Abstract:The Malacca Strait is a vital maritime route that faces significant challenges from high traffic volumes and increasingly frequent extreme weather scenarios. These conditions pose serious risks to navigational safety, environmental…
vironmental integrity, and maritime operational security. This study aims to analyse the needs and components of a robust maritime surveillance architecture in the Malacca Strait, particularly in dealing with the impacts of extreme weather and climate change. Additionally, this research will explore the role of geospatial maritime intelligence in enhancing situational awareness and response to maritime incidents. The study findings indicate that a resilient surveillance architecture in the Malacca Strait requires the integration of advanced sensor systems (including multi-spectral radar and meteorological/oceanographic sensors), redundant communication networks, and AI/ML-based intelligent data processing. The adaptive capabilities of the system, including the use of UAVs and USVs, are critical to maintaining operational effectiveness in adverse weather conditions. Additionally, international cooperation and a robust policy framework, encompassing climate change adaptation and ethical considerations, are fundamental to the successful implementation and sustainability of surveillance systems. The Malacca Strait case study highlights specific vulnerabilities and proposes concrete solutions, illustrating a shift from a reactive to a proactive paradigm in maritime security. Building a resilient surveillance architecture in the Malacca Strait is a strategic imperative to safeguard global trade, regional stability, and environmental sustainability amid increasing climate uncertainty. Integrating cutting-edge technology with robust policies and international collaboration will ensure the safety and security of this vital waterway, making it a model for resilient maritime governance globally. A new aspect emphasised is the importance of adapting to climate change and the role of AI in predictive decision-making. This article presents a comprehensive and integrated approach to building a resilient maritime surveillance architecture, with a particular focus on the challenges of extreme weather in the Malacca Strait. Its originality lies in its emphasis on multi-sensor data fusion, the role of artificial intelligence in predictive analytics, and the integration of climate change adaptation into surveillance system design. Additionally, the article underscores the importance of a robust policy framework and international cooperation as the cornerstones of maritime surveillance resilience, offering a blueprint applicable to other critical maritime routes worldwide
Abstract:This research title explores the characteristics of motherhood as represented by the character Mother in Micahel Lloyd Green’s I Am Mother. The research focuses on one of the characteristics is nurturing. This research using…
using a qualitative film analysis approach and obtain the data from the movie script. The findings demonstrate that the character Mother in I Am Mother embodies aspects of motherhood through the characteristic of nurturing behavior by providing food, education, protection, and guidance for Daughter’s development additionally, Mother’s strict control and manipulation of Daughter add complexity to the definition of ideal caregiving. This research concludes that I Am Mother reconstructs the concept of motherhood by integrating human and technological elements. The film suggests that nurturing is not limited to biological mother but can also be fulfilled by artificial intellegence.
Abstract:The use of Artificial Intelligence (AI) technology to visualize the narrative of English-language short stories offers a novel approach to enriching the interpretive and aesthetic dimensions of storytelling. Utilizing BingImage.com…
ngImage.com as an AI-based image generator, textual narratives are transformed into prompts that create visual depictions of each scene. The visuals effectively reflect the mood, emotions, and settings of the story, albeit with some inconsistencies in character depictions across scenes. This exploratory approach examines correlations between narrative and visuals, scene continuity, and aesthetic accuracy. The findings indicate that AI-based visualization can create a more immersive reading experience, enhancing the reader's comprehension through relevant illustrations. This technology also provides creative interpretations that expand the artistic dimensions of short stories. Despite its potential, challenges such as maintaining visual consistency across scenes remain. These findings provide new insights into the integration of digital technology in literary transformation, paving the way for innovative future methodologies.
Abstract:Penelitian ini membahas peluang dan tantangan penggunaan AI dalam pembuatan konten digital pada bidang pemasaran dengan menggunakan metode library research. Penelitian ini mengandalkan berbagai sumber ilmiah yang relevan…
untuk menganalisis dan mengekspolari kemampuan AI dalam mendukung personalisasi, efisiensi produk, dan pengelolaan hubungan dengan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI membuka peluang besar dalam meningkatkan strategi digital marketing secara lebih efektif, termasuk analisis sentiment, otomatisasi proses kreatif, dan optimalisasi CRM (Customer Relationship Management). Selain itu, tantangan yang harus dihadapi dalam pemanfaatan AI, yaitu isu privasi data, bias dalam algoritma, keterbatasan pemahaman nuansa budaya dan sosial, serta resistensi terhadap adopsi teknologi. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan sangat penting untuk memastikan keberhasilan dalam penerapan teknologi ini, serta memerlukan regulasi yang etis dan pelatihan bagi pelaku bisnis khususnya pada sektor usaha kecil dan menengah. Penelitian ini memberikan wawasan bagi perusahaan dan pelaku bisnis untuk dapat memanfaatkan peluang AI sebagai strategi inovasi di era digital.
Abstract:Era industri generasi keempat telah masuk ke Indonesia. Babak baru ini mensinergikan aspek fisik, digital, dan biologi, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), robotika, dan kemampuan komputer belajar…
lajar dari data (machine learning), pada manufaktur.Di dalamnya tercakup pemanfaatan data skala besar (big data), teknik penyimpanan data di awan (cloud computing). Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, dimana penulis menggunakan literatur-literatur terdahulu untuk memperoleh data dengan tujuan menelaah peran Teknologi AI dibidang industri. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ialah peran teknologi AI sangat penting dalam bidang K3 Industri seiring perkembangan zaman untuk dapat mencapai hasil yang telah ditargetkan. Namun, keberadaan teknologi AI ini juga memiliki dampak negatif, yaitu berkurangnya lapangan pekerjaan yang dapat menghasilkan banyaknya pengangguran.
Abstract:Dalam era kemajuan teknologi digital, Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu contoh bukti nyata teknologi semakin berkembang. Peran Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara seseorang menciptakan dan mengonsumsi…
onsumsi karya seni. Meskipun AI memberikan manfaat signifikan dalam industri kreatif, bahkan dapat menggantikan peran manusia yang sebenarnya manusia adalah aspek terpenting dalam menciptakan sebuah karya semi. Kemampuan AI untuk meniru gaya seniman terkenal menimbulkan tantangan baru terkait hak cipta dan plagiarisme. Pasalnya dengan kecanggihan dari AI ini menimbulkan oknum tertentu menggunakan AI untuk menjiplak atau meniru karya orang lain. hal ini membuat para peseni khawatir akan karya yang dihasilkan dapat ditiru oleh AI atau oknum yang memanfaatkan AI untuk meniru. Penelitian ini mengkaji perlindungan hak cipta atas karya seni yang dihasilkan oleh AI di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif normatif melalui analisis literatur dan perundang-undangan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa UU Hak Cipta belum secara tegas mengatur karya seni buatan AI, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan risiko pelanggaran hak cipta. Pertanggungjawaban atas pelanggaran hak cipta yang dihasilkan melalui AI dapat berbentuk tuntutan perdata, pidana, dan korporasi, serta memerlukan penyesuaian dalam kerangka hukum yang ada. Penelitian ini menyimpulkan perlunya regulasi yang jelas untuk melindungi hak cipta karya seni buatan AI serta memastikan keadilan dan efektivitas perlindungan hukum di era digital.
Abstract:Berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI), semakin banyak karya visual yang dibuat oleh sistem AI. Fenomena ini menimbulkan tantangan baru dalam ranah hukum, terutama yang berkaitan dengan pelanggaran hak cipta dan…
perlindungan hak cipta. Penelitian ini juga menyelidiki bagaimana konsep hak cipta konvensional diterapkan pada karya visual yang dibuat oleh AI dan bagaimana kerangka hukum harus berubah untuk menangani tantangan yang ditimbulkan oleh fenomena ini.Penelitian ini menunjukkan bahwa hukum hak cipta saat ini harus diubah atau disesuaikan untuk mengakomodasi penciptaan AI, termasuk memperjelas hak dan tanggung jawab antara pengembang AI, pengguna, dan entitas AI itu sendiri.
Abstract:This research aims to explore and analyze applications of artificial intelligence (AI) in English language learning, focusing on tools such as ChatGPT, ELSA Speak, and Perplexity. The literature review involved a library…
research method to synthesize findings from various sources. The results identified a significant range of AI applications in English language learning, including conversational interaction, presentation creation, illustration tutoring, individualized tutoring, material creation, illustration creation, and voice generation technologies. The findings underscore the potential of AI to improve the interactivity, personalization, and efficiency of English language learning. Suggestions for future research include continued research on long-term efficacy, ethical considerations, equitable access, integration with traditional methods, and user experience. This research is vital in bringing an in-depth understanding of the transformation of language learning through the utilization of AI technology.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Geographic Artificial Intelligence (Geo-AI) dalam identifikasi daerah rawan banjir di Kota Ambon. Geo-AI merupakan kombinasi teknologi kecerdasan buatan dengan data geospasial, termasuk…
ermasuk citra satelit dan data cuaca, yang memungkinkan analisis yang lebih akurat dan efisien dalam mengidentifikasi daerah rawan banjir. Melalui Google Earth Engine, data citra satelit dan data geospasial lainnya diolah dan dianalisis menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi pola banjir dan daerah yang rentan tergenang air. Penelitian menggunakan data JRC Global Surface Water Mapping Layers, v1.4, data NASA SRTM Digital Elevation 30m, data USGS Landsat 8 Level 2, Collection 2, Tier 1. Pegolahan dan analisis data penelitian sepenuhnya di lakukan di Geogle Earth Engine. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah berpontensi banjir memiliki luas 12.991.33 ha dan daerah yang tidak berpotensi banjir yaitu seluas 18.924,24 ha. Daerah potensi rawan banjir kemudian diklasifikasi berdasarkan batas administrasi dimana Kecamatan Teluk Ambon memiliki daerah yang berpotensi tergenang banjir seluas 5.149.37 ha, Kecamatan Nusaniwe seluas 2.034.23 ha, Kecamatan Serimau seluas 1.914.18 ha, Kecamatan Leitimur Selatan seluas 1.180.13 ha dan Kecamatan Teluk Ambon Baguala seluas 2.713.42 ha. Peta daerah potensi banjir di Kota Ambon kemudian dioverlay dengan data sebaran permukiman di Kota Ambon dan diketahui bahwa permukiman penduduk yang diprediksi berada pada daerah yang berpotensi banjir seluas 3.400.65 ha. Dengan analisis yang lebih akurat, sistem peringatan dini yang efektif, dan pengetahuan yang ditingkatkan, penelitian ini dapat berkontribusi dalam mitigasi risiko banjir, melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak banjir, serta menciptakan kota yang lebih aman dan berkelanjutan
Abstract:Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah memberikan dampak transformasi yang masif di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Guru dituntut untuk beradaptasi dengan alat digital guna…
menciptakan suasana belajar interaktif bagi siswa generasi Z dan Alpha. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan solusi atas keterbatasan literasi digital guru di SD Brainfor Islamic School melalui pelatihan intensif pemanfaatan Generative AI. Fokus kegiatan meliputi penggunaan AI Teks (ChatGPT, Notion AI) untuk administrasi, serta AI Multimodal (Gemini AI, Canva AI, Suno AI) untuk pembuatan RPP, ilustrasi kelas, dan musik edukatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) yang terdiri dari tahap sosialisasi, pelatihan hands-on, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan lonjakan rata-rata pemahaman peserta dari 35% pada tahap pre-test menjadi 88% pada tahap post-test. Seluruh peserta berhasil menghemat 50% waktu penyusunan administrasi dan menghasilkan minimal satu produk media pembelajaran interaktif secara mandiri. Pemanfaatan AI terbukti mereduksi kebosanan belajar siswa dan sangat membantu guru berinovasi.
The development of Artificial Intelligence (AI) technology has brought massive transformation in various sectors, including education. Teachers are required to adapt to digital tools to create interactive learning environments for Generation Z and Alpha students. This Community Service (PkM) aims to provide a solution to the limited digital literacy of teachers at SD Brainfor Islamic School through intensive training on Generative AI. The focus includes the use of Text AI (ChatGPT, Notion AI) for administration, and Multimodal AI (Gemini AI, Canva AI, Suno AI) for creating lesson plans, class illustrations, and educational music. The implementation method uses the Participatory Action Learning System (PALS) approach consisting of socialization, hands-on training, and evaluation stages. The results showed a surge in participants' average understanding from 35% in the pre-test to 88% in the post-test. All participants successfully saved 50% of their administration time and independently produced at least one interactive learning media product. The use of AI is proven to reduce student boredom and greatly helps teachers innovate.