Abstract:The main problem faced by SMA Negeri 1 Dolok Batu Nanggar in implementing the Independent Curriculum is the readiness and competence of teachers in implementing innovative learning methodologies that are in accordance with…
th the demands of the curriculum. This community service activity aims to improve teacher competence, strengthen learning infrastructure, and support school readiness in implementing the Independent Curriculum in the school. The implementation of this activity consists of several stages: socialization, training, technology procurement, mentoring, and periodic evaluation. Socialization introduces the essence of the Independent Curriculum and the role of teachers in its implementation. Intensive training is provided regarding innovative learning methods, including flipped classrooms and project-based learning. The procurement of technological devices such as CCTV, digital library applications, and laptop speakers aims to support an interactive and modern learning environment. Mentoring is also carried out in the preparation of teaching modules that are relevant to the new curriculum. The results of the activity show an increase in teacher competence in implementing innovative learning methods and strengthening technological infrastructure in schools. This activity emphasizes the importance of ongoing training and monitoring to ensure effective and sustainable curriculum implementation.
Keywords: Merdeka Curriculum; teacher training; learning innovation; learning technology; project-based learning.
Abstrak: Permasalahan utama yang dihadapi oleh SMA Negeri 1 Dolok Batu Nanggar dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah kesiapan dan kompetensi guru dalam menerapkan metodologi pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan tuntutan kurikulum tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat infrastruktur pembelajaran, dan mendukung kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari beberapa tahap: sosialisasi, pelatihan, pengadaan teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkala. Sosialisasi memperkenalkan esensi Kurikulum Merdeka dan peran guru dalam penerapannya. Pelatihan intensif diberikan terkait metode pembelajaran inovatif, termasuk flipped classroom dan pembelajaran berbasis proyek. Pengadaan perangkat teknologi seperti CCTV, aplikasi perpustakaan digital, dan pengeras suara laptop bertujuan mendukung lingkungan belajar yang interaktif dan modern. Pendampingan juga dilakukan dalam penyusunan modul ajar yang relevan dengan kurikulum baru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif dan penguatan infrastruktur teknologi di sekolah. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan pemantauan untuk memastikan penerapan kurikulum yang efektif dan berkesinambungan.
Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; pelatihan guru; inovasi pendidikan; teknologi pendidikan; pembelajaran berbasis proyek.
Abstract:Abstract: One of the prioritized areas of knowledge is mastery of information technology on computers as a sustainable generation prepares to welcome Golden Indonesia in 2045. Canva and capcut training are part of efforts…
s to develop 21st-century skills. This training is carried out to prepare teachers and students to become people who have innovative ideas for carrying out learning. SD Negeri 150, located at Jl. TP Demsi Husin Darmajaya Gandus, Pulo Kerto, Gandus District, Palembang City, served as the venue for this activity. The results of the observations made showed that the level of enthusiasm, communication skills, and creativity of teachers and students increased significantly, as evidenced by the publication of projects carried out during the training, which were shared via social media and teacher and principal communication groups.
Keywords: canva dan capcut; innovation; teacher
Abstrak: Salah satu bidang ilmu pengetahuan yang diprioritaskan adalah penguasaan teknologi informasi pada komputer, sebagai generasi keberlanjutan dalam menyiapkan tokoh berikutnya untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Tuntutan abad ke-21 merujuk pada keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dianggap penting untuk sukses dalam era globalisasi dan teknologi yang berkembang pesat. Pelatihan Canva dan capcut merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan keterampilan abad 21. Pelatihan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan para guru dan peserta didik menjadi orang yang memiliki ide inovasi dalam melaksanakan pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 150, yang beralamatkan di Jl. TP Demsi Husin Darmajaya Gandus, Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup pengumpulan data dari bahan pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil pengamatan yang dilakukan, bahwa tingkat antusias, keterampilan berkomunikasi, kreativitas guru, dan peserta didik meningkat secara signifikan, dibuktikan dengan publikasi projek yang dikerjakan selama pelatihan yang dibagikan melalui medsos, dan grup komunikasi guru dan Kepala Sekolah.
Kata kunci: canva dan capcut; inovasi; guru
Abstract:Abstract: Improving the competence of English teachers is necessary to make English learners more qualified. Technological developments and the demands of the global era have created problems in ELT, one of which is the…
limited competence of teachers to conduct creative and innovative learning. Training is one solution to improve teachers’ pedagogical competence in implementing learning. Innovative and Creative-Based Training is training to develop teacher pedagogical competence in learning English through technology integration in the classroom. The training is attended by English teachers online. The training presents some materials on social media and technology for teaching English. The training participants reported that their knowledge of how to teach creatively and innovatively through integrating technology in the classroom improved after attending this training. This report is obtained from analyzing the questionnaire results after the training activities.
Keywords: pedagogic competence, innovative, creative, learning
Abstrak: Peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris menjadi suatu kebutuhan dalam upaya menjadikan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih berkualitas. Perkembangan teknologi dan tuntutan jaman meninggalkan beberapa masalah, salah satunya adalah keterbatasan kompetensi guru untuk melaksanakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Pelatihan menjadi salah satu solusi meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan pembelajaran. Innovative and Creative Based Training merupakan pelatihan pengembangan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui integrasi teknologi di kelas. Pelatihan diikuti oleh guru bahasa Inggris SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Purbalingga. Kegiatan pelatihan di-lakukan secara daring atau online. Pelatihan menyajikan materi tentang penggunaan media sosial dan teknologi untuk pengajaran Bahasa Inggris. Peserta pelatihan menyampaikan bahwa setelah mengikuti pelatiahn ini pengetahuan mereka terkait bagaimana mengajar yang kreatif dan inovatif melalui integrasi teknologi di kelas. Hal ini diperoleh dari analisis hasil angket yang diberikan setelah kegiatan pelatihan.
Kata kunci: kompetensi; kreatif; inovatif; pedagogik; pembelajaran
Abstract:Abstract: Along development process of teaching activities in classroom has many challenges and demands. The increasing number information channels that can be accessed by students so that teacher often lags far behind the…
he updated information that has been received. Therefore teacher is forced to compensate by looking for various additional information. One of the learning strategies that has not been widely applied today is the e-learning strategy. Edmodo is a paid e-learning website that can be utilized teachers implementing learning strategies. But there are still many teachers who do not know and utilize it to fullest helping learning process in the classroom. The method used this training is lecture, discussion and direct practice. The lecture method and discussion are used to convey information relating the theories and benefits of applying edmodo. With direct practice, teachers will be more understanding in applying edmodo. It is expected that after this training, teachers are able compile learning materials in e-learning online so that teachers are not only fixated on conventional learning models. After that, the teacher can implement e-learning in the class he is teaching. Starting from listening material, making assignments given through assignments and online quizzes for the subjects they teach.
Keywords: Learning Strategy, e-Learning, Edmodo
Abstrak: Seiring perkembangan zaman proses kegiatan mengajar di kelas memiliki banyak tantangan dan tuntutan. Semakin banyaknya jalur informasi yang dapat diakses oleh siswa sehingga tidak jarang guru tertinggal jauh dari updatenya informasi yang sudah diterima oleh siswa. Oleh karena itu guru dipaksa harus mengimbanginya dengan mencari berbagai informasi tambahan. Salah satu strategi belajar yang belum banyak diterapkan saat ini adalah strategi belajar e-learning. Edmodo merupakan website e-learning tidak berbayar yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam menerapkan strategi belajar e-learning. Namun masih banyak guru yang belum mengetahui dan memanfaatkannya secara maksimal dalam membantu proses belajar mengajar di kelas. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu ceramah, diskusi dan praktek langsung. Metode ceramah dan diskusi digunakan untuk menyampaikan informasi yang berkaitan dengan teori-teori dan manfaat menerapkan edmodo. Dengan praktek langsung, guru-guru akan lebih memahami dalam menerapkan edmodo. Diharapkan setelah diadakan pelatihan ini, guru-guru SMA IT Plus Bazma Brilliant mampu menyusun materi pembelajaran secara e-learning online sehingga guru tidak hanya terpaku pada model pembelajaran konvensional saja. Setelah itu, guru dapat mengimplementasikan pembelajaran e-learning di dalam kelas yang diampunya. Mulai dari menguploud materi, membuat tugas yang diberikan melalui fitur assignment dan kuis online untuk mata pelajaran yang diajarnya.
Kata kunci: Strategi Belajar, e-Learning, Edmodo
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten latihan dan soal yang merepresentasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada buku teks Matematika kelas VII SMP terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,…
et, dan Teknologi sebagai bahan ajar Kurikulum Merdeka. Anifarka & Rosnawati (2023) menyatakan bahwa buku teks yang berkualitas seyogianya mampu memfasilitasi perkembangan kognitif peserta didik selaras dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah analisis isi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen analisis merujuk pada dimensi kognitif C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), dan C6 (Menciptakan) berdasarkan revisi taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl (2001). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dari total 485 butir soal dan aktivitas yang tersebar pada enam bab, sebanyak 147 butir (30,31%) tergolong dalam kategori HOTS. Distribusi HOTS tertinggi ditemukan pada Bab 5 tentang Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (38,46%), sedangkan terendah pada Bab 1 tentang Bilangan (22,80%). Level kognitif yang paling dominan adalah C4-Menganalisis (58,50%), diikuti C5-Mengevaluasi (28,57%), dan C6-Mencipta (12,93%). Temuan ini mengindikasikan bahwa buku teks Kurikulum Merdeka telah mengintegrasikan HOTS secara lebih sistematis dibandingkan kurikulum sebelumnya (Fanani, 2018)meskipun proporsinya perlu ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21.
This study aims to analyze the content of exercises and questions representing higher-order thinking skills (HOTS) in the Mathematics textbook for grade VII junior high school published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology as teaching materials for the Independent Curriculum. Anifarka & Rosnawati (2023) stated that a quality textbook should be able to facilitate students' cognitive development in line with the established learning outcomes. The method applied in this study is content analysis with a qualitative descriptive approach. The analysis instrument refers to the cognitive dimensions C4 (Analyzing), C5 (Evaluating), and C6 (Creating) based on the revised Bloom's taxonomy by Anderson & Krathwohl (2001). The research findings indicate that of a total of 485 questions and activities spread across six chapters, 147 items (30.31%) are classified as HOTS. The highest HOTS distribution was found in Chapter 5 on Linear Equations and Inequalities with One Variable (38.46%), while the lowest was in Chapter 1 on Numbers (22.80%). The most dominant cognitive level is C4-Analyzing (58.50%), followed by C5-Evaluating (28.57%), and C6-Creating (12.93%). This finding indicates that the Independent Curriculum textbooks have integrated HOTS more systematically than the previous curriculum (Fanani, 2018), although the proportion needs to be increased to meet the demands of 21st-century learning.
Abstract:Dalam memberikan pelayanan, baik publik maupun sosial, terdapat aturan formal yang biasa dikenal dengan istilah standard operational procedure (SOP). SOP memberi tuntutan kepada petugas agar bekerja melayani secara profesional.…
sional. Secara praktis, kinerja profesional seringkali dipisahkan dari kinerja pelayanan. Kinerja pelayanan memiliki objek pelayanan berupa manusia yang membutuhkan uluran bantuan, sehingga aspek rasa perlu dilibatkan agar pelayanan dapat diberikan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep empati sebagai landasan yang perlu diperhatikan dalam memberikan pelayanan berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan Hadits. Temuan data dianalisis menggunakan teori hermeneutika melalui diskursus terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan didukung dengan teks-teks Hadits. Hasil dari penelitian ini adalah adanya ayat Al-Qur’an dan teks Hadits yang membahas soal nilai dan praktik empati dalam bentuk (1) anjuran dan perintah dalam membantu sesama dengan bantuan yang baik, tindakan yang baik, dan tutur kata yang baik, (2) larangan untuk menghina, menyakiti, dan merendahkan orang lain, dan (3) Rasulullah sebagai representasi sikap empati dalam membantu sesama. Penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pengaplikasian nilai empati dalam kinerja profesional untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan tepat rasa kepada subjek pelayanan atau masyarakat.
Abstract:Keadilan adalah nilai fundamental yang mendasari interaksi sosial dan sistem hukum di seluruh dunia. Dalam Islam, konsep keadilan tidak hanya merupakan tuntutan moral tetapi juga prinsip yang tercantum dalam ajaran agama,…
, terutama Al-Qur'an. Studi ini mengeksplorasi pengaruh konsep keadilan dalam Al-Qur'an dan relevansinya dalam sistem hukum modern. Penelitian ini membahas berbagai ayat yang menekankan keadilan, interpretasi, serta aplikasinya dalam hukum Islam. Dengan pendekatan studi literatur kualitatif, kajian ini menyoroti tantangan dalam penerapan keadilan Qur’ani di era kontemporer dan menyarankan reformasi sistem hukum agar lebih adil. Hasil penelitian menekankan pentingnya keadilan sebagai pilar utama dalam membangun masyarakat yang beradab, mencakup aspek sosial dan ekonomi
Abstract:Seni pertunjukan, khususnya tarian daerah, berperan penting dalam merefleksikan dan memperbarui estetika budaya tradisional dalam konteks etika kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses reinterpretasi…
tasi estetika tradisional dalam tarian daerah serta dampaknya terhadap keberlanjutan budaya. Metode penelitian menggunakan studi literatur sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisis teori-teori terkait, dengan fokus pada interaksi antara estetika tradisional dan nilai-nilai etika kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian daerah menggabungkan elemen estetika tradisional seperti gerakan, kostum, dan musik dengan nilai-nilai etika kontemporer yang muncul akibat globalisasi dan perkembangan teknologi. Penafsiran ulang elemen tradisional memungkinkan seniman untuk menciptakan karya yang relevan dan menarik di era modern, sekaligus menjaga keberlanjutan budaya. Studi kasus seperti Tari Pendet dan Tari Saman menunjukkan bagaimana reinterpretasi dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya sambil beradaptasi dengan tuntutan kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun reinterpretasi membawa tantangan dalam menjaga autentisitas, ia juga membuka peluang untuk pelestarian dan inovasi budaya yang lebih luas. Dengan demikian, seni tarian daerah tetap menjadi medium vital dalam melestarikan dan memperbarui warisan budaya di tengah dinamika zaman.
Abstract:Di era globalisasi, pendidikan Islam menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan tuntutan kontemporer yang dinamis dan kompleks. Salah satu tantangan utama adalah memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berubah, termasuk…
suk peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kurikulum yang relevan, dan penguatan kompetensi guru. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepercayaan umat Muslim. Namun, pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan masyarakat. Strategi manajemen pendidikan Islam yang efektif diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Pendidikan karakter dimaknai sebagai sistem penanaman nilai-nilai karakter yang mencakup pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan tindakan untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama makhluk hidup, lingkungan, dan bangsa. Selain itu, globalisasi telah memengaruhi penyelenggaraan pendidikan, termasuk tujuan, proses, hubungan siswa-guru, etika, dan metode. Al-Ghazali, seorang tokoh Muslim terkemuka, menekankan bahwa pendidikan harus bertujuan untuk mencetak manusia yang sempurna di dunia dan akhirat. Ia percaya bahwa manusia dapat mencapai kesempurnaan dengan menuntut ilmu dan mengamalkannya. Perspektif Al-Ghazali tentang pendidikan menyoroti pentingnya menyeimbangkan aspek duniawi dan spiritual, dengan menekankan pada pencapaian kebahagiaan di kedua alam tersebut.
Abstract:Kinerja organisasi pemerintah daerah sangat dipengaruhi oleh kebijakan rekrutmen dan seleksi pegawai yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kebijakan rekrutmen dan seleksi pegawai di pemerintah…
ah daerah serta dampaknya terhadap kinerja organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review. Sumber data yang digunakan adalah literatur akademik, jurnal, buku, dan dokumen resmi terkait kebijakan rekrutmen dan seleksi serta kinerja organisasi pemerintah daerah. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis konten terhadap sumber-sumber literatur yang telah dipilih. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan kebijakan rekrutmen dan seleksi pegawai di pemerintah daerah cenderung dilakukan secara terstruktur dan transparan. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal konsistensi dan efisiensi proses seleksi. Dampak kebijakan rekrutmen dan seleksi pegawai terhadap kinerja organisasi pemerintah daerah sangat signifikan, terutama dalam meningkatkan produktivitas, motivasi, dan komitmen pegawai, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Implementasi kebijakan rekrutmen dan seleksi pegawai yang efektif dapat meningkatkan kinerja organisasi pemerintah daerah. Penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki proses rekrutmen dan seleksi serta memastikan bahwa kebijakan yang ada sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman.