Abstract:Wayang kulit, pertunjukan wayang kulit tradisional Jawa, memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Nusantara (kepulauan Indonesia) selama abad ke-15, khususnya melalui upaya Wali Songo (Sembilan Orang Suci). Penelitian…
litian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis efektivitas wayang kulit sebagai media dakwah Islam oleh Wali Songo dan relevansinya di masa kini. Temuan menunjukkan bahwa wayang kulit sangat efektif karena popularitasnya di kalangan masyarakat Jawa, sehingga memungkinkan ajaran Islam diintegrasikan secara damai tanpa paksaan. Strategi akulturasi budaya yang dilakukan Wali Songo dengan memodifikasi tokoh dan cerita wayang agar mengandung nilai-nilai Islam, menunjukkan penghormatan terhadap budaya lokal dan selaras dengan karakter Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Namun di zaman modern, keefektifan wayang menghadapi tantangan seperti menurunnya minat generasi muda, kurangnya pemahaman terhadap simbolisme wayang, dan beragamnya kualifikasi dalang (dalang). Terlepas dari tantangan-tantangan tersebut, studi ini menegaskan potensi wayang sebagai media dakwah kontemporer jika direvitalisasi melalui integrasi teknologi, peningkatan pengetahuan keislaman para dalang, dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Wali Songo dalam membudayakan Islam dengan budaya lokal melalui wayang memberikan pembelajaran berharga bagi strategi dakwah masa kini. Pendekatan mereka mencontohkan bagaimana dakwah Islam dapat dilakukan secara damai, kontekstual, dan penuh hormat terhadap keragaman budaya, memberikan wawasan bagi para pendakwah modern untuk beradaptasi dan memanfaatkan platform media populer secara efektif sambil tetap menjaga kedalaman ajaran Islam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan Model Contextual Teaching and Learning dalam pembelajaran menulis teks negosiasi pada siswa kelas X MAN 2 Indramayu Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini…
menggunakan desain eksperimen semu dengan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen (X MIPA 2) yang menggunakan model Contextual Teaching and Learning dan kelas kontrol (X MIPA 1) yang menggunakan metode ceramah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas X MIPA 2 yang menggunakan Model Contextual Teaching and Learning 75, sementara nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 yang menggunakan Metode ceramah 74,23. Oleh karena itu, t hitung = 6,202 dan t tabel = 1,668. Ini berarti t hitung > t tabel, yaitu 6,202 > 1,668. Kesimpulannya, penggunaan Model Contextual Teaching and Learning terbukti efektif dalam pembelajaran menulis teks negosiasi pada siswa kelas X MAN 2 Indramayu Tahun Pelajaran 2023/2024.
Abstract:Penelitian ini mengkaji hubungan antara neurosains dan pengembangan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Neurosains, sebagai cabang ilmu yang mempelajari sistem saraf dan otak, memberikan wawasan mendalam…
tentang proses kognitif dan emosional yang mendasari pembelajaran. Penerapan prinsip-prinsip neurosains dalam evaluasi pembelajaran PAI dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran dengan lebih memahami bagaimana siswa memproses informasi, mengingat, dan memotivasi diri dalam konteks religius. Studi ini meneliti bagaimana pendekatan berbasis neurosains dapat diterapkan dalam perancangan instrumen evaluasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan individu siswa, mempertimbangkan aspek kognitif, emosional, dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi neurosains dalam evaluasi PAI tidak hanya membantu dalam pengukuran capaian akademik siswa secara lebih komprehensif, tetapi juga mendorong pengembangan karakter dan pemahaman spiritual yang lebih mendalam. Dengan demikian, pengembangan evaluasi pembelajaran PAI berbasis neurosains menawarkan potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama yang adaptif dan holistik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menelaah tentang penerapan kurikulum ISMUBA pada lembaga pendidikan Islam berbasis Muhammadiyah. Metode penelitian menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan…
atan kualitatif. Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji dan memperoleh makna secara mendalam tentang pengembangan dan implementasi kurikulum PAI di SMP Muhammadiyah 2 Curup. Hasil dari penelitian bahwa pengembangan yang dilakukan di SMP Muhammadiyah Curup dilakukan dalam dua aspek, yaitu pengembangan di dalam kelas dan pengembangan di luar kelas. Pengembangan kurikulum di dalam kelas dilakukan oleh guru ISMUBA dengan mengembangkan proses belajar mengajar yang meliputi strategi pembelajaran, metode, dan media pembelajaran. Sementara itu, pengembangan kurikulum ISMUBA di luar kelas dikembangkan dengan menciptakan suasana religius untuk lebih memaksimalkan proses internalisasi nilai-nilai karakter dan agama kepada peserta didik. Implementasi kurikulum ISMUBA di SMP Muhammadiyah Curup, salah satu guru masih menggunakan kurikulum KTSP 2013 meski kurikulum sekolah secara umum menggunakan kurikulum Merdeka. Dalam implementasi di kelas, guru PAI tidak begitu maksimal menyiapkan perangkat pembelajaran. Akan tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan tetap profesionalnya guru dalam mengajar.
Abstract:Diklat dan profesionalisme guru di era Society 5.0 menjadi topik penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Era Society 5.0 memerlukan profesionalisme guru yang handal dalam menyiapkan generasi unggul masa kini dan…
masa yang akan datang. Guru harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, kolaboratif, dan literasi digital untuk menghadapi tantangan era teknologi yang semakin kompleks. Di era Society 5.0, guru harus mampu mengintegrasikan teknologi dan ilmu sosial ke dalam proses pembelajaran. Mereka harus memiliki kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan berkomunikasi secara efektif. Guru juga harus memiliki kemampuan hidup abad ke-21 dan ketrampilan digital untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal. Diklat dan profesionalisme guru di era Society 5.0 dapat meningkatkan kemampuan pendidik dalam mengajar. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Mereka harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri dalam meningkatkan kemampuan sesuai perkembangan zaman.
Abstract:Pendidikan tidak lepas dari peranan seorang guru, peserta didik dan kurikulum. Sebab tiga komponen tersebut merupakan komponen utama dalam sistem pendidikan nasional.menjadi seorang guru harus memerlukan keahlian khusus…
dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala implementasi kurikulum pai di MTs. Muhammadiyah Curup. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi riset kepustakaan (Library Research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian tentang Problematika Implementasi Kurikulum PAI Dan Upaya Pengentasannya di MTs. Muhammadiyah Curup maka dapat disimpulkan bahwa kurikulum telah diimplementasikan pada aspek: penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang meluas, pembelajaran tematik, bertambahnya jam pembelajaran, metode pembelajaran student center, serta penerapan penilaian autentik. Untuk mengatasi problematika Implementasi Kurikulum PAI di MTs. Muhammadiyah Curup, yaitu dengan cara meningkatakan kreatifitas dan keterampilan dalam proses pembelajaran dan teknologi, melakukan kolaborasi antar guru atau mengadakan Musawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Serta bekerjasama dengan orang tua siswa, peserta didik, dan guru lainnya dalam mengatasi problematika yang dihadapi
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menelaah tentang Neurosain dan hubungannya dengan kecerdasan majemuk.. Metode penelitian menggunakan studi pustaka, dimana melihat neurosains dan kecerdasan majemuk sebagai sumber utama rujukan…
ukan dan berbagai jurnal lain yang relevan dengan topik yang dibahas. Hasil dari penelitian bahwa pemahaman tentang neuroplastisitas otak dan keberagaman daerah otak yang terlibat dalam pemrosesan informasi menyoroti pentingnya mengakui dan menghargai keberagaman bakat dan kemampuan siswa, penerapan MI memperkaya strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru PAI, evaluasi yang beragam memungkinkan siswa untuk menunjukkan pemahaman mereka tentang ajaran Islam melalui berbagai cara yang sesuai dengan kecerdasan mereka, pendekatan inklusif dalam pembelajaran PAI di Madrasah memastikan bahwa setiap siswa, tanpa memandang latar belakang atau kemampuan mereka, menerima dukungan dan bimbingan yang sesuai untuk mencapai potensi mereka yang sebenarnya dalam memahami dan menerapkan ajaran Islam. integrasi antara konsep neurosains dan multiple intelligence dalam pembelajaran PAI di Madrasah menciptakan pengalaman pembelajaran yang menyeluruh dan bermakna bagi semua siswa, mempersiapkan mereka untuk menjalani kehidupan yang bermakna dalam masyarakat yang multikultural dan kompleks.
Abstract:Model Pembelajaran Berbasis Neurosains dalam konteks Problem-Based Learning (PBL) telah menjadi fokus penelitian yang berkembang dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Studi ini mengeksplorasi integrasi…
prinsip-prinsip neurosains ke dalam pendekatan PBL sebagai cara untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil pembelajaran. Dengan memadukan pengetahuan tentang bagaimana otak belajar dan merespons informasi dengan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah, penelitian ini menunjukkan potensi besar dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih bermakna dan efektif. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif dan studi kasus implementasi PBL berbasis neurosains, jurnal ini mengidentifikasi strategi dan praktik terbaik untuk mengintegrasikan konsep neurosains ke dalam desain pembelajaran PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat meningkatkan retensi informasi, keterlibatan siswa, dan penerapan keterampilan dalam konteks dunia nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi yang berharga bagi pengembangan pendidikan yang inovatif dan berbasis bukti, serta memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam merancang pengalaman pembelajaran yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Abstract:Perencanaan pembelajaran guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Uswah merupakan aspek penting dalam memastikan efektivitas dan relevansi pengajaran agama Islam. Penelitian ini bertujuan…
rtujuan untuk menyelidiki proses perencanaan pembelajaran PAI, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang digunakan oleh guru PAI di MTs Al-Uswah. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran PAI di MTs Al-Uswah melibatkan langkah-langkah yang sistematis dan terstruktur, dengan guru-guru PAI secara konsisten menggunakan pendekatan berbasis kurikulum nasional dan mempertimbangkan kebutuhan siswa dalam merancang rencana pembelajaran. Namun, beberapa tantangan juga teridentifikasi, termasuk kesulitan dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan individual siswa, integrasi teknologi dalam pembelajaran, dan mengintegrasikan nilai-nilai agama Islam dengan konteks kehidupan modern. Meskipun demikian, guru-guru PAI di MTs Al-Uswah menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam melalui upaya perencanaan yang matang dan inovatif. Implikasi penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dalam konteks pendidikan agama Islam di MTs Al-Uswah dan lembaga pendidikan serupa.
Abstract:Penelitian ini menyelidiki bagaimana pemikiran aliran filosofis Islam religius-rasional memengaruhi kurikulum merdeka. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam kehidupan umat Muslim. Pendidikan Islam religius-rasional…
al adalah jenis filosofis yang menggabungkan elemen keagamaan dan rasionalitas dalam proses pendidikan. Kurikulum Merdeka, di sisi lain, diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia sebagai respons terhadap krisis pembelajaran yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, dan merupakan pendekatan yang fleksibel dan mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan dan meneliti pemikiran tentang aliran filosofis pendidikan Islam religius-rasional dan Kurikulum Merdeka. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pemikiran aliran filosofis pendidikan Islam religius-rasional berpengaruh pada Kurikulum Merdeka, terutama dalam hal metode pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ide-ide di balik aliran filosofis pendidikan Islam religius-rasional memiliki kesamaan dengan konsep Kurikulum Merdeka. Tiga komponen penting dalam pendidikan Islam religius-rasional adalah penerapan ajaran Islam sebagai landasan, upaya untuk membangun kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, dan pengembangan potensi fisik dan spiritual yang seimbang. Kurikulum merdeka juga menekankan fleksibilitas, autonomi, dan keragaman. Sangat penting untuk melihat bagaimana pendidikan Islam religius-rasional dapat mengintegrasikan pemikiran dari filosofi Islam dalam kurikulum merdeka. Penelitian ini berfokus pada analisis ide-ide ini dan bagaimana mereka dapat diterapkan dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana pemikiran aliran filosofis religius-rasional mempengaruhi pendidikan Islam dalam kurikulum bebas. Hasilnya diharapkan dapat membantu dalam membangun sistem pendidikan Islam yang sesuai dengan zaman dan memenuhi kebutuhan umat Muslim