Abstract:Merokok merupakan kebiasaan yang memiliki daya merusak cukup besar terhadap kesehatan. Perilaku merokok juga di pengaruhi oleh tingkat pengetahuan, Pengetahuan tentang bahaya merokok merupakan sejauh mana seseorang mampu…
mengetahui dan memahami tentang bahaya yang dapat diakibatkan dari merokok. Upaya untuk mengatasi dampak merokok, dibutuhkan upaya berhenti merokok, upaya tersebut dipengaruhi dengan adanya motivasi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi berhenti merokok. Desain Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Tehnik Sampel: Total sampling Jumlah Sampel: 114 orang. Analisa Data: Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil dan Kesimpulan: Berdasarkan dari hasil Uji Chi-square menunjukan p-value 0,248 lebih besar dari nilai kemaknaan ɑ=0,05 sehingga Ha ditolak dan Ho diterima yang memiliki arti tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan motivasi berhenti merokok.
Abstract:Kurangnya pengetahuan lansia, dukungan keluarga bahkan sarana posyandu yang tidak memadai menjadi masalah ketidakaktifan lansia berkunjung ke posyandu. Studi pendahuluan mengatakan lansia tidak mengetahui tentang tujuan…
dan manfaat posyandu lansia bahkan anggota keluarga tidak pernah mengantarkan lansia ke posyandu lansia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan sarana dengan keaktifan lanjut usia mengikuti kegiatan posyandu lansia di desa Bungin wilayah Puskesmas Bungin. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan desain observasional analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di desa Bungin, wilayah Puskesmas Bungin sebanyak 50 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan berhubungan dengan keaktifan lanjut usia mengikuti kegiatan posyandu lansia dimana tingkat signifikansi 0,000 ≤ α = 0,05. Dukungan keluarga berhubungan dengan keaktifan lanjut usia mengikuti kegiatan posyandu lansia dimana tingkat signifikansi 0,000 ≤ α = 0,05. Sarana berhubungan dengan keaktifan lanjut usia mengikuti kegiatan posyandu lansia dimana tingkat signifikansi 0,000 ≤ α = 0,05. Simpulannya adalah ada hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan sarana dengan keaktifan lanjut usia mengikuti kegiatan posyandu lansia di desa Bungin, wilayah Puskesmas Bungin. Saran bagi keluarga untuk dapat meningkatkan dukungannya bagi lansia agar lansia semakin aktif mengikuti kegiatan posyandu. Bagi puskesmas diharapkan untuk memotivasi dan mengarahkan keluarga lansia untuk mendukung lansia mengikuti kegiatan posyandu serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di posyandu lansia.
Abstract:Latar Belakang : Masalah perkembangan motorik anak prasekolah masih menjadi masalah kesehatan anak di Indonesia. Pola asuh orang tua faktor utama perkembangan motorik anak usia prasekolah, orang tua mempunyai otoritas penuh…
nuh terhadap anak anaknya, oleh karena itu, anak tidak mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan perasaan dan keinginannya, Jika anak kurang mendapat stimulasi dari orang tua maka akan berdampak menurunnya perkembangan motorik.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik kasar dan halus pada anak usia pra sekolah di PAUD cempaka sepatan kabupaten tangerang. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional, total sampling. Variabel dalam penelitian ini yaitu pola asuh orang tua, perkembangan motorik kasar dan perkembangan motorik halus. Instrumen yang digunakan yaitu Kuesioner dan DENVER II. Analisis Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik kasar didapatkan nilai P-Value 0,021 < 0,005. Dan terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus didapatkan nilai P-Value 0,005 < 0,005. Saran: Bagi orang tua agar lebih memperhatikan perkembangan motorik anak sesuai tahapan usia anak kemudian segera memeriksakan anak ketika anak dicurigai mengalami keterlambatan perkembangan.
Abstract:Pendahuluan: Tuberkulosis paru (TB) merupakan masalah kesehatan serius yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang sering menimbulkan batuk kronis dan kesulitan bernapas. Pengobatan utama melibatkan Obat Anti Tuberkulosis…
uberkulosis (OAT). Akan tetapi, pasien sering mengalami efek samping, seperti mual, yang dapat menghambat kepatuhan pengobatan. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan terapi akupresur untuk menurunkan intensitas mual pada pasien TB yang menjalani OAT Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan tuberkulosis paru on oat dan mengevaluasi efektivitas terapi akupresur dalam menurunkan mual pada pasien TB di Ruang Dahlia Atas RSUD Kabupaten Tangerang. Metode: Studi kasus yang melibatkan observasi dan penerapan terapi akupresur selama tiga hari, yang berlangsung selama 15 menit. Hasil: Setelah dilakukan implementasi berupa terapi akupresur terdapat perubahan intensitas mual secara signifikan setelah diberikan perlakuan selama 15 menit dalam tiga hari. Kesimpulan: Akupresur merupakan intervensi non farmakologis yang efektif untuk mengelola mual pada pasien TB.
Abstract:Pemeriksaan IVA bertujuan untuk mendeteksi lesi prakanker leher rahim, sebelum menjadi kanker. Perubahan warna setelah diolesi dengan asam asetat selama 1- 2 menit diamati dan bisa dilakukan untuk melihat perubahan pasca…
dilakukan olesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan karakteristik variabel yang diteliti adalah Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Dukungan Petugas Kesehatan dengan motivasi WUS melakukan Pemeriksaan IVA di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Desain Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi (N) 90, jadi pada Sampel (n) 73 responden, akan ditambahkan 10% jadi 80 responden untuk mengantisipasi dropout. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner.
Hasil Univariat, mayoritas wanita usia subur berusia 20-35 tahun sebanyak 51 responden (63,7%), mayoritas pendidikan SMA/SMK sebanyak 42 responden (52.5%), mayoritas tidak bekerja sebanyak 45 responden (56.3%), mayoritas paritas multipara (1 anak) sebanyak 37 responden (46.3%), mayoritas pengetahuan baik sebanyak 64 responden (80.0%), mayoritas dukungan keluarga baik sebanyak 67 responden (83.8%), mayoritas dukungan petugas kesehatan baik sebanyak 78 responden (97.5%), mayoritas motivasi wanita usia subur melakukan pemeriksaan iva baik sebanyak 65 responden (81.3%). Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara Pengetahuan dengan Motivasi Wanita Usia Subur melakukan Pemeriksaan IVA dengan p-value 0,424 (p = >0,05), tidak ada hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Motivasi Wanita Usia Subur melakukan Pemeriksaan IVA dengan p-value 0,266 (p = >0,05), dan ada hubungan antara Dukungan Petugas Kesehatan dengan Motivasi Wanita Usia Subur melakukan Pemeriksaan IVA dengan p-value 0,006 (p = <0,05). Wanita usia subur diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga tentang motivasi melakukan pemeriksaan IVA.
Abstract:Pendahuluan: Kualitas tidur sangat berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental khususnya pada remaja. Kualitas tidur adalah kemampuan seseorang untuk tetap tertidur dan mendapatkan tingkat tidur REM dan NREM yang sesuai.…
Dampak dari adanya penurunan kualitas tidur tersebut yang dapat mempengaruhi konsentrasi dalam belajar. Sleep hygiene merupakan upaya promosi kesehatan tidur yang terdiri dari serangkaian rekomendasi lingkungan dan perilaku tidur, untuk menciptakan kualitas tidur yang optimal. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada remaja di SMAN 11 Kabupaten Tangerang. Desain penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Teknik sampel: Teknik yang digunakan teknik probability sampling dengan cara proportional random sampling dengan jumlah responden 102 orang. Analisis data: Menggunakan analisis univariat, bivariat dan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian: Hasil penelitian yang dilaksanakan di SMAN 11 Kabupaten Tangerang square menunjukkan bahwa ada hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada remaja memiliki p-value 0,000 < 0,05. Kesimpulan dan saran: Sebagian besar responden tingkat sleep hygiene dan kualitas tidur dominan buruk. Diharapkan remaja dapat meningkatkan pengetahuan dan menerapkan sleep hygiene yang baik karena akan berdampak pada kualitas tidur sehingga tidak berdampak pada konsentrasi belajar di sekolah.
Abstract:Gastritis ialah sesuatu peradangan mukosa alat pencernaan yang sangat kerap terjalin dampak kebiasaan makan yang tidak menentu. Kebiasaan makan yang tidak normal menyebabkan lambung menjadi lebih sensitif dan diikuti dengan…
gan peningkatan asam lambung. Faktor risiko lain yang dapat menyebabkan gastritis merupakan peradangan bakteri Helicobacter Pylori, komsumsi minuman beralkohol, merokok, stress, dan mengkonsumsi makanan yang tidak bersih. Dari hal tersebut akan menmbulkan dampak terhadap kesehatan karena kurangnya pengetahuan, perilaku dan sikap dalam keteraturan pola makan. Penelitan ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, perilaku dan keteraturan pola makan terhadap kejadian gastritis pada sampel anak remaja di Klink Citra Sehat Kutajaya sebanyak 80 orang. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan deskriptif analitik serta analisis data menggunakan Kendall’s tau b. Hasil uji statistik didapatkan pada variabel pengetahuan dengan p value 0.037 (p = <0.05), variabel perilaku dengan p value 0,000 (p=<0.05), dan variabel pola makan diperoleh p value sebesasr 0.001 (p=<0.05) yang mengisyaratkan bahwa adanya hubungan signifikan antara variabel secara keseluruhan. Disarankan remaja diharapkan dapat lebih mudah mengidentifikasi keluhan gastritis dan lebih memperhatikan ketika mereka mulai mengalami gejala kebiasaan makan yang tidak menentu.
Abstract:Latar Belakang : Diare merupakan gejala yang disebabkan oleh gangguan pencernaan, penyerapan, dan sekresi diare terjadi akibat gangguan transportasi air dan elektrolit di usus. Sekitar 500 juta anak di seluruh dunia menderita…
nderita diare setiap tahunnya, dan 20% di antaranya meninggal karena diare dan dehidrasi Tujuan : Untuk Mengatahui Hubungan Perilaku Cuci Tangan Menggunakan Sabun Dengan Terjadinya Diare Pada Anak Kelas 5 Di SDN. Nagrog Kab.Tangerang Tahun 2024. Desain Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif correlation yang menggunakan pendekatan Cross Sectional Teknik Sampel : Menggunakan total sampling. Jumlah Sampel : 120 responden Analisa data : Uji Normalitas, Analisa Univariat , Analisa Bivariat ( Uji chi- square) Hasil : analisis dengan menggunakan uji chi-square terdapat hasil P-Value 0.001 Kesimpulan : Bahwa ada hasil Hubungan antara perilaku cuci tangan menggunakan sabun dengan terjadinya diare pada anak kelas 5 di SD Nagrog Kab. Tangerang tahun 2024 Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05. Saran : Untuk pihak sekolah perlu digerakan promosi kesehatan melalui pembentukan anggota usaha kesehatan (UKS), yang mana nantinya sebagai agen untuk meningkatkan kualitas kesehatan siswa khususnya mengurangi diare.
Abstract:Latar Belakang: Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar pada (2018) (Riskesdas) yang dilakukan terhadap konsumsi makanan pada 35.000 anak usia sekolah dasar, ditemukan bahwa sebanyak 26% anak Indonesia hanya minum air putih,…
ih, teh, susu saat sarapan, dan sebesar 44,6% anak yang sarapan hanya memperoleh asupan energi kurang dari 15% angka kebutuhan gizi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar di SD Negeri 04 Tigaraksa. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan metode random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 96 orang. Hasil penelitian: hasil penelitian ini menunjukan mayoritas responden memiliki sarapan pagi kurang sebanyak 52 responden (54,2%) sedangkan mayoritas responden yang memiliki sarapan baik sebanyak 44 responden (45,8%). Dari hasil chi-square bahwa p-value 0,000<0,005 maka diperoleh hasil yang signifikan yaitu 0,000. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar di SD Negeri 04 Tigaraksa.
Abstract:Pendahuluan: HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yaitu virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Sistem kekebalan tubuh yang rusak atau lemah akan rentan terserang berbagai penyakit. Kumpulan…
berbagai penyakit yang menyerang tubuh disebut AIDS. Jumlah kasus penyakit HIV/AIDS terus bertambah khususnya pada anak-anak, remaja hingga dewasa adalah permasalahan yang serius. Keingintahuan yang besar dikombinasikan dengan kondisi fisik dan mental yang belum matang sering menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada fase peralihan remaja terutama faktor risiko infeksi HIV/AIDS. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 124 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang HIV/AIDS sebanyak 53 orang (42,7%) dalam kategori pengetahuan cukup dan menunjukkan sikap pencegahan HIV/AIDS sebanyak 76 orang (61,3%) dalam kategori sikap pencegahan positif. Hasil uji Chi-Square hubungan pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS didapatkan nilai P Value sebesar <0.001. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang.