises (BUMDes) Borong Pa'la'la and several residents who own ponds. Tilapia cultivation in this PkM uses tarpaulin pond media (biofloc). The results of the business feasibility analysis provide evidence that there are four cost components (other than land) namely tarpaulin, seeds, fish feed, equipment and electricity costs which in total cost required for the cultivation period for four months, which is Rp. 2,560,000, - / 214 kg. (1500 tails) which are cultivated can generate sales in the range of Rp.26.000,- for each kilogram, thus generating Rp. 5.226.000,- which is obtained from 201 kg x Rp. 26.000,-. The results of tilapia cultivation carried out by villagers, BUMDes and service groups have been proven to provide additional income for residents, amounting to Rp. 2,666,000, - (Rp. 666,500, - / month). This result is relatively small if it is used as an economic support for the villagers, but can be used as an additional income for the residents so that the residents through the results of this PkM are given recommendations only as additional income that is oriented towards utilizing vacant land owned by the villagers
Keywords: borong pa'la'la; business feasibility; cultivation; tilapia
Abstrak: Pelaksanaan PkM ini di laksanakan selama ± 9 bulan dalam beberapa tahapan, yang dimulai dengan observasi dan diakhiri dengan analisis kelayakan usaha. Kegiatan ini diselenggarakan melalui program kemitraan dengan badan usaha milik desa (BUMDes) Borong Pa’la’la dan beberapa warga pemilik kolam. Budidaya ikan nila dalam PkM ini menggunakan media kolam terpal (bioflok). Hasil analisis kelayakan usaha memberikan bukti jika terdapat empat komponen biaya (selain lahan) yaitu terpal, bibit, pakan ikan, peralatan dan biaya listrik yang secara keseluruhan biaya yang dbutuhkan untuk masa budidaya selama empat bulan yaitu sebesar Rp.2.560.000,- / 214 kg. (1500 ekor) yang dibudidayakan dapat menghasilkan penjualan pada kisaran harga Rp.26.000,- untuk setiap kilogramnya, sehingga menghasilkan Rp 5.226.000,- yang diperoleh dari 201 kg x Rp. 26.000,-. Hasil budidaya ikan nila yang dilakukan warga desa, BUMDes dan kelompok pengabdi terbukti dapat memberikan pendapatan tambahan warga, sebesar Rp.2,666.000,- (Rp.666.500,-/bulan). Hasil ini tergolong kecil jika digunakan sebagai penopang ekonomi warga desa, namun dapat digunakan sebagai tambahan pendapatan warga sehingga kepada warga melalui hasil PkM ini diberikan rekomendasi hanya sebagai pendapatan tambahan yang berorientasi untuk memanfaatan lahan kosong yang dimiliki warga desa.
Kata kunci: borong pa’la’la; budi daya; ikan nila; kelayakan usaha
Abstract:Abstract: Based on a preliminary survey with the owner of the rehab, it was found that the Nyaman Jiwo Rehab has a total of 35 patients being treated, 6 nurses who take care of patients with mental disorders every day. The…
he owner of the rehab stated that the foundation already has a concept plan for developing vocational therapy skills including making agricultural land (vegetables, secondary crop), animal husbandry (cows, goats, ducks), sewing skills and cooking/cooking skills. It is hoped that through the rehabilitation services at the Nyaman Jiwo Rehab, the patient will be able to be independent "Migunani Tumraping Liyan" meaning that it is useful for others. The purpose of the Integrated Community Service (PPMT) is to increase the knowledge of nursing home nurses so that they can be used as a provision in encouraging the realization of one of the missions of the Nya-man Jiwo Rehabilitation Institution, which is to provide physical, psychosocial, spiritual therapy and skills/productive economic efforts. This service method uses 4 stages, namely preparation, socialization, training and also assistance in the application of MPKP, assistance in patient independence activities, and also assistance in morning exercise activities. This activity received a good response from the owner of the orphanage and also the nurses. Participants were very enthusiastic about the activities given to them.
Keywords: psychiatric nursing; rehab; services
Abstrak: Berdasarkan survei pendahuluan dengan pemilik panti, di dapatkan bahwa Panti Rehabilitasi Nyaman Jiwo ini memiliki sejumlah 35 pasien yang dirawat, 6 perawat yang setiap harinya merawat pasien-pasien dengan gangguan jiwa. Pemilik Panti mengemukakan bahwa, yayasan sudah memiliki rencana konsep pengembangan vokasional terapi ketrampilan meliputi pembuatan lahan pertanian (sayur mayor, polo wijo), peternakan (sapi, kambing, bebek), ketrampilan menjahit dan tata boga/memasak. Diharapkan melalui layanan rehabilitasi di Yayasan Panti Rehabilitasi Nyaman Jiwo, pasien mampu mandiri “Migunani Tumraping Liyan “artinya bermanfaat bagi yang lain. Tujuan Pengabdian pada Masyarakat Terpadu (PPMT) adalah untuk meningkatkan pengetahuan perawat Panti sehingga bisa digunakan sebagai bekal dalam mendorong terwujudnya salah satu misi Panti Rehabilitasi Nyaman Jiwo yaitu memberikan terapi fisik, psikososial, spiritual dan ketrampilan/ usaha ekonomi produktif. Metode pengabdian ini menggunakan 4 tahapan yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan dan juga pendampingan dalam penerapan MPKP, pendampingan dalam kegiatan kemandirian pasien, dan juga pendampingan dalam kegiatan senam pagi. Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang baik dari pemilik panti dan juga perawat yang ada. Peserta sangat antusias dengan kegiatan yang diberikan kepada mereka.
Kata kunci: keperawatan jiwa; panti rehabilitasi; pelayanan
Abstract:The high incidence of stunting is of concern to the government. Some of the causes of stunting are the lack of intake that is absorbed by the body from still in the womb until after birth, lack of access to health services,…
es, and lack of access to clean water and sanitation. Therefore, it is necessary to prevent stunting by improving diet, parenting, and sanitation. With the problem of stunting cases being still high in the Magelang Regency area and it was noted that in the Sukorejo Village area, Tegalrejo District, there were still around 17.95% of stunting cases, the Integrated Community Service team, Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Magelang, will conduct training for Posyandu cadres in the village. Sukorejo. The team will implement Cadre Empowerment and Education in managing Posyandu as an effort to revitalize Posyandu for specific nutrition interventions for children. The purpose of this activity is to reduce the number of stunting cases in the Sukorejo Village, Tegalrejo District, Magelang Regency.
Keywords: cadre; catfish nuggets; child nutrition; stunting; posyandu.
Abstrak: Pemerintah prihatin dengan banyaknya kasus stunting. Beberapa penyebab stunting sendiri adalah kurangnya nutrisi yang diserap tubuh setelah lahir di dalam kandungan, kurangnya pelayanan kesehatan, kurangnya air bersih dan sanitasi. Oleh karena itu perlu untuk mencoba mencegah penurunan dengan meningkatkan gizi, pelatihan dan kebersihan. Dikarenakan permasalahan kasus Stunting yang masih tinggi di Kabupaten Magelang, ditemukan bahwa wilayah Desa Sukorejo di Tegalrejo masih memiliki kasus Stunting sekitar 17,95 persen. maka tim Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang, akan melaksanakan pelatihan bagi para kader Posyandu di Desa Sukorejo. Tim PPMT FIKES UNIMMA ini akan menerapkan Pemberdayaan dan Edukasi Kader di dalam mengelola Posyandu sebagai upaya merevitalisasi Posyandu untuk intervensi gizi spesifik pada anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengurangi angka kasus stunting di wilayah Desa Sukorejo Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.
Kata Kunci: gizi anak; nugget lele; posyandu; stunting
Abstract:Abstract : The condition of waste management in Senganan Village has not been managed properly. This waste can accumulate and cause environmental pollution. One of them is the accumulation of garbage that can cause flooding.…
ing. The condition of the Senganan Village area which is in the highlands causes high rainfall in the area. To minimize the occurrence of flooding in the Senganan Village Area, the community must start managing the waste they produce by sorting the waste first. Such as organic waste that can be converted into compost which is useful for fertilizing plants. The general objective of this research is to find out how to overcome the accumulation of organic waste in Senganan Village to minimize the occurrence of flood disasters. The research method that we use in this report is the method of observation and socialization. Based on field observations, many people do not know about biopore technology as an alternative in minimizing flooding and helping reduce the burden of organic waste originating from households. We carried out socialization related to biopore technology and immediately implemented it at the Senganan Village office page.
Key words : Organic waste, Biopore Infiltration Hole, Flood, Compost
Abstrak : Kondisi pengelolaan sampah di Desa Senganan belum terkelola dengan baik. Sampah tersebut dapat menumpuk dan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Salah satunya penumpukan sampah yang dapat menyebabkan bencana banjir. Kondisi wilayah Desa Senganan yang berada di dataran tinggi menyebabkan curah hujan yang tinggi di Kawasan tersebut. Untuk meminimalisir terjadinya banjir di Kawasan Desa Senganan, masyarakat harus mulai mengelola sampah yang mereka hasilkan dengan cara memilah sampah terlebih dahulu. Seperti sampah organik yang dapat diubah menjadi pupuk kompos yang berguna untuk menyuburkan tanaman. Tujuan umum pada kegiatan ini adalah untuk mengetahui cara menanggulangi penumpukan sampah organik di Desa Senganan, serta meminimalisir terjadinya bencana banjir. Metode kegiatan yang digunakan dalam pemecahan masalah tersebut adalah pemasangan lubang biopori. Berdasarkan observasi lapangan, banyak masyarakat yang belum mengetahui teknologi biopori sebagai alternatif dalam meminimalisir terjadinya banjir dan membantu mengurangi beban sampah organik yang berasal dari rumah tangga. Kami mengadakan sosialisasi terkait teknologi biopori dan langsung mengimplementasikannya di halaman kantor Desa Senganan.
Kata kunci : Banjir; Kompos; Lubang Resapan Biopori; Sampah organik
Abstract:Abstract: Covid-19 (corona virus disease) is a disease that attacks the repiratory system in humans, both mild and severe, such as stones, flu, sore throat shortness of breath and lung infections, even worsening the disease…
ase experienced. This virus spreads so quickly andis transmitted through saliva splashes (droplets) from someone who is exposed to the Covid-19 virus. The problem that is being experienced by students of Madrasah Ibtidaiyah Al-Ikhlas is the lack of knowledge about Covid-19 and how to prevent it. Therefore, community service activities are carried out with the aim of increasing students understanding and knowledge that Covid-19 is very dangerous and it is important to implement the 5M health protocol in everyday life. This activity uses two methods, namely counseling and direct practice. The result of this activity is that the 5M education and socialization in preventing Covid-19 has a positive impact on students in increasing and understanding of Covid-19 and how to prevent it, and they are able to practice directly how to prevent Covid-19 such as wearing masks, wash hand sanitizer properly and correctly.
Keyword: Covid-19; education; prevention; sosialization
Abstrak: Covid-19 (corona virus disease 2019) merupakan penyakit yang menyerang sistem pernafasan pada manusia, baik itu ringan maupun berat seperti, batu, flu, sakit tenggorokkan, sesak nafas dan infeksi paru-paru, bahkan memperburuk penyakit yang di alami. Virus ini begitu cepat menyebar dan menular melalui percikan ludah (droplet) dari seseorang yang terkena virus Covid-19. Permasalahan yang sedang di alami oleh para Siswa Madrasah Ibtidaiyah Al-Ikhlas yaitu kurangnya pengetahuan mengenai Covid-19 dan cara pencegahannya. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para siswa bahwa Covid-19 sangat berbahaya dan penting menerapkan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi) dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menggunakan dua metode yaitu penyuluhan dan praktek secara langsung. hasil dari kegiatan ini yaitu dengan adanya edukasi dan sosialisasi 5M dalam pencegahan Covid-19 berdampak positif kepada para siswa dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai Covid-19 dan cara pencegahannya, serta mereka sudah bisa mempraktekkan langsung cara pencegahan Covid-19 seperti memakai masker, mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer yang baik dan benar.
Kata kunci: Covid-19; edukasi; pencegahan; sosialisasi