Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi profesional guru sejarah terhadap prestasi belajar siswa di tingkat sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan sampel…
el guru dan siswa dari beberapa sekolah menengah di Kota X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh koneksi positif yang bermakna antarakompetensi cakap guru sejarah dan kinerja belajar siswa. Kompetensi profesional guru, meliputi penguasaan materi, metode pengajaran, dan kemampuan evaluasi, terbukti memengaruhi hasil belajar siswa secara signifikan. Lebih jauh lagi, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penguasaan materi sebagai salah satu komponen utama kompetensi profesional guru. Guru yang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang sejarah mampu menjelaskan konsep-konsep yang kompleks dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh siswa, sehingga meningkatkan pemahaman dan retensi mereka terhadap materi pelajaran. Selain itu, kemampuan guru untuk menghubungkan fakta-fakta sejarah dengan konteks kontemporer membantu siswa melihat relevansi pelajaran sejarah dalam kehidupan mereka sehari-hari, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi dan minat belajar mereka.
Abstract:Pembelajaran sejarah yang menarik dan bermakna menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik. Artikel ini menyajikan strategi perencanaan pembelajaran sejarah yang efektif untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik…
rik dan bermakna bagi siswa. Penerapan strategi ini diharapkan dapat membantu pendidik dalam merancang pembelajaran sejarah yang menarik, bermakna dan efektif bagi siswa. Dengan cara ini, siswa dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang peristiwa, tokoh dan proses sejarah, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah. Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan politik dalam pembelajaran sejarah. Dengan memahami konteks ini, pendidik dapat membantu siswa mengembangkan perspektif yang lebih luas dan kritis terhadap peristiwa sejarah. Lebih lanjut, artikel ini menyoroti peran teknologi digital dalam memperkaya pembelajaran sejarah. Integrasi teknologi, seperti sumber daya digital, simulasi, dan alat visualisasi, dapat membantu siswa memahami kompleksitas sejarah dan mengembangkan keterampilan abad ke-21.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan metode pembelajaran kolaboratif dalam meningkatkan keterampilan kerja sama siswa di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif…
dengan desain eksperimen, melibatkan siswa sebagai subjek penelitian yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kolaboratif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan kerja sama siswa, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan komunikasi, partisipasi aktif, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok. Dengan demikian, metode pembelajaran kolaboratif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan interaksi sosial dan kerja sama di lingkungan kelas.
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dalam mengembangkan kompetensi guru sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data yang diperoleh dari banyak sumber ilmiah, salah satu…
sumber yang diperoleh yaitu dari buku tahun 2014-2020, sedangkan untuk jurnal dari tahun 2019-2024. Perkembangan kompetensi guru sejarah menjadi peran penting dalam meningkatkan suatu kualitas pendidikan dan hasil belajar para siswa. Di era Globaliasi, guru sejarah harus sudah memiliki kemampuan yang lebih luas lagi dan lebih dalam untuk mengajar materi sejarah yang kompleks dan dinamis. Kompetensi guru sejarah ada empat yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan juga kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik meliputi kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, serta juga menggunakan teknologi dalam peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi kepribadian meliputi kemampuan guru untuk menjadi contoh teladan bagi siswa, dan juga memiliki integrasi, dan juga memiliki kemampuan dalam mengelola kelas yang efektif. Kompetensi sosial yaitu melibatkan kemampuan guru untuk memperlakukan para siswa secara adil dan juta tidak membedakan dalam jenis kelamin atau dalam suku dan ras. Kompetensi profesional yaitu meliabatkan para guru-guru untuk memiliki kemampuan dalam mengajar materi sejarah secara mendalam kepada para siswa dan juga bisa memiliki variasi metode dalam mengajar. Jadi, dalam pengembangan kompetensi guru sejarah, peran guru sebagai otoritas, pembimbing, dan juga menjadi stimulus kreativitas sangatlah penting.
Abstract:Studi ini bertujuan mengeksplorasi kemampuan guru sebagai tenaga pendidik dalam usaha memajukan standar pendidikan serta strategi yang diterapkan untuk meningkatkan keahlian profesional guru. Metode yang diterapkan dalam…
penelitian ini adalah analisis literatur dengan memanfaatkan sumber referensi terkait seperti jurnal, Artikel Ilmiah dan Buku. Hasil penelitian Peningkatan profesionalisme guru dan mutu pembelajaran menjadi topik artikel ini. Faktor-faktor berikut harus dipertimbangkan ketika guru meningkatkan profesionalisme mereka: 1) Apa itu profesionalisme; 2) Seberapa cepat ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berkembang; 3) Paradigma pembelajaran sepanjang hayat; dan 4) UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang kriteria guru dan dosen. Dengan mendaftar di kursus terkait, melakukan refleksi diri secara teratur, dan meningkatkan diri melalui kegiatan akademis seperti sesi pelatihan, seminar, dan lokakarya, Anda dapat mempelajari lebih lanjut, akademik lembaga, penelitian, dan penerbitan publikasi ilmiah menjadi lebih profesional
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pentingnya etika dan kode etik guru terhadap siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data ini diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, misalnya…
isalnya buku dan artikel dari jurnal yang terbit 2017 hingga 2024. Hasil penelitian mununjukkan bahwa pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang beretika dan beradab. Guru memiliki peran kunci dalam membantu siswa mengembangkan nilai-nilai etika dan moral yang diperlukan untuk hidup yang adil dan jujur. Oleh karena itu, pentingnya etika dan kode etik guru terhadap siswa tidak dapat dipandang remeh. Guru yang memiliki etika dan kode etik yang baik dapat membantu siswa mengembangkan kejujuran, kesadaran diri, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Mereka juga dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan membuat keputusan yang bijak. Dengan demikian, siswa dapat menjadi individu yang beretika dan beradab, serta memiliki kemampuan untuk menjadi bagian dari masyarakat yang lebih baik. Selain itu, etika dan kode etik guru juga dapat membantu siswa mengembangkan potensi diri mereka, kepercayaan diri dan rasa aman. Ketika guru memiliki etika dan kode etik yang baik. Jadi guru harus meningkatkan kualitas dan martabat profesinya. Dalam proses pengajaran di sekolah etika juga sangat penting dan guru juga harus memiliki sifat-sifat yang baik, seperti berpikir terbuka, kritis, inovatif, dan percaya diri, serta mampu menerapkan nilai-nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Abstract:Kegiatan program kelompok belajar dilakukan di desa durian pada siswa SD Negeri 106827 Desa Durian dimulai pada 12 April- 29 April 2023 terhitung kegiatan ini dilaksanakan sekitar 2 minggu lamanya. Pendidikan merupakan…
suatu pembelajaran, pengetahuan, ketrampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Secara sederhana pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat paham dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir. Berbagai upaya dalam meningkatkan pendidikan dasar telah dilakukan mulai dari terbitnya model, strategi, metode pembelajaran yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Perubahan metode pembelajaran yang seharusnya dilakukan secara langsung dan tatap muka berubah menjadi pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas.Seperti banyaknya siswa kelas rendah yang masih belum bisa membaca dan menulis, dan kelas tinggi masih belum menghafal perkalian secara lancar. Dengan dilakukanya program tersebut penambahan pembelajaran diluar sekolah siswa dapat mengembangkan kemampuan dan hasil belajar siswa melalui pendekatan direct instruction.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis gaya belajar peserta didik ditinjau dari asesmen pembelajaran terhadap kurikulum merdeka. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan kategori studi kepustakaan (library…
rary research). Studi kepustakaan dilakukan dengan menggunakan berbagai macam jurnal kepustakaan serta buku untuk dikaji dan disimpulkan. Dari hasil penelusuran artikel penelitian, didapatkan bahwa gaya belajar dibagi menjadi tiga, yaitu visual, auditori, dan kinesterik. Gaya belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Gaya belajar yang dimiliki oleh peserta didik berbeda-beda tergantung pada karakteristik kepribadian. Dengan perubahan di era modern, terdapat peserta didik yang memiliki lebih dari satu gaya belajar. Hal ini sesuai dengan kajian kepustakaan yang dilakukan, bahwa gaya belajar peserta didik sangat beragam dan berbeda-beda, memiliki ciri khas yang unik. Pemetaan gaya belajar pada Kurikulum Merdeka digunakan dan dimanfaatkan guru dalam membuat asesmen dengan menyesuaikan kemampuan yang dimiliki peserta didik. Sehingga hasil yang didapatkan memenuhi capaian pembelajaran yang diinginkan.
Abstract:Penelitian ini dilaksanakan untuk membuktikan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media peta pikiran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan keterampilan mengajar guru pada tema 6 kelas IV…
SDN 1 Jati Wetan. Saat penelitian ditemukan hasil belajar peserta didik berupa perubahan tingkah laku yang diperoleh setelah proses belajar terjadi. Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan suatu permasalahan. Terdapat hipotesis tindakan dalam penelitian ini yaitu penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan keterampilan mengajar guru kelas IV SD 1 Jati Wetan. Pelaksanaan penelitian ini pada kelas IV SD 1 Jati Wetan yang berjumlah 21 peserta didik. Dilakukan dari dua siklus, setiap siklusnya terdri dari 4 tahapan yaitu peencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Variabel bebas merupakan model Problem based Learning berbantuan media peran. Selanjutnya variabel terikatnya yaitu hasil belajar peserta didik dan keterampilan mengajar guru. Instrumen pada penelitian ini menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analis data kualitatif dan kuantitatif. Pada hasil belajar siswa aspek pengetahun muatan IPA terdapat cukup meningkat secara signifikan antara siklus 1 (62%) dan siklus II (81%). Muatan bahasa Indonesia terdapat ketuntasan pada siklus 1 sebesar (62%) Dan siklus II (81%). Peningkatan hasil elaja aspek keterampilan pada siklus 1 (56,5%) mnjadi 78% siklus II 89%). Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas IV SDN 1 Jati Wetan dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan keterampilan mengajar guru pada tema 6 cita-citaku. Peneliti menyarankan agar model Problem Based Learning dapat diterapkan dalam pembelajaran dan dikembangkan dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi agar siswa mudah menyerap materi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) terhadap kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MAS Bahrul Uluum Al-Kamal…
Tahun Pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa X MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Tahun Pelajaran 2022/2023. Asumsi analisis data yakni uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Dengan menggunakan perbandingan skor maksimum dan minimum pada hasil tes. Hasil analisis data terakhir diperoleh rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) adalah 79,33. Hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh harga thitung = 6,07, hasil tersebut kemudian dikonsultasikan dengan ttabel dimana dengan dk =(30+30) – 2 = 58 diperoleh ttabel = 2,01, karena thitung > ttabel maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima berarti signifikan. Hipotesis menyatakan kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) terhadap kemampuan menulis teks anekdot untuk siswa kelas X MAS Bahrul Uluum Al – Kamal Tahun Ajaran 2022/2023.