Search Articles & Publications

Showing 129 articles found for "Tuntutan"

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Petugas Pemadam Kebakaran Di Kota Padang Tahuun 2025

Mustika Anjeli, Zudarmi, Wilda Tri Yuliza
Abstract: Jumlah kasus kecelakaan terjadi di indonesia tercatat sebanyak 370.747 kasus 6.053 kasus kecelakaan kerja ditemukan di Sumatera Barat. Kecelakaan kerja merupakan salah satu risiko utama yang dihadapi petugas pemadam kebakaran… karan mengingat tingginya tuntutan fisik, lingkungan kerja yang berbahaya, serta keterbatasan penggunaan alat pelindung diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kota Padang tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang pada bulan Maret- Agustus 2025 . Populasi penelitian adalah seluruh petugas pemadam kebakaran di Kota Padang sebanyak 132 orang, dengan sampel 57 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31,6% petugas pernah mengalami kecelakaan kerja. Sebanyak 15,8% petugas memiliki tingkat pengetahuan rendah, 31,6% mengalami kelelahan kerja berat, dan 33,3% tidak menggunakan APD saat bertugas. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kelelahan kerja (p=0,000) dan penggunaan APD (p=0,001) dengan kejadian kecelakaan kerja. Namun, tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan dengan kecelakaan kerja (p=0,124). Kelelahan kerja dan penggunaan APD berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petugas pemadam kebakaran. Disarankan agar Dinas Pemadam Kebakaran meningkatkan pengawasan penggunaan APD, memberikan jadwal kerja yang seimbang, serta melaksanakan pelatihan rutin untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja.

Hakikat Peserta Didik Dalam Perspektif Pendidikan Modern Dan Teknologi Digital

Vici Ananda Putri, Aida Nurindah Silalahi, Dian Ayu Cahyaningrum, Linardo Pratama
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat peserta didik dalam perspektif pendidikan modern yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi digital. Dengan menggunakan metode literatur review, penelitian ini menganalisis… alisis berbagai teori, konsep, dan temuan penelitian terdahulu yang relevan untuk memahami posisi peserta didik dalam konteks pembelajaran abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa peserta didik tidak lagi dipandang sebagai objek pasif, melainkan sebagai subjek aktif yang memiliki potensi, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan literasi digital yang penting dalam proses pembelajaran. Teknologi digital juga membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi, gaya belajar, serta akses peserta didik terhadap sumber belajar yang lebih luas dan fleksibel. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai karakteristik peserta didik menjadi dasar penting bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang adaptif, relevan, dan selaras dengan tuntutan pendidikan modern.

Permasalahan Pendidikan di Tinjau Dari Kurikulum Pendidikan

Septa Sabbihisma, Yantoro, Hadiyanto, Eka Sastrawati
Abstract: Pendidikan merupakan pondasi penting dalam kemajuan dan perkembangan suatu negara. Melalui pendidikan, seseorang akan mengetahui berbagai macam ilmu pengetahuan lebih luas yang dapat berguna baginya untuk menuju masa depan.… an. Seiring perkembangan zaman, kurikulum di Indonesia terus mengalami perubahan, dari tahun 1947 hingga Kurikulum Merdeka saat ini, yang bertujuan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan IPTEK dan harapan masyarakat. Namun, perubahan yang sering ini justru menimbulkan permasalahan dan hambatan dalam proses pendidikan. Artikel ini bertujuan membahas permasalahan pendidikan di Indonesia yang ditinjau dari aspek kurikulum. Metode yang di gunakan adalah studi literatur seperti jurnal, buku, dan lain sebagainya. Hasil studi literatur yang didapatkan bahwa ada empat isu utama yang menghambat implementasi kurikulum yaitu infrasruktur pendidikan yang kurang memadai, ketidaksesuaian kurikulum dengan kebutuhan siswa, kurangnya kualitas/kompetensi tenaga pengajar dan beban materi yang terlalu padat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan langkah strategis yang komprehensif, seperti peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, penyusunan kurikulum yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, penguatan kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan berkelanjutan, serta penyederhanaan materi pembelajaran agar lebih fokus pada pencapaian kompetensi esensial. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat, diharapkan sistem pendidikan di Indonesia dapat lebih adaptif, berkualitas, dan mampu mencetak generasi yang unggul sesuai dengan tuntutan zaman.

From Stress To Success: Workshop Strategi Regulasi Emosi Mahasiswa Atlet Di Kota Makassar

Shaleh Afief A Mushawwir, Fatwa L Dhiyaul Haq, Dessy Nurhalizah, Vivi Aulia Rosa, Nurul Resky Pratiwi, Muh. Fathurrahman
Abstract: Mahasiswa atlet memiliki tuntutan peran ganda, yaitu sebagai mahasiswa dan sebagai atlet, yang sering kali memicu tekanan emosional yang dapat memengaruhi performa mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas… tivitas workshop regulasi emosi dalam membantu mahasiswa atlet di Kota Makassar mengelola emosi secara lebih efektif. Workshop ini diikuti oleh 24 mahasiswa atlet dan diselenggarakan melalui pendekatan psikoedukasi yang mencakup sesi seminar dan pelatihan praktis seperti terapi seni dan journaling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan setelah workshop, yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop regulasi emosi dapat menjadi intervensi yang efektif untuk membantu mahasiswa atlet dalam mengelola emosi negatif dan memaksimalkan performa mereka.

Psikoedukasi Sebagai Upaya Mengatasi Regulasi Diri Dan Penyesuaian Diri Bagi Anggota Sabhara Junior Di Polda Sulsel

Fitrah Auria Aryanti, Fitrah Awaliah Marta, Femi, Imaniar Sefariti, Jois Sombolayuk
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh psikoedukasi terhadap peningkatan regulasi diri dan penyesuaian diri pada polisi baru di SAMAPTA Polisi Daerah Sulawesi Selatan (POLDA SULSEL). Psikoedukasi dirancang agar individu… idu memahami konsep regulasi diri dan penyesuaian diri, termasuk aspek-aspek, peningkatan strategi, serta mengenali kekuatan dan kelemahan mereka.Sebanyak 30 subjek berpartisipasi dalam penelitian ini, di mana mereka mengikuti pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan setelah sebelumnya diuji normalitasnya menggunakan uji Shapiro-Wilk. Hasil uji menunjukkan bahwa data pre-test (p=0,011) dan post-test (p=0,141) berdistribusi normal. Analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pre-test (M=6,60, SD=1,545) hingga post-test (M=8,73, SD=1,413) dengan nilai signifikan (p=0,004).Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan regulasi diri dan penyesuaian diri, yang selanjutnya dapat mendukung kinerja optimal serta keseimbangan individu dalam menghadapi tuntutan pekerjaan dan lingkungan.

Peran dan Tantangan Jasa Perbankan Di Era Digital

Elvi Sukesi, Rini Puji Astuti, Lutfi Wijayanti, Rangga Bagus Wicaksono
Abstract: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam industri perbankan. Jasa perbankan kini tidak hanya berfokus pada transaksi tradisional, tetapi juga harus beradaptasi dengan tuntutan konsumen yang… semakin menginginkan kemudahan dan kecepatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran jasa perbankan di era digital serta tantangan yang dihadapi oleh institusi keuangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbankan digital telah meningkatkan aksesibilitas layanan, memungkinkan transaksi real-time, serta menawarkan produk yang lebih beragam. Namun, tantangan seperti keamanan siber, regulasi yang kompleks, dan persaingan dari fintech menjadi hambatan yang signifikan. Selain itu, perubahan perilaku konsumen dan keharusan untuk terus berinovasi memaksa bank untuk berinvestasi dalam teknologi dan sumber daya manusia. Studi ini menyimpulkan bahwa untuk tetap relevan, lembaga perbankan perlu mengembangkan strategi yang mengintegrasikan teknologi digital, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan memperkuat sistem keamanan. Keberhasilan dalam mengatasi tantangan ini akan menentukan posisi bank dalam ekosistem keuangan di era digital.

Membangun Kinerja Unggul Melalui Pelatihan, Pengembangan, Dan Keragaman Sumber Daya Manusia Di Era Digital

Tika Puspita Oktavianingrum, Afidatur Rizqiyah, Abdul Ghofur, Khoirul Umam, Nurul Setianingrum
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengaji pelatihan, pengembangan, dan keragaman sumber daya manusia di (SDM) di era digital yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dalam organisasi maupun perusahaan. Pelatihan dan pengembangan… bangan SDM adalah elemen vital untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan daya saing perusahaan. Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam manajemen SDM, termasuk penerapan teknologi canggih dan model kerja yang lebih fleksibel. Keragaman dalam SDM, meskipun memberikan peluang untuk inovasi dan pemahaman pasar yang lebih baik, juga menghadirkan tantangan yang memerlukan pengelolaan yang efektif. Oleh karena itu, organisasi perlu menerapkan pendekatan manajemen yang tepat, termasuk perencanaan sistem kerja yang optimal dan pengembangan kemampuan karyawan. Model AMO (Ability, Motivation, Opportunity) digunakan sebagai kerangka untuk meningkatkan kinerja karyawan. Organisasi/perusahaan juga harus fokus pada analisis kebutuhan pelatihan, perancangan program, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencapai tujuan strategis, serta menekankan pentingnya pelatihan dan pengembangan dalam meningkatkan efisiensi dan kepuasan kerja di tengah dinamika perubahan teknologi dan tuntutan pasar yang terus berkembang.

Transformasi Nilai-Nilai Hindu Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Urban Di Indonesia

Ketut Asih, Ni Made Sariningsih, Dewa Ayu Ratnadi, I Putu Wisna Adiguna, Ni Made Maryati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi nilai-nilai Hindu dalam kehidupan sosial masyarakat urban di Indonesia, khususnya dalam konteks urbanisasi yang cepat dan modernisasi. Studi ini berfokus pada perubahan… bahan yang terjadi pada nilai-nilai religius, sosial, keluarga, dan budaya Hindu untuk tetap relevan di lingkungan perkotaan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yang melibatkan pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis tematik. Studi literatur digunakan sebagai metode utama untuk memahami berbagai bentuk perubahan nilai-nilai Hindu, sementara analisis sejarah membantu melacak evolusi dan pengaruh Hindu di Indonesia dari masa ke masa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Hindu mengalami perubahan signifikan dalam masyarakat urban, terutama dalam praktik keagamaan yang kini lebih sederhana dan inklusif, serta dalam nilai gotong royong dan solidaritas yang beradaptasi dengan gaya hidup perkotaan. Struktur keluarga juga mengalami pergeseran, dengan peran gender yang menjadi lebih fleksibel, mencerminkan peningkatan partisipasi wanita dalam dunia kerja. Transformasi ini tidak hanya memperlihatkan bagaimana nilai-nilai Hindu beradaptasi dengan tuntutan modernitas, tetapi juga bagaimana mereka tetap relevan dalam kehidupan masyarakat yang semakin plural dan dinamis. Kesimpulannya, transformasi nilai-nilai Hindu dalam masyarakat urban menunjukkan adaptasi yang dinamis terhadap tantangan modernisasi dan urbanisasi, sekaligus membuka peluang baru untuk melestarikan nilai-nilai tradisional dalam konteks yang terus berubah. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengeksplorasi lebih lanjut berbagai aspek dari transformasi ini dan dampaknya terhadap komunitas Hindu urban di Indonesia.

Menguatkan Religiusitas Dalam Menangani Stress Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2020 Uin Malang

Abdulloh Aziz Assa’diy, Putri Afifah Nahdah
Abstract: Kehidupan dewasa di era modern menuntut manusia untuk bersaing dalam memenuhi berbagai kebutuhan fisik, psikis, emosional, material, dan spiritual. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, seringkali manusia mengalami tekanan… kanan jiwa berupa stres. Stres merupakan hal yang melekat dalam kehidupan manusia tanpa memandang usia, kekayaan, jabatan, atau kesalehan seseorang. Stress merupakan peristiwa atau tuntutan internal atau eksternal yang melebihi kapasitas adaptif manusia baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menguatkan religiusitas dapat menjadi strategi efektif dalam mengelola stres akademik. Dalam konteks ini, regulasi emosi yang baik dan kedekatan dengan agama dapat membantu individu menghadapi tekanan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Agen-Agen Penyebar Islam Wasathiyyah: Pembacaan Ulang Terhadap Kiprah “Tiga Serangkai” Sepeninggal KH. M. Munawwir Krapyak Dalam Kacamata Bourdieu

Nizar, Mohammad, Muttaqin, Ahmad
Abstract: Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji ulang kiprah “Tiga Serangkai” sebagai agen-agen penyebar Islam Wasthiyyah yang memimpin Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak yang terkenal akan tradisi pengajaran dan pendidikan hafalan… afalan Alquran sepeninggal KH. M. Munawwir dengan memanfaatkan teori sosiologi milik Pierre Bourdieu. Konsep Wasathiyyah menjadi dasar dari konsep “al-Muhafdhotu ‘ala Qadimi al-Shalih wa al-Akhdhu bi al-Jadid al-Ashlah” yang bisa diartikan sebagai sikap toleran yang menerima perkembangan dan tuntutan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dan tradisi luhur. Konsep ini juga diterapkan dalam pondok-pondok pesantren beraliran Ahlusunnah Wal Jamaah seperti Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak. Setelah wafatnya KH. M. Munawwir (Muassis Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak) pada 1942 M, kepemimpinan pesantren Al-Munawwir dipegang oleh “tiga serangkai”: 1) KH. R. Abdullah Afandi Munawwir, 2) KH. R. Abdul Qodir Munawwir, dan 3) KH. Ali Maksum (yang baru pindah dari Lasem ke Krapyak di tahun 1943 M). Konsep-konsep dalam teori sosiologi milik Pierre Bourdieu yang digunakan dalam tulisan ini adalah habitus, modal, ranah, dan praktik. Melalui pembacaan ulang terhadap kiprah “Tiga Serangkai” sepeninggal KH. M. Munawwir Krapyak dengan menggunakan teori Pierre Bourdieu, didapatkan beberapa hipotesis sebagai berikut: 1) habitus yang terdapat dalam kisah “Tiga Serangkai” sebagai penerus estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak adalah habitus “pesantren” yang memegang akidah (doksa) Ahlusunnah Wal Jamaah, 2) Modal yang dimiliki “Tiga Serangkai” sebagai agen penyebar Islam Wasathiyyah adalah modal simbolik, modal ekonomi, modal akademis, modal politik, dan modal kultural, 3) Ranah yang menjadi tempat berkiprahnya “Tiga Serangkai” adalah pondok pesantren, lembaga masyarakat luar pesantren, dan lembaga nasional, dan 4) kiprah yang berarti praktik dalam kacamata Bourdieu di sini mengarah pada kiprah “Tiga Serangkai” di sisi internal (pesantren) dan sisi eksternal (masyarakat dan nasional)