Search Articles & Publications

Showing 621 articles found for "Kesehatan"

Hubungan Motivasi Kesembuhan Dan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kesembuhan Pasien Tuberkulosis RSUP DR Sitanala

Muhamad Nurpaqih, Destiawan Eko Utomo, Imas Sartika
Abstract: Latar Belakang : Tuberkulosis paru, dikenal sebagai TBC, masih menjadi salah satu masalah di Indonesia. hal ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan menyebar secara kronis. paru-paru, otak, tulang, ginjal,… al, mata, dan organ lainnya dapat dirusak oleh bakteri tuberkulosis. selain itu, orang lain dapat menerima droplet yang dihirup oleh orang yang telah terinfeksi tuberkulosis. Proses pengobatan dapat memakan waktu enam bulan atau bahkan lebih lama (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan motivasi kesembuhan dan dukungan keluarga dengan Tingkat kesembuhan pasien tuberculosis di rumah sakit rsup dr sitanala. Metodologi Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional  analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien tuberculosis Tb Paru ruang poli di RSUP Dr Sitanala berjumlah 86 pasien. Teknik sampling penelitian ini menggunakan metode Total Sampling. Instrument penelitian terdiri dari Kuesioner dan melihat rekam medis untuk mengobservasi pasien. Hasil Penelitian : Motivasi kesembuhan pada pasien Tuberculosis ruang poli TB Paru di RSUP Dr Sitanala adalah motivasi kesembuhan sedang, dukungan keluarga baik dengan tingkat kesembuhan negatif Kesimpulan : Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan             antara hubungan motivasi kesembuhan dan dukungan keluarga dengan tingkat kesembuhan pasien             dengan hasil (p–value =0,000).

Asuhan Keperawatan Anak Kejang Demam Dengan Pemberian Edukasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Orang Tua Dalam Penanganan Kejang Demam Berulang Di Ruangan Perawatan Anak RS An-Nisa Tangerang

Ivty Damayanti, Ria Setia Sari, Siti Muthoharoh
Abstract: Latar belakang : Kejang demam merupakan kelainan neurologis tersering pada anak berusia 6 bulan – 5 tahun jika tidak tertangani dengan tepat beresiko terjadi apnea, hipoksia, hipoksemia, hiperkapnea, asidosis laktat, hipotensi,… ipotensi, menyebabkan kelainan anatomis diotak sehinggga terjadi epilepsy dan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu. Tujuan: Memberikan gambaran asuhan keperawatan anak kejang demam dengan pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam kejang demam berulang di Ruang perawatan anak Rs AN-NISA Tangerang. Metode: studi kasus yang dilakukan dengan cara melakukan edukasi terhadap orang tua dengan memberikan kuesioner pre dan post berisikan 20 pertanyaan mengenai pengetahuan ibu terhadap kejang demam dan tindakan manajemen awal kejang demam pada anak Hasil : terdapat peningkatan pengetahuan setelah di lakukan edukasi tingkat pengetahuan orang tua meningkat dengan skor yang di dapat dalam pengetahuan orang tua mengenai kejang demam pada anak sangat baik Kesimpulan : Edukasi atau pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktek ibu tentang pencegahan kejang demam pada anak.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Intranatal Kala I Fase Aktif Indikasi Nyeri Melahirkan Dengan Intervensi Teknik Massage Effleurage Di Ruang Srikandi RS Kemenkes Dr. Sitanala Tangerang Tahun 2024

Dea Ananda, Nuryani, Nurlia Hanum
Abstract: Intranatal adalah proses persalinan yang di mulai dengan adanya kontraksi uterus yang menyebabkan terjadinya dilatasi progresif dari serviks, kelahiran bayi, kelahiran plasenta, dan proses tersebut merupakan proses alamiah.… ah. Intranatal Care merupakan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten. Massage dilakukan dengan tindakan penekanan oleh tangan pada jaringan lunak, biasanya otot, tendon atau ligamentum, tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi untuk meredakan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan memperbaiki sirkulasi. Metode non farmakologis juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan, karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya. Teknik tersebut dapat meningkatkan kenyamanan ibu saat bersalin dan mempunyai pengaruh pada koping yang efektif terhadap pengalaman persalinan. Hasil evaluasi dari diagnosa keperawatan nyeri melahirkan berhubungan dengan dilatasi serviks yang didapatkan hasil, pasien kooperatif selama pemberian implementasi selama 3 hari, sehingga pasien dapat merasakan manfaat dari teknik massage effleurage dan pasien mengatakan nyaman saat diberikan teknik massage effleurage. Pasien berpartisipasi dalam mengontrol nyeri, beradaptasi terhadap nyeri yang dialami dengan skala nyeri 4 menjadi skala nyeri 2.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Penerapan Terapi Relaksasi Genggam Jari Untuk Menurunkan Nyeri Di Ruang Seruni RSUD Kabupaten Tangerang

Era Delvi Agnes Savitri, Dewi Nur Puspita Sari, Irda Julianida
Abstract: Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu faktor penyakit yang tidak dapat menular akan tetapi mengalami dari penyebab prematur diseluruh dunia. Hipertensi dapat mengalami kerugian pada masalah kesehatan masyarakat… t dengan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal. Tujuan : Mampu memberikan asuhan keperawatan dengan penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri pada pasien hipertensi. Metode : Menggunakan metode pengumpulan data selama 3 hari melalui wawancara observasi dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan analisa data yang di inginkan. Hasil : dari data yang di dapatkan setelah penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri selama 3 hari dilakukan secara rutin. Hasil sebelum penerapan terapi relaksasi genggam jari dengan skala nyeri 6 Tn. J mengatakan nyeri berkurang dibagian kepala belakang menjalar sampai ke leher, Tn J tidak tahu cara mengurangi rasa nyeri, terapi ini dilakukan 2 kali sebelum mandi dipagi hari dan sore sebelum mandi. Setelah dilakukan tindakan teknik relaksasi genggam jari pasien dapat menurunkan nyeri dari skala 6 menurun menjadi skala 2 dari sebelumnya. Kesimpulan dan saran : berdasarkan hasil penerapan teknik relaksasi genggam jari sebagai penatalaksanaan intervensi hipertensi berpengaruh pada pasien. Peran  Tn. J sangat efektif hal ini ditunjukan dengan Tn.J mau dan mampu melakukan teknik relaksasi genggam jari.

Terapi Aktivitas Kelompok Terapi Musik Klasik Dengan Lansia Gangguan Tidur Di Panti Werdha Marfati Wisma Belakang Kota Tangerang

Rina Puspita Sari, Astika Nisa Putri, Dina Alvionita, Dwi Anjani
Abstract: Latar Belakang : Lanjut usia merupakan seseorang yang usianya mencapai lebih dari sama dengan 60 tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (Kemenkes, 2016). Salah  satu  permasalahan … ermasalahan  kesehatan  terkait  pada lansia yaitu dengan  gangguan  tidur  atau yang bisa disebut insomnia. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur (insomnia) menurut  penelitian  yang  dilakukan Walanda, 2023 adalah  dengan  pemberian  terapi musik. Tujuan : Lansia dapat berespon terhadap stimulus yang di berikan oleh perawat yaitu music klasik.Metode Kegiatan : Kegiatan ini dilakukan di Panti Werdha Marfati wisma belakang dengan mendengarkan musik klasik menggunakan speaker. Hasil : Para lansia sangat merespon dengan baik dalam mendengarkan musik klasik dengan cara bernyanyi dan berjoget.

Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Desa Kendek & Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut

Maimuna, Ni Nyoman Udiani
Abstract: Kadar asam urat berlebihan dapat disebabkan oleh produksi asam urat yang terlalu banyak di dalam tubuh atau terhambatnya pemrosesan asam urat di dalam tubuh. Jenis makanan yang dikonsumsi, konsumsi alkohol dan obesitas dapat… apat mempengaruhi kelebihan produksi asam urat. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan asam urat diantaranya yaitu pola makan dan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dianalisisnya hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Kendek dan Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 617 orang. Besar sampel dihitung menggunakan rumus slovin berjumlah 86 responden, dengan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi square diperoleh (p-value = 0,000). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Kendek dan Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut. Saran diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan serta mengkaji sekaligus menentukan solusi terbaik mencapai keberhasilan dalam mengatasi asam urat pada lansia dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan melalui posyandu lansia.

Pengaruh Jus Tomat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Walatana Wilayah Kerja Puskesmas Baluase

Sakina. W, Suaib, Widyawaty Situmorang
Abstract: Hingga saat ini hipertensi masih menjadi penyebab kematian yang cukup tinggi di Dunia maupun Indonesia yang diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Selain pengobatan secara medis, hipertensi dapat dicegah dan&#8230; diobati secara tradisional ataupun herbal salah satunya yaitu pemberian jus tomat. Tujuan penelitian diketahuinya Pengaruh Jus Tomat terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Walatana Wilayah Kerja Puskesmas Baluase.  Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperimental Design dengan rancangan the one group pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Penderita Hipertensi di Desa Walatana Wilayah Kerja Puskesmas Baluase berjumlah 170 orang, dengan jumlah sampel 20 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental  Sampling. Hasil Penelitian  tekanan darah responden sebelum diberikan jus tomat pada kategori grade 1 berjumlah 12 responden (60%) dan grade 2 berjumlah 8 responden (40%) sedangkan tekana darah setelah diberikan jus tomat normal tinggi 15 responden (75%), grade 1 berjumlah 4 responden (20%) dan grade 2 berjumlah 1 responden (5%).  Uji statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value 0.001 (0.001 < 0.05). Simpulan ada pengaruh pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah Pada penderita hipertensi di Desa Walatana Kecamatan Baluase. Saran bagi petugas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Baluase diharapakan memberikan penyuluhan tentang jus tomat terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Walatana Wilayah Kerja Puskesmas Baluase.

Asuhan Keperawatan Pasien Gagal Nafas Dengan CKD Dalam Pemenuhan Kebutuhan Cairan Di RSUD Kabupaten Tangerang

Zahrah Maulidia Septimar, Astika Nisa Putri, Fitria Rahma Nuraini, Heni Fitriyah, Irfan Alamsyah, Lely Fajriyah
Abstract: Pendahuluan : Chronic Kidney Disease atau Gagal Ginjal Kronik merupakan suatu kondisi penurunan fungsi pada ginjal yang cukup berat dan terjadi secara perlahan dalam kurun waktu yang lama, dimana tubuh tidak mampu atau gagal&#8230; agal memelihara metabolisme cairan dan elektrolit yang menyebabkan gangguan reabsorbsi. Di Provinsi Banten menurut Riset Kesehatan Dasar Provinsi Banten menunjukkan prevalensi penderita gagal ginjal kronik sebesar 0,2%. Dengan prevalensi di kota serang sebesar 0,1% (Riskesdas, 2018). Tujuan : Pembuatan makalah ini yaitu untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan CKD (Chronic Kidney Disease) diagnosa yang muncul pada kasus ini antara lain pola napas tidak efektif, hipervolemia, gangguan perpusi serebral, dimana intervensi yg dilakukan antara lain: manajemen pola napas, manajemen hipervolemia, dan perawatan sirkulasi. Metode : Cara pengambilan data pada pasien yaitu dengan melakukan pengkajian primer dan sekunder pada pasien. Hasil : dari implementasi yang dilakukan antara lain, frekuensi napas membaik, edema menurun, tekanan darah menurun, tingkat kesadaran meningkat. Kesimpulan : dari hasil didapatkan 3 diagnosa keperawatan 3 luaran keperawatan dan 3 implementasi keperawatan.

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Terhadap Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Banjir Di RSUD Torabelo

Chadija Alang, Surianto, Sintong H. Hutabarat
Abstract: Bencana  adalah suatu  kejadian yang mengakibatkan, kerusakan lingkungan makluk hidup, banyaknya  korban jiwa, serta berkurangnya derajat kesehatan pada masyarakat serta membutukan pertolongan dari luar masyarakat atau wilayah&#8230; u wilayah yang terdampak  bencana.. BNPB melaporkan bencana banjir masih menjadi bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia yakni sebanyak 1.048 kejadian. Sulawesi Tengah sendiri sepanjang tahun 2021 sudah terjadi 93 kali bencana. Adapun di kabupaten Sigi sejak tahun 2018 sampai tahun 2021, sudah terjadi 20 kali kejadian bencana banjir dan untuk RSUD Torabelo selama rumah sakit berdiri baru sekali mengalami banjir yaitu pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Perawat Terhadap Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Banjir di RSUD Torabelo. Bentuk penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 164 orang. Sampel yang diperlukan adalah sebanyak 35 orang, didapatkan menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan uji Chi square, dengan variabel independen kesiapsiagaan dan variabel dependen pengetahuan dan sikap. Hasil analisis univariat Pengetahuan Baik (22,9%), cukup (37,1%) dan pengetahuan kurang (40%). Sikap yang Baik (25,8%), cukup (37,1%) dan kurang (37,1%). Kesiapsiagaan yang siap (22,9%), cukup (25,7%) dan kurang siap (51,4%). Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square, menunjukkan hasil p : 0,000 dan p : 0,002 (p value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Perawat Terhadap Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Banjir di RSUD Torabelo.

Hubungan Persepsi Masyarakat Tentang Vaksinasi Booster Covid-19 Terhadap Tingkat Kecemasan Pre-Vaksinasi Booster 2 Di RW 007 Kutabaru

Amanda Putri, Solihati, Zahra Maulidia Septimar
Abstract: Latar belakang : Persepsi adalah salah satu aspek psikologis terpenting bagi manusia, karena mereka bereaksi terhadap berbagai aspek dan gejala di sekitarnya. Persepsi masyarakat terhadap vaksinasi dapat mempengaruhi kecemasan&#8230; emasan dan partisipasi mereka dalam melakukan vaksinasi. Salah satu sumber kecemasan masyarakat terhadap vaksin COVID-19 adalah keamanan dan efektivitas vaksinasi, efek samping vaksin, kesalahpahaman kebutuhan akan vaksinasi, kurangnya kepercayaan pada sistem kesehatan, dan juga kurangnya informasi tentang penyakit COVID-19 yang dapat dicegah dengan vaksin. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi masyarakat tentang vaksinasi booster covid-19 terhadap tingkat kecemasan pre-vaksinasi booster 2 di rw 007 kutabaru. Metode : penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan cara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat dewasa rw 007 Kutabaru Kab. Tangerang yang berjumlah 155 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : hasil dari pengolahan data responden menggunkan chi-square menunjukkan Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kerentanan (p-value 0,000), persepsi keseriusan (p-value 0,006), persepsi manfaat (p-value 0,000), persepsi hambatan (p-value 0,000), isyarat untuk bertindak (p-value 0,000) dengan tingkat kecemasan pada masyarakat di RW 007 Kutabaru. Kesimpulan : hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi dengan tingkat kecemasan karena kecemasan saat mengikuti vaksinasi covid-19 dapat terjadi karena munculnya pikiran-pikiran yang ragu mengenai vaksin, dalam hal ini munculnya persepsi negatif terhadap vaksin dapat menimbulkan stress dan cemas. Sebaliknya, dengan terbentuknya persepsi yang positif terhadap vaksin akan mengurangi kemungkinan terjadinya kecemasan pada individu dalam mengikuti vaksinasi covid-19.