Abstract:This research aims to analyze the integration of artificial intelligence (AI) in Islamic Religious Education (PAI) learning based on emotional intelligence (EQ) in elementary schools in order to increase the effectiveness…
s of adaptive and characterful learning. This study focuses on the use of AI to personalize teaching materials, strengthen spiritual values, and develop students' empathy and social skills through an EQ-based approach. The method used is literature study by analyzing various sources such as journals, books and articles related to AI, PAI and EQ-based learning. The research results show that AI integration can facilitate interactive and enjoyable learning, while the EQ approach strengthens students' internalization of religious and emotional values. However, its success depends on collaboration between technology, teachers and a curriculum oriented towards the holistic development of children.
Abstract:The aim of this research is to analyze the evolution and contribution of artificial intelligence (AI) in the Indonesian education system. This research aims to understand how AI technology has developed and been applied…
in various aspects of education, from administration, personalized learning, to evaluating learning outcomes. The research methods used are literature studies and secondary data analysis from various sources, including academic journals, government reports, and case studies of AI implementation in a number of educational institutions in Indonesia. The research results show that AI has made a significant contribution to improving administrative efficiency, facilitating more adaptive learning, and providing in-depth data analysis for educational decision making. However, challenges such as the digital divide, limited infrastructure, and the need to increase teacher competency in using AI technology still need to be overcome. This research concludes that with the right policy support and investment in infrastructure and training, AI has great potential to transform Indonesian education in a more inclusive and quality direction.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, strategi, dan tantangan yang dihadapi industri perbankan syariah dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah…
h metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang mengkaji berbagai literatur, laporan industri, serta regulasi yang terkait dengan implementasi AI dalam perbankan syariah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi operasional perbankan syariah, terutama melalui otomatisasi layanan keuangan, penggunaan chatbot dalam layanan nasabah, serta analisis risiko berbasis big data yang dapat meningkatkan akurasi pengambilan keputusan. Selain itu, AI juga dapat membantu dalam penguatan kepatuhan syariah melalui analisis kontrak berbasis machine learning dan deteksi transaksi yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Namun, implementasi AI dalam perbankan syariah juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kepatuhan terhadap prinsip syariah, keamanan data dan privasi, serta kesiapan teknologi dan infrastruktur. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi yang mencakup kolaborasi dengan fintech berbasis syariah, penguatan regulasi AI oleh otoritas keuangan syariah, serta investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur digital. Kesimpulannya, perbankan syariah dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi, namun penerapannya harus dilakukan dengan tetap mempertahankan kepatuhan terhadap prinsip syariah dan memperhatikan aspek etika serta keamanan data. Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi alat yang mendukung pertumbuhan perbankan syariah secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) khususnya Chat GPT terhadap kualitas akademik mahasiswa. Chat GPT, sebagai salah satu implementasi Artificial Intelligence…
ence (AI) dalam bidang pendidikan, menawarkan berbagai fitur yang dapat membantu mahasiswa dalam proses pembelajaran, seperti penyediaan informasi secara cepat, bimbingan akademik, penyelesaian masalah pembelajaran serta dukungan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik mengumpulkan data yang digunakan melalui kuesioner yang disebarkan kepada beberapa mahasiswa magister program studi Pendidikan Agama Islam yang dilakukan secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Chat GPT memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas akademik dari mahasiswa, baik dalam hal pemahaman materi, pengembangan keterampilan berpikir kritis, maupun efisiensi dalam menyelesaikan tugas akademik. Namun, hasil ini juga menunjukkan adanya tantangan dalam penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI), seperti potensi kurangnya keakuratan jawaban apabila tidak di kritisi dengan baik, adanya resiko ketergantungan pada Chat GPT sehingga berdampak pada penurunan kualitas akademik mahasiswa dan kurangnya interaksi langsung mahasiswa dengan dosen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yakni Chat GPT dalam dunia pendidikan serta dapat membantu institusi akademik dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif di era digital.
Abstract:The Industrial Revolution 4.0 has drastically transformed global industries, introducing advanced technologies such as automation, artificial intelligence, and digitalization into the workplace. This rapid technological…
shift has presented significant challenges for labor laws, which are often designed for traditional work environments. This study explores the implementation of labor law in the context of the Industrial Revolution 4.0, analyzing the challenges faced by both employers and employees in adapting to these new technological advancements. Using a qualitative methodology, this research employs a juridical review of existing labor laws, supported by an in-depth case study examining how these laws are applied in technology-driven industries. The findings indicate that labor laws often lag behind the technological advances, leading to gaps in legal protections for workers and ambiguities in employer obligations. The case study highlights specific instances where current labor regulations fail to address issues related to remote work, job displacement due to automation, and workers' rights in the gig economy. Solutions are proposed to modernize labor laws, ensuring they are adaptable to future technological developments while safeguarding workers' rights. The study concludes that there is an urgent need for legal reforms to balance innovation with fair labor practices in the era of Industry 4.0.
Abstract:The rapid advancement of artificial intelligence (AI) has significantly impacted the healthcare sector, particularly in supporting the early detection of diabetes; however, many AI models still face challenges due to their…
ir black-box nature, where decision-making processes are not easily understood. This study aims to compare two Explainable Artificial Intelligence (XAI) methods, namely Local Interpretable Model-Agnostic Explanations (LIME) and SHapley Additive Explanations (SHAP), in interpreting the prediction results of an Artificial Neural Network (ANN) model using the Diabetes Health Indicator dataset. Prior to modeling, the data were preprocessed through cleaning and normalization to ensure quality and consistency. The trained ANN model was then analyzed using LIME and SHAP to evaluate the contribution of each feature to the prediction outcomes. The results show that both methods are capable of providing meaningful and interpretable explanations, although SHAP demonstrates more consistent and stable interpretations across the dataset. These findings highlight the importance of integrating XAI techniques to enhance model transparency, thereby increasing trust and supporting more reliable decision-making in clinical settings, particularly for diabetes diagnosis.
Abstract:Penelitian ini membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam smart manufacturing serta perubahan peran Human Resource Development (HRD) di era Industri 4.0. Melalui studi pustaka dari berbagai jurnal nasional,…
penelitian ini menemukan bahwa AI memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi produksi, mulai dari predictive maintenance yang mampu mengurangi gangguan mesin hingga sistem quality inspection berbasis computer vision yang membuat proses pengecekan lebih cepat dan akurat. Di sisi lain, perkembangan teknologi ini membuat HRD harus menyesuaikan cara kerja mereka, terutama dalam hal rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan kompetensi karyawan. HRD kini dituntut lebih memahami teknologi digital agar mampu menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran teknologi dan HRD saling melengkapi karena penerapan AI tidak akan berjalan optimal tanpa kesiapan karyawan. Dengan demikian, perusahaan perlu mengatur strategi yang seimbang antara pemanfaatan teknologi dan penguatan kemampuan SDM.
Abstract:Implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses produksi telah mendorong peningkatan efisiensi dan produktivitas organisasi. Namun, penerapan AI juga membawa dampak terhadap pengembangan sumber daya…
aya manusia (SDM), terutama terkait perubahan kompetensi dan pola kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi AI dalam proses produksi serta dampaknya terhadap transformasi pengembangan SDM. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan AI dalam produksi menuntut penyesuaian strategi pengembangan SDM melalui pelatihan, upskilling, dan reskilling agar tenaga kerja mampu beradaptasi dengan teknologi. Dengan demikian, kesiapan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi AI di organisasi.
Abstract:Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan besar dalam industri manufaktur, terutama dalam efisiensi, kualitas, dan kecepatan produksi. Namun, keberhasilan implementasi AI tidak…
ak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM). Karena itu, penguatan pengembangan SDM (HRD) menjadi kunci optimalisasi pemanfaatan AI. Penelitian ini menganalisis hubungan antara implementasi AI dan penguatan HRD terhadap produktivitas industri manufaktur menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI meningkatkan produktivitas melalui otomatisasi, pengurangan kesalahan, pemeliharaan prediktif, dan pengambilan keputusan berbasis data. Namun, hasil maksimal hanya dicapai bila didukung oleh HRD yang kuat melalui peningkatan kompetensi digital, pelatihan teknologi, pengembangan keterampilan analitis, serta adaptasi budaya kerja inovatif. Sinergi AI dan HRD menciptakan tenaga kerja adaptif, kreatif, dan kolaboratif, sekaligus mengurangi resistensi terhadap perubahan. Dengan demikian, implementasi AI dan penguatan HRD saling melengkapi serta berpengaruh positif terhadap peningkatan produktivitas dan keberlanjutan transformasi digital di industri manufaktur.
Abstract:Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan dengan mempermudah akses informasi, sumber belajar, dan penyelesaian tugas secara cepat tanpa batas ruang dan waktu. Kehadiran…
adiran AI membuat proses pembelajaran lebih fleksibel, namun juga berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan etika digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran AI dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa yang meliputi kemampuan mengevaluasi informasi, menilai kualitas informasi, dan menarik kesimpulan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan sampel 60 siswa yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner 15 butir dan wawancara selama satu bulan, lalu dianalisis menggunakan persentase. Hasil menunjukkan sebagian besar indikator memperoleh skor di atas 95% dengan kategori sangat baik. Namun, kemampuan membedakan fakta, opini, dan asumsi (95%) serta menyaring informasi relevan sebelum menyimpulkan (97%) masih perlu diperkuat. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi digital dan pembiasaan berpikir kritis dalam pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan.