Search Articles & Publications

Showing 129 articles found for "Tuntutan"

Analisis Manajemen Stres Dan Kesehatan Mental Pekerja Di Era Digital

Syavira Desputri, Susilawati
Abstract: Stres kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tuntutan kerja yang tinggi, kurangnya kontrol, dan dukungan sosial yang kurang di tempat kerja. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis literatur terkait manajemen… stres dan kesehatan mental pekerja di era digital, dengan fokus pada strategi manajemen stres efektif dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Metode tinjauan literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis artikel-artikel terbaru yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan seperti edukasi manajemen stres, teknik relaksasi, dan pendekatan psikodinamik dan kognitif perilaku dapat membantu mengurangi gejala fisik dan psikologis stres serta meningkatkan kesejahteraan karyawan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor penyebab stres dan strategi manajemen yang tepat, lingkungan kerja dapat dibuat lebih sehat dan produktif di era digital yang dinamis ini.

Persinggungan Hak Ex Officio Hakim Dan Ultra Petitum Partium Dalam Perkara Perceraian

Muhammad Panjiraka Siwi, Rizki Firmansyah, Diana Putri Natalia, Sindu Adi Dewanto, Haza Iryadul F.B., Muhammad Marizal
Abstract: Perceraian di Pengadilan Agama merupakan ranah hukum yang kompleks, melibatkan berbagai aspek sosial, kultural, dan hukum. Sehingga peran hakim vital dengan konsep hukum progresif sebagai landasan maka muncul tantangan implementasi… mplementasi ex officio hakim, ultra petitum partium, konsep judge made law, dan hukum progresif dalam konteks perceraian di Pengadilan Agama. Hukum progresif, yang diperkenalkan oleh Satjipto Rahardjo, menjadi penting dalam merespons ketidakpuasan terhadap penerapan ilmu hukum positif. Hakim dalam era hukum progresif diharapkan tidak hanya sebagai penegak aturan, melainkan sebagai arsitek hukum yang dapat menciptakan keadilan responsif terhadap realitas sosial. Dalam konteks perceraian, hakim memiliki kewenangan ex officio, memungkinkan mereka bertindak tanpa harus terbatas pada tuntutan pihak yang bersengketa. Namun, pelaksanaan ex officio hakim dihadapkan pada pembatasan, termasuk prinsip ultra petitum partium yang mengatur batas wewenang hakim agar tidak melampaui tuntutan yang diajukan. Keseluruhan, artikel ini membahas bagaimana hukum progresif, ex officio hakim, ultra petitum partium, dan judge made law berinteraksi dalam ranah perceraian di Pengadilan Agama. Implementasi konsep-konsep tersebut menjadi krusial dalam mencapai keadilan yang responsif dan seimbang, sambil tetap memperhatikan hak-hak individu yang terlibat dalam persengketaan perceraian.

Perlindungan Hak Cipta Atas Plagiarisme Karya Seni Menggunakan Artificial Intelligence (AI) Yang Dikomersilkan

Putriana Budhi Pinasty, Vonny Fatikha Azzahra, Zhafira Ananta, Karina Alifia Maharani, Nur Astapia
Abstract: Dalam era kemajuan teknologi digital, Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu contoh bukti nyata teknologi semakin berkembang. Peran Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara seseorang menciptakan dan mengonsumsi… onsumsi karya seni. Meskipun AI memberikan manfaat signifikan dalam industri kreatif, bahkan dapat menggantikan peran manusia yang sebenarnya manusia adalah aspek terpenting dalam menciptakan sebuah karya semi. Kemampuan AI untuk meniru gaya seniman terkenal menimbulkan tantangan baru terkait hak cipta dan plagiarisme. Pasalnya dengan kecanggihan dari AI ini menimbulkan oknum tertentu menggunakan AI untuk menjiplak atau meniru karya orang lain.  hal ini membuat para peseni khawatir akan karya yang dihasilkan dapat ditiru oleh AI atau oknum yang memanfaatkan AI untuk meniru. Penelitian ini mengkaji perlindungan hak cipta atas karya seni yang dihasilkan oleh AI di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif normatif melalui analisis literatur dan perundang-undangan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa UU Hak Cipta belum secara tegas mengatur karya seni buatan AI, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan risiko pelanggaran hak cipta. Pertanggungjawaban atas pelanggaran hak cipta yang dihasilkan melalui AI dapat berbentuk tuntutan perdata, pidana, dan korporasi, serta memerlukan penyesuaian dalam kerangka hukum yang ada. Penelitian ini menyimpulkan perlunya regulasi yang jelas untuk melindungi hak cipta karya seni buatan AI serta memastikan keadilan dan efektivitas perlindungan hukum di era digital.

Menggali Kepatuhan Wajib Pajak: Peran Persepsi Kemudahan dan Sanksi dalam Implementasi Coretax

Candra Prayoga, Novia Nur Fitria, Naelli Rusdiana Fitri, Ari Fahimatussyam Putra Nusantara
Abstract: Perkembangan digitalisasi perpajakan di Indonesia mendorong hadirnya sistem administrasi Coretax sebagai upaya pembaharuan layanan perpajakan yang terintegrasi. Penelitian ini dilakukan untuk menggali ketaatan wajib pajak… k dalam implementasi Coretax dengan menekankan pada peran persepsi kemudahan penggunaan sistem dan pengaruh sanksi perpajakan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif menggunakan teknik wawancara mendalam kepada wajib pajak orang pribadi karyawan yang memanfaatkan sistem Coretax dalam melaporkan SPT Tahunan. Temuan pada penelitian ini membuktikan bahwa mayoritas wajib pajak masih menghadapi kendala pada tahap awal penggunaan sistem, khususnya dalam memahami fitur-fitur yang tersedia serta alur pelaporan pajak. Namun, setelah memperoleh pendampingan dan pengalaman penggunaan, wajib pajak mulai merasakan kemudahan dari layanan yang terintegrasi dalam satu platform. Selain itu, sanksi perpajakan dan tuntutan administratif dari lingkungan kerja juga menjadi faktor yang mendorong kepatuhan wajib pajak dalam pelaporan pajak. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan wajib pajak dalam implementasi Coretax dipengaruhi oleh interaksi antara penerimaan teknologi dan faktor perilaku. The development of tax digitalization in Indonesia has encouraged the implementation of the Coretax administrative system as an effort to modernize and integrate tax services. This study aims to examine taxpayer compliance in the implementation of Coretax by emphasizing the role of perceived ease of use of the system and the influence of tax sanctions. The research employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews with individual employee taxpayers who utilized the Coretax system to file their Annual Tax Returns. The findings reveal that the majority of taxpayers still encountered difficulties during the initial stage of system usage, particularly in understanding the available features and the tax reporting procedures. However, after receiving assistance and gaining experience in using the system, taxpayers began to perceive the convenience offered by the integrated services within a single platform. In addition, tax sanctions and administrative demands from the workplace environment were also identified as factors encouraging taxpayer compliance in tax reporting. This study indicates that taxpayer compliance in the implementation of Coretax is influenced by the interaction between technology acceptance and behavioral factors..

Hubungan Teman Sebaya Terhadap Tingkat Stress Pada Remaja

Ahmad Syehifi, Eka Noviana Nasriyanto, Cici rosnita J.idu
Abstract: Latar Belakang: Stres merupakan suatu kondisi tertekan yang disebabkan adanya ketidak sesuaian antara tuntutan yang diterima oleh individu dengan kemampuan untuk mengatasinya. Dukungan sosial teman sebaya memiliki dampak&#8230; positif bagi remaja, berupa kenyamanan secara fisik dan psikologis sehingga individu merasa dicintai,diperhatikan, dan dihargai sebagai bagian dari kelompok social. Tujuan: untuk mengetahui Hubungan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Tingkat Stres Belajar Pada Remaja di SMK AZ-AZHRA Kabupaten Tangerang. Metode penelitian: penelitian yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan uji chi-square dengan teknik random sampling sebanyak 146 responden dari SMK Az-Zahra. Hasil: Hasil nilai distribusi frekuensi karakteristik usia 17 tahun sebesar 38.4 %. Dan hasil analisa hubungan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stress di SMK AZ-AZHRA terdapat nilai p-value sebesar 0.00 <0.05. kesimpulan: Hubungan dukungan teman sebaya mempunyai pengaruh terhadap tingkat stress di SMK AZ-AZHRA Kab.Tangerang. Saran: sebagai referensi untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres belajar pada remaja di SMK AZ-AZHRRA Kabupaten Tangerang.

Pengaruh Self Esteem Dan Self Confidence Terhadap Academic Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir

Jihan Mutia, Dewi Nur Puspita Sari, Zahrah Maulidia Septimar
Abstract: Pendahuluan: Self esteem merupakan penilaian individu tentang nilai personal diri sendiri. Self confidence merupakan rasa percaya diri yang dimiliki seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki. Academic burnout merupakan&#8230; kondisi dimana individu merasakan kelelahan yang diakibatkan tuntutan akademik. Jika self esteem dan self confidence berada pada kategori tinggi maka academic burnout pada mahasiswa akan rendah. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Self Esteem dan Self Confidence Terhadap Academic Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Tingkat Akhir. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian desain penelitian kuantitatif. Teknik Sampel: Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 192 mahasiswa tingkat akhir. Jumlah Sampel: Sampel berjumlah 192 responden. Analisis Data: Analisis data menggunakan Chi-Squere. Hasil Penelitian: Dari 192 mahasiswa mayoritas berusia 20-24 tahun, berjenis kelamin perempuan 84,4% dan laki-laki 15,6%, self esteem dan self confidence pada mahasiswa tingkat akhir dominan masuk kategori sedang sebanyak 56,8% dan 53,1%, serta mayoritas masuk dalam academic burnout rendah sebanyak 66,1%. Hasil uji Chi-Squere diperoleh nilai p-value 0,000 < 0,05 yang artinya ada pengaruh antara self esteem dan self confidence terhadap academic burnout pada mahasiswa tingkat akhir. Kesimpulan: Penelitian ini dapat menjadi acuan untuk mendapatkan gambaran antara ketiga variabel tersebut sehingga dapat memberikan intervensi keperawatan pada mahasiswa.

Bimtek Pengenalan Teknologi Cloud Computing Berbasis Docker untuk Guru di SMK Negeri 1 Tanjung Raya

Rahayu Trisetyowati Untari, Faiza Rini, Thomson Mary
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjung Raya dalam memahami dan mengimplementasikan teknologi Cloud Computing berbasis Docker.&#8230; r. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep cloud, rendahnya keterampilan praktis dalam penggunaan teknologi containerization, serta belum tersedianya modul pembelajaran yang aplikatif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui bimbingan teknis (bimtek) yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung penggunaan Docker Desktop dan Docker CLI. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep Cloud Computing, prinsip containerization, instalasi Docker, serta pembuatan container aplikasi web sederhana. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan penilaian ketercapaian kompetensi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta mampu memahami konsep dasar Cloud Computing dan menjalankan container aplikasi sederhana menggunakan Docker. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan modul pembelajaran berbasis Docker yang dapat digunakan sebagai panduan pengajaran di sekolah. Dengan demikian, kegiatan bimtek ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas guru SMK dalam menghadapi kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi dan tuntutan dunia industri.

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Gen Z Di Universitas Yatsi Madani

Muhamad Jeri, Swardiman, Kristina Everintina Ngasu
Abstract: Latar belakang: Kualitas tidur merupakan aspek penting yang berperan dalam menjaga kesehatan mental, terutama pada mahasiswa yang rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik dan gaya hidup yang tidak teratur. Tujuan:&#8230; Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kesehatan mental pada mahasiswa Gen Z Universitas Yatsi Madani angkatan 2021. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik: Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 168 mahasiswa semester 6. Instrumen:  Instrumen yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dan General Health Questionnaire-12 (GHQ-12) untuk mengukur kesehatan mental (sampel dan instrumen). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk dan ditemukan adanya proporsi mahasiswa dengan kesehatan mental terganggu. Uji statistik memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kesehatan mental mahasiswa (p-value = 0,000; p < 0,05), yang berarti semakin buruk kualitas tidur seseorang, semakin besar risiko terganggunya kesehatan mental. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur dengan kesehatan mental pada mahasiswa Gen Z Universitas Yatsi Madani. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan lebih memperhatikan pola tidur sehat, sementara pihak kampus disarankan untuk memberikan edukasi terkait manajemen stres dan pentingnya tidur berkualitas sebagai upaya mendukung kesejahteraan mental mahasiswa.

Keterbatasan DPR Sumatera Barat Dalam Perancangan Undang-Undang: Dominasi Tim Ahli Dan Rendahnya Kapasitas Legislator

Leo Dwi Cahyono, Husnil Qotimah Putri, Silvia, Nur Dianna Daulay, Alya Rahmadhini
Abstract: Pembentukan undang-undang merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dan tindakan politik yang menuntut kemampuan analitis, kecakapan teknis, serta pemahaman terhadap asas dan teori pembentukan peraturan. Realitas kelembagaan di&#8230; i DPRD Sumatera Barat menunjukkan adanya kesenjangan besar antara tuntutan normatif tersebut dan kapasitas legislator yang menjalankannya. Dominasi tim ahli dalam perancangan peraturan muncul akibat rendahnya kemampuan legislator dalam memahami kerangka teori, teknik penyusunan norma hukum, identifikasi masalah, serta metodologi penyusunan naskah akademik. Sebagian besar anggota DPRD tidak memiliki kemampuan teknis dalam legal drafting dan hanya terlibat pada tahap pembahasan akhir, sementara penyusunan substansi dilakukan oleh tenaga ahli dari luar lembaga. Latar belakang pendidikan yang tidak merata semakin memperkuat ketergantungan terhadap akademisi, konsultan, dan staf ahli. Kondisi ini menyebabkan proses legislasi bergeser dari wakil rakyat kepada tenaga teknokrat, kualitas regulasi tidak sepenuhnya mencerminkan aspirasi masyarakat, dan akuntabilitas politik menjadi lemah. Ketidaksiapan DPRD Sumatera Barat dalam merancang undang-undang merupakan persoalan struktural yang berpengaruh terhadap legitimasi demokrasi, efektivitas regulasi, serta kualitas kinerja lembaga perwakilan rakyat.