Abstract:Pandemi Covid-19 telah membawa pengaruh yang besar terhadap kesehatan di seluruh dunia. Tidak hanya dari segi fisik, namun juga berdampak pada psikis (mental) yang disebabkan oleh beberapa faktor dan berbagai masalah serta…
ta kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh covid-19 terhadap kesehatan mental dengan penerapan aplikasi RapidMiner berupa visualisasi data. Penelitian ini mencoba memprediksi hasil positif atau negatif dari data covid-19 dengan memanfaatkan aplikasi RapidMiner. Penelitian ini menerapkan metode visualisasi data dari text processing pada aplikasi RapidMiner. Hasil analisis melalui penggunaan visualisasi data, penelitian ini berhasil menampilkan data terbanyak dan kata yang paling sering muncul dengan frekuensi terbanyak yaitu Covid, dan yang lainnya menunjukkan frekuensi yang rendah. Visualisasi data juga memberikan gambaran sentimen positif, negatif, dan netral. Melalui aplikasi RapidMiner juga tidak hanya digunakan untuk visualisasi data tapi juga dapat mengelompokkan data. Visualisasi wordcloud menampilkan kata dengan frekuensi terbanyak, semakin banyak frekuensi kata tersebut semakin besar dibanding kata yang lain. Kata dengan frekuensi terbanyak yaitu Covid, dan yang lainnya menunjukkan frekuensi yang rendah.
Abstract:Pengelolaan sampah menjadi aspek krusial dalam pembangunan berkelanjutan suatu kota. Penelitian ini mengevaluasi peran Pemerintah Kota Jambi dalam mengelola sampah dengan fokus pada penerapan Good Environmental Governance…
e (GEG). GEG mencakup transparansi, partisipasi masyarakat, akuntabilitas, dan keadilan dalam kebijakan lingkungan. Terdapat juga korelasi dengan peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pemerintah daerah Kota Jambi memiliki peran penting dalam mengeluarkan kebijakan pengelolaan sampah, memastikan prinsip GEG terpenuhi. Metode penelitian ini bersifat deskriptif, dengan pendekatan hukum doktrinal/normatif. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah dalam konteks pembangunan berkelanjutan, memperhatikan aspek lingkungan, kesehatan, dan efisiensi sumber daya. GEG diaplikasikan sebagai landasan utama pengelolaan sampah, memandu transparansi, partisipasi masyarakat, akuntabilitas, keadilan, dan keberlanjutan. Peraturan perundang-undangan, seperti Pasal 28 H Ayat (1) UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, memberikan dasar hukum yang kuat. Pentingnya implementasi Perda Kota Jambi No. 8 Tahun 2013 dalam mencapai Good Environmental Governance disoroti, meskipun perlu peningkatan dalam pelaksanaannya. Kebijakan pemerintah Kota Jambi dalam pengelolaan sampah menunjukkan komitmen terhadap prinsip Good Governance dan perlindungan lingkungan hidup. Upaya seperti kerjasama dengan bank sampah dan regulasi di setiap kecamatan menjadi bagian integral dari kebijakan ini. Pelaksanaan prinsip-prinsip GEG diharapkan mendukung upaya pemerintah dan pemerintah daerah dalam mencapai pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Abstract:Narkotika merupakan suatu zat yang bersumber dari tanaman atau bukan tanaman, sintesis atau semi sintesis, yang akan memberikan efek samping berupa penurunan kesadaran, hilang rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri,…
yeri, dan dapat memberikan efek ketergantungan. Bentuk dari narkotika sendiri seperti ganja, kokain, morfin, petidin, dan lain-lain. Sedangkan, psikotropika merupakan suatu zat yang bukan narkotika, baik alamiah atau sintesis, yang mempunyai khasiat psikoaktif melewati pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang akibatnya terjadi perubahan khas pada aktivitas normal dan perilaku. Penyalahgunaan narkoba, selain akan berdampak sangat buruk bagi penggunanya sendiri, juga akan lahir tindakan-tindakan destruktif yang dapat merusak dan mengancam sistem dan pranata sosial yang telah dibangun. Secara inplisit, narkoba memang tidak disebutkan dalam Al-Quran dan Hadits. Namun, dengan memahami substansi teks Al-Quran dan merujuk pada berbagai Hadits Nabi saw, maka, narkoba dapat menjadi khamr, terutama jika dilihat dari indikasi hukumnya (illat al-hukm) memabukkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dalam rangka mengkaji narkotika dan bahayanya bagi generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif (qualitative research). Tujuan penelitian kualitatif ini adalah untuk menjelaskan suatu fenomena sedalam-dalamnya dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula yang menunjukan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan berbagai macam bahaya yang buruk terkait dengan kesehatan baik fisik maupu psikis, hingga dapat menimbulkan kerusakan masa depan bagi generasi bangsa.
Abstract:Narkotika sintetis dan semi-sintetis baik yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman dapat mengurangi kesadaran, rasa, nyeri, dan ketergantungan. Penyalahgunaan narkotika merupakan tindakan ilegal. Penelitian ini mengkaji…
gkaji tentang apa yang menyebabkan residivis narkotika golongan I melakukan residivis, seperti pada Putusan Nomor: 483/Pid.Sus/2021/PN Mgl, dan bagaimana hakim menentukan sanksi pidana. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dan empiris dengan menggunakan data sekunder dan primer. Studi kepustakaan menghasilkan data sekunder, sedangkan studi lapangan dan wawancara menghasilkan data primer. Analisis data yang digunakan adalah analisis hukum kualitatif. Berdasarkan Putusan Nomor: 483/Pid.Sus/2021/PN Mgl, (1) Faktor Internal: faktor mental dan hilangnya kepercayaan mendorong pelaku untuk kembali menggunakan dan mengedarkan narkotika sehingga menimbulkan ketergantungan dalam jangka panjang. Faktor Eksternal: Masalah keluarga (komunikasi dan pengawasan yang buruk). Kembali ke pergaulan penyalahguna narkotika. (3) Kegagalan pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Hakim menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp. 2.000.000,00 karena menjual narkotika golongan I tanpa izin. Putusan Nomor: 483/Pid.Sus/2021/PN Mgl berdasarkan Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika dan faktor non yuridis bahwa perbuatan terdakwa sangat berdampak pada kesehatan fisik dan mental masyarakat.
Abstract:Salah satu upaya yang dilakukan dalam menurunkan masalah status gizi balita adalah meningkatkan partisipasi ibu dalam kunjungan ke posyandu. Studi pendahuluan mengatakan bahwa ibu yang tidak aktif ke posyandu tidak dapat…
mendeteksi dini bila terjadi gangguan gizi, ibu pun mengalami kekurangan informasi dalam menunjang kesehatan status gizi balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat partisipasi ibu ke posyandu dengan status gizi balita di Posyandu Bogenvil Puskesmas Tinggede Kec. Marawola Kab. Sigi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu yang memiliki balita dan terdaftar sebagai peserta posyandu di Posyandu Bogenvil Puskesmas Tinggede Kec. Marawola Kab. Sigi Sulawesi Tengah yang berjumlah 73 ibu, teknik dalam pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah 42 ibu. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Kesimpulannya adalah ada hubungan antara tingkat partisipasi ibu ke posyandu dengan status gizi balita di posyandu bogenvil puskesmas tinggede kec. Marawola kab. Sigi sulawesi tengah. Saran bagi masyarakat secara khusus ibu yang memiliki balita untuk memberikan perhatian penuh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita di masa golden age dengan membawa balita ke posyandu agar status gizinya dapat terpantau dengan baik.
Abstract:Chronic Kidney Disease (CKD) sebagai suatu proses patofisiologi yang menyebabkan kerusakan struktural dan fungsional ginjal yang saat ini masih menjadi permasalahan serius di dunia kesehatan. Gagal ginjal terjadi ketika…
ginjal tidak mampu mengangkut sampah metabolik tubuh atau melakukan fungsi regulernya. Gagal ginjal merupakan penyakit sistemik dan merupakan jalur akhir yang umum dari berbagai penyakit traktus urinarius dan ginjal. Penilaian kualitas hidup penderita gagal ginjal dapat dilihat pada aspek kesehatan fisik, kesehatan mental, fungsi sosial, fungsi peran dan perasaan sejahtera. Lama menjalani HD merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas hidup. Semakin lama klien menjalani HD dapat mempengaruhi proses adaptasi terhadap kondisinya. Tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Undata Palu. Jenis Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dalam nonprobability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 55 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Lama Menjalani Hemodialisis dan Kuesioner Kualitas Hidup. Hasil uji Fisher Exact Test di peroleh nilai p = 0.005. Simpulan pada penelitian ini Ada hubungan bermakna antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Undata Palu. Saran diharapkan perawat di unit hemodialisis lebih mengoptimalkan penyuluhan kepatuhan menjalani hemodialisis sesuai waktu yang telah diatur oleh perawat untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Chronic Kidney Disease (CKD) sebagai suatu proses patofisiologi yang menyebabkan kerusakan struktural dan fungsional ginjal yang saat ini masih menjadi permasalahan serius di dunia kesehatan. Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu mengangkut sampah metabolik tubuh atau melakukan fungsi regulernya. Gagal ginjal merupakan penyakit sistemik dan merupakan jalur akhir yang umum dari berbagai penyakit traktus urinarius dan ginjal. Penilaian kualitas hidup penderita gagal ginjal dapat dilihat pada aspek kesehatan fisik, kesehatan mental, fungsi sosial, fungsi peran dan perasaan sejahtera. Lama menjalani HD merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas hidup. Semakin lama klien menjalani HD dapat mempengaruhi proses adaptasi terhadap kondisinya. Tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Undata Palu. Jenis Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dalam nonprobability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 55 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Lama Menjalani Hemodialisis dan Kuesioner Kualitas Hidup. Hasil uji Fisher Exact Test di peroleh nilai p = 0.005. Simpulan pada penelitian ini Ada hubungan bermakna antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Undata Palu. Saran diharapkan perawat di unit hemodialisis lebih mengoptimalkan penyuluhan kepatuhan menjalani hemodialisis sesuai waktu yang telah diatur oleh perawat untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Abstract:Kesehatan reproduksi pada remaja menjadi salah satu permasalahan isu yang penting karena dapat berdampak pada kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial mereka. Selain itu, kepribadian juga memiliki peran yang signifikan…
dalam membentuk perilaku seksual seorang remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan kepribadian dengan perilaku seksual pada usia remaja di SMK Negeri 2 Palu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 1.126 siswa(i) dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampiling sampel sebanyak 92 siswa(i). Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan reproduksi, kepribadian, dan perilaku seksual. Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai pengetahuan reproduksi dan kepribadian p = 0,000 p =<0,005. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan kepribadian dengan perilaku seksual pada usia remaja di SMK Negeri 2 Palu. Saran agar sekolah meningkatkan program pendidikan seksual yang mencakup aspek pengetahuan kesehatan reproduksi, nilai-nilai seksual, dan keterampilan pengambilan keputusan yang sehat.
Abstract:Respon time perawat sangat mempengaruhi mutu pelayanan keperawatan, waktu tanggap yang baik apabila memiliki respontime kurang dari 5 menit, Complaint handling dapat mempengaruhi kepuasan dan persepsi pasien terhadap mutu…
u pelayanan, complaint handling dapat ketahui dengan bagaimana cara menangani keluhan dari pasien. Tujuan penelitian ini teranalisisnya Hubungan Respon Time Perawat terhadap Complaint handling. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode Penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1016 orang Tahun 2023. Sampel berjumlah 87 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Hasil penelitian Respon time tepat waktu berjumlah 60 orang (69%), Complain handling puas berjumlah 56 orang (64,4%) hasil Uji Wilcoxon Ada Hubungan Respon Time Perawat terhadap Complaint handling di Ruang IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Simpulan Ada Hubungan Respon Time Perawat terhadap Complaint handling di Ruang IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Saran diharapkan dengan diketahuinya faktor yang mempengaruhi Complain handling kepuasan pasien diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi rumah sakit untuk menyusun kebijakan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam hal daya tanggap dan empati petugas dalam melayani pasien yang datang.
Abstract:Kemampuan penanganan triage merupakan kemampuan memilih pasien berdasarkan prioritasnya. Berdasarkan studi pendahuluan di IGD RSUD Undata tentang pelaksanaan triage dilakukan pemilihan pasien berdasarkan kegawat daruratanya,…
nya, kemampuan tersebut membutuhkan keterampilan yang khusus dan hal tersebut berhubungan dengan pengetahuan dan sikap perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat penegetahuan dan sikap perawat dengan kemampuan penanganan triage. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 43 Perawat IGD dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Tingkat pengetahuan perawat adalah sebagian besar baik sebanyak 29 responden (67,4%), sikap perawat adalah sebagian besar positif sebanyak 27 responden (62,8%), dan kemampuan penanganan triage sebagian besar adalah sebagian besar baik sebanyak 25 responden (51,1%). Hasil penelitian dari 43 responden menggunakan uji Spearman Rho pada tingkat pengetahuan diperoleh nilai p=0,005 (p ≤ 0,05) dengan nilai derajat keeratan hubungan 0,416 (korelasi cukup) dan pada sikap diperoleh nilai p=0,000 (p ≤ 0,05) dengan nilai derajat keeratan hubungan 0,615 (korelasi kuat). Kesimpulan ada hubungan tingkat penegtahuan dan sikap perawat dengan kemampuan penanganan triase Saran kepada tenaga kesehatan terutama yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat supaya meningkatkan pengetahuan dan sikap agar dapat mempertahankan seta meningkatkan kemampuan penanganan triage.
Abstract:Moral distress bersifat menyebar yang dapat mengarah ke sejumlah konsekuensi dan dapat membahayakan perawat, mengurangi kualitas perawatan klien dan berkontribusi terhadap menurunnya jumlah tenaga kesehatan. Hasil observasi…
asi dan wawancara terhadap 7 petugas kesehatan didapatkan bahwa dalam melakukan aktivitas kerja sehari-hari, hasil yang didapatkan belum optimal serta terjadi penurunan disiplin karyawan masih dirasakan. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya pekerjaan yang dibebankan kepada petugas kesehatan dan penempatan tempat kerja yang tidak sesuai dengan kompetensi petugas. Kurangnya disiplin pegawai seperti tidak tepat waktu dengan jam kerja, jam masuk, jam pulang dan apel pegawai.Tujuan penelian ini adalah diketahuinya hubungan moral distress terhadap kinerja tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas Kamonji. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan tenaga kesehatan yang bekerja di UPTD Puskesmas Kamonji sebanyak 84 orang. Sampel berjumlah 46 orang, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian dari 46 responden moral distress tenaga kesehatan yang tinggi sebanyak 22 responden (47,8%) dan moral distress tenaga kesehatan rendah sebanyak 24 responden (52,2%). Kinerja baik sebanyak 28 responden (60,9%) dan kurang baik sebanyak 18 responden (39,1%), uji Chi-Square p value: 0,005 (p value ≤ 0,05). Simpulan ada hubungan moral distress terhadap kinerja tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas Kamonji.