Abstract:Penelitian ini menganalisis implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti pada siswa SMPN di Kota Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan…
engan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, observasi, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan proses reduksi data, display data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ini dapat berhasil dengan memperhatikan standar dan sasaran kebijakan, optimalisasi sumber daya, karakteristik organisasi pelaksana, sikap para pelaksana, komunikasi antar organisasi terkait, serta kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Studi ini memberikan wawasan yang mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi implementasi kebijakan tersebut di Kota Tasikmalaya.
Abstract:Meningkatkan kemampuan membaca sangat penting karena memungkinkan seseorang untuk meningkatkan kemampuan otaknya dan membuat keputusan. Menumbuhkan minat peserta didik untuk membaca sejak dini adalah salah satu hal yang…
dapat dia lakukan. Namun, karena kurangnya dorongan, keinginan, dan motivasi dari peserta didik sendiri, minat membaca terus meningkat, terutama di kalangan siswa yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Hal ini disebabkan oleh karena kurangnya peranan orangtua dan guru dalam menerapkan minat membaca pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan minat baca pada anak. Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang mengahasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang- orang atau perilaku yang diamati. studi kasus yang bersifat deskriptif.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, observasi.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman dan Sadana meliputi pengumpulan data, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua terhadap anak-anaknya berbeda-beda dan mempengaruhi minat belajar dan membaca anak. Orang tua yang kurang memperhatikan waktu belajar anaknya menyebabkan minat belajar dan membaca anak juga kurang. sedangkan orang tua yang lebih memperhatikan dan mengontrol waktu belajar anaknya maka anak tersebut memiliki minat belajar dan membaca lebih besar dari anak lainnya. Sehingga peran orang tua juga sangat penting untuk mempengaruhi minat membaca peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian tentang peran orang tua dalam meningkatkan minat membaca di Desa Perumas Simalingkar Dusun Lada maka peneliti mengambil kesimpulan yaitu Orang tua di rumah membiasakan anaknya belajar dan membaca dengan membuatkan jadwal dan kontrol serta pengawasan langsung dari orang tua. Orang tua juga dapat berperan meningkatkan minat baca pada anak dengan cara membuat perpustakaan kecil dirumah yang berisi buku cerita, pelajaran, komik dan apapun yang digemari anak serta pentingnya memotivasi anak untuk membuat minat baca anak meningkat.
Abstract:Sikap peduli sosial siswa dapat dipengaruhi oleh lingkungan tempat berada anak seperti lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Kepedulian Sosial bisa didapatkan dari mana saja, salah satunya melalui pembelajaran…
mbelajaran IPS. Masih banyak di temui siswa yang kurang dalam karakter sosialnya. Salah satunya melalui pembelajaran IPS. Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari berbagai aspek kehidupan manusia, Dalam mengembangkan nilai-nilai seperti peduli lingkungan, kreatif, rasa ingin tahu serta sikap peduli sosial perlu upaya pengondisian pada siswa agar dapat memunculkan perilaku yang menunjukan nilai-nilai tersebut pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya dalam meningkatkan sikap peduli sosial pada siswa Sekolah Dasar.Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah studi kasus yang bersifat deskriptif. jenis penelitian ini memfokuskan pada penelitian mengenai upaya guru dalam meningkatkan sikap peduli sosial siswa melalui materi IPS. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman dan Sadana meliputi pengumpulan data, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Upaya guru dalam meningkatkan sikap peduli sosial siswa dengan melalui materi pada mata pelajaran IPS guru memberikan penjelasan mengenai materi empati, guru menyuruh siswa untuk membentuk kelompok belajar, guru memberikan tugas pada siswa, pengondisian kelas saat ada siswa yang ramai guru memberikan pertanyaan agar siswa dapat menghargai guru yang sedang mengajar serta guru memberikan salam pada siswa saat akan memulai pembelajaran. dengan memberikan pemahaman dan materi terhadap siswa agar siswa mampu memahami materi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain dengan memberikan materi guru juga memberikan tugas pada siswa mengenai kegiatan apa saja yang sudah dilakukan di lingkungannya yang sesuai dengan materi seperti sikap tolong menolong dengan memberikan bantuan kepada temannya.pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat penting dalam mengembangkan pendidikan karakter di sekolah dasar. IPS tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, dan geografis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti toleransi dan kepedulian sosia.
Abstract:Pesimisme merupakan pemikiran negatif yang didasari oleh rasa takut dan pasrah terhadap situasi sulit. Dalam teori kognitif, sikap pesimisme terjadi karena disebabkan adanya kesalahan kognisi, yakni kognisi yang negatif.…
Dengan kognisi yang negative itu, individu cenderung mengambil kesimpulan terlebih dahulu, dan itu suatu kesalahan. Pandangan negatif itu tidak hanya tertuju pada dirinya sendiri, lebih jauh bahkan untuk masa depannya. Pesimisme dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perencanaan karier remaja apabila dibiarkan begitu saja tanpa adanya bimbingan, sehingga jika dibiarkan begitu saja maka dapat mengembangkan kebiasaan buruk dan perilaku yang merusak diri, karena pada masa transisi dari kanak-kanak ke masa remaja awal hingga remaja akhir atau awal dewasa banyak sekali tahapan perkembangan yang akan dilalui dan berdampak pada perilaku yang ditunjukan, baik secara fisik ataupun kognitifnya. Artikel ini dibuat untuk mengetahui apa saja pengaruh negatif pesimisme terhadap perencanaan karier remaja, dan untuk mengetahui bagaimana strategi layanan dalam BK karier dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber. Tujuannya untuk memperoleh gambaran dan pola, serta keterkaitan antar variabel. Dengan melihat proses perkembangan karier dan indikator kematangan remaja pada aspek-aspek perencanaan karier remaja, maka dapat dihasilkan permasalahan yang sering dihadapi remaja pada tahap perencanaan karier yaitu, kurangnya informasi, kurangnya minat, kurangnya sumber daya, tekanan orang tua atau lingkungan, kurangnya kemampuan diri, kurangnya pengalamam, kurangnya dukungan, keterbatasan dalam merencanakan karier dan kecemasan tentang masa depan. Hasil penelitian menunjukkan pesimisme dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perencanaan karier remaja. Bimbingan Karier dapat menjadi alternatif pencegahan terjadinya dampak negatif tersebut dan menjadi solusi bagi remaja di sekolah dalam proses perencanaan karier remaja.
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh matematika sebagai ilmu yang universal serta memiliki peran penting dalam membantu siswa agar siap untuk menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Disamping pentingnya peran matematika…
tematika dalam kehidupan, hasil penelitian NCTM (2020) menunjukan bahwa kemampuan siswa Indonesia masih berada pada tingkat rendah dimana siswa mampu menyelesaaikan matematika sederhana dan belum menguasai matematika dengan baik. Salah satu cabang ilmu yang dapat mengekplorasi kemampuan berpikir siswa adalah berpikir aljabar. Bander (2018) menyatakan bahwa pemecahan masalah merupakan salah satu hal yang dapat digunakan untuk memunculkan berpikir aljabar. Sementara itu resiliensi matematis dapat menunjang kemampuan pemecahan masalah matematika, serta unsur gaya kognitif yang tidak jarang ditemukan perbedaan yang dimiliki oleh setiap siswa dalam menerima dan mengelola informasi yang diberikan oleh guru biasa disebut gaya kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir aljabar dan resiliensi matematis siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dan impulsif dalam pemecahan masalah SPLDV. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII K sekolah berbasis pesantren SMP Islam Sunan Gunung Jati Ngunut-Tulungagung yang berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kevalidan dari ahli media dan ahli materi, hasil tes berpikir aljabar, hasil tes wawancara serta hasil angket resiliensi matematis. Dapat diketahui bahwa pada kriteria sedang memiliki presentase siswa paling tinggi yaitu sebesar 64.8%, hal ini menunjukan bahwa siswa yang berada pada kriteria sedang memiliki kemampuan dibawah rata-rata yaitu sebesar 64.2. Sedangkan presentase untuk kriteria tinggi yaitu 20.4%, hal ini menunjukan bahwa 9 dari 34 siswa memiliki kemampuan berpikir aljabar diatas rata-rata, yaitu dengan rata-rata sebesar 86.8. Untuk kriteria rendah memiliki presentase siswa sebesar 14.8%, artinya 4 siswa dari 34 siswa memiliki kemampuan berpikir aljabar dalam kategori rendah.
Abstract:Pendahuluan: Buku cerita bergambar merupakan sebuah metode yang dinilai bagus dalam memfokuskan pada stimulus perkembangan bahasa anak dalam pembelajaran. Studi Pendahuluan mengatakan pada 5 orang anak yaitu, 2 orang anak…
k tidak dapat menyebutkan 2 gambar yang di tunjukkan oleh peneliti kemudian 1 orang anak tidak dapat menujukkan ke 4 warna yang diberikan oleh peneliti, dan 2 lainnya mampu menjawab gambar yang di tunjukkan oleh peneliti. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan Pengaruh Buku Cerita Bergambar terhadap Perkembangan Bahasa pada Anak Usia PraSekolah di Paud KB Nagaya Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest And Posttest Design. Sample dalam penelitian ini berjumlah 10 siswa dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling. Perkembangan bahasa anak sebelum di berikan buku cerita bergambar adalah sebagian besar Suspek sebanyak 10 responden (10%) sedangkan perkembangan bahasa anak setelah diberikan buku cerita bergambar adalah sebagian besar Normal sebanyak 9 responden (90%). Uji Nonparametric Mc Nemar didapatkan p = 0,04 (p ≤ 0,05). Simpulan Terdapat pengaruh buku cerita bergambar terhadap perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah di Paud KB Nagaya Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Saran bagi guru di Paud KB Nagaya agar menggunakan metode buku cerita bergambar agar meningkatkan perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah.
Abstract:Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial di Madrasah ialah untuk mengembangkan potensi parasiswa agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di Madrasah memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan…
yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat.Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran IPS di madrasah diorganisasikan secara baik. Sesuai dengan permasalahan penelitian yang berjudul Implementasi Pembelajaran IPS untuk meningkatkan kepekaan sosial pada siswa di Madrasah Tsanawiyah Darul Ma’arif Kabupaten Bandung, maka pendekatan penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif . Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bagaimana aktualisasi pembelajaran IPS pada siswa melalui pemaparan data-data dan dokumen secara tertulis. Pelaksanaan pembelajaran di kelas tidak sesuai dengan RPP yang telah dibuat oleh guru. Pembelajaran terpusat pada guru tidak banyak aktifitas yang dicatat selain mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru kemampuan siswa mengemukakan pendapat maupun bertanya dan menjawab pertanyaan sangat kurang. Penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar siswa yang dilakukan berdasarkan indikator, dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun dalam bentuk lisan, pengamatan kinerja, sikap, keterampilan dan penilaian diri. Dalam menentukan penilaian hendaknya dengan menggunakan acuan kriteria, sistem penilaian berkelanjutan, hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut dan penilaian harus sesuai dengan pengalaman belajar yang dialami oleh siswa.Hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan kepekaan sosial yaitu guru tidak dapat langsung melaksanakan yang aktif, inovatif, efektif, kratif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai serta hasil pembelajaran kurang memuaskan, kepekaan sosial siswa tidak terbentuk.Sebagai pihak yang paling strategis dan memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan – kebijakan pendidikan pada tingkat sekolah diharapkan memberikan dorongan dan kesempatan yang seluas – luasnya kepada guru untuk mengembangkan potensinya melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, MGMP serta meningkatkan pengawasan terhadap kinerja guru yang berhubungan dengan proses pembelajaran seperti penyusunan rencana, pelaksanaan dan eveluasi pembelajaran.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjabarkan bagaimana pelaksanaan dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada program sekolah penggerak di SMPN 11 Kota Serang mulai dari proses, kurikulum yang digunakan,…
n, strategi, penyesuaian materi, produk, faktor pendukung dan penghambat serta evaluasinya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 13 (tiga belas) orang terdiri dari tiga guru penggerak di SMPN 11 Kota Serang (yakni Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum yang juga merupakan guru mapel dan guru mapel), empat guru mapel dan enam orang peserta didik. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dan empat teknik analisis data yaitu reduksi data, pengumpulan data, dokumentasi dan penyajian data. Terdapat tiga triangulasi data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil wawancara dengan informan SMP Negeri 11 Kota Serang mengungkapkan bahwa sekolah sudah menerapkan pendekatan pembelajaran yang di harapkan dalam kurikulum merdeka dengan melakukan pembelajaran berdiferensiasi. Ini menjadi langkah yang baik dalam mewujudkan tujuan dari kurikulum merdeka, yaitu memfasilitasi kebutuhan belajar yang berbeda-beda, dan pembelajaran yang berpusat membuat peserta didik lebih aktif dibanding pendidik dalam proses pembelajarannya, salah satunya dengan di adakannya Profil pelajar Pancasila.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter pada siswa di MTs Al-Ittihadiyah, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendidikan karakter merupakan aspek krusial…
dalam pembentukan moral dan kepribadian siswa, yang pada gilirannya akan berkontribusi terhadap kualitas individu dalam masyarakat. MTs Al-Ittihadiyah sebagai lembaga pendidikan berusaha menanamkan nilai-nilai ini melalui berbagai program dan aktivitas yang dirancang khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung proses pembelajaran dan kegiatan-kegiatan di sekolah yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Wawancara dilakukan dengan guru, siswa, dan orang tua untuk mendapatkan perspektif yang lebih mendalam mengenai pelaksanaan dan dampak pendidikan karakter. Analisis dokumen dilakukan terhadap materi pembelajaran dan kebijakan sekolah yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di MTs Al-Ittihadiyah berhasil menanamkan nilai-nilai moral dan religius kepada siswa. Nilai-nilai ini ditanamkan melalui berbagai kegiatan akademik dan ekstrakurikuler yang terstruktur. Misalnya, pelajaran agama dan kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah dan ceramah, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka dan diskusi kelompok yang mendorong kerjasama dan tanggung jawab. Para siswa menunjukkan peningkatan dalam sikap disiplin, kejujuran, dan kerjasama setelah terlibat dalam program-program ini. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan utama dalam pelaksanaan pendidikan karakter di MTs Al-Ittihadiyah. Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter anak-anak mereka. Selain itu, dinamika sosial siswa, seperti pengaruh teman sebaya dan lingkungan sekitar, juga menjadi faktor yang mempengaruhi efektivitas program pendidikan karakter. Beberapa siswa masih menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah, yang menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih holistik dan melibatkan berbagai pihak.
Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter. Kolaborasi ini dapat meningkatkan efektivitas program-program yang telah berjalan dan mengatasi tantangan-tantangan yang ada. Dengan dukungan yang kuat dari semua pihak, nilai-nilai karakter yang ditanamkan di sekolah dapat lebih efektif diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini juga menyarankan perlunya pengembangan program-program pelatihan bagi orang tua dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan karakter, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan moral dan karakter siswa.
Abstract:Sebelum mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menghadapi dunia pendidikan yang asli, terdapat kegiatan PLP (Pengenalan Lingkungan Persekolahan) yang mana kegiatan tersebut berupa pengenalan yang dilakukan…
n oleh mahasiswa untuk mengetahui apa saja yang ada di dunia pendidikan khususnya di sekolah. Kegiatan PLP ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebanyak 11 mahasiswa di SMP Negeri 18 Kota Serang, kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa tentang dunia pendidikan dan persekolahan secara langsung. Terdapat 4 prodi yang dikirim oleh kampus untirta untuk melakukan kegiatan praktek PLP, prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Ilmu Pengetahuan Alam, dan Prodi Bimbingan Konseling. Kegiatan PLP dilakukan selama kurang lebih 52 hari, terhitung mulai tanggal 17 September - 08 November 2024. Mahasiswa melakukan praktek kegiatan belajar mengajar sesuai dengan jurusan yang mahasiswa ampu di kampus berdasarkan modul ajar yang dibuat oleh masing - masing mahasiswa. Disamping kegiatan belajar mengajar, praktek PLP juga mengikuti acara sekolah sesuai dengan kalender pendidikan yang ada di smp 18 kota serang. Kegiatan tersebut meliputi pembinaan ekstrakulikuler, kegiatan P5 yang dilaksanakan dengan kegiatan wirausaha dan demokrasi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS periode 2024/2025, dan LDKS bagi siswa dan siswi osis terpilih.