Search Articles & Publications

Showing 621 articles found for "Kesehatan"

Hubungan Dukungan Keluarga Dan Stigma Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Gangguan Jiwa Di Rumah Sakit Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah

Zulfiana, Yulta Kadang, Wahyu Sulfian
Abstract: Gangguan jiwa merupakan salah satu penyakit kronis yang dengan proses penyembuhan panjang. Angka gangguan jiwa terus mengalami peningkatan yang diartikan merupakan masalah kesehatan yang serius. Pasien gangguan jiwa dalam… m masa rehabilitas yang dirawat oleh keluarga sendiri di rumah atau rawat jalan memerlukan dukungan untuk mematuhi program pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dan stigma keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian kuantitatif melalui pendekatan observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien gangguan jiwa yang dirawat jalan yaitu 112 orang. Besar sampel dihitung menggunakan rumus estimasi proporsi dengan jumlah sampel 42 orang. Menggunakan teknik Accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien gangguan jiwa yang mendapat dukungan positif yaitu 66,7%, pasien gangguan jiwa yang mendapat stigma keluarga positif yaitu 76,2% dan pasien gangguan jiwa patuh minum obat yaitu 69,0%. Hasil uji Fisher’s Exact didapatkan dukungan keluarga dan stigma masing-masing nilai p=0,003 dan 0.000 (≤ 0,05), ini berarti secara statistik ada hubungan dukungan keluarga dan stigma keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa. Simpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan dukungan keluarga dan stigma keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa. Disarankan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan bagi Rumah Sakit Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah tentang hubungan dukungan keluarga dan stigma keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa sehingga pelayanan dapat ditingkatkan.

Pengembangan Karakter Dan Keterampilan Anak Melalui Permainan Tradisional (Boiboian)

Ferri Hendryanto, Suhermon, Arisman, Alfa Syahputra, Sopida
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan karakter dan keterampilan motorik anak melalui permainan tradisional Boiboian. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 004 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu… lu dengan melibatkan guru, siswa, serta dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Universitas Rokania. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan terdiri dari sosialisasi, pelatihan, serta praktik permainan Boiboian yang menekankan nilai-nilai kerja sama, kejujuran, kesabaran, dan kepercayaan diri. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme siswa yang tinggi serta peningkatan kemampuan mereka dalam bekerja sama dan berkomunikasi. Selain itu, kegiatan ini berhasil menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal melalui permainan tradisional. Dengan demikian, permainan Boiboian efektif dalam memperkuat karakter dan keterampilan motorik anak serta melestarikan budaya daerah.

Transformasi Stroberi (Fragaria X Ananassa) Sumatera Barat Menjadi Kapsul Antianemia: Inovasi Produk Herbal Untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin

Annisatul Jannah, Windri Septi Indriani, Taqiy Daffa 'Aqila, Dewi Susilawati
Abstract: Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri dan ibu hamil. Penggunaan tablet zat besi sebagai upaya pencegahan anemia sering menimbulkan efek samping sehingga menurunkan kepatuhan konsumsi.… i. Oleh karena itu, diperlukan alternatif suplemen alami yang lebih nyaman dan mudah diterima masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kapsul herbal antianemia berbahan dasar stroberi lokal Sumatera Barat (Fragaria × ananassa) serta mengevaluasi potensi awalnya dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian menggunakan metode research and development yang meliputi pengolahan stroberi menjadi bubuk melalui metode freeze drying, analisis kandungan zat besi menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry, formulasi dosis, dan uji awal efektivitas produk dengan desain pretest-posttest pada lima responden selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubuk stroberi mengandung zat besi sebesar 372,94 mg/kg. Produk yang dihasilkan diberi nama Hemavita dan diformulasikan sebagai suplemen pemeliharaan yang menyediakan sekitar 20% kebutuhan zat besi harian. Rata-rata kadar hemoglobin meningkat dari 12,36 ± 1,64 g/dL sebelum intervensi menjadi 13,74 ± 2,05 g/dL setelah intervensi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 1,38 ± 0,68 g/dL. Hasil ini menunjukkan bahwa kapsul stroberi berpotensi menjadi alternatif suplemen herbal untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas produk.

Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecelakaan  Kerja Pada Tenaga Kerja Bagian Produksi di PT X Kabupaten X Tahun 2025

Ananda, Selly, Bermansyah, Handiny, Febry, Lucellia, Nina
Abstract: Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) lebih dari 2,78 juta orang meninggal pertahun akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan… bungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada tenaga kerja bagian produksi di PT X Kabupaten X Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 orang dan sampel sebanyak 43 orang, diambil dengan teknik total sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan, sikap, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 13 responden (30,2%) pernah mengalami kecelakaan kerja, 17 responden (39,5%) memiliki pengetahuan rendah, 22 responden (51,2%) memiliki sikap negatif, dan 12 responden (27,9%) tidak lengkap dalam menggunakan APD. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,022) dan penggunaan APD (p=0,033) dengan kejadian kecelakaan kerja. Namun, tidak terdapat hubungan antara sikap dengan kejadian kecelakaan kerja (p=0,444). Diharapkan dapat meningkatkan upaya edukasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja dan meningkatkan pengawasan penggunaan APD guna menurunkan risiko kecelakaan kerja. Dapat disimpulkan upaya K3 itu sangat penting sehingga harus meningkatkan edukasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja dan meningkatkan pengawasan penggunaan APD guna menurunkan risiko kecelakaan kerja.

Hubungan Pendapatan dan Persepsi dengan Kepatuhan Pembayaran Iuran pada Peserta Mandiri BPJS Kesehatan

Zulkhaidah, Reika, Syafrizal, Nursya, Febriyanti
Abstract:   Kepatuhan peserta mandiri BPJS Kesehatan dalam membayar iuran berperan penting dalam menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, tingkat kepatuhan masih rendah, termasuk di Wilayah tertentu dengan… gan 30.111 peserta mandiri pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pendapatan dan persepsi dengan kepatuhan pembayaran iuran pada peserta mandiri BPJS Kesehatan. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional ini dilaksanakan pada Maret–Agustus 2025 dengan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan cara wawancara dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 53% peserta mandiri BPJS Kesehatan berpendapatan rendah untuk membayar iuran, 32% peserta mandiri memiliki persepsi negatif mengenai pembayaran iuran, 61% peserta mandiri tidak patuh dalam pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Hasil uji statistik diperoleh bahwa terdapat hubungan antara pendapatan (p = 0,0001) dan persepsi (p = 0,0001) dengan kepatuhan pembayaran iuran. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi pola bahwa ketidakpatuhan peserta mandiri tidak selalu dipengaruhi oleh faktor pendapatan, melainkan juga oleh persepsi terhadap pembayaran iuran dan kondisi tanggungan keluarga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi BPJS Kesehatan dalam merancang strategi edukasi dan dukungan finansial agar peserta mandiri lebih patuh membayar iuran.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Ibu Balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang Tahun 2025

Wery Indriyani, Syalvia Oresti, Febriyanti Nursya
Abstract: Kunjungan ibu balita ke Posyandu penting untuk memantau pertumbuhan, perkembangan, status gizi, dan deteksi dini masalah kesehatan anak. Berdasarkan Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023, cakupan kunjungan balita sebesar… r 75,6%, capaian terendah di Puskesmas Pauh 62,4%. Data Puskesmas Pauh menunjukkan penimbangan balita hanya 78,69% dari target 85%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu yang memiliki balita ke posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kota Padang pada Maret-Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita di wilayah kerja Puskesmas Pauh yang berjumlah 5.644 balita, jumlah sampel 98 orang dengan teknik accidental sampling. Data dikumpul melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik mengunakan Chi Square. Hasil penelitian didapatkan 57,1% ibu balita tidak aktif berkunjung dan 42,9% aktif. Sebanyak 27,6% memiliki pengetahuan kurang baik, 56,1% menilai kader tidak berperan, dan 57,2% kelurga tidak mendukung. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,003), peran kader (p=0,000), dan dukungan keluarga (p=0,000) dengan kunjungan ibu balita di wilayah kerja puskesmas pauh kota padang tahun 2025. Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, peran kader, dan dukungan keluarga dengan kunjungan ibu yang memiliki balita ke posyandu.

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Gen Z Di Universitas Yatsi Madani

Muhamad Jeri, Swardiman, Kristina Everintina Ngasu
Abstract: Latar belakang: Kualitas tidur merupakan aspek penting yang berperan dalam menjaga kesehatan mental, terutama pada mahasiswa yang rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik dan gaya hidup yang tidak teratur. Tujuan:&#8230; Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kesehatan mental pada mahasiswa Gen Z Universitas Yatsi Madani angkatan 2021. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik: Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 168 mahasiswa semester 6. Instrumen:  Instrumen yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dan General Health Questionnaire-12 (GHQ-12) untuk mengukur kesehatan mental (sampel dan instrumen). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk dan ditemukan adanya proporsi mahasiswa dengan kesehatan mental terganggu. Uji statistik memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kesehatan mental mahasiswa (p-value = 0,000; p < 0,05), yang berarti semakin buruk kualitas tidur seseorang, semakin besar risiko terganggunya kesehatan mental. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur dengan kesehatan mental pada mahasiswa Gen Z Universitas Yatsi Madani. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan lebih memperhatikan pola tidur sehat, sementara pihak kampus disarankan untuk memberikan edukasi terkait manajemen stres dan pentingnya tidur berkualitas sebagai upaya mendukung kesejahteraan mental mahasiswa.

Hubungan Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMAN 11 Kabupaten Tangerang

Luisa Putri Syawalia, Jaenudin Saputra, Cicirosnita Jayadi Idu
Abstract: Pendahuluan: Siklus menstruasi merupakan salah satu aspek penting dalam reproduksi wanita dan mempengaruhi beberapa proses dalam sistem reproduksi. Faktor yang menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur, diantaranya stres,&#8230; es, gangguan hormonal, tiroid dan hormon berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMAN 11 Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 160 responden yang dipilih dengan teknik Accidental sampling. Analisis Data: Menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi (p = 0,001). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa tingkat stres berhubungan dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Diperlukan upaya edukasi dan promosi kesehatan untuk mendorong remaja mengelola stres secara efektif, sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan siklus menstruasi.

Implementasi Keperawatan Komunitas Dengan Edukasi, Senam Hipertensi, Dan Pemberian Jus Tomat Terhadap Penderita Hipertensi

Siti Nayla Hijriatun N, Rizki Ramadhan, Ria Resti Fauzi, Putri Sukma Dewi, Putri Nurdiani, Navalia, Nadia Febrianti, M. Nurpaqi, Mutiara Annallisa Bella, Universitas Yatsi Madani, Siti Mutmainah
Abstract: Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kondisi ini sering tanpa gejala (silent killer) sehingga memerlukan pendekatan&#8230; an keperawatan komunitas melalui intervensi berfokus pada masyarakat untuk pengendalian yang efektif. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi keperawatan komunitas melalui edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat dalam pengendalian tekanan darah penderita hipertensi. Metode: Penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design yang diikuti 20 penderita hipertensi sesuai kriteria inklusi. Intervensi dilakukan 3 kali pertemuan (45 menit) meliputi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pengetahuan dan pengukuran tekanan darah, dianalisis secara deskriptif. Hasil: Setelah dilakukan implementasi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 10% menjadi 95% berkategori baik serta penurunan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg dan diastolik sebesar 13 mmHg. Kesimpulan: Pelaksanaan edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat diterapkan sebagai program kesehatan masyarakat.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Kebersihan Gigi Dan Mulut Dengan Perilaku Menyikat Gigi Pada Siswa Kelas II Dan III Disekolah Dasar Negeri Cimone 8 Kota Tangerang

Dita Faradillah, Ida Faridah, Ria Setia Sari
Abstract: Latar Pendahuluan : Pengetahuan tentang kesehatan gigi sangatlah penting, terutama dalam hal menjaga kebersihan gigi. Dengan pengetahuan yang memadai, seseorang dapat memengaruhi sikap dan perilakunya dalam merawat kebersihan&#8230; sihan mulut, selain itu Periode usia anak sekolah 6-12 tahun adalah salah satu kelompok yang rentan akan penyakit gigi dan mulut. Tujuan: Tujuan umum pada penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kebersihan gigi dan mulut dengan perilaku menyikat gigi pada siswa kelas II dan III di Sekolah Dasar  Negeri Cimone 8  Kota Tangerang. Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional. Teknik Sampel: Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Jumlah Sampel: jumlah sampel sama dengan populasi karena dimana jumlah sampel 100 siswa-siswi sama dengan jumlah populasi dan semuanya dijadikan sampel penelitian. Analisis Data: Analisis data mengunakan uji Chi Square test. Hasil Penelitian: Didapatkan  ada hubungan antara tingkat pengetahuan kebersihan gigi dengan perilaku menyikat gigi pada siswa kelas II dan III di Sekolah Dasar Negeri 8 Cimone Kota Tangerang, dengan nilai p=0,003 < 0,05.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan anatar pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap perilaku menyikat gigi. Saran: Diharapkan pihak sekolah dapat bekerja sama dalam upaya pelayanan asuhan kesehatan gigi dengan Program Studi Kesehatan Gigi untuk memberikan promosi kesehatan gigi secara kontinyu sehingga siswa sekolah dasar dapat meningkatkan budaya tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dengan benar.