Abstract:Kekerasan terhadap perempuan merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan masih sering tidak disadari oleh korban maupun masyarakat akibat minimnya pemahaman mengenai dinamika viktimisasi, relasi kuasa, serta manipulasi…
si psikologis yang dilakukan pelaku. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai kekerasan terhadap perempuan ditinjau dari perspektif psikologi forensik melalui kegiatan webinar edukatif. Kegiatan dilaksanakan secara daring dalam bentuk webinar berjudul “Kekerasan terhadap Perempuan: Menurut Psikologi Forensik” dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat umum sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pemberian pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan setelah mengikuti kegiatan, serta sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan psikologi forensik, viktimologi, relasi pelaku-korban, serta konsep grooming dan manipulasi psikologis. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti webinar. Temuan ini menunjukkan bahwa webinar edukatif berbasis psikologi forensik efektif sebagai sarana psikoedukasi dan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan melalui peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat.
Abstract:Kegiatan magang di TVRI Sulawesi Selatan merupakan bentuk pengabdian mahasiswa di bidang jurnalistik penyiaran, khususnya pada unit redaksi. Mahasiswa diperkenalkan pada prosedur kerja redaksi dalam menyunting dan menyusun…
un naskah berita yang ditulis reporter. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang teknik penulisan dan penyuntingan berita televisi. Pelaksanaan magang terdiri dari tahap pembekalan, praktik di ruang redaksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menerapkan dasar-dasar news editing, menyunting naskah sesuai standar redaksi, serta memahami alur kerja produksi berita. Magang ini penting untuk memperkuat kompetensi calon jurnalis dalam bidang redaksi penyiaran.
Abstract:Pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan keluarga tidak terlepas dari ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung hal tersebut adalah pemanfaatan…
nfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi melalui pendekatan berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pengelolaan pekarangan di Posyandu Permata Anawai, Kota Kendari. Kegiatan dilaksanakan pada 28 September 2025 di Posyandu Permata Anawai, Wilayah Puskesmas Wua-Wua, Kota Kendari, peserta kegiatan yang hadir sebanyak 11 orang yang terdiri dari 2 kader Posyandu dan 9 Ibu Balita. Pelaksanaan kegiatan mencakup pemberian edukasi terkait pentingnya konsumsi pangan bergizi, melalui metode ceramah dan tanya jawab selama sekitar 60 menit, pendampingan praktik budidaya tanaman sayuran di pekarangan, serta penyaluran bibit tanaman kepada peserta. Penilaian kegiatan dilakukan secara kualitatif berdasarkan pengamatan terhadap keterlibatan peserta, tingkat antusiasme, dan respons selama kegiatan berlangsung. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan positif berupa meningkatnya kesadaran dan sikap peserta terhadap pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Partisipasi aktif kader Posyandu turut memperkuat proses edukasi gizi dan membuka peluang keberlanjutan kegiatan di lingkungan masyarakat. Meskipun belum didukung oleh pengukuran kuantitatif, kegiatan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan pekarangan yang terintegrasi dengan Posyandu berpotensi menjadi strategi pendukung penguatan ketahanan pangan keluarga. Untuk pengembangan selanjutnya, diperlukan penerapan metode evaluasi yang lebih terstruktur guna menilai dampak jangka panjang terhadap pola konsumsi dan kemandirian pangan rumah tangga.
Abstract:Penyalahgunaan narkotika di Indonesia merupakan masalah kompleks yang berpotensi menimbulkan relapse tinggi pasca rehabilitasi. Salah satu tantangan utama adalah ketiadaan instrumen evaluasi terstandar untuk menilai kesiapan…
apan perubahan perilaku dan kualitas hidup klien secara sistematis. Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan dalam meningkatkan motivasi perubahan perilaku dan kualitas hidup klien. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif quasi-experimental pretest-posttest pada 37 klien yang mengikuti program rehabilitasi selama 8–12 pertemuan. Kesiapan perubahan diukur dengan University of Rhode Island Change Assessment (URICA) dan kualitas hidup menggunakan WHOQOL-BREF. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor URICA dari 9,39 menjadi 10,77 dengan gain score 1,38 dan WHOQOL dari 248,59 menjadi 309,19 dengan gain score 60,59. Analisis statistik yang menggunakan paired sample t-test dan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p < 0,001 untuk kedua variabel, menandakan efektivitas program secara signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa program rehabilitasi BNNP Sulawesi Selatan efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kualitas hidup klien, sehingga dapat dijadikan model intervensi rehabilitasi berbasis bukti.
Abstract:Stigma sosial terhadap ekspresi gender non-konformis seperti laki-laki feminin (label boti) di lingkungan magang menciptakan konflik identitas dan menghambat kinerja profesional mahasiswa akibat norma maskulinitas hegemonik…
nik yang kaku. Pengabdian ini menerapkan psikoedukasi tatap muka kontekstual pada 12 mahasiswa magang menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest untuk meningkatkan pengetahuan identitas seksual, strategi coping stigma kerja. Metode mencakup diskusi kasus magang, role-playing simulasi rumah sakit, dan refleksi diri selama 120 menit. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan dari mean pretest 4.17 menjadi posttest 7.00 (paired t-test sig=0.001), Psikoedukasi mengisi research gap transisi karier yang absen pada studi homoseksualitas umum atau kekerasan gender, menghasilkan model replikasi kurikulum magang inklusif nasional.
Abstract:Peningkatan penggunaan obat herbal di masyarakat tidak selalu diikuti pemahaman yang memadai mengenai aspek keamanan, mutu, dan potensi interaksi dengan obat medis. Kondisi ini menyebabkan masyarakat rentan mengonsumsi produk…
roduk yang tidak memiliki izin edar, mengandung klaim berlebihan, atau bahkan berisiko secara kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai pemilihan obat herbal yang aman melalui penyuluhan langsung dan distribusi leaflet edukatif. Kegiatan dilaksanakan kepada pasien dan keluarga pasien di Apotek rawat jalan RSUD Bahteramas kota Kendari. Edukasi diberikan melalui ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi cara memverifikasi izin edar BPOM. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran peserta dalam menilai legalitas, keamanan, dan klaim produk herbal, termasuk pemahaman terhadap potensi interaksi dengan obat medis. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kemampuan masyarakat melakukan swamedikasi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi mengenai manajemen stres dan beban kerja yang disajikan dalam bentuk infografis pada karyawan PT Kalla Inti Karsa. Latar belakang kegiatan ini didasarkan…
pada hasil observasi lapangan dan analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa karyawan mengalami tekanan kerja tinggi serta beban tugas yang berdampak pada munculnya stres, kelelahan mental, dan menurunnya motivasi kerja. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, peneliti mengembangkan media psikoedukatif berupa infografis yang ditampilkan dalam standing banner sebagai sarana informasi yang mudah dipahami dan dapat diakses oleh seluruh karyawan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan kuesioner Google Form, sedangkan evaluasi efektivitas psikoedukasi dianalisis secara deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyajian informasi melalui infografis mampu meningkatkan pemahaman karyawan mengenai stres kerja, faktor penyebabnya, serta strategi pengelolaannya. Selain itu, karyawan melaporkan adanya peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pengaturan beban kerja dan manajemen diri dalam menghadapi tuntutan pekerjaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa infografis merupakan media yang efektif untuk menyampaikan informasi psikoedukatif secara praktis dan mudah diterima di lingkungan kerja.
Abstract:PT Mallomo, sebagai unit bisnis dari Bosowa Transportation di Maros, Sulawesi Selatan, berfokus pada jasa trucking dan sangat mengandalkan ketepatan serta kecepatan pelayanan dalam aktivitas pengiriman muatan. Kualitas pelayanan,…
elayanan, baik internal maupun eksternal, menjadi faktor kunci dalam industri jasa logistik ini. Namun, hasil wawancara dengan bagian HR Bosowa Transportation mengidentifikasi adanya tantangan terkait kualitas pelayanan yang dipicu oleh kurangnya komunikasi antar divisi, kerja sama, dan sikap profesionalisme karyawan. Untuk merespons kebutuhan ini, diselenggarakan program psikoedukasi mengenai Service Excellence. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di PT Mallomo Trucking pada 27 November 2025 , melibatkan 15 orang karyawan. Materi psikoedukasi dirancang untuk memperkuat komunikasi internal dan eksternal, membangun kepercayaan tim, serta menanamkan pemahaman mendalam tentang Service Excellence. Hasil evaluasi pasca kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif. Peserta menilai dan menyatakan Sangat Puas 38% dan sisanya merasa Puas 62% terhadap penyelenggaraan kegiatan. 54% peserta menilai materi yang dibahas Sesuai dan 46% Sangat Sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka. Peserta menunjukkan tingkat Paham 54% hingga Sangat Paham 46% terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, peserta juga menilai penjelasan pemateri Jelas 46% dan 54% Sangat Jelas. Oleh karena itu, psikoedukasi ini dinilai efektif dalam membangun fondasi pengetahuan yang kuat, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan sikap profesionalisme dan kualitas Service Excellence PT Mallomo secara menyeluruh.
Abstract:Work engagement merupakan salah satu aspek penting yang mencerminkan keterlibatan karyawan secara fisik, emosional, dan kognitif dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat work engagement…
ent karyawan PT. Baruga Asrinusa Development pada tiga dimensi utama, yaitu vigor, dedication, dan absorption. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan produksi yang berjumlah 45 orang, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran Utrecht Work Engagement Scale-17 (UWES-17) versi Indonesia yang terdiri dari tiga dimensi penilaian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif melalui IBM SPSS untuk melihat nilai rata-rata, standar deviasi, dan persentase masing-masing dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat work engagement karyawan berada pada kategori sedang–tinggi, dengan nilai rata-rata skor total sebesar 46,53. Dimensi dedication menjadi aspek yang paling dominan, sedangkan vigor berada pada kategori moderat. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa karyawan memiliki keterlibatan emosional dan kognitif yang cukup baik dalam menjalankan pekerjaan, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan pada aspek energi dan ketahanan kerja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang strategi pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan keterikatan kerja secara optimal.
Abstract:Paparan debu tambang merupakan salah satu faktor lingkungan yang meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada masyarakat pesisir, terutama di wilayah dengan aktivitas pertambangan yang intensif seperti Desa Banggina, Kecamatan…
amatan Motui, Kabupaten Konawe Utara. Kondisi ini berkontribusi pada tingginya angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah tersebut, sementara tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan masker sebagai upaya pencegahan paparan debu tambang. Penyuluhan dilakukan melalui media poster dan diskusi interaktif, yang melibatkan 20 peserta yang terdiri atas pekerja tambang dan warga sekitar. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat, di mana kategori pengetahuan baik meningkat dari 15% pada pre-test menjadi 75% pada post-test, dengan nilai rata-rata 6,5500 pada pre-test menjadi 8,1500 pada post-test. Nilai p=0,00 mengindikasikan perbedaan yang bermakna secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman serta mendorong perilaku protektif melalui penggunaan masker sebagai langkah mitigasi risiko paparan debu tambang.