Search Articles & Publications

Showing 621 articles found for "Kesehatan"

Hubungan Antara Status Merokok dan Penggunaan Masker Terhadap Keluhan ISPA pada Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2024

Luh Ayu Krisdayanti, Ahmad Irfandi, Veza Azteria, Rini Handayani, Ira Marti Ayu
Abstract: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) samapi kini tetap jadi persoalan Kesehatan di negara berkembang termasuk Indonesia. Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) ialah sebuah kelompok yang berisiko terkena ISPA karena tingginya… a paparan terhadap udara yang berpolusi dan perilaku Kesehatan yang kurang baik seperti merokok aktif. Penelitian ini tujuannya guna menganalisa hubungan antara status merokok dan pemakaian masker terhadap keluhan ISPA pada tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain  studi cross sectional dan besar sample sebanyak 83 orang. Data yang  disatukan ialah data primer memakai kuesioner. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan April s.d. Juli 2024. Kajian ini memakai analisa univariat dan bivariat. Adapun hasil dari analisa univariat menunjukan jumlah tenaga kerja bongkar muat yang mengalami keluhan ISPA adalah sebanyak 49 pekerja (59%). Tenaga kerja dengan status merokok sebanyak 49 pekerja (59%). Tenaga kerja dengan penggunaan masker tidak menggunakan secara baik sebanyak 41 pekerja (49,4%). Sedangkan hasil analisis bivariat menunjukan, terdapat hubungan antara status merokok dengan  keluhan ISPA pada tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan tanjung priok tahun 2024 (p-value: 0,001) dan ada hubungan antara penggunaan masker terhadap keluhan ISPA pada tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok tahun 2024 (p-value:0,005). Disarankan agar pengusaha Bersama dengan stake holder terkait melaksanakan program-program edukasi terkait penyakit ISPA  dan penyakit-penyakit lainnya yang sering  dialami oleh TKBM, Frekuensi pelaksanaan edukasi agar lebih ditingkatkan  sehingga pengetahuan TKBM akan terus terjaga dan diharapkan bisa mengubah sikap/perilaku yang negative

Hubungan Karakteristik Responden Dan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Mengikuti Posyandu RW 08 Periuk

Alsa Azzahra Medi, Nanang Prasetyo Budi, Rina Puspita Sari
Abstract: Pendahuluan: Populasi bumi semakin menua. Proporsi populasi umur 65 tahun ke atas melonjak lebih cepat dibandingkan penduduk di bawah usia tersebut. Lansia yang memiliki masalah kesehatan namun memutuskan untuk tidak melakukan… akukan rawat jalan, mereka merasa tidak perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan Karakteristik Responden dan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lansia dalam mengikuti posyandu lansia di wilayah RW 08 Kelurahan Periuk. Metode: Penelitian menggunakan kuatitatif dengan pendekatan cross sectional melibatkan 104 responden. Teknik Sampel: Menggunakan random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu data demografi, kuesioner dukungan keluarga dan keaktifan lansia. Hasil penelitian: Didapatkan mayoritas umur responden mayoritas antara 60-69 tahun sebanyak 67 responden (64,4%), jenis kelamin perempuan sebanyak 67 responden (64,4%), responden tidak bekerja sebanyak 46 responden (44,2%), sebanyak 44 (42,3%) mendapatkan dukungan keluara cukup, dan sebanyak 55 (52,9%) responden aktif mengikuti posyandu lansia. Hasil analisis menggunakan spearman rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Karakteristik Responden dan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lansia dalam mengikuti posyandu lansia di wilayah RW 08 Kelurahan Periuk.

Hubungan Kebiasaan Menyikat Gigi Pada Anak Laki-Laki Dan Perempuan Usia 7-9 Tahun Dengan Kejadian Karies Gigi Di SDN Keroncong Mas Permai

Alvira Aulia Halim Az-Zahra, Nanang Prasetyo Budi, Rina Puspita Sari
Abstract: Pendahuluan: Tingginya angka karies saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu faktor perilaku masyarakat yang masih belum menyadari pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Kurangnya pengetahuan&#8230; huan akan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut meningkatkan insidensi penyakit gigi dan mulut. Tujuan: tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan metode penelitian deskriptif korelasi. Metode pendekatan cross-sectional variabel pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Hasil: Hasil analisis hubungan kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai berdasarkan Spearmen Rank didapatkan hasil sig. (2-tailed) adalah 0,001 <0,05 dan antara kedua variabel adalah 0,298.  Kesimpulan: Menunjukkan keeratan hubungan antara kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai berkorelasi cukup kuat dan bersifat positif.

Pengaruh Perilaku Personal Hygiene Habits Terhadap Kejadian Flour Albus Pada Remaja Putri

Aulia Hayatul Kamilah, Dewi Nur Puspita Sari, Zahrah Maulidia Septimar
Abstract: Latar Belakang: Personal hygiene habits merupakan perilaku yang mendukung pelestarian kebersihan pribadi, meningkatkan kesehatan, dan mencegah penyakit untuk mencapai kesejahteraan fisik dan mental. Salah satu kegiatan Personal&#8230; ersonal hygiene adalah perawatan genetalia. Banyak remaja yang belum mempraktikan perilaku personal hygiene khususnya perawatan genetalia dengan baik, Perilaku tersebut menjadi salah satu faktor timbulnya kejadian Flour albus pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya pengaruh personal hygiene habits terhadap kejadian flour albus pada remaja putri. Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Tehnik Random Sampling dengan total sampel sebanyak 231 siswi. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kueioner personal hygiene habits dan kejadian flour albus. Hasil: hasil penelitian ini menunjukan siswi yang mengalami personal hygiene habits kurang sebanyak 103 responden (63,6%), yang mengalami personal hygiene habits cukup sebanyak 42 responden (25,9%), yang mengalami personal hygiene habits baik sebanyak 17 responden (10,5%).  Dan kejadian flour albus sebanyak 124 responden (76,5%) dan yang tidak mengalami flour albus 38 responden (23,5%). Hasil uji korelasi menunjukan nilai p-value 0,002 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara pengaruh perilaku personal hygiene habits terhadap kejadian flour albus pada remaja. Kesimpulan: kurangnya kegiatan personal hygiene habits terutama pada organ genetalia menjadi salah satu faktor remaja mengalami flour albus.

Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Bahaya Asap Rokok Pada Remaja

Agung Agung, A.Y.G Wibisono, Ida Faridah
Abstract: Latar Belakang: Asap rokok merupakan salah satu penyebab utama berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, paru-paru, dan kanker. Remaja adalah kelompok yang rentan terhadap paparan asap rokok, baik secara aktif&#8230; maupun pasif. Oleh karena itu, edukasi kesehatan tentang bahaya asap rokok sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang risiko yang ditimbulkan oleh asap rokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan tentang bahaya asap rokok pada remaja di SMK Citra Madani, Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Penelitian ini menggunakan bersifat kuantitatif dengan desain eksperimen (quasi experiment) yang dirancang dengan One Group Pre-test Post-test without control. Sampel penelitian terdiri dari 60 remaja yang tehnik pengambilan sampelnya menggunakan nonprobability sampling dengan purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa p – Value dari tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan diperoleh 0,000 <ɑ(0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho di tolak yang artinya Ada pengaruh edukasi kesahatan terhadap tingkat pengetahuan siswa/siswi SMK CITRA MADANI. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan tentang bahaya asap rokok pada remaja di SMK Citra Madani, Kabupaten Tangerang..

Hubungan Perilaku Penggunaan Media Sosial dengan Kesehatan Mental

Ahmad Sahrul Hilmi, Eka Noviana nasriyanto, Cicirosnita J.idu
Abstract: Pendahuluan: Media sosial menjadi hal yang penting bagi individu dewasa awal. baik untuk menjalin relasi, mencari informasi, maupun sekedar mencari hiburan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, perkembangan teknologi&#8230; potensial membawa dampak negatif pada kesehatan mental. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku penggunaan media sosial dengan kesehatan mental mahasiswa Fakultas Teknologi Bisnis Universitas Yatsi Madani. Metode Penelitian: Studi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cross sectional. Menggunakan uji chi square, dengan Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling sebanyak  226 responden.   Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang di laksanakan di fakultas teknologi bisnis universitas yatsi madani, diperoleh mayoritas berusia 19 tahun sebanyak 111 responden (49,1%), jenis kelamin perempuan sebanyak 133 responden (58,8%), perilaku penggunaan media sosial berkategori tinggi sebanyak 99 responden (43,8%), kesehatan mental buruk sebanyak 89 responden (39,4%). Hasil analisis menunjukan ada hubungan antara perilaku penggunaan media sosial dengan kesehatan mental dengan p-value 0,000 < 0,005. Kesimpulan : Terdapat hubungan perilaku penggunaan media sosial dengan Kesehatan mental fakultas teknologi  bisnis universitas yatsi madani. Saran : Mahasiswa di Universitas Yatsi Madani di sarankan untuk menghindari atau membatasi smartphone agar tidak terjadinya kesehatan mental.

Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kesehatan Jiwa Remaja Awal

Liza Nurfaizah, Dian Perwita F, Jaenudin Saputra
Abstract: Pendahuluan: Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi sejahtera secara fisik, sosial dan mental yang lengkap dan tidak hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan. Kesehatan jiwa pada perkembanan remaja merupakan salah satu pokok&#8230; okok penting, juga dengan adanya dukungan sosial sekitar juga mampu  membantu perkembangan remaja. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, terdapat lebih dari 19 juta penduduk Indonesia usia kurang dari 15 tahun memiliki gangguan mental emosional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kesehatan jiwa remaja awal pada siswa/i kelas VII di MTsN 02 Tangerang. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan deskriptif korelasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling sebanyak 190 sampel. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square terdapat p-value 0,000 < 0,05, maka Ha diterima yang artinya adanya hubungan dukungan sosial keluarga dengan kesehatan jiwa remaja awal. Kesimpulan: Dukungan keluarga merupakan bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan dan penerimaan terhadap remaja, sehingga remaja merasa ada yang memperhatikan. Perlu adanya dukungan sosial keluarga yang tinggi untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan jiwa pada remaja dalam menghadapi masa transisi.

Hubungan Perilaku Caring Dan Respon Time Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien

Fitra Abdul Malik, M.Martono Diel, Ayu Pratiwi
Abstract: Latar Belakang : Kepuasan pasien adalah hasil penilaian dari pasien terhadap pelayanan kesehatan. Caring adalah kepedulian interpersonal yang ditunjukkan oleh perawat dalam memberikan kenyamanan, perhatian, dan empati kepada&#8230; pada pasien. Dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat mengenai efektivitas layanan IGD 60% responden menyatakan bahwa layanan harapan pasien tidak terpenuhi  yang diberikan oleh perawat. Respon time adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk memberikan bantuan yang cukup kepada pasien emergency, baik dalam situasi normal maupun saat bencana. Tujuan : Mengetahui hubungan perilaku Caring dan Respon time perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang IGD RS Melati Tangerang. Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dengan analisis Spearman Rank. Hasil Penelitian : dalam 228 responden, sebagian besar merasa sangat puas dengan perilaku Caring yang diberikan oleh perawat yang baik yaitu sebanyak 105 (47,8%) responden. dalam 228 responden, sebagian besar merasa sangat puas dengan Respon time perawat yang cepat yaitu sebanyak 110 (48,2%) responden. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara perilaku Caring dan Respon time perawat di ruang IGD RS Melati Tangerang. Saran : untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melengkapi penelitian ini dengan mencari faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien.

Hubungan Siklus Menstruasi Dengan Aktifitas Fisik Remaja Putri

Dea Sukmawati, Dian Perwita F, Jaenudin Saputra
Abstract: Pendahuluan: untuk mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan aktivitas fisik pada remaja putri di MTsN 2 Tangerang. Tujuan: untuk mengetahui  hubungan siklus menstruasi dengan aktivitas fisik remaja putri di MTsN 2 Tangerang&#8230; angerang tahun 2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental disigns dengan jenis kuesioner. Teknik Sampel : Teknik yang digunakan yaitu proportionat stratified random sampling. Jumlah sampel: Sampel berjumlah 198 responden. Analisa Data: Analisa data menggunakan wilcoxon. Hasil Penelitian: Artinya ada hubungan yang signifikan antara Siklus Menstruasi Dengan Aktivitas Fisik dengan kekuatan Asymp. Sing. (2-tailed) .000. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifan antara Siklus Menstruasi Dengan Aktivitas Fisik Remaja Putri Di MTsN 2 Tangerang Tahun 2024, dengan arah korelasi semakin ringan hasil aktivitas fisik maka semakin teratur Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di MTsN 2 Tangerang Tahun 2024. Saran : Kepada tenaga kesehatan diharapkan untuk lebih memperhatikan kesehatan reproduksi siswa/siswi sekolah,  tidak hanya kesehatan difasilitas pelayanan kesehatan saja,  tetapi lebih pada tindakan preventif dan promotive..

Hubungan Harga Diri Dengan Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi Pada Santri Putri

Awaliyah Rahmadani, Dian Perwita F, Jaenudin Saputra
Abstract: Latar belakang: Kesehatan reproduksi pada remaja diartikan sebagai kondisi sehat secara sistem, fungsi dan proses reproduksi yang termasuk didalamnya kesehatan mental, sosial dan juga kultural. Permasalahan kesehatan reproduksi&#8230; roduksi yang sering muncul pada remaja, antara lain kehamilan remaja dengan segala akibatnya, penyakit menular seksual dan aborsi. Masalah kesehatan reproduksi (kespro) remaja timbul karna kurangnya pengetahuan kesehatan, kepedulian orang tua, masyarakat dan pemerintah terhadap kesehatan reproduksi remaja belum optimal. Tujuan: Mengetahui hubungan harga diri dengan pemeliharaan kesehatan reproduksi pada santri putri kelas III SMP di pondok pesantren daarul muttaqien II. Metode: penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional study, serta analisis statistik Uji Rank Spearman Correlation. Teknik yang digunakkkan untuk mengambil sampel adalah probability sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan distribusi frekuensi kategori baik sebanyak (31%), kategori cukup (36%), dan kategori kurang sebanyak (33%). Dalam Uji Rank Spearman Correlation didapatkan hasil tersebut menunjukan nilai P value sebesar 0,002 (P < 0,05).