Abstract:Pemerintahan kecamatan merupakan salah satu bentuk otonomi daerah yang amanahnya tidak hanya menjalankan pemerintahan saja tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip good governance. Pemerintah…
Pemerintah sebagai pelayan masyarakat mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas. Pilihan strategis untuk menerapkan good governance di Indonesia adalah dengan memberikan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip good governance dalam pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tempurejo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, lebih fokus pada interpretasi dan pemahaman konteks serta teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, khususnya observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pelayanan publik di Kecamatan Tempurejo masih perlu mendapat perhatian khusus karena terdapat beberapa faktor yang menghambat efektivitas dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat seperti kurangnya pemahaman masyarakat, keterlambatan staff, pemadaman listrik, atau jaringan tidak stabil. Namun selain itu, ada beberapa faktor tambahan lain seperti kelengkapan sarana dan prasarana, kapasitas staff, dan keramahan petugas pelayanan yang menjadikannya nilai plus.
Abstract:Merujuk pada Peraturan Menteri Agraria No 1 Tahun 2017 Tentang Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap menjelaskan bahwa Kebijakan Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang…
ng biasanya diterapkan oleh Pemerintah adalah suatu proses pendaftaran tanah secara massal dan pertama kali, mencakup seluruh tanah yang belum terdaftar di suatu wilayah desa/kelurahan atau setara, bertujuan untuk memberi jaminan ksepastian dan perlindungan hukum terhadap hak atas tanah secara adil dan merata. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan analisis deskriptif untuk mengilustrasikan kejadian aktual yang terjadi di lapang, berlandaskan teori Merilee S Grindle yang menyatakan bahwa isi dan konteks kebijakan mempengaruhi keberhasilan suatu kebijakan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait PTSL. Meskipun Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jember menghadapi tantangan dalam hal kuantitas sumber daya manusia, implementasi PTSL berlangsung dengan baik, dengan beban kerja yang tinggi bagi pelaksana di lapangan
Abstract:Pengambilan keputusan menjadi tantangan yang kompleks ketika dihadapkan pada kondisi tidak pasti. Kondisi ini menyiratkan ketidakjelasan dan ketidakpastian mengenai hasil yang mungkin terjadi. Abstrak ini menggali proses…
pengambilan keputusan dalam konteks ketidakpastian dan bagaimana faktor-faktor seperti informasi yang tidak lengkap, risiko, dan perubahan lingkungan memengaruhi keputusan. Artikel ini menyelidiki strategi-strategi yang digunakan individu dan organisasi dalam menghadapi ketidakpastian, termasuk analisis risiko, penggunaan heuristik, dan adaptasi terhadap perubahan yang cepat. Faktor-faktor psikologis, seperti toleransi risiko dan persepsi terhadap ketidakpastian, juga menjadi fokus untuk memahami bagaimana individu merespon dan mengelola ketidakpastian dalam konteks pengambilan keputusan. Melalui tinjauan literatur dan penelitian empiris, artikel ini berusaha memberikan wawasan mendalam tentang dinamika pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti. Implikasi praktis dari pemahaman ini dapat membantu pengambil keputusan untuk meningkatkan ketahanan mereka terhadap ketidakpastian, mengoptimalkan strategi pengambilan keputusan, dan memperkuat kapasitas adaptasi dalam menghadapi perubahan yang tidak terduga.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai pendidikan sosial dalam ritual shalat berjamaah. Shalat berjamaah adalah amal yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) di dalam ajaran Islam tetapi sering dianggap…
kurang berdampak pada perubahan sosial. Padahal, masa awal Islam, Nabi Muhammad Saw. memosisikan shalat berjamaah sebagai kunci mobilitas sosial untuk membangun kekuatan ekonomi dan politik. Banyak lembaga pendidikan (dan keagamaan) dewasa ini memprogramkan penguatan pendidikan karakter melalui shalat berjamaah yang disinergikan dengan gerakan kepedulian sosial atau pemberdayaan ekonomi. Ditinjau dari sosiologi pendidikan, shalat berjamaah berfungsi sebagai pembinaan anggota masyarakat dalam menyintas problem kehidupan, seperti krisis ekonomi, penyimpangan norma sosial dan nilai budaya, hingga ancaman keamanan dan instabilitas politik. Shalat berjamaah pun penting untuk dikelola berbasis kebutuhan sosial. Melalui pendekatan kualitatif yang berfokus pada kajian literatur dan analisis isi teks, penulis menemukan bahwa ritual shalat berjamaah mencerminkan nilai-nilai pendidikan sosial. Penulis menyimpulkan, ritual shalat berjamaah yang dikemas dalam program kajian keagamaan atau kecakapan hidup (life skills) dapat meningkatkan 8 (delapan) sikap berkarakter sosial, yaitu: saling mengasihi (tarāhum), menjaga silaturahmi (shilarrahim), kepedulian (ihtimām), kedamaian (salām), toleransi (tasāmuh), persaudaraan (ukhuwwah), tolong-menolong (ta‘āwun), dan menanggung beban (takāful). Inilah inti sari pesan QS al-Ankabut: 45 bahwa shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, atau berdampak pada perubahan sosial.
Abstract:Kemiskinan adalah salah satu tantangan sosial paling mendesak yang dihadapi masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk di Kabupaten Jember. Isu ini tidak hanya berkaitan dengan kekurangan pendapatan, tetapi juga akses…
s terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perumahan yang memadai. Dalam konteks ini, dinas sosial memegang peranan penting dalam mengidentifikasi dan menanggapi kebutuhan masyarakat yang paling rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dinas sosial Kabupaten Jember dalam upaya melindungi masyarakat dari kemiskinan, menilai efektivitas intervensi yang telah dilaksanakan, dan mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meskipun ada komitmen yang kuat dari dinas sosial untuk mengatasi masalah kemiskinan, berbagai hambatan masih menghambat tercapainya tujuan tersebut. Kendala-kendala ini termasuk keterbatasan sumber daya manusia, anggaran yang tidak cukup, koordinasi antarlembaga yang kurang efektif, dan kekurangan infrastruktur pendukung. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar upaya meningkatkan koordinasi antarlembaga dan alokasi sumber daya yang lebih baik menjadi prioritas, serta mendorong partisipasi masyarakat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program penanggulangan dan praktik di masa depan
Abstract:Dalam konteks proses manajemen kesuksesan, sebuah organisasi atau bisnis secara konsisten mengupayakan kinerja berkaliber tinggi dan memuaskan. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pekerja, atau lebih dikenal dengan…
sebutan karyawan, untuk memiliki dedikasi dan motivasi yang konsisten. Merupakan tugas moral para manajer yang mempunyai kapasitas untuk menginspirasi orang lain serta dirinya sendiri untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Hal ini menunjukkan kompetensi diri manajer dan kemampuan mereka untuk berhasil memenuhi kewajiban pekerjaan mereka. Menurut sejumlah penelitian, motivasi sangat penting dalam pelaksanaan proses manajemen dan berfungsi sebagai mesin penggeraknya. Manajer memainkan peran penting dalam menginspirasi pekerja dan bawahan untuk bekerja lebih baik. Untuk melakukan hal ini, seorang pemimpin harus harus mampu mengintegrasikan berbagai teori motivasi ke dalam lingkungan kerja mereka dan menggunakannya untuk meningkatkan kinerja karyawan. Pada micro banking cluster jember 2 pemimpin menggunakan 3 model kepemimpinan dan terbukti berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perkembangan keterampilan menulis teks deskriptif siswa SMP Swasta PAB 9 Klambir Lima dengan menggunakan media visual. Penelitian ini dilakukan karena kemampuan menulis…
ulis teks deskriptif siswa SMP Swasta PAB 9 Klambir Lima masih tergolong kurang. Sasaran penelitian adalah siswa SMP Swasta PAB 9 Klambir Lima yang berjumlah 34 orang. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tata cara pelaksanaan dan pelaksanaan tindakan pada objek penelitian dibagi dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi, dan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kualitatif. Kriteria keberhasilan kegiatan adalah tes menulis teks deskriptif dengan menggunakan media gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media visual dalam pembelajaran menulis teks deskriptif dapat meningkatkan keterampilan siswa. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil belajar siswa yaitu. rata-rata 59,41 menjadi 65,88 pada siklus I dan menjadi 100,00 pada akhir siklus II. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar memenuhi kriteria kelulusan minimal (MMC) dengan standar nilai 70. Peningkatan kelulusan bertambah 3 orang siswa yaitu sebanyak 3 orang siswa. 12,507% menjadi 22 siswa yaitu 64,72% dan 100,00%. yaitu Periode kedua berjumlah 34 siswa, hal ini juga didukung dengan peningkatan hasil belajar siswa pada periode terakhir dari 3 siswa atau 12,50% menjadi 22 siswa atau 64,72% dan 100% atau 24 siswa. Kesimpulannya penerapan media visual terbukti mampu meningkatkan keterampilan menulis teks deskriptif siswa kelas VII SMP Swasta PAB 9 Klambir Lima..
Abstract:Membaca merupakan salah satu keterampilan penting dalam Bahasa Inggris. Dalam membaca, siswa harus memiliki strategi membaca untuk membantu pemahaman teks yang mereka baca. Strategi membaca memiliki dampak baik karena membantu…
mbantu siswa mengatasi permasalahan membaca dan menjadikan pembelajaran lebih mudah, lebih cepat, dan lebih dapat memahami tentang bahasa inggris. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini mengetahui keefektifan Peningkatan Keterampilan Membaca Dengan Bahasa Inggris Pada Siswa Dan Siswi KELAS X SMK Negeri 13 Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris .Siswa terpacu untuk belajar bahasa Inggris dan suasana kelas menjadi lebih hidup.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran dukungan sosial dalam penanganan stres dan dampaknya terhadap kesehatan mental individu. Penelitian ini dilakukan dalam konteks kesehatan mental, dengan fokus pada bagaimana…
na dukungan sosial dapat berfungsi sebagai faktor pelindung dalam menghadapi stres sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan melibatkan survei dan wawancara dengan sampel yang mencakup individu dari berbagai latar belakang dan kelompok usia.Hasil penelitian ini menyoroti keterkaitan yang kuat antara tingkat dukungan sosial yang diterima dan kemampuan individu dalam mengatasi stres. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial tidak hanya memiliki dampak positif langsung pada kesehatan mental, tetapi juga berperan dalam mengurangi efek negatif stres. Penelitian ini juga mengeksplorasi variasi dalam jenis dukungan sosial yang paling efektif dalam konteks tertentu.Implikasi dari hasil penelitian ini dapat memberikan pandangan yang lebih mendalam tentang strategi penanganan stres yang dapat digunakan dalam konteks kesehatan mental. Temuan ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan intervensi dan program dukungan sosial yang lebih terfokus, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran penting dukungan sosial dalam menjaga kesehatan mental, serta merangsang penelitian lebih lanjut dalam bidang ini.
Abstract:Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui manajemen pembelajaran yang mampu meningkatkan inovasi tahfizh Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian…
litian studi dokumen atau teks (literature study), menggunakan sumber data primer dari buku, jurnal, penelitian, dan dokumen yang relevan dengan penelitian. Temuan penelitian ini menyatakan bahwa sebelum menghafal Al-Qur’an, terdapat tiga syarat penting bagi penghafal Al-Qur’an pemula, yaitu: 1) memiliki guru yang kompeten, ramah tamah, dan berpengalaman dalam pengajaran Al-Qur’an, di mana guru tersebut dapat memberikan bimbingan, koreksi, dan motivasi; 2) memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar; dan 3) adanya lingkungan yang mendukung.