Search Articles & Publications

Showing 1325 articles found for "Luas"

Peran Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan

Ahmad Muktamar, Aldi Setiawan, Dandy Saputra, Abdul Kadir Sumardi
Abstract:  Kepemimpinan memainkan peran krusial dalam pengambilan keputusan di berbagai tingkatan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran kepemimpinan dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan.… tusan. Melalui analisis literatur, ditemukan bahwa kepemimpinan memiliki dampak signifikan terhadap bagaimana keputusan dihasilkan, dievaluasi, dan diimplementasikan. Pertama, kepemimpinan efektif menciptakan lingkungan yang mendukung komunikasi terbuka dan kolaborasi di antara anggota tim, meningkatkan pemahaman bersama, dan mengurangi resistensi terhadap perubahan. Hal ini menciptakan landasan bagi pengambilan keputusan yang lebih baik karena melibatkan berbagai perspektif dan pengetahuan. Kedua, kepemimpinan berperan dalam memberikan arah dan visi yang jelas untuk organisasi. Dengan menetapkan tujuan yang terkait dengan nilai-nilai inti dan strategi organisasi, pemimpin membimbing tim dalam mengambil keputusan yang sejalan dengan misi perusahaan. Ketiga, pemimpin yang efektif memiliki kemampuan untuk mengelola konflik dan menangani ketidakpastian. Dalam situasi kompleks dan tidak pasti, kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan tepat pada waktunya dapat membantu organisasi menghadapi tantangan dan peluang dengan lebih baik. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang memberikan instruksi, tetapi juga melibatkan pendorong kolaborasi, pengelolaan konflik, dan penyediaan visi strategis. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang peran kepemimpinan dalam konteks pengambilan keputusan dapat menjadi landasan bagi pengembangan praktik kepemimpinan yang lebih efektif dan responsif terhadap dinamika organisasional. Penelitian lebih lanjut dan aplikasi praktis perlu terus ditekankan untuk mengoptimalkan dampak positif kepemimpinan dalam proses pengambilan keputusan.

Existence and Uniqueness of Fixed Points In Complex Value Metric Space

Nurul Huda, Siti Nafisah
Abstract: Himpunan yang dilengkapi dengan suatu metrik disebut ruang metrik dan dituliskan dengan (X,d). memperkenalkan konsep ruang metrik yang lebih baru, yaitu ruang metrik bernilai kompleks. Ruang metrik bernilai kompleks merupakan… pakan perumuman dari ruang metrik klasik. Selain itu, juga membahas tentang teorema titik tetap pada ruang metrik bernilai kompleks. Titik tetap merupakan suatu titik yang dipetakan ke dirinya sendiri. Kemudian, titik tetap mengalami perluasan menjadi titik tetap berpasangan. Titik tetap berpasangan adalah sepasang titik yang dipetakan ke masing-masing elemen pasangan titik tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan eksistensi dan ketunggalan titik tetap berpasangan pada ruang metrik bernilai kompleks. Penelitian dilakukan dengan membentuk barisan dari pemetaan F yang kontraktif di ruang metrik bernilai kompleks. Selanjutnya, membuktikan bahwa barisan tersebut adalah barisan Cauchy dan konvergen ke titik tetap berpasangan di F. Kemudian membuktikan bahwa F memiliki titik tetap berpasangan yang tunggal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemetaan F pada ruang metrik bernilai kompleks yang memenuhi salah satu dari tiga ketaksamaan dengan dua koefisien yang jumlahannya kurang dari satu memiliki titik tetap berpasangan yang tunggal.

Etika Dan Perilaku Moral

Syafri Fadillah Marpaung, Azwar Alamsyahdana, M. Rezi Syahbanda Nst, Jogi Pras
Abstract: Etika dan perilaku moral memegang peranan krusial dalam membentuk dasar nilai dan norma yang mengarahkan tindakan individu dan masyarakat. Penelitian ini menyelidiki konsep etika sebagai landasan filosofis untuk mengevaluasi… uasi apa yang dianggap benar atau salah. Perilaku moral, sebagai bentuk praktis dari etika, mencakup keputusan sehari-hari yang memengaruhi hubungan interpersonal dan dinamika sosial. Diskusi melibatkan keterkaitan antara etika dan perilaku moral, dampaknya terhadap individu dan kelompok, serta peran pentingnya dalam membentuk karakter dan keberlanjutan masyarakat. Penekanan pada pemahaman nilai-nilai moral universal dan implementasi mereka dalam konteks kultural menjadi sorotan utama. Penelitian ini merangkum konsep-konsep kunci dan tantangan dalam menjaga integritas etika dan perilaku moral di tengah kompleksitas dunia modern

Pengaruh Implementasi Strategi Terhadap Manajemen Lembaga Pendidikan Di Sekolah MIS Nurul Fadhilah

Nur Alfiana Kholizah, Dinda Aulia Sani, Fathia Hanifah, Ahmad Mukhlasin
Abstract: Manajemen Strategi adalah pelaksanaan yang berkesinambungan dalam mengatur, mengamati, memeriksa dan menilai setiap keperluan yang diharapkan oleh suatu perkumpulan dengan tujuan akhir untuk mencapai tujuannya. Perubahan… yang terjadi dengan cepat dalam perilaku organisasi akan memerlukan organisasii yang dapat terus menilai strategi. Organisasi mendapat manfaat dari penerapan manajemen strategis dengan terlebih dahulu menentukan keadaan mereka saat ini, mengembangkan dan mensosialisasikan strategi, dan kemudian mengevaluasi efisiensi strategi tersebut. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memutuskan pelaksanaan manajemen strategi dalam landasan pendidikan. Eksplorasi ini memanfaatkan penelitian kepustakaan. Dalam memperoleh informasi penelitian, para peneliti mengumpulkan, memecah, menyusun sumber-sumber dari artikel, buku, pemeriksaan masa lalu tentang pelaksanaan administrasi kunci di bidang persekolahan. Hasil penelitian menemukan bahwa dalam melaksanakan manajemen strategi dalam pendidikan harus mempertimbangkan beberapa sudut pandang, yaitu: 1) visi, misi dan manfaat dari landasan pendidikan, 2) tujuan jangka panjang, 3) menentukan sistem kebutuhan, 4) memerintahkan pelaksanaan penanda, 5) menggambarkan tujuan fungsional, 6) fokus pada kebutuhan aset (fisik, manusia, moneter), 7) mengamati dan melaksanakan fungsional mengantisipasi praktik sehari-hari dan premis yang dibukukan.

Sejarah Dan Peradaban Islam Pada Zaman Klasik

Mohamad Tabri, Azhariah Fatia, Lukmanul Hakim
Abstract: Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mendiskusikan tentang Sejarah peradaban islam pada zaman klasik, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodes perpustakaan dan analisis isi terhadap buku serta artikel-artikel… artikel yang berkaitan dengan meteri ini. Periode klasik (650-1250) merupakan periode ini terbagi kepada periode ekspansi, integrasi dan puncak kemajuan (650- 1000 M). Dibawah kepemimpinan para khalifah, Islam mengalami perluasan pengaruh yang sangat luas, kearah Barat melalui Afrika Utara Islam mencapai spanyol dan kearah Timur melalui Persia, Islam sampai ke India. Masa ini juga di tandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang agama dan kebudayan, bidang hukum, theology, tasawuf, filsafat dan ilmu pengetahuan. Fase disintegrasi (1000-1250 M) ditandai dengan perpecahan dan kemunduran politik umat Islam hingga berpuncak pada terenggutnya Baghdad oleh bala tentara Hulagu di tahun 1258 M. Perbedaan yang signifikan terdapat pada system pemerintahan. Pada masa Khulafaurrasyidin system pemerintahan dibangun dengan demokrasi, sedangkan masa Bani Umayyah dan Abbasiyah, system pemerintahannya berbentuk monarchi, yang menyebabkan perpecahan karena perebutan kekuasaan. Kata Kunci: Sejarah islam, klasik.

Tumpang Tindih Kewenangan dalam Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah

Muhammad Zaini, Mariani
Abstract: Setelah diamandemennya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006, kompetensi absolut peradilan agama diperluas. Pasal 55 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan… rbankan Syariah memperkuat kewenangan peradilan agama dalam menyelesaikan sengketa perbankan syariah. Polemik muncul ketika Penjelasan Pasal 55 ayat (2) juga memberikan kewenangan kepada peradilan umum menyelesaikan sengketa perbankan syariah. Sehingga berdampak pada tumpang tindihnya kewenangan dalam penyelesaian sengketa perbankan syariah.  Masalah ini lalu diajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Menurut Mahkamah Konstitusi, Penjelasan Pasal 55 ayat (2) bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Putusan Mahkamah Konstitusi masih menimbulkan perdebatan karena hanya menghapus Penjelasan Pasal 55 ayat (2), bukan menghapus pasalnya. Permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah lembaga peradilan manakah yang berwenang menyelesaikan sengketa perbankan syariah pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian yuridis normatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Putusan Nomor 93/PUU-X/2012 terkait kewenangan penyelesaian sengketa perbankan syariah dianggap sudah tepat, memutuskan bahwa penyelesaian sengketa perbankan syariah harus melalui peradilan agama sesuai dengan kompetensi absolutnya. Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut telah menghilangkan dualisme penyelesaian sengketa perbankan syariah.

Maturity Level Framework ITIL V3 Dalam Mengukur Kepuasan Mahasiswa terhadap Sistem Informasi Akademik

R Wisnu Prio Pamungkas, Akmal Najib, Bayu Dwimas Nuansyah, Fitri Sukaesih, Joni Setiawan, Wahyu Syafriadi
Abstract: Penelitian ini berfokus pada implementasi Information Technology Infrastructure Library (ITIL) versi 3 untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa terhadap Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Di era digital ini, penggunaan… Teknologi Informasi (TI) seperti SIAKAD sangat penting untuk mendukung kegiatan akademis dan non-akademis. Studi ini mencakup penilaian konektivitas jaringan, keamanan sistem, akses pengguna yang sesuai, serta evaluasi proses bisnis dan infrastruktur dalam SIAKAD. Untuk meningkatkan kinerja sistem, audit sistem informasi merupakan langkah penting. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lima penilaian yang dilakukan pada sistem informasi akademik masih berada pada level 3 atau level yang ditentukan dengan skor rata-rata 3,08.

Manajemen Konflik di Tempat Kerja Pada Solusi Konstruktif untuk Tim yang Harmonis

Andri Priadi, Widhi Wicaksono, Ramdan Yusuf, Syamsu Rijal, Adi Suroso
Abstract: Penelitian ini membahas implementasi manajemen konflik di tempat kerja dengan fokus pada solusi konstruktif untuk membangun tim yang harmonis. Melalui analisis mendalam terhadap latar belakang konflik di lingkungan kerja,… , penelitian ini mengeksplorasi strategi penyelesaian yang efektif dan dampaknya terhadap kesehatan organisasi. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk wawancara, observasi, dan tinjauan literatur. Temuan utama menunjukkan bahwa pemahaman konsep konflik dan penerapan teknik penyelesaian yang sesuai merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang seimbang. Pelatihan keterampilan komunikasi, pengembangan budaya inklusif, dan mendorong partisipasi aktif dalam penyelesaian konflik diidentifikasi sebagai solusi konstruktif yang efektif. Evaluasi dan pengukuran keberhasilan implementasi manajemen konflik menjadi aspek krusial dalam memastikan dampak positif. Penggunaan metode seperti penilaian kinerja tim, survei kepuasan anggota tim, dan evaluasi 360 derajat memberikan pemahaman yang holistik tentang pencapaian dan potensi perbaikan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman praktik manajemen konflik yang efektif dan berkelanjutan di lingkungan kerja. Dengan mengimplementasikan solusi konstruktif, organisasi dapat membentuk tim yang tidak hanya produktif tetapi juga harmonis, menciptakan dampak positif pada produktivitas dan kesejahteraan organisasi secara keseluruhan. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi untuk pengembangan program pelatihan dan strategi manajemen konflik yang dapat diintegrasikan ke dalam praktik kerja sehari-hari.

Evaluasi Kebijakan Pendidikan

Aisyah Alda, Wiene Surya Putra, Aminah Puspita Sari
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang evaluasi kebijakan pendidikan. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi literatur review. Penulis mengumpulkan berbagai salinan dokumen evaluasi kebijakan pendidikan.… ikan. Pada penelitian kajian pustaka ini yang digunakan adalah buku, dan jurnal nasional yang telah diringkas dan dianalisa. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Evaluasi kebijakan pendidikan merupakan suatu kegiatan untuk mengetahui suatu kebijakan pendidikan tersebut benar-benar tepat sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan serta memberikan dampak yang nyata terhadap masyarakat sesuai dengan apa yang diinginkan. Prosesnya harus dilakukan dalam penerapan analisis kebijakan pendidikan, agar dapat diketahui apakah kebijakan pendidikan tersebut bisa terlaksana dengan baik atau tidak, apa perlu adanya perubahan atau perbaikan. Sekaligus dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari kebijakan pendidikan tersebut diaplikasikan. Evaluasi kebijakan pendidikan bukan merupakan tahapan akhir dari sebuah proses kebijakan, dapat dilakukan ditengah proses analisis, dengan adanya pertimbangan program kebijakan itu mengarah kepada kegagalan atau kurang sesuai dengan keinginan yang diinginkan.

Evaluasi Kebijkan Pendidikan

Dwi Anjani, Wiene Surya Putra, Armayuza Yunita
Abstract: Evaluasi kebijakan pendidikan adalah sebuah prosedur yang digunakan untuk menilai seberapa besar suatu kebijkan pendidikan memberikan hasil menggunakan perbandingan antara tujuan dan target dengan hasil yang diperoleh. Prosedurnya… rosedurnya harus dikerjakan pada saat implementasi penerapan analisa kebijakan pendidikan, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan pendidikan tersebut berjalan dengan baik dan juga sering mendapatkan kendala, diperlukan perubahan atau hanya perbaikan. Selain itu evaluasi kebijakan pendidikan dapat memberikan kejelasan tentang kelebihan dan kekurangan atas kebijakan pendidikan yang diterapkan, dan kita juga dapat mengetahui segala dampak yang telah ditimbulkan oleh kebijakan pendidikan itu, apakah menimbulkan manfaat atau malah memberikan kerugian, kekacauan dan lain sebagainya. Pada tahap manajemen, proses evaluasi adalah tahapan terakhir dari proses pembuatan kebijakan pendidikan yang dapat melahirkan informasi yang digunakan untuk dapat menyempurnakan kebijakan pendidikan tersebut. Pengukuran terhadap keberhasilan kebijakan pendidikan merupakan salah satu prangkat yang sangat penting didalam suatu kegiatan evaluasi kebijakan pendidikan yang dapat digunakan sebagai pengukuran nilai dan manfaat yang dihasilkan dari kebijakan pendidikan yang diimplementasikan.