Abstract:Digitalization has become an important element in this modern era, especially for companies that want to remain competitive amidst increasingly fierce competition in various industrial sectors. However, many companies still…
ill face major challenges due to their reliance on manual methods in managing various operational aspects, including warehouse administration. Problems such as delays, recording errors and data inaccuracies often arise as a result of using traditional methods. This research method uses a qualitative descriptive approach with a focus on observation and interviews . The main goal of digitalization is to overcome these challenges by utilizing technology that can increase the effectiveness of employee performance and optimize various business processes, so that companies can operate more efficiently and accurately. The results of this research are that the effect of the effectiveness of digitalization implementation on employee performance has a very positive influence on employee performance, where the implementation of digitalization is obtained through training carried out by management. Likewise, with the role of administrative digitization in warehouse reception management, managers create barcodes on each product to make it easier to record incoming and outgoing goods at the warehouse.
Keywords: Administration; Digitalization; Employee Performance; Tiara Dewata Yeh Aya
Digitalisasi telah menjadi elemen penting dalam era modern ini, terutama bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat di berbagai sektor industri. Namun, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan besar karena ketergantungan pada metode manual dalam mengelola berbagai aspek operasional, termasuk administrasi gudang. Masalah-masalah seperti keterlambatan, kesalahan pencatatan, dan ketidakakuratan data sering kali muncul akibat dari penggunaan metode tradisional tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada observasi dan wawancara. Tujuan utama dari digitalisasi adalah untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dengan memanfaatkan teknologi yang dapat meningkatkan efektivitas kinerja karyawan serta mengoptimalkan berbagai proses bisnis, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien dan akurat. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh efektifitas implementasi digitalisasi terhadap kinerja karyawan sangat berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang mana implementasi digitalisasi ini didapat melalui pelatihan yang dilakukan oleh pihak management. Begitu pula dengan peran digitalisasi administrasi dalam manajemen gudang penerimaan, pengelola membuat barcode pada setiap produk untuk mempermudah pencatatan barang masuk dan barang kaluar pada gudang
Kata Kunci: Adminisrasi; Digitalisasi; Kinerja Karyawan; Tiara Dewata Yeh Aya
Abstract:The problem discovered during interviews conducted between the principal, deputy principal, and lecturers at the Shanti Bhuana Institute was that when the SMPN 1 Teriak school was searched on the internet, no complete identity…
entity regarding the school was found, for example history, vision and mission, school excellence and school activities. both academic and non-academic. Based on the problem identification carried out at SMPN 1 Teriak school through interviews and observation methods, the principal hopes that there will be a website that the school can use as a medium for information and promotion. The solution offered by the Shanti Bhuana Institute lecturer was to develop a web profile for the SMPN 1 Teriak school, Bengkayang Regency using WordPress. The school's web profile was designed and developed by lecturers at the Shanti Bhuana Institute. The design and development of the web profile has been socialized and simulated to the school. This web profile can be used by schools to provide interesting content in the form of news about school activities, videos of school activities, and photo galleries of school activities. There are many things that the school can share through its web profile so that SMPN 1 Teriak, Bengkayang Regency can become better known to the public and can become a developing school with advantages that can be enjoyed by both teachers and pupils.
Keywords: Community Service; Web Profile; WordPress; SMPN 1 Teriak; Bengkayang Regency
Abstrak: Permasalahan yang ditemukan selama wawancara yang dilakukan antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bersama dosen Institut Shanti Bhuana adalah ketika sekolah SMPN 1 Teriak dicari di internet tidak ditemukan identitas yang lengkap terkait sekolah, misalnya seperti sejarah, visi misi, keunggulan sekolah, dan kegiatan sekolah baik akademik maupun non akademik. Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan pada sekolah SMPN 1 Teriak melalui metode wawancara dan observasi, kepala sekolah mengharapkan adanya suatu website yang dapat digunakan sekolah sebagai media informasi dan promosi. Solusi yang ditawarkan oleh dosen Institut Shanti Bhuana adalah memgembangkan web profile untuk sekolah SMPN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang menggunakan Wordpress. Web profile sekolah dirancang dan dikembangkan oleh pihak dosen Institut Shanti Bhuana. Perancangan dan pengembangan web profile tersebut telah disosialisasikan dan disimulasikan kepada pihak sekolah. Web profile ini dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk memberikan konten yang menarik berupa berita kegiatan sekolah, video kegiatan sekolah, dan galeri foto kegiatan sekolah. Banyak hal yang dapat pihak sekolah share melalui web profile sehingga SMPN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang dapat semakin dikenal oleh masyarakat dan dapat menjadi sekolah yang berkembang dengan keunggulan yang dapat dinikmati oleh guru maupun siswa/siswa.
Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat; Web Profile; Wordpress; SMPN 1 Teriak; Kabupaten Bengkayang.
Abstract:SD Negeri 140 Seluma has a relatively large number of human resources, both teachers and students. However, this is also a challenge for partner schools where some of the problems that are often faced are the lack of knowledge…
wledge and competence of teachers in providing digital teaching materials to facilitate differentiated learning, which impacts the formation of students' character optimally. This training and mentoring is an effort to improve teacher knowledge and competence in providing teaching materials. This activity involved 30 teachers through two methods, namely: socialization, training and mentoring (the practice of making AI-based learning videos). The activity results showed that all participants experienced an increase in understanding related to the concept of digital teaching materials and increased competence in making AI-based learning videos. This is evidenced by the products that have been produced by the training participants.
Keywords: artificial intelligence; digital teaching materials; training; accompaniment
SD Negeri 140 Seluma memiliki SDM dengan jumlah yang relatif banyak baik guru maupun peserta didik. Namun, hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi sekolah SD Negeri 140 Seluma dimana beberapa permasalahan yang seringkali dihadapi yaitu masih minimnya pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyediakan bahan ajar digital untuk memfasilitasi pembelajaran berdiferensiasi, sehingga berdampak pada pembentukan karakter peserta didik secara optimal. Pelatihan dan pendampingan ini merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyediakan bahan ajar. Kegiatan ini melibatkan 30 orang guru melalui dua metode yaitu: sosialisasi, pelatihan dan pendampingan (praktik pembuatan video pembelajaran berbasis AI). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memproduksi video pembelajaran berbasis AI, yang dibuktikan melalui produk video yang dihasilkan.
Kata kunci: artificial Intelligence; bahan ajar digital; pelatihan; pendampingan
Abstract:The main problem in partner locations is the lack of community awareness in responding to disasters; residents do not yet understand the risks and impacts of natural disasters and preventive measures that can be taken to…
reduce losses. This lack of knowledge makes the community unprepared and slow to respond to emergencies, ultimately increasing their safety and well-being risk. The training includes counselling sessions, workshops, and disaster simulations. Each session is designed to provide an in-depth understanding of the types of disasters, mitigation techniques, evacuation, and first aid steps. The results of this training showed a significant increase in the preparedness and response of the Rembitan Village community to emergencies. The post-disaster simulation evaluation also showed an increase in the participants' practical abilities in dealing with disasters. This program strengthens social structures and solidarity between residents and creates a model that can be applied in other villages with similar disaster risks. With ongoing support, Rembitan Village is expected to become a successful example of building community resilience to disasters, ultimately improving its residents' welfare and security.
Keywords: capacity; strengthening; mitigation; disaster resilient
Abstrak: Masalah utama yang terjadi ditempat mitra yaitu kurangnya kesadaran masyarakat dalam menyikapi bencana, selain itu warga belum memahami risiko dan dampak dari bencana alam, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi kerugian. Kurangnya pengetahuan ini membuat masyarakat tidak siap dan lambat dalam merespons situasi darurat, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terhadap keselamatan dan kesejahteraan mereka. Pelatihan mencakup sesi penyuluhan, workshop, dan simulasi bencana. Setiap sesi dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis bencana, teknik mitigasi, serta langkah-langkah evakuasi dan pertolongan pertama. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dan respons masyarakat Desa Rembitan terhadap situasi darurat. Kegiatan pelatihan di Desa Rembitan menunjukkan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Masyarakat kini lebih memahami risiko bencana dan langkah mitigasi yang perlu diambil, Selain itu, mereka telah mempraktikkan simulasi bencana yang meningkatkan kemampuan mereka merespons situasi darurat.
Kata kunci: kapasitas; penguatan; mitigasi; tangguh bencana
Abstract:Abstract: One of the prioritized areas of knowledge is mastery of information technology on computers as a sustainable generation prepares to welcome Golden Indonesia in 2045. Canva and capcut training are part of efforts…
s to develop 21st-century skills. This training is carried out to prepare teachers and students to become people who have innovative ideas for carrying out learning. SD Negeri 150, located at Jl. TP Demsi Husin Darmajaya Gandus, Pulo Kerto, Gandus District, Palembang City, served as the venue for this activity. The results of the observations made showed that the level of enthusiasm, communication skills, and creativity of teachers and students increased significantly, as evidenced by the publication of projects carried out during the training, which were shared via social media and teacher and principal communication groups.
Keywords: canva dan capcut; innovation; teacher
Abstrak: Salah satu bidang ilmu pengetahuan yang diprioritaskan adalah penguasaan teknologi informasi pada komputer, sebagai generasi keberlanjutan dalam menyiapkan tokoh berikutnya untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Tuntutan abad ke-21 merujuk pada keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dianggap penting untuk sukses dalam era globalisasi dan teknologi yang berkembang pesat. Pelatihan Canva dan capcut merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan keterampilan abad 21. Pelatihan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan para guru dan peserta didik menjadi orang yang memiliki ide inovasi dalam melaksanakan pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 150, yang beralamatkan di Jl. TP Demsi Husin Darmajaya Gandus, Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup pengumpulan data dari bahan pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil pengamatan yang dilakukan, bahwa tingkat antusias, keterampilan berkomunikasi, kreativitas guru, dan peserta didik meningkat secara signifikan, dibuktikan dengan publikasi projek yang dikerjakan selama pelatihan yang dibagikan melalui medsos, dan grup komunikasi guru dan Kepala Sekolah.
Kata kunci: canva dan capcut; inovasi; guru
Abstract:A stunted child has stunted growth due to sustained malnutrition. One of the causes of stunting is the lack of mapping and access to information about healthy lifestyles that support children's growth. This community service…
vice activity aims to increase community understanding about stunting prevention. This community service was carried out by the ten-person KKN team of Universitas Pendidikan Indonesia in Raharja Village, Purwaharja District, Banjar City. Community service activities in Raharja Village include several stages, namely the planning, preparation, implementation and evaluation stages. The targets of this activity were mothers of infants and toddlers and pregnant women in Raharja Village. The result of this activity was that participants gained a better understanding of the selection of food intake that can help prevent and overcome stunting.
Keywords: prevention; stunting; counseling
Abstrak: Seorang anak dengan stunting memiliki pertumbuhan yang terhambat akibat kekurangan gizi yang berkelanjutan. Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan dan akses informasi tentang pola hidup sehat yang mendukung pertumbuhan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim KKN Universitas Pendidikan Indonesia yang berjumlah sepuluh orang di Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Kegiatan pengabdian di Desa Raharja meliputi beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sasaran kegiatan ini adalah para ibu dari bayi dan balita serta ibu hamil di Desa Raharja. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai pemilihan asupan makanan yang dapat membantu mencegah dan mengatasi stunting.
Kata kunci: pencegahan; stunting; penyuluhan
Abstract:Culinary is a very popular business in Indonesian society. This phenomenon has the consequence that the level of business competition becomes tighter, it is means that culinary businesses are always required to innovate…
to survive in the long run. The main focus of this community service is providing training to culinary business owners to follow dynamic consumer taste trends. This training aims to provide solutions by creating innovation and knowing the latest consumer interests. The approach used in this training is discussion and mapping of partners' challenges, then knowledge assistance and provision are provided. The results of Google Trends training are generally able to make a real contribution to business owners in achieving consumer loyalty. Apart from that, this training increases partners' knowledge in utilizing the Google Trends application to determine product focus and product marketing locations. In particular, it can foster strong self-confidence in partners in using digital business.
Keywords: digital marketing; product trends; culinary; innovation.
Abstrak: Kuliner merupakan sebuah bisnis yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Fenomena ini membawa konsekuensi pada tingkat persaingan usaha yang semakin ketat, artinya pelaku usaha kuliner dituntut untuk selalu berinovasi agar dapat bertahan dalam jangka panjang. Fokus utama pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada pemilik usaha kuliner agar dapat mengikuti tren selera konsumen yang dinamis. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan solusi dengan menciptakan inovasi dan mengetahui minat konsumen terkini. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah diskusi dan pemetaan permasalahan mitra, kemudian diberikan pendampingan dan pembekalan pengetahuan. Hasil dari pelatihan Google Trends secara umum mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemilik usaha dalam meraih loyalitas konsumen. Selain itu, pelatihan ini meningkatkan pengetahuan digital marketing mitra dalam menentukan fokus produk dan lokasi pemasaran produk. Secara khusus, dapat menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat pada mitra dalam menggunakan bisnis digital.
Kata kunci: digital pemasaran; tren bisnis; kuliner; inovasi.
Abstract:Sampah merupakan sisa dari produk yang sudah tidak digunakan lagi dari berbagai kegiatan manusia. Namun, sampah masih bisa bernilai ekonomis apabila dapat diolah menjadi produk tertentu. Permasalahan banyaknya sampah di…
suatu daerah sejalan dengan banyaknya pertumbuhan jumlah penduduk. Berdasarkan peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Balikpapan Timur dalam rentang waktu setahun, maka diperlukan teknologi komposting sederhana yang dapat mengolah sampah organik semaksimal mungkin. Salah satu alternatif penanganan sampah menjadi pupuk kompos dengan metode rolling composter disertai dengan pemilahan. Peralatan pengolahan sampah organik berupa rolling composter ini akan diperkenalkan kepada warga. Melalui kegiatan ini yang dilakukan bermaksud memberikan informasi terkait pengolahan limbah organik dengan menggunakan metode rolling composter. Proses dimulai dengan warga mengumpulkan sampah organik yang dihasilkan pada 1 hari ketempat rolling composter. Setelah EM4 dimasukkan warga akan menutup rolling composter dan memutar menggunakan tuas yang bertujuan untuk mencampurkan sampah secara merata. Hasil dari rolling composter yang siap dipanen akan dimanfaatkan sebagai pupuk. Tanaman hias merupakan salah satu media tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pemberian pupuk.
Abstract:Officers' readiness to prevent the spread of COVID-19 through document exchange is a problem in the community. This article discusses how the social engineering of COVID-19 cluster officers and Salawu Health Center officers…
ers in Tasikmalaya Regency in receiving and implementing document sterilization cabinet technology to suppress the transmission of the COVID-19 virus through document exchange. The use of ozone and UVC as sterilization media is beneficial but can negatively impact humans in the long term. Therefore education is needed for partners to avoid these negative impacts. This service activity method is partner situation analysis, pre-test, partner education, post-test, and conclusion. The result of this service is that partners have received document sterilization cabinets and UVC as room sterilizers. The results of measuring partner knowledge before and after participating in webinar activities using pre-test and post-test instruments, showed an increase in knowledge, skills and awareness by partners regarding the use of UVC and Ozone on average 83% from the initial condition of not understanding to understanding and skill.
Keywords: covid-19; ozone; uvc; health community center
Abstrak: Kesiapan petugas dalam mencegah penyebaran COVID-19 melalui pertukaran dokumen menjadi masalah di masyarakat. Artikel ini membahas tentang bagaimana rekayasa sosial pada petugas Gugus COVID-19 dan petugas Puskesmas Salawu di Kabupaten Tasikmalaya dalam penerima dan implementasi teknologi lemari sterilisasi dokumen guna menekan penularan virus COVID-19 melalui pertukaran dokumen. Penggunaan ozon dan UVC sebagai media sterilisasi sangat efektif, tetapi dapat menghasilkan dampak negatif dalam jangka Panjang, oleh karena itu diperlukan edukasi kepada mitra agar terhindar dari dampak negatif tersebut. Metode pada kegiatan pengabdian ini adalah analisis situasi mitra, Pre-test, edukasi mitra, post-test dan kesimpulan. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini adalah mitra telah menerima lemari sterilisasi dokumen dan UVC sebagai sterilisasi ruangan. Hasil pengukuran terhadap pengetahuan mitra sebelum dan setelah mengikuti kegiatan webinar menggunakan instrumen pre-test dan post-test, menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kewaspadaan oleh mitra terkait penggunaan UVC dan Ozon rata-rata 83% dari kondisi awal tidak memahami menjadi paham dan terampil.
Kata kunci: covid-19; ozone; uvc; puskesmas
Abstract:Research and community service (P2M) are crucial elements that higher education institutions can undertake to address the challenges and problems faced by society. According to the administrative system in higher education…
on institutions, before initiating a P2M program, a series of processes, including the creation of a proper and correct proposal, are required. This proposal will then be submitted to the LPPM (Institute for Research and Community Service) as the coordinator of P2M activities. The quality of the P2M proposal significantly influences the implementation of these activities. Therefore, the quality and quantity of P2M proposal creation can be improved through training. This article will discuss the training conducted with the main objective of enhancing the ability of lecturers to prepare research and community service proposals within the Aceh Polytechnic environment. The training aims to ensure that lecturers can create proposals that meet administrative standards, thereby obtaining approval and support from the LPPM of Aceh Polytechnic. By improving the lecturers' ability to prepare proper and correct proposals, the quality and quantity of research and community service at Aceh Polytechnic will significantly increase.
Keywords: P2M; three pillars of higher education; LPPM; research proposal
Abstrak: Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (P2M) adalah elemen krusial yang dapat dilakukan perguruan tinggi untuk mengatasi tantangan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Berdasarkan sistem administrasi di perguruan tinggi, sebelum dapat memulai program P2M ini maka diperlukan serangkaian proses termasuk pembuatan proposal yang baik dan benar yang nantinya akan diserahkan kepada pihak LPPM selaku koordinator kegiatan P2M. Pembuatan proposal P2M yang berkualitas akan sangat berpengaruh terhadap terlaksananya kegiatan P2M ini, terkait hal tersebut kualitas dan kuantitas pembuatan proposal P2M dapat ditingkatkan dengan dilakukannya pelatihan. Artikel ini akan membahas pelatihan yang dilakukan dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Politeknik Aceh. Pelatihan ini bertujuan memastikan dosen mampu membuat proposal yang memenuhi standar administrasi, sehingga bisa mendapatkan persetujuan dan dukungan dari LPPM Politeknik Aceh. Dengan meningkatnya kemampuan dosen dalam menyusun proposal yang baik dan benar maka juga akan meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di Politeknik Aceh akan mengalami peningkatan yang signifikan.
Kata kunci: P2M; tri dharma perguruan tinggi; LPPM; proposal penelitian