Search Articles & Publications

Showing 2421 articles found for "Salah"

Penerapan Teknologi Composting Ember Tumpuk Dan Digital Marketing UMKM Pada RT. 38 Kelurahan Teritip

Musfirah Khairiyah, Nurul, Apriani, Endang Sri, Handa Sari, Dessy, Lulu Agustin, Kety, Rahmawati, Patria, Zulkifli, Zulkifli
Abstract: Based on the results of initial observations, two main problems faced by the target community were found, namely the high volume of unmanaged kitchen waste and the lack of digital marketing knowledge in household businesses.… ses. These problems were brought to be analyzed in order to determine the form of problem-solving. The results of the analysis of the observation of this activity were that the organizers provided training in managing organic waste from household activities and training related to digital marketing. This training was practiced directly and provided with adequate equipment as a form of facilitating the community's steps. The training also provided digital marketing material by credible speakers and continued with direct practice. This activity increased knowledge and skills, and the community became empowered to implement sustainable solutions that were beneficial for their households and the wider community. The importance of waste management is how the waste is processed into useful compost so that every daily cooking activity in residents' homes does not have an impact on waste accumulation. Meanwhile, the delivery of digital marketing materials provides references to applications and sites that can be used to expand the network of businesses run by residents. By integrating this strategy, residents can not only improve their living conditions but also make a positive contribution to the ecosystem in the community. Keywords: waste management; digital marketing; UMKM   Abstrak: Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan dua permasalahan utama yang dihadapi masyarakat sasaran, yaitu tingginya volume sampah dapur yang tidak terkelola dan kurangnya pengetahuan pemasaran digital dalam usaha rumah tangga. Permasalahan ini dibawa untuk dianalisis guna mengetahui bentuk penyelesaian masalah. Hasil analisis dari observasi kegiatan ini adalah penyelenggara memberikan pelatihan pengelolaan sampah organik dari kegiatan rumah tangga dan pelatihan terkait pemasaran digital. Pelatihan ini dipraktikkan secara langsung dan diberikan perlengkapan yang memadai sebagai bentuk kemudahan langkah masyarakat. Pelatihan juga disampaikan materi pemasaran digital oleh narasumber yang kredibel dan dilanjutkan dengan praktik langsung. Kegiatan ini menambah pengetahuan dan keterampilan serta masyarakat menjadi berdaya untuk menerapkan solusi berkelanjutan yang bermanfaat bagi rumah tangganya maupun masyarakat luas. Pentingnya pengelolaan sampah adalah bagaimana sampah tersebut diolah menjadi kompos yang bermanfaat sehingga setiap kegiatan memasak sehari-hari di rumah warga tidak berdampak pada penumpukan sampah. Sedangkan penyampaian materi pemasaran digital memberikan referensi aplikasi dan situs yang dapat digunakan untuk memperluas jaringan usaha yang dijalankan warga. Dengan mengintegrasikan strategi ini, warga tidak hanya dapat meningkatkan kondisi kehidupan mereka tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap ekosistem di masyarakat. Kata kunci: pengelolaan sampah; digital marketing; UMKM

Penguatan Kader Dan Guru Paud Dalam Edukasi Gizi Cegah Stunting di Wilayah Puskesmas Prambon

Aulia, Salma Shafrina, Nurjanah, Hanna, Utami, Fista, Dewi, Novianti Tysmala, Sholakhuddin, Ahmad, Andini, Novias Kemala
Abstract: Child stunting remains a significant public health concern, partly attributed to the suboptimal role of community health cadres and early childhood education teachers in delivering nutrition education. Inadequate training… g and various challenges in community engagement have limited the effectiveness of stunting prevention efforts. This outreach program aimed to improve the knowledge of posyandu (community health post) cadres and early childhood education (PAUD) teachers on stunting prevention and the importance of balanced nutrition to support child development. A total of 63 participants, including 50 posyandu cadres and 13 PAUD teachers, attended the activity, which included interactive lectures, discussions, and pre- and post-tests. The materials covered exclusive breastfeeding, balanced complementary feeding (MPASI), and regular monitoring of child growth and development. The results showed a significant increase in participants’ understanding, particularly regarding the impact of stunting and monitoring of child growth and development. Nutrition education proved effective in enhancing the capacity of cadres and teachers as strategic partners at the community level. It is recommended that regular follow-up training with practical approaches, such as menu planning and supplementary feeding management, be conducted to ensure program sustainability. Keywords: child development; community health post cadres ; early childhood teachers; nutrition education; stunting prevention   Abstrak: Stunting pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, salah satunya disebabkan oleh kurang optimalnya peran kader dan guru PAUD dalam edukasi gizi. Minimnya pelatihan serta kendala saat mendampingi masyarakat membuat upaya pencegahan stunting belum maksimal. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan guru PAUD mengenai pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sebanyak 63 peserta terdiri atas 50 kader posyandu dan 13 guru PAUD mengikuti kegiatan yang dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Materi meliputi ASI eksklusif, pemberian MPASI bergizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, terutama terkait dampak stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak. Edukasi gizi terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas kader dan guru sebagai mitra strategis di tingkat komunitas. Disarankan agar pelatihan lanjutan dengan pendekatan aplikatif seperti penyusunan menu dan pengelolaan PMT dilakukan secara berkala untuk mendukung keberlanjutan program. Kata kunci: tumbuh kembang anak; posyandu; guru PAUD; edukasi gizi; kader posyandu; pencegahan stunting

Implementasi Teknologi Vissim Sebagai Alat Bantu Analisis Lalu Lintas: Pelatihan Untuk Konsultan di Era Digital

Bastam, Mukhlis Nahriri, Nurmeyliandari, Revianty, Hamim, Sumi Amariena, Usman, Fatoni, Setiawan, Wahyu, Ferdiansyah, Ferdiansyah
Abstract: Technological developments in transportation planning provide consultants with great opportunities to improve the accuracy and efficiency of traffic analysis. One important tool is VISSIM software, which allows realistic… simulation of traffic dynamics. However, its utilization has not been optimal among consultants, including PT HAGEN AMERSA VETA, due to limited knowledge. This community service aims to raise the competence of PT HAGEN AMERSA VETA staff through VISSIM training. The method uses blended learning, combining theory, case studies, and hands-on practice. The evaluation was conducted through pretest and post-test. The pretest results showed an average score of 56.18, reflecting limited basic understanding. After the training, the post-test score increased significantly to 84.79, demonstrating an understanding of the concept to practical application of VISSIM. The training proved to significantly improve consultant competency, benefiting participants while improving the quality of the company's services in transportation projects. Keywords: traffic analysis; consultant; training; competency improvement; vissim   Abstrak: Perkembangan teknologi dalam perencanaan transportasi membuka peluang besar bagi konsultan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi analisis lalu lintas. Salah satu alat penting adalah software VISSIM, yang memungkinkan simulasi dinamika lalu lintas secara realistis. Namun, pemanfaatannya belum optimal di kalangan konsultan, termasuk PT HAGEN AMERSA VETA, karena keterbatasan pengetahuan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi staf PT HAGEN AMERSA VETA melalui pelatihan VISSIM. Metodenya menggunakan blended learning, menggabungkan teori, studi kasus, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan post-test. Hasil pretest menunjukkan rata-rata skor 56,18, mencerminkan pemahaman dasar yang terbatas. Setelah pelatihan, skor post-test meningkat signifikan menjadi 84,79, menunjukkan pemahaman konsep hingga aplikasi praktis VISSIM. Pelatihan ini terbukti meningkatkan kompetensi konsultan secara signifikan, memberikan manfaat bagi peserta sekaligus meningkatkan kualitas layanan perusahaan dalam proyek transportasi.   Kata kunci: analisis lalu lintas; konsultan; pelatihan; peningkatan kompetensi; vissim

Upaya Peningkatan Kesehatan Mental Pada Remaja di RW O1 Galur-Jakarta Pusat

Pasaribu, Jesika, Lisum, Kristina, Aini, Jeni Nur
Abstract: Mental health for adolescents is important to recognize and improve adolescents' psychological well-being and resilience. Adolescents with good mental health have adaptive abilities to manage feelings and deal with the challenges… hallenges of daily life. The results of the initial study in student-managed families found that the majority of families expressed adolescents' vulnerability to mental health problems due to the impact of technological advances. Providing health education is expected to increase adolescents' self-recognition and increase knowledge to improve mental health. The community service method begins with the problem collection stage in the fostered area and continues with providing health education on the characteristics of adolescents/Gen Z and the importance of maintaining mental health at a young age. The results of filling out the questionnaire showed that the majority of adolescents, 73.68%, were in the moderate Psycho-logical Well-Being category and 52.63% were in the moderate Psychological Distress category. It is expected that adolescents can increase self-awareness and improve mental health in overcoming problems in everyday life. Keywords: adolescents; gen Z; mental health   Abstrak: Kesehatan mental untuk remaja penting untuk mengenali dan meningkatkan kesejahteraan psikologis dan ketahanan remaja. Remaja dengan kesehatan mental yang baik memiliki kemampuan adaptif untuk mengelola perasaan dan menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Hasil studi awal pada keluarga kelolaan mahasiswa, ditemukan mayoritas keluarga mengutarakan kerentanan remaja pada masalah kesehatan mental akibat dampak kemajuan teknologi. Pemberian edukasi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengenalan diri remaja dan meningkatkan pengetahuan untuk meningkatkan kesehatan mental. Metode pengabdian masyarakat dimulai dengan tahap pengumpulan masalah pada wilayah binaan dan dilanjutkan dengan pemberian edukasi kesehatan mengenai karakteristik remaja/Gen Z dan pentingnya menjaga kesehatan mental pada usia muda. Hasil pengisian kuesioner diketahui bahwa mayoritas remaja, sebesar 73.68% berada pada kategori Psychological Well-Being tingkat sedang dan 52.63% berada pada tingkat Psychological Distress kategori sedang. Diharapkan remaja dapat meningkatkan kesadaran diri dan meningkatkan kesehatan mental dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci:  remaja; gen Z; kesehatan mental

Making Use of Flashcards In Teaching English Vocabulary In Southern Region of Sumatera

Iman, Jaya Nur
Abstract: Vocabulary mastery is essential to young learners in learning English. This activity of community service was aimed at utilizing flashcards in English vocabulary instruction. A convenient sample of thirteen participants,… , mostly females between the ages of thirteen and eighteen, was chosen for this current activity. This was carried out in one of orphanages in Palembang, South Sumatera. To monitor and evaluate the degree of vocabulary achievement of the EFL learners, a vocabulary test was administered both before and after the intervention. The results indicated that the t obtained was much higher than the set t table and p value earned was much lower than .05. Therefore, it could be concluded that using flashcards significantly accelerated the acquisition of English vocabulary by young learners. Lastly, some fruitful implication were directed to future facilitators, researchers, and young learners, as participants. Keywords: flashcards; teaching; English vocabulary; young learners    Abstrak: Penguasaan kosakata sangat penting bagi pelajar muda dalam mempelajari bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memanfaatkan kartu flash dalam pengajaran kosakata bahasa Inggris. Sampel yang terdiri dari tiga belas peserta, sebagian besar perempuan berusia antara tiga belas dan delapan belas tahun, dipilih untuk kegiatan saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu panti asuhan di Palembang, Sumatera Selatan. Untuk memantau dan mengevaluasi tingkat pencapaian kosakata pelajar EFL, tes kosakata diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh jauh lebih tinggi daripada t tabel yang ditetapkan dan nilai p yang diperoleh jauh lebih rendah dari .05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartu flash secara signifikan mempercepat perolehan kosakata bahasa Inggris oleh pelajar muda. Terakhir, beberapa implikasi yang bermanfaat ditujukan di masa mendatang kepada fasilitator, peneliti, dan pelajar muda, sebagai peserta. Kata kunci: kartu flash; pengajaran; kosakata bahasa Inggris; pelajar muda

Pendampingan Umkm Arifin Snack Pati Dalam Pembuatan SPP-IRT

Firdaus, Firdaus, Jumai, A.M, Sitti Nurrahmah, Wa Ode, Roby Jatmiko, M., Sulistiyaningsih, Sri, Proborini, Ellen, Effendi, Meizar
Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the local economy but often face challenges in legality and product standardization. One of the essential requirements for food-related MSMEs is the Home… e Industry Food Production Certificate (SPP-IRT) as a guarantee of food safety. This community service activity aims to assist Arifin Snack MSME in Pati in obtaining the SPP-IRT certification to comply with applicable regulations. The methods used include socialization, administrative assistance, and guidance in fulfilling technical requirements and laboratory testing. The results indicate that Arifin Snack MSME successfully understood the licensing procedures and met the requirements set by the relevant authorities, enabling them to obtain the SPP-IRT. With this certification, it is expected that Arifin Snack MSME can enhance consumer trust and expand its market reach.   Keywords:  assistance; business legality; food safety; MSME; SPP-IRT    Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian lokal, namun seringkali menghadapi kendala dalam legalitas dan standarisasi produk. Salah satu persyaratan penting bagi UMKM makanan adalah Sertifikat Produksi Pangan–Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) sebagai bentuk jaminan keamanan pangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Arifin Snack di Pati dalam proses pembuatan SPP-IRT agar dapat memenuhi standar regulasi yang berlaku. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pendampingan administrasi, serta asistensi dalam pemenuhan persyaratan teknis dan uji laboratorium. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa UMKM Arifin Snack berhasil memahami prosedur perizinan serta memenuhi syarat yang ditetapkan oleh dinas terkait, sehingga dapat memperoleh SPP-IRT. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan UMKM Arifin Snack dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar. Kata kunci:  keamanan pangan; legalitas usaha; pendampingan; SPP-IRT; UMKM  

Sosialisasi Pencegahan Cybercrime Untuk Guru SD Negeri 132408 di Tanjung Balai Selatan

Maulina Azmi, Sri Rezki, Siagian, Yessica, Kurniawan, Reza
Abstract: The advanced innovation has essentially expanded the danger of cybercrime, driving to issues such as personality robbery, work misfortune, and disturbances to basic framework. In the interim, cybercriminals proceed to create… eate modern procedures and methodologies in committing their criminal acts. The reason to depict the degree of cybercrime dangers in Indonesia. Common cyber dangers in Indonesia incorporate malware assaults, refusal of benefit (DoS), dispersed refusal of benefit (DDoS), and phishing. These dangers are frequently exacerbated by a need of mindfulness and instruction almost cybersecurity and constrained requirement of cybercrime laws. In conclusion, cybercrime dangers in Indonesia are right now considered genuine and profoundly unsafe due to their potential to make national issues. The action was carried out through the arrangement of socialization counseling with address and discourse strategies, as well as address and reply with members. Accommodation of fabric within the frame of control point slides that are displayed amid the action and conveyed to instructors as members . Therefore, it is crucial to recognize the importance of understanding these issues cybercrime anticipation socialization has to be passed on to the educator SD Negeri 132408 di Tanjungbalai Selatan. With this preparing, it is trusted that they can gotten to be web clients who can maintain a strategic distance from the potential to ended up culprits or casualties of cyber wrongdoings.  Keywords: cybercrime; socialization; prevention    Abstrak: Pengembangan teknologi digital telah secara signifikan meningkatkan risiko cybercrime karena mempengaruhi pencurian identitas, kehilangan tempat kerja, dan infrastruktur kritis. Sementara itu, pelaku cybercrime terus mengembangkan teknologi dan strategi baru untuk inspeksi perilaku kriminal. Ini dilakukan dengan memeriksa dan menganalisis literatur dalam kaitannya dengan dengan cybercrime di Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa publikasi teknologi dari di Indonesia telah mengambil ancaman terbaru dan dampak pada berbagai aspek kehidupan dan bisnis. Penulis menyimpulkan bahwa cybercrime di Indonesia diklasifikasikan sebagai serius (sangat berbahaya) karena dapat menyebabkan masalah nasional. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian sosialisasi dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi, serta bertanya jawab bersama peserta. Bentuk dalam penyampaian materi yaitu slide powerpoint yang dipaparkan dan di edarkan pada saat kegiatan berlangsung.  Oleh karena itu, pemahaman mengenai sosialisasi pencegahan cybercrime sangat penting untuk disampaikan kepada para guru di SD Negeri 132408, Tanjungbalai Selatan. Melalui pelatihan ini, diharapkan mereka dapat menjadi pengguna internet yang lebih bijak dan mampu menghindari risiko sebagai pelaku maupun korban kejahatan cybercrime. Kata kunci: cybercrime; sosialisasi; pencegahan

Peningkatan Pengetahuan Siswa SMK Jurusan Tata Boga tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP)

Marlina, Paramitha Wirdani Ningsih, Rasmada, Sada, Jati, Mateus Bagas Nugroho, Wulandari, Agnes Maharani Puji, Dampang, Damelya Patricksia, Miensugandhi, Aloysius Prima
Abstract: Food Additives (BTP) are materials added to food to affect the taste, color, aroma, shape and properties of a food product, as well as maintain or improve nutritional value, inhibit food damage, maintain food freshness,… improve food appearance. Vocational high school students majoring in culinary arts often use BTP for food products. This activity aims to improve students' knowledge about BTP at SMKN 33 Jakarta. The theme raised is ACETATE: Observe Carefully Food Additives that are Safe for the Body. The number of participants involved was 56 students. The series of activities began with a pretest, presentation of materials, discussion, games and posttest. The materials provided include; session 1: understanding and types of BTP, session 2: BTP that is safe to use and dangerous, session 3: characteristics of foods that use dangerous BTP and the impact of BTP on the body. The method used was counseling using powerpoint. The results of student knowledge before and after participating increased in the good category by 78.6%. It was seen that 41 students had an increase in knowledge scores on the posttest. Keywords: Food additives; nutrition education; adolescent    Abstrak: Jurusan tata boga merupakan salah satu jurusan SMK yang saat ini mulai berkembang sesuai dengan kebutuhan dan minat. Siswa SMK jurusan tata boga sering mempergunakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) untuk membuat produk makanannya. Berdasarkan hasil pengamatan awal dan diskusi dengan guru SMKN 33, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum terpapar banyak mengenai BTP alami dan sintesis, serta belum terbiasa membaca label pangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan siswa tentang BTP di SMKN 33 Jakarta. Jumlah partisipan yang terlibat sebanyak 56 siswa. Adapun rangkaian kegiatan dimulai dengan pretest, pemaparan materi dengan ceramah, lalu dilanjutkan dengan diskusi, games dan posttest. Materi mencakup pengertian dan jenis BTP, BTP yang aman dan berbahaya, ciri makanan dengan BTP berbahaya, serta dampaknya bagi tubuh. Media yang digunakan dengan penyuluhan menggunakan powerpoint. Hasil yang diperoleh yaitu sebelum edukasi, sebanyak 25% siswa berada pada kategori pengetahuan baik, dan setelah edukasi, jumlah tersebut meningkat menjadi 78,6%. Selain itu, 41 siswa mengalami peningkatan nilai pengetahuan pada saat posttest. Kata kunci: Bahan tambahan pangan; edukasi gizi; remaja

Peningkatan Kesadaran dan Pengelolaan Sampah Terpadu Untuk Mengurangi Dampak Negatif Terhadap Lingkungan

Yustini, Tien, Hanani, Atidira Dwi, Purnamasari, Endah Dewi
Abstract: Waste management has become one of the major challenges faced by modern society, especially in urban areas. Improperly managed waste can lead to various negative impacts, such as environmental pollution, health issues, and… nd ecosystem damage. The purpose of this Community Service Program (PKM) is: a) To raise awareness among the community about the importance of proper waste management through sorting, recycling, and composting; b) To assist the community in establishing an integrated waste management system at the household and community levels, thereby reducing the amount of waste sent to landfills (TPA) and encouraging the adoption of an eco-friendly lifestyle. The target group for this activity is the residents of Kelurahan Talang Aman, Kemuning District, Palembang City, primarily housewives and members of the PKK (Family Welfare Empowerment) group in the area, with 20 participants. This program aims to increase participants' knowledge about household waste management by 50%. With a solid understanding of waste management, the community will be able to minimize the negative environmental impacts in Kelurahan Talang Aman. Keywords: Waste; Environment; Reservoir; Retention   Abstrak: Pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat modern, terutama di kawasan perkotaan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, dan kerusakan ekosistem. Kegiatan PKM ini bertujuan a) Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar; dengan cara pemilahan, daur ulang, dan pembuatan kompos; b) Membantu masyarakat membangun sistem pengelolaan sampah terpadu di tingkat rumah tangga dan komunitas; sehingga mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan mendorong masyarakat untuk mengadopsi pola hidup ramah lingkungan. Sasaran kegiatan ini adalah Warga masyarakat di Kelurahan Talang Aman Kecamatan kemuning Kota Palembang, utamanya ibu ibu rumah tangga dan Ibu Ibu PKK di kelurahan Talang Aman sebanyak 20 orang. Pengabdian ini meningkatkan pengetahuan peserta tentang pengelolaan sampah rumah tangga sebesar 50% sesudah. Dengan adanya pengetahuan yang baik tentang penglolaan sampah maka dapat meminimilisir dampak negatif terhadap lingkungan Kelurahan Talang Aman Kata kunci: Sampah; Lingkungan; Waduk; Retensi

Transformasi Digital Dalam Pembukuan: Pelatihan Akuntansi Dengan Teknologi Modern

Andriani, Juwita, Wahyuningsih, Adityas, Indani, Farinza Tiara, Sulistyowati, Andita, Mufatichien, Hilmawan Arief
Abstract: The development of Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in Indonesia plays a crucial role in the economy; however, many of them face challenges in managing their finances efficiently. One solution offered is financial… cial digitalization through the application of modern accounting technology, which can improve the accuracy and efficiency of financial record-keeping. This study aims to explore the impact of bookkeeping and accounting training with technology on UMKM in Sendangtirto Village, Berbah, Sleman. The methods used include identifying technology, interactive training, and evaluation and feedback to assess the effectiveness of the technology used. The training results show that the adoption of technology can accelerate financial management processes and improve the competitiveness of UMKM. The training had a significant positive impact, as seen from the data showing that the participants' answer accuracy level reached 81%, with an average completion time of 2.03 minutes, not only in technical aspects but also in enhancing understanding of the importance of accounting and more professional financial management. Thus, UMKM become more prepared to face the challenges of the digital economy and strengthen the sustainability of their businesses. Keywords: digital transformation; bookkeeping; accounting; modern technology; training   Abstrak: Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian, namun banyak di antaranya menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan secara efisien. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah digitalisasi keuangan melalui penerapan teknologi akuntansi modern, yang dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi pencatatan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pelatihan pembukuan dan akuntansi dengan teknologi pada UMKM di Kelurahan Sendangtirto, Berbah, SlemanMetode yang digunakan meliputi identifikasi teknologi, pelatihan interaktif, serta evaluasi dan umpan balik untuk menilai efektivitas penggunaan teknologi tersebut. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa adopsi teknologi dapat mempercepat proses pengelolaan keuangan dan meningkatkan daya saing UMKM. Pelatihan ini memberikan dampak positif yang signifikan dilihat dari data tingkat akurasi jawaban peserta mencapai 81% dengan rata-rata waktu penyelesaian 2,03 menit jadi tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam meningkatkan pemahaman tentang pentingnya akuntansi dan pengelolaan keuangan yang lebih profesional. Dengan demikian, UMKM menjadi lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital dan memperkuat keberlanjutan usaha mereka. Kata Kunci: transformasi digital; pembukuan; akuntansi; teknologi modern; pelatihan