Search Articles & Publications

Showing 6 articles found for "Plagiarisme"

SOSIALISASI DALAM PENGUNAAN MENDELEY PADA MAHASISWA PANGERAN ANTASARI

Risca, Salsabila, Indri, Nur tri, Weni, Harumi
Abstract: Sosialisasi penggunaan aplikasi Mendeley dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam menyusun sitasi dan daftar pustaka secara otomatis pada karya tulis ilmiah. Metode yang digunakan adalah pelatihan langsung… yang terdiri dari dua tahap, yaitu perkenalan Mendeley dan praktik penggunaan aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami cara instalasi, penggunaan dasar, hingga menyisipkan kutipan dan referensi secara otomatis di Microsoft Word. Mahasiswa juga menjadi lebih sadar akan pentingnya etika akademik dan upaya menghindari plagiarisme. Dengan demikian, sosialisasi ini memberikan dampak positif terhadap keterampilan literasi digital mahasiswa dalam penulisan ilmiah.  

THE INFLUENCE OF ACADEMIC STRESS ON STUDENTS ETHICAL COMPLIANCE

Elisabet Huki, Eka Risti Bani, Elisabeth Kahyoru, Elma Raka, Elsa Na’u, Dhovansius Bolang, Yenri Pelondonu
Abstract: Stres akademik merupakan salah satu faktor psikologis yang banyak memengaruhi perilaku mahasiswa dalam konteks perkuliahan, termasuk kepatuhan terhadap etika akademik. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana… aimana stres akademik berperan dalam menurunkan atau mengubah perilaku etis mahasiswa terkhusus nya di kampus IAKN Kupang. Dengan meninjau berbagai penelitian nasional maupun internasional dalam lima tahun terakhir, studi ini menemukan bahwa stres akademik yang muncul akibat tuntutan akademik, tekanan nilai, persaingan, dan keterbatasan waktu berpotensi menurunkan kemampuan pengambilan keputusan moral dan regulasi diri. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kecenderungan mahasiswa melakukan pelanggaran etika seperti plagiarisme, kecurangan akademik, manipulasi data, dan ketidakjujuran dalam interaksi sosial. Temuan literatur juga menunjukkan bahwa pengaruh stres terhadap perilaku etis tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh faktor-faktor moderasi seperti dukungan sosial, efikasi diri akademik, kecerdasan emosional, dan iklim etika kampus. Faktor-faktor ini dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antara stres dan kepatuhan etika. Dengan demikian, upaya pengelolaan stres akademik dan penguatan etika tidak hanya memerlukan intervensi individual, tetapi juga dukungan sistemik dari lingkungan kampus. Studi ini menegaskan pentingnya program manajemen stres, peningkatan literasi etika, serta pembentukan budaya akademik yang sehat untuk menjaga integritas mahasiswa meskipun berada dalam tekanan akademik yang tinggi.

Edukasi Pemahaman Plagiarisme Pada Mahasiswa Kesehatan Untuk Membentuk Budaya Akademik Yang Jujur

Siti Nurfadilah H, Yusuf Sabilu, Fifi Nirmala G, Listy Handayani, Hariati Lestari, Rastika Dwiyanti Liaran
Abstract: Tindakan plagiat telah menjadi masalah yang menakutkan bagi banyak akademisi, peneliti, jurnalis, mahasiswa, dan komunitas akademik lainnya. Saat ini, kasus plagiarisme semakin banyak ditemui. Plagiarisme menjadi sebuah… tantangan yang perlu dicari solusinya. Saat ini, plagiarisme di Indonesia semakin meluas, terutama di kalangan mahasiswa. Praktik plagiasi di lingkungan akademik pun sangat banyak ditemui. Kegiatan PKM berupa edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa terkait plagiarisme sangat perlu diberikan sejak dini sehingga mereka memiliki kesadaran untuk menghadapi plagiarisme agar dapat membentuk kejujuran akademik di era digital saat ini. Kegiatan PKM dilakukan pada 30 Desember 2024. Sasaran edukasi adalah mahasiswa Semester 1 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Halu Oleo  yang berjumlah 42 orang. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Semua tahap berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan sehingga diperoleh hasil evaluasi kegiatan PKM menunjukkan terjadi peningkatan skor rata-rata sebesar 22,38. Hasil kegiatan PKM ini disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi  mengenai plagiarisme.

Innovation And Regulation: Legal Challenges In Indonesia In Responding To The Development Of Generative Artificial Intelligences

Hendri Khuan, Darmawati Darmawati, Meyer Tendean, Dadin Solihin
Abstract: Penelitian ini menganalisis tantangan hukum dalam menyeimbangkan inovasi Generative AI (GenAI) dan kebutuhan regulasi di Indonesia, mengidentifikasi celah regulasi, dampak sektoral, serta merumuskan rekomendasi kebijakan… berbasis prinsip keadilan dan keberlanjutan. Metode: Penelitian menggunakan studi pustaka kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis.  Studi mengidentifikasi tiga tantangan utama: (1) Regulasi yang tidak adaptif, di mana UU ITE, PDP, dan Hak Cipta gagal mengatur aspek krusial GenAI seperti status hukum output AI, bias algoritma, dan penggunaan data pelatihan; (2) Ambang akuntabilitas yang ambigu, menyulitkan penentuan pihak bertanggung jawab atas konten ilegal atau disinformasi berbasis AI; serta (3) Dampak sektoral tidak terantisipasi, termasuk risiko hallucination di sektor keuangan, plagiarisme pendidikan, dan disrupsi tenaga kerja kreatif. Solusi yang diusulkan mencakup regulasi berbasis risiko, amandemen UU Hak Cipta untuk ciptaan AI, kolaborasi multistakeholder, dan regulatory sandbox untuk inovasi terkendali.

Efektivitas Transformasi Digital Dalam Meningkatkan Layanan Perpustakaan Universitas Lancang Kuning

Zaved Alvareza P. Simanjuntak, Al Raafi’u, Elly NielWaty
Abstract: Penelitian ini membahas mengenai pengimplementasian dan dampak layanan berbasis teknologi di Perpustakaan Universitas Lancang Kuning (Unilak). Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Bidang Layanan Perpustakaan, hasil… temuan menunjukkan bahwa perpustakaan ini telah berhasil dalam mengintegrasikan sistem berbasis website yang komprehensif sebagai pusat sumber daya akademik. Platform digital ini menyediakan berbagai akses ke data akreditasi, e book, skripsi, jurnal, dan juga layanan untuk pengecekan plagiarisme Turnitin. Meskipun sistem ini sudah ada hampir satu dekade, optimalisasi signifikan sudah terjadi selama lima tahun terakhir setelah dibentuknya tim IT khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun website menawarkan metadata luas dan tautan repositori untuk karya dosen, karyawan, dan mahasiswa, akses teks lengkap untuk koleksi tertentu masih membutuhkan kehadiran fisik. Akan tetapi meskipun begitu, perpustakaan menunjukkan resiliensi melalui perbaikan yang cepat. Tingginya angka pengunjung dan respon positif dari pengguna menunjukkan bahwa transisi digital sudah meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan dan signifikan melalui rencana pembaruan sistem untuk tahun mendatang dalam menjaga relevansinya.

Perlindungan Hak Cipta Atas Plagiarisme Karya Seni Menggunakan Artificial Intelligence (AI) Yang Dikomersilkan

Putriana Budhi Pinasty, Vonny Fatikha Azzahra, Zhafira Ananta, Karina Alifia Maharani, Nur Astapia
Abstract: Dalam era kemajuan teknologi digital, Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu contoh bukti nyata teknologi semakin berkembang. Peran Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara seseorang menciptakan dan mengonsumsi… onsumsi karya seni. Meskipun AI memberikan manfaat signifikan dalam industri kreatif, bahkan dapat menggantikan peran manusia yang sebenarnya manusia adalah aspek terpenting dalam menciptakan sebuah karya semi. Kemampuan AI untuk meniru gaya seniman terkenal menimbulkan tantangan baru terkait hak cipta dan plagiarisme. Pasalnya dengan kecanggihan dari AI ini menimbulkan oknum tertentu menggunakan AI untuk menjiplak atau meniru karya orang lain.  hal ini membuat para peseni khawatir akan karya yang dihasilkan dapat ditiru oleh AI atau oknum yang memanfaatkan AI untuk meniru. Penelitian ini mengkaji perlindungan hak cipta atas karya seni yang dihasilkan oleh AI di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif normatif melalui analisis literatur dan perundang-undangan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa UU Hak Cipta belum secara tegas mengatur karya seni buatan AI, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan risiko pelanggaran hak cipta. Pertanggungjawaban atas pelanggaran hak cipta yang dihasilkan melalui AI dapat berbentuk tuntutan perdata, pidana, dan korporasi, serta memerlukan penyesuaian dalam kerangka hukum yang ada. Penelitian ini menyimpulkan perlunya regulasi yang jelas untuk melindungi hak cipta karya seni buatan AI serta memastikan keadilan dan efektivitas perlindungan hukum di era digital.