Search Articles & Publications

Showing 621 articles found for "Kesehatan"

Pengaruh Pemberian Jus Mengkudu Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Hipertensi Di Kutabumi Pasar Kemis

Debby Vianggi Ramadhani, Siti Haeriyah, Nuryani
Abstract: Hipertensi/Tekanan Darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan utama penyebab kematian didunia, faktor resiko utama penyakit ini mengarah kepada penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke&#8230; roke dan penyakit ginjal. Untuk itu membutuhkan penangan yang tepat untuk menurunkan Tekanan Darah salah satu tanaman yang dapat di manfaatkan sebagai pengobatan alternatif adalah buah mengkudu. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian jus mengkudu terhadap penurunan Tekanan Darah pada Hipertensi di Kutabumi Pasar Kemis. Metode Penelitian : Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest posttest design. Teknik sampling menggunakan tekhnik purposive sampling. Sampel sebanyak 30 responden. Penelitin ini dilakukan selama 7 hari. Hasil : Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa hasil P-value sebesar 0.000<0.05. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian jus mengkudu terhadap penurunan Tekanan Darah.

Rancang Bangun Sistem Posyandu Pintar Berbasis Web Di Posyandu Puspa Indah 2 Kota Tangerang Selatan

Gilbran Sarafi, G., Muhammad Afrizal Yusni, Muhammad Ikhsan, Jupron Gatana
Abstract: Posyandu ialah layanan kesehatan masyar akat yang berperan krusial dalam pemantauan kesehatan ibu hamil, balita, serta lansia. Di Posyandu Puspa Indah 2 Kota Tangerang Selatan, pengelolaan data masih memakai buku register&#8230; r dan KMS secara manual sehingga pencatatan maupun pencarian data berlangsung kurang efisien serta rentan terjadi kesalahan dan kehilangan data. Kajian ini ditujukan guna merancang serta membangun Sistem Posyandu Pintar berbasis web yang mendukung pengelolaan data secara digital serta terintegrasi. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, serta studi pustaka. Sistem dilakukan pengembangan memakai framework Laravel, bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL, serta Bootstrap menjadi antarmuka pengguna. Hasil kajian memperlihatkan bahwasannya sistem yang dibangun bisa membantu kader Posyandu mengelola data balita, lansia, kader, serta pemeriksaan kesehatan secara lebih cepat dan akurat, sekaligus memudahkan pembuatan laporan otomatis. Hasil pengujian juga mengindikasikan tiap fitur utama, meliputi login, tambah data, ubah data, hapus data, serta cetak laporan, berfungsi selaras keperluan pengguna. Integrated Health Post (Posyandu) is a public health service that plays a crucial role in monitoring the health of pregnant women, toddlers, and the elderly. However, data management at Posyandu Puspa Indah 2 in South Tangerang City is still done manually using register books and Health Cards (KMS). This slows down the recording and retrieval process and risks errors and data loss. This reserach was conducted to design and develop a web-based Posyandu Pintar system that facilitates integrated and digitalized data management. The research utilized observation, interviews, and literature review as the primary data collection methods. The system was developed using the Laravel framework, PHP as the programming language, MySQL as the database management system, and Bootstrap for interface design. The results demonstrate that the system effectively supports Posyandu cadres in managing toddler data, the elderly, cadres, and health checks more quickly and accurately, while simplifying the automated reporting process. Testing results show that all key features, such as logging in, adding data, editing data, deleting data, and printing reports, function well according to user needs.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Risiko Pernikahan Dini Pada Remaja Putri Di Desa Tinabogan Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli

Harman, Abdul Rahman, Benny H. L Situmorang
Abstract: Pernikahan dini adalah perkawinan yang terdaftar atau tidak terdaftar dimana salah satu atau kedua belah pihak yang memiliki umur kurang dari 19 tahun. Rendahnya informasi pada remaja mengenai kesehatan reproduksi adalah&#8230; salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini. Studi pendahuluan didapatkan bahwa meningkatnya pernikahan dini yang terjadi di Desa Tinabogan sejak tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan risiko pernikahan dini pada remaja putri di Desa Tinabogan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik dan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari 102 remaja putri di Desa Tinabogan. Sampel diambil secara purposive dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Hasil penelitian diperoleh dari 50 responden sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan kurang sebanyak 20 responden (40%), mayoritas responden tidak berisiko melakukan pernikahan dini sebanyak 28 responden (56%). Hasil uji bivariat dengan menggunakan uji alternatif Pearson didapatkan p-value 0,005 (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan risiko pernikahan dini pada remaja putri di Desa Tinabogan, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli. Saran penelitian ini pemimpin Desa sebaiknya berkolaborasi dengan pelayanan kesehatan setempat dalam memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan dampak pernikahan dini kepada remaja putri.

Implementasi Exercise Intradialisysis Untuk Mengurangi Kram Otot Pada Pasien Yang Sedang Menjalani Hemodialisis

Erina Widayanti, Sriyati
Abstract: Penyakit Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi di dunia. Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan hilangnya fungsi ginjal untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan&#8230; an elektrolit sehingga ginjal mengalami penurunan secara bertahap dengan menifestasi darah mengalami penumpukan sisa metabolik. Salah satu penanganan agar hemodinamik pasien tetap stabil adalah terapi sementara dengan hemodialisis. Hemodialisis dapat menyebabkan kram otot, oleh karena itu diperlukan latihan intradialytic exercise untuk dapat mencegah serta mengatasi kram selama proses hemodialisa. Tujuan: mampu memberikan dan menerapkan asuhan keperawatan pada pasien CKD dengan kram otot selama hemodialisa. Metode: penelitian ini adalah penelitian studi kasus observasional dengan desain pendekatan (cross sectional) yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan kajian rekam medis pasien. Hasil: dari hasil pengkajian dan pemeriksaan fisik didapatkan data pasien mengeluh mengalami kram otot selama menjalani hemodialisa. Diagnosa utama keperawatan pada pasien kram otot pada saat menjalani hemodialisa adalah nyeri akut berhubungan dengan ketidakseimbangan elektrolit. Pencapaian yang diharapkan pada kasus ini dengan diagnosa nyeri akut berhubungan dengan ketidakseimbangan elektrolit dilakukan selama 3 hari, intervensi keperawatan diharapkan masalah keperawatan tersebut teratasi. Kesimpulan: asuhan keperawatan yang terencana dan terintegrasi mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap keberasilan penanganan nyeri akut pada pasien kram otot saat menjalani hemodialisa melalui edukasi dan demonstrasi.

Penerapan Edukasi Kesehatan, Senam Hipertensi, Dan Pemberian Jus Tomat Dalam Upaya Pengendalian Hipertensi Pada Masyarakat

Satrio Nur Fadhilah, Rina Puspita Sari, Neni Alfidah, Tarkawi, Nisah Khairani, Putri Andini, Putri Anggraeni, Eva Yulia, Selfi Meilani Putri, Sri Diana, Ismi Nur Faizah
Abstract: Latar Belakang: Hipertensi  menjadi  salah  satu  masalah  kesehatan  masyarakat  di  dunia,  meningkatkan kecacatan dan kematian. Angka kejadian hipertensi setiap tahun terus mengalami peningkatan, penyakit ini sering disebut&#8230; sering disebut sebagai silent killer. Karena seringkali tidak menimbulkan gejala (silent killer), hipertensi memerlukan pendekatan keperawatan berbasis komunitas dengan intervensi yang berfokus pada masyarakat guna mencapai pengendalian yang lebih efektif. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi keperawatan komunitas melalui edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat sebagai upaya pengendalian tekanan darah pada warga usia dewasa dan lanjut usia di lingkungan masyarakat. Metode: Penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design yang diikuti oleh 27 warga dewasa dan usia lanjut. Intervensi dilakukan 2 kali pertemuan (45 menit) meliputi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pengetahuan dan pengukuran tekanan darah, dianalisis secara deskriptif. Hasil: Setelah dilakukan intervensi berupa edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat, terjadi peningkatan pengetahuan warga dari 59,3% menjadi 92,5% dalam kategori baik. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah rata-rata sebesar 8 mmHg (sistolik) dan 4 mmHg (diastolik) pada warga yang mengikuti kegiatan tersebut, yang menunjukkan efek positif dari intervensi non-farmakologis terhadap pengendalian tekanan darah. Kesimpulan: Penerapan edukasi kesehatan, latihan fisik berupa senam hipertensi, serta pemberian jus tomat terbukti memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah dan dapat dijadikan strategi intervensi non-farmakologis yang efektif di komunitas.

Implementasi Keperawatan Komunitas: Edukasi Hipertensi Pemberian Jus Semangka Dan Senam Hipertensi Pada Penderita Hipertensi

Siti Nuraliza, Rina Puspita Sari, Aan Juliyanti Nurohmah, Ade Ummi Hanik, Alfiani Dwi Julianti, Aliza Fatma Urbaningrum, Amelia Ajeng Ayuningdyah, Cindy Ilmi Nimastin Prahayu Ngestu, Muhamad Ibrohim, Yuli Dwiyanti, Carsilla
Abstract: Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami oleh lansia dan dapat memicu munculnya gangguan kardiovaskular. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu&#8230; tu mengendalikan tekanan darah adalah senam hipertensi yang dilakukan selama tiga kali pertemuan. Aktivitas fisik ini berfungsi dengan meningkatkan sirkulasi darah serta memperbaiki suplai oksigen ke otot jantung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Senam Hipertensi dan Jus Semangka terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan responden serta perumusan sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Desain ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi senam hipertensi dan jus semangka. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga, tekanan darah sistolik dan diastolik ada perubahan yang signifikan, yang berarti terdapat pengaruh senam hipertensi dan jus semangka terhadap perubahan tekanan darah. Kesimpulan: Implementasi senam hipertensi dan pemberian jus semangka berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan rata-rata sistolik dari 147 mmHg menjadi 133 mmHg dan rata-rata diastolik 89 mmHg menjadi 79 mmHg.

Penanganan Hipertensi Dengan Senam Hipertensi Dan Jus Belimbing Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Masyarakat

Septi Qurotu Aini, Rina Puspita Sari, Sherly Putri Yulianto, Septy Mutiara, Virgenia Septiany, Wanda Julia P, Hilmiadiatus salik, Hilyatus Safa’ah, Yusuf Rendy Adi W, Linda, Lulu Eka Nanda
Abstract: Latar Belakang : Keperawatan kesehatan komunitas adalah pelayanan keperawatan professional yang diberikan secara holistik (bio, psiko, sosio dan spiritual) serta difokuskan pada kelompok risiko tinggi yang bertujuan meningkatkan&#8230; ngkatkan derajat kesehatan melalui upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif dengan melibatkan komunitas sebagai mitra dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Tekanan darah yang terus meningkat maka dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak segera diatasi maka dapat menimbulkan komplikasi suatu penyakit bawaan dari penyakit hipertensi (Moonti, 2022). Tujuan penelitian: Untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas dengan hipertensi di Warga RT 01 – 06 RW 03 Kelurahan Keroncong Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang. Desain penelitian: Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi. Setelah data terkumpul dilakukan pengelompokan data sesuai dengan jumlah KK yang terdapat pada Warga RT 01 – 06 RW 03 Kelurahan Keroncong Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang. Hasil penelitian: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi setelah dilakukan edukasi kesehatan. Hal ini ditunjukkan melalui hasil post-test yang memperlihatkan bahwa mayoritas peserta mampu menjawab dengan benar pertanyaan seputar tekanan darah normal, faktor risiko hipertensi, gejala umum, serta cara pencegahan dan pengendalian hipertensi.

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Garam Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Tambu

Sindy Claudia, Sri Marnianti Irnawan, Ni Nyoman Elfiyunai
Abstract: 3 sampel di Puskesmas Tambu mengatakan cenderung menyukai olahan makanan yang asin, jika sajian makanan yang diberikan keluarga kurang terasa asin maka dirasa kurang sedap dan tidak terasa nikmat, 3 sampel lainnya mengatakan&#8230; akan bahwa makan asin sudah menjadi kebiasaan dalam rumah dan sudah menjadi menu harian sehingga penderita hipertensi yang ada didalam rumah cukup kesulitan untuk menerapkan diet rendah garam. Tujuan penelitian diketahuinya Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Garam Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Tambu.  Metode penelitian Cross sectional populasi dalam penelitian berjumlah 155 orang, dengan jumlah sampel 57 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil Penelitian ada Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Garam Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Tambu dengan nilai p : 0,005 (<0,05). Kesimpulan Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Garam Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Tambu. Saran diharapkan Pelayanan Kesehatan tempat penelitian hasil Penelitian Dapat Digunakan Sebagai bahan masukan bagi Puskesmas Tambu dalam upaya peningkatan pelayanan pada pasien. Penyuluhan dapat laksanakan dengan menyebarkan leaflet, pada saat pemeriksaan serta memberi penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami mengenai dampak dan bahaya apabila tidak meningkatkan derajat kesehatan dan mengurangi angka pendrita.

Laporan Kasus Skizofrenia Dengan Waham Pada Ny. S Di Wisma Srikandi Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta

Rachma Febi Andrianti, Prastiwi Puji Rahayu
Abstract: Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang memengaruhi cara berpikir, merasa, dan berperilaku, salah satunya ditandai dengan gangguan proses pikir berupa waham. Waham menyebabkan pasien memiliki keyakinan&#8230; kinan yang salah dan tidak sesuai dengan kenyataan, yang berdampak pada interaksi sosial dan kualitas hidup pasien. Terapi orientasi realita adalah pendekatan non-farmakologis yang bertujuan untuk membantu pasien meningkatkan kesadaran terhadap waktu, tempat, orang, dan situasi nyata, serta mengurangi gangguan proses pikir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi orientasi realita dalam mengatasi waham dan meningkatkan orientasi realita pada pasien dengan skizofrenia. Metode: Menggunakan metode studi kasus asuhan keperawatan dari tahap pengkajian hingga evaluasi. Kasus: Ny. S, wanita usia 43 tahun, dengan diagnosis medis skizofrenia dan gejala utama berupa waham. Pasien memenuhi kriteria inklusi yaitu berusia 18–60 tahun, memiliki diagnosis skizofrenia dengan gejala waham, bersedia mengikuti terapi, dan kooperatif. Instrumen pengkajian meliputi wawancara terstruktur, kuesioner, observasi langsung, media gambar, dan data rekam medis. Hasil: Terapi orientasi realita dilakukan selama 7 sesi dalam 7 hari. Hasil menunjukkan adanya peningkatan orientasi realita dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Meskipun waham belum sepenuhnya hilang, terdapat peningkatan motivasi pasien untuk sembuh dan mencegah kekambuhan. Kesimpulan: Terapi orientasi realita terbukti efektif dalam meningkatkan orientasi realita dan mengurangi intensitas gejala waham pada pasien skizofrenia. Saran: Perawat disarankan untuk menerapkan terapi orientasi realita secara terstruktur sebagai intervensi pada pasien skizofrenia dengan gangguan proses pikir waham. Kolaborasi antara pasien, keluarga, dan tim kesehatan sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan terapi dan mencegah kekambuhan.

Asuhan Keperawatan Paliatif Pada Tn. S Dengan Pola Napas Tidak Efektif Pada Pasien PPOK Eksaserbasi Akut

Alfanny Virginia, Hamudi Prasestiyo
Abstract: Latar Belakang: PPOK merupakan suatu kondisi penyakit yang dapat dicegah dan diobati dengan karakteristik berupa keterbatasan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Keterbatasan aliran udara bersifat progresif dan&#8230; n berkaitan dengan reaksi peradangan paru terhadap partikel atau gas berbahaya, terutama disebabkan oleh asap rokok. PPOK tidak hanya mempengaruhi kondisi paru tetapi juga berakibat secara sistemik. Penyebab kematian paling umum ketiga di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah PPOK sebanyak 3,23 juta kematian dengan merokok menjadi faktor utama pada tahun 2019. Tujuan: mampu memberikan dan menerapkan asuhan keperawatan pada pasien PPOK Eksaserbasi Akut dengan diagnosis pola napas tidak efektif di ruang Isolasi Dahlia RSUD Wates. Metode penelitian ini adalah penelitian studi kasus observasional dengan desain pendekatan (cross sectional). Subjek penelitian pada studi kasus ini adalah 1 pasien di RSUD Wates dengan gangguan sistem pernapasan dengan diagnosa medis PPOK Eksaserbasi Akut. Hasil: pengkajian pada penapisan paliatif diperoleh skor 7 yaitu pasien tersebut perlu intervensi paliative. Dalam Edmonton Sympton Assesment System (ESAS) pasien mengalami sesak napas, pasien dengan ansietas sedang, dan pasien memiliki penyakit lainnya yaitu DM dan CHF. Skor karnofsky 80% dengan aktivitas normal dengan beberapa gejala penyakit. Diagnosa utama adalah pola napas tidak efektif b.d hambatan upaya napas. Pencapaian yang diharapkan pada kasus tersebut diagnoss keperawatan pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas yaitu dalam 3 hari intervensi kasus terseebut masalah keperawatan teratasi. Saran: Tingkatkan edukasi pasien dan keluarga tentang PPOK serta pentingnya menghindari asap rokok, lakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pasien, teruskan terapi nebulzer dan berikan dukungan psikososial untuk mengatasi ansietas. Rencanakan inytervensi untuk meningkatkan kualitas hisup dan lanjutkan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dalam pengelolaan PPOK.