Search Articles & Publications

Showing 1926 articles found for "Dasar"

Edukasi Pengelolaan Sampah Organik Dan Anorganik Bagi Masyarakat Dan Anak Sekolah Dasar Di Desa Buruan

Tri Wulandari, Agung Mas, Mahadewi, Kadek Julia
Abstract: Community Service is a form of activity with research content that places students outside the campus and invites students to think critically so that they can help develop potential in the community with the help of lecturers… turers in solving solutions. Buruan Village, located in Tabanan-Bali Regency, has classic problems in the management of inorganic and organic waste. A waste management system that utilizes vacant land is an option because of the unavailability of waste management methods. The dedication carried out then made a program carried out in Buruan Village in the form of making biopores, recycling plastic or inorganic waste into crafts that are of selling value, and the introduction of the Waste Bank for the community is a form of education to the community in Buruan Village and also for elementary school children to improve students' knowledge and skills in managing plastic waste into source-based waste.             Keywords: organic and inorganic waste; waste bank; waste recycling

Melatih Kreativitas Diri Siswa Dasar Melalui Fun Book Dalam Pembelajaran Ma-tematika Dan Bahasa

Anim, Anim, aryni, Yen, permatasari, Putri lidiana
Abstract: This article discusses the use of Fun Books as a measuring tool to increase students' creativity at elementary school level in mathematics and language learning. This service is carried out with a focus on measuring students'… ents' creativity levels before and after implementing the Fun Book as well as evaluating how to stimulate students' creativity in both subjects. The target of the training is selected students, namely SD Negeri No. 010246 Banjar. The students selected were 16 Grade 2 students. The problem seen at this school is that students are still passive in learning, students are not yet creative and have difficulty answering questions asked by the teacher during each lesson in class, there are even 50% of students who are sleepy when taking part in class lessons. The impact of this training was that 13 students were able to use Fun Book media. Evaluation is carried out at the end of the training by distributing questionnaires to measure the participant's level of understanding. The questionnaire contains questions related to the respondent's identity; general questions related to mathematics and language learning and specific questions related to Fun Book media. The calculation of the questionnaire used the Guttman scale. The evaluation results showed that 89.84% had increased knowledge seen from the calculation of the questionnaire per individual and per question asked and the participation and enthusiasm of students during activities using the Fun Book. Keywords: Fun Book; creativity; student

Pengabdian Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyelesaikan Masalah Kinematika Pada Siswa Di Sma N 1 Gunung Talang

Fardela, Ramacos, Adrial, Rico, Mardiansyah, Dedi, Muttaqin, Afdhal, Milvita, Dian, Usna, Sri Rahayu Alfitri, Firmawati, Nini, Oktamuliani, Sri, Irka, Feriska Handayani, Afdal, Afdal, Yusfi, Meqorry
Abstract: Kinematika adalah cabang ilmu fisika yang fokus pada pemahaman gerakan benda, tanpa mempertimbangkan gaya yang berpengaruh padanya. Hal ini sering menjadi materi yang rumit bagi siswa di tingkat SMA, karena memerlukan pemahaman… mahaman tentang konsep-konsep seperti kecepatan, percepatan, waktu, jarak, dan hubungan antara mereka. Universitas Andalas memiliki Program Studi S1 Fisika di bawah Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Setiap semster Departemen Fisika selalu mengadakan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu pengabdian yang rutin dilakukan Departemen Fisika setiap semester adalah membina SMA di lingkungan Sumatera Barat. Pengabdian tentang pengayaan konsep kinematika di SMA dapat menjadi salah satu upaya yang sangat penting untuk membantu siswa mengatasi kesulitan dalam memahami konsep kinematika.  Pengabdian ini melibatkan mitra SMA N 1 Gunung Talang yang berada di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Konsep Kinematika di SMAN 1 Gunung Talang. Pengabdian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu persiapan, kegiatan inti yaitu penyampaian materi dan evaluasi proses pengabdian. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan tentang materi kinematika berdasarkan pembandingan hasil pre-test dan post test yaitu sebesar 33,3 %.

Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mewujudkan SDGS Pendidikan Desa Berkualitas Melalui Smart Desa Literasi Air Genting

Syofra, Anil Hakim, Ahmad, Naimah, Oktari, Tri, Azhari, Nadila
Abstract: This village is famous as Kampung Pancasila Village. However, the problem in this village is the low level of awareness about how important education is in the future. This is because parents have busy activities all day… long and when they get home they are tired, causing them to pay less attention to their children, so they sometimes ask their children to work together to earn additional income for the family. So to solve this problem, the PPK ORMAWA UNA service team provides knowledge and information services on non-formal learning based on community needs in the form of books and non-books in literacy corners, equipped with information technology devices, providing information services from sources. access to information to the public related to 6 basic literacies. The methods used in community service activities are conducting initial surveys, identifying regional potential and problems, analyzing community needs, forming programs with the community, determining target audiences, formulating indicators of program success, implementing programs, socializing and publishing them to the community, providing library materials and corners. literacy and providing non-formal education service facilities. The results of this activity resulted in 9 literacy corners in Air Genting Village which developed non-formal learning based on community needs and the operation of literacy corners with different programs and management. Keywords: reading corner, literacy, Air Genting   Abstrak: Desa ini terkenal dengan Desa Kampung Pancasila. Namun yang menjadi permasalahan di Desa ini adalah rendahnya tingkat kesadaran tentang betapa pentingnya pendidikan di masa depan. Hal ini disebabkan karena padatnya aktivitas orang tua sehari penuh dan setiba di rumah sudah kelelahan membuat kurangnya perhatian terhadap anaknya sehingga terkadang meminta anaknya untuk bekerja bersama mencari penghasilan tambahan keluarga. Maka untuk  menyelesaikan permasalahan tersebut, Tim pengabdi PPK Ormawa UNA menyediakan layanan pengetahuan serta informasi pada pembelajaran non-formal berbasis kebutuhan masyarakat berbentuk buku ataupun non- buku yang ada di pojok- pojok literasi, yang dilengkapi dengan perangkat  teknologi informasi, menyediakan layanan informasi dari sumber akses informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan 6 literasi dasar. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah melakukan survei awal, mengidentifikasi potensi daerah dan masalah, menganalisis kebutuhan masyarakat, pembentukan program bersama masyarakat, menetapkan khalayak sasaran, merumuskan indikator keberhasilan program, melaksanakan program, mensosialisasikan dan mempublikasi kepada masyarakat, menyediakan bahan pustaka dan pojok literasi dan mengadakan perlengkapan fasilitas layanan pendidikan non-formal. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan 9 pojok literasi di Desa Air Genting yang mengembangkan pembelajaran non-formal berbasis kebutuhan masyarakat serta beroperasinya pojok-pojok literasi dengan program dan kepengurusan yang berbeda-beda. Kata Kunci: Pojok Baca, Literasi, Air Genting

Pendampingan untuk Pengelolaan Web Profile Organisasi Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (KOWAPI) cabang Bengkayang

p, noviyanti, Mira, Mira, Sari, Maya
Abstract: Service activities at the Indonesian Women Entrepreneurs Cooperative Organization or usually abbreviated as KOWAPI are continuous service activities from previous service activities in 2022. The 2022 service focuses on creating… reating a web profile for the KOWAPI organization. Based on the problems that partners are currently experiencing, namely a lack of understanding regarding digitalization and website literacy, the KOWAPI organization requested that the Shanti Bhuana Institute lecturers return to carrying out service that focuses on assistance in managing the existing web profile. Mentoring activities are carried out so that the KOWAPI organization's web profile can continue to be updated, so that it can help the development of the organization. The assistance provided focuses on creating news content, managing the website dashboard, and updating the home dashboard by including video content and photos of KOWAPI organizational activities.               Keywords: mentoring; web managing; kowapi; service.     Abstrak: Kegiatan pengabdian di Organisasi Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia atau biasa disingkat KOWAPI merupakan kegiatan pengabdian berkelanjutan dari kegiatan pengabdian sebelumnya di tahun 2022. Pada pengabdian tahun 2022 berfokus pada pembuatan web profile untuk organisasi KOWAPI. Berdasarkan permasalahan yang mitra alami saat ini, yaitu kurangnya pemahaman berkaitan dengan digitalisasi dan literasi website, organisasi KOWAPI meminta agar pihak Dosen Institut Shanti Bhuana kembali melakukan pengabdian yang berfokus pada pendampingan dalam pengelolaan web profile yang sudah ada saat ini. Kegiatan pendampingan dilakukan agar web profile organisasi KOWAPI dapat terus diupdate, sehingga dapat membantu untuk perkembangan organisasi tersebut. Pendampingan yang dilakukan berfokus pada pembuatan konten berita, pengelolaan dashboard website, dan update dashboard beranda dengan memasukkan konten video dan foto-foto kegiatan organisai KOWAPI.   Kata kunci: pendampingan; pengelolaan web; kowapi; pengabdian.

Pelatihan Pembuatan Sabun Padat Dengan Penamabahan Ekstrak Rumput Laut Di Smk Nam Al-Mulk Batam

Rahmiati, Sari, Hazimah, Hazimah, Sunarsono, Hery, Handayani, Vitri Aprilla, Sulistyono, Eko, Alhamidi, Alhamidi, Auwalia, Farda, Azhari, Fiqri Ardi
Abstract: NAM Al-Mulk Vocational School is one of the Islamic-based vocational schools. In this school, there is learning about making appropriate products that can be used as entrepreneurial learning. However, there is still no education&#8230; ducation on product creation that can be used as an entrepreneurial object that can be utilized for everyday economic needs. This service activity aims to provide training for NAM Al-Mulk Vocational School students in making solid soap that is safe for health and environmentally friendly. Solid soap is made by adding seaweed extract which has a multitude of benefits, one of which is to help moisturize the skin and treat irritation. The methods used are lectures, discussions, and direct practice during training. The results of the service received a good response from the participants based on the questionnaire results after the training, 75% of the training participants were satisfied with the soap-making training with the addition of seaweed extract because it met the participants' expectations. The results of ANOVA with Sig support this. equal to 0.000 < 0.05, it means that there is a difference in the average understanding of service participants before and after being given training in making solid soap with seaweed extract.             Keywords: solid soap; seaweed extract; enterpreneurship     Abstrak: Sekolah SMK NAM Al-Mulk merupakan salah satu sekolah SMK yang berbasis islam. Di sekolah ini terdapat pembelajaran mengenai pembuatan produk tepat guna yang dapat digunakan sebagai pembelajaran wirausaha. Namun, masih belum ada edukasi pembuatan pruduk yang bisa dijadikan sebagai objek berwirausaha yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari yang bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan bagi siswa SMK NAM Al-Mulk dalam pembuatan sabun padat yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Sabun padat yang dibuat dengan menambahkan ekstrak rumput laut yang memiliki segudang manfaat salah satunya untuk membantu melembabkan kulit dan mengatasi iritasi. Metode yang digunakan yakni ceramah, diskusi dan melakukan praktek langsung saat pelatihan. Hasil dari pengabdian mendapatkan tanggapan yang baik dari peserta berdasarkan hasil kuesioner setelah pelatihan sebesar 75% yaitu peserta pelatihan merasa puas dengan pelatihan pembuatan sabun dengan penambahan ekstrak rumput laut karena sesuai dengan harapan peserta. Hal ini didukung dengan hasil ANOVA dengan Sig. sebesar 0.000 < 0.05 maka dapat diartikan terdapat perbedaan rata-rata pemahaman peserta pengabdi sebelum dan sesudah diberikan pelatihan pembuatan sabun padat dengan ekstrak rumput laut.   Kata kunci: ekstrak rumput laut; produk tepat guna; sabun padat

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN 08 Tanjung Bonai Aur

Mardiansyah, Dedi, Akmal, Elfi Fauzana, Chairunnisa, Syifa, Kurniawan, Dedi, Salsabila, Amanda, Maulana, Vyola, Dias, Ummi Hajra
Abstract: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum diterapkan dalam kehidupan siswa di Sekolah Dasar Negeri 08 Tanjung Bonai Aur, dapat menghasilkan permasalahan kesehatan, seperti masalah diare, cacingan, dan Saluran Pernafasan&#8230; nafasan Akut (ISPA). Tim Mahasiswa Universitas Andalas melaksanakan kegiatan edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah menumbuhkan kesadaran siswa terhadap manfaat menjaga Kesehatan dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tim pengabdian melakukan penjelasan kepada siswa mengenai pembiasaan dalam mencuci tangan yang benar. Seluruh peserta diajak untuk mencuci tangan menggunakan sabun dengan benar dan membilasnya hingga bersih. Materi diberikan dengan cara komunikatif sehingga siswa merasa tidak bosan. Setelah pemaparan materi, kegiatan selanjutnya melakukan praktek cuci tangan secara bersama. Semua siswa selain pesrta diajak ikut serta malakukan cuci tangan yang benar berdasarkan aturan yang sudah disampaikan. Semua proses dalam rangkaian pengabdian ini telah berjalan dengan baik. Para guru dan Kepala Sekolah mendukung penuh kegiatan pengabdian ini, diharapkan semua peserta akan mampu menerapkan perilaku hidup bersih baik di sekolah maupun di rumah.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bimbingan Teknis Pengembangan Budidaya Ikan Lokal Sumatera Selatan di Indralaya Raya, Kabupaten Ogan Ilir

Yonarta, Danang, Muslim, Muslim, Desiani, Anita, Syaifudin, Mochamad, Taqwa, Ferdinand Hukama
Abstract: Indralaya Raya memiliki jumlah penduduk laki-laki sebanyak 7.079 jiwa dan perempuan 3.617 jiwa. Masyarakat Indralaya Raya sebagian besar berprofesi sebagai pedagang. Hal ini berdasarkan lokasi Indralaya Raya yang dekat dengan&#8230; engan Pasar Indralaya yang hanya berjarak 3 km dengan waktu tempuh ± 5 menit. Indralaya Raya dialiri oleh Sungai Kelekar. Sungai Kelekar banyak dihuni oleh ikan-ikan lokal salah satunya ikan tambakan. Produksi ikan tambakan dari kegiatan budidaya masih sangat terbatas sehingga perlu dorongan agar masyarakat dapat membudidayakan ikan ini. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pendampingan terhadap masyarakat mengenai teknis budidaya ikan tambakan mulai dari pemeliharaan induk hingga pemeliharaan larva hingga ukuran benih. Kegiatan pengabdian terhadap masyarakat dapat menjadi jembatan yang menghubungkan dengan masyarakat. Melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan mengenai produksi ikan tambakan masyarakat dapat mandiri secara ekonomi.

Peningkatan Penghasilan Usaha Umkm Rempeyek Desa Serdang Dalam Penjualan Berdasarkan Legalitas Hukum Dan Berbasis Sosial Media

Harmayani, Harmayani, Siregar, Aris, Siregar, Emiel Salim, Andriani, Dian Ayu, Hsb, Hendi Setiawan, Rusli, Rusli, Nasution, Lindi Amara, Khairani, Liza, Mayzura, Mayzura, Siregar, M Reno Ramadhana
Abstract: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) Peyek is a small-scale business that focuses on production and sales, peyek traditional Indonesian snacks that all people can consume, rempeyek business is a potentially profitable&#8230; able business idea supported by simple products and small capital made from materials such as flour, peanuts, or salted fish grouse. Peyek MSME businesses can be run by individuals or small groups with limited resources. This business can be run from home or a small pro-duction site with the aim of meeting local or regional market demand. It is important to maintain product quality, promote products productively and keep up with the times so that they can adapt to market developments so that the business can be sus-tainable. Given the importance of PIRT permits and halal certificates in marketing a product, we were given the opportunity to serve in Serdang village regarding PIRT permits and halal certificates. With the intention of wanting to help MSMEs in Ser-dang Village.             Keywords:micro, small and medium enterprises (msmes); pirt permits; halal certificates     Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) Peyek merupakan bisnis skala kecil yang berfokus pada produksi dan penjualan, peyek makanan ringan tradisional indonesia yang semua kalangan dapat mengkonsumsi, usaha rempeyek merupakan ide bisnis yang berpotensi menguntungkan dengan di dukung oleh produk yang sederhana dan modal kecil yang terbuat dari bahan seperti tepung, kacang tanah, atau ikan asin belibis. Usaha UMKM peyek dapat dijalankan oleh individu atau kelompok kecil dengan sumber daya terbatas. Bisnis ini dapat dijalankan dari rumah atau tempat produksi kecil dengan tujuan memenuhi permintaan pasar lokal atau regional. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan UMKM, memperbaiki legalitas usaha, menggunakan media social untuk pemasaran, meningkatkan kesadaran Masyarakat tentang produk local, pemberdayaan social ekonomi dan mendorong inovasi produk serta edukasi berkelanjutan. Mengingat pentingnya izin PIRT dan sertifikat halal dalam pemasaran sebuah produk kami diberi kesempatan mengabdi di desa Serdang mengenai izin PIRT dan sertifikat halal. Dengan maksud ingin membantu UMKM yang ada di Desa Serdang.   Kata kunci:usaha mikro kecil dan menengah ( umkm ); izin pirt; sertifikat halal

Pemberdayaan Masyarakat Pemula UMKM Mie Basah Kelurahan Paccerakkang Kota Makassar Melalui Digitalisasi

Bachtiar, Irmah Halimah, Gafur, Gafur, Supiati, Supiati, Bachtiar, Ayu Darmawan, Hasan, Azizah
Abstract: The magnitude of the role of MSMEs as the backbone of the national economy is evidenced from data from the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises for 2022 that the number of MSMEs in South Sulawesi has&#8230; experienced a significant increase and in 2022 it will reach 268,299 units. However, this condition contrasts with Mr. Rahman Robin's MSMEs Mie Basah Manga Tiga, which does not provide optimal results, and sales sometimes experience a decline. The purpose of this service is to develop the Mangga Tiga wet noodle business through digital utilization. One of the government's newest programs in supporting MSME growth is "Ministry of Finance One Supports MSMEs Growing through Digitalization and Globalization Towards Advanced Indonesia". Based on this program, we consider it important to increase the wet noodle business through digitization. The method used is the provision of materials as well as training and assistance regarding the preparation of financial reports, digital marketing and packaging innovation. The results of the activity show that partners are able to compile simple financial reports, partners are able to carry out digital marketing through several online applications, and the new packaging of mangga tiga wet noodles is equipped with a product label which already contains a business license and halal certificate. Keywords: MSMEs; Wet noodle; Digitization Abstrak: Besarnya peranan UMKM  sebagai tulang punggung perekonomian nasional dibuktikan dari data Kemenkop UKM tahun 2022 bahwa jumlah UMKM di Sulawesi Selatan mengalamai peningkatan yang signifikan dan di tahun 2022 mencapai 268.299 unit. Namun kondisi demikian kontras dengan pelaku UMKM Mie Basah Manga Tiga milik Bapak Rahman Robin yang tidak memberikan hasil yang optimal bahkan penjualan terkadang mengalami penurunan. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan usaha mie basah Mangga Tiga melalui pemanfaatan digital. Salah satu program terbaru pemerintah dalam mendukung pertumbuhan UMKM adalah “Kemenkeu Satu Mendukung UMKM Tumbuh melalui Digitalisasi dan Globalisasi Menuju Indonesia Maju”. Berdasar dari program tersebut kami menganggap penting meningkatkan usaha mie basah melalui digitalisasi.  Metode yang digunakan adalah pemberian materi serta pelatihan dan pendampingan mengenai penyusunan laporan keuangan, pemasaran digital dan inovasi packaging. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra sudah mampu menyusun laporan keuangan sederhana, mitra mampu melakukan pemasaran digital melalui beberapa aplikasi online, serta kemasan baru dari mie basah mangga tiga sudah dilengkapi label produk yang di dalamnya sudah terdapat izin usaha dan sertifikat halal. Kata kunci: UMKM; Mie Basah; Digitalisasi