Abstract:Peristiwa love scamming atau penipuan berbasis hubungan asmara di dunia maya telah menjadi perhatian serius dalam kajian kriminologi, terutama pada era digital saat ini. Pelaku love scamming sering kali memanfaatkan platform…
form digital, seperti media sosial dan aplikasi kencan, agar dapat membentuk hubungan emosional palsu dengan korban. Dengan identitas palsu dan cerita yang telah dirancang dengan apik, pelaku kemudian berhasil membohongi korban, mendapat kepercayaan para korban, kemudian akan meminta bantuan berupa uang. Dalam pandangan kriminologi, peristiwa ini menggambarkan adanya kejahatan berbasis teknologi yang memainkan kepekaan emosional setiap individu. Unsur-unsur seperti kesepian, perasaan untuk dicintai, serta kurangnya literasi digital korban ikit serta berfungsi dalam meningkatkan kerentanannya terhadap penipuan ini. Selain itu, sifat tidak beridentitas serta jarak fisik dalam interaksi digital memungkinkan pelaku bertindak tanpa diketahui, sehingga menyulitkan proses penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena love scamming melalui sudut pandang kriminologi yang fokus pada unsur- unsur pendorong, dampak psikis, serta langkah pencegahan yang dapat diambil. Pendidikan serta peningkatan literasi digital menjadi kunci dalam pencegahan kasus ini, selain penguatan regulasi terhadap platform daring yang digunakan oleh pelaku. Kerjasama antar negara juga sangat dibutuhkan untuk menangani love scamming, mengingat kejahatan ini sering melibatkan jaringan lintas negara yang kompleks, sulit dilacak, serta memiliki dampak jangka panjang pada korban dan Masyarakat.
Abstract:Penelitian ini berjudul "Analisis Tindak Tutur Direktif pada Akun TikTok @KS dalam Menyelesaikan Isu Wanita Berhijab." Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tindak tutur direktif digunakan dalam…
alam konten TikTok yang berkaitan dengan isu perempuan berhijab. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena komunikasi yang terjadi di platform media sosial, khususnya dalam konteks interaksi antara kreator konten dan audiens. Melalui analisis video dan komentar, ditemukan bahwa tindak tutur direktif berfungsi untuk menyampaikan pesan-pesan ajakan, perintah, serta nasihat kepada audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten yang diunggah oleh @KS tidak hanya mengandung informasi, tetapi juga berperan dalam membentuk pandangan masyarakat terhadap hijab dan stigma yang menyertainya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai penggunaan bahasa dalam konteks sosial media serta dampaknya terhadap persepsi masyarakat mengenai isu sensitif seperti jilbab.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai memuliakan tamu dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 24-27, dikaitkan dengan pandangan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, serta relevansinya dalam konteks sosial kontemporer.…
porer. Ayat-ayat ini menggambarkan kisah Nabi Ibrahim AS yang menunjukkan penghormatan luar biasa kepada tamu yang tidak dikenal, dengan menyajikan hidangan terbaik sebagai wujud keramahan dan kesungguhan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis tekstual terhadap karya Ihya Ulumuddin. Tafsir ayat dan pandangan Al-Ghazali dieksplorasi untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip akhlak yang berkaitan dengan adab memuliakan tamu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim AS memberikan teladan universal dalam menyambut tamu dengan sikap ramah, kesungguhan, dan tanpa pamrih. Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menekankan bahwa memuliakan tamu merupakan sunnah yang sangat dianjurkan, karena menjadi wujud nyata dari adab Islami dan ukhuwah. Al-Ghazali juga memberikan panduan praktis untuk memuliakan tamu sesuai kemampuan tanpa memberatkan tuan rumah. Pembahasan menyoroti relevansi nilai-nilai ini dalam masyarakat modern yang cenderung individualistis. Memuliakan tamu dipandang sebagai cara membangun hubungan sosial yang harmonis, menunjukkan toleransi, dan menciptakan keberkahan. Kesimpulan menyatakan bahwa ajaran ini relevan sebagai pedoman akhlak dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah perubahan zaman. Nilai-nilai ini tidak hanya berakar pada tradisi keislaman, tetapi juga memiliki dimensi universal yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks budaya.
Abstract:Paradigma sains seperti yang diartikulasikan oleh Ziauddin Sardar dan Archie J. Bahm, menekankan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan etis untuk penyelidikan ilmiah. Perspektif Sardar menganjurkan ilmu yang mencerminkan…
minkan pandangan dunia yang beragam dan mempromosikan dialog antar budaya, terutama antara dunia Islam dan Barat. Kedua pemikir menyoroti perlunya mengintegrasikan pertimbangan etis ke dalam praktik ilmiah, dengan alasan bahwa pengetahuan harus melayani umat manusia dan berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis komparatif terhadap pemikiran Sardar dan Bahm terkait paradigma sains alternatif yang mereka usulkan. Artikel ini juga membahas konsep “Ilmu Postnormal” yang diperkenalkan oleh Sardar, yang mengakui kompleksitas dan ketidakpastian isu-isu kontemporer, menyerukan pendekatan pluralistik yang mengakomodasi berbagai perspektif budaya dan etika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif, Secara keseluruhan, pekerjaan ini menggaris bawahi kebutuhan mendesak untuk pergeseran paradigma dalam sains yang memprioritaskan inklusivitas, tanggung jawab, dan kesejahteraan semua makhluk hidup, bergerak melampaui kerangka tradisional yang sering mengabaikan implikasi sosial dari kemajuan ilmiah.
Abstract:Penafsiran lafadz lamastumunnisa' dalam surat An-Nisa’ ayat 43 telah menjadi sumber ikhtilaf di kalangan ulama fiqih, khususnya dalam mazhab Hanafi dan Syafi’i. Imam Hanafi menginterpretasikan lafadz ini sebagai bentuk kinayah…
uk kinayah yang mengacu pada hubungan jima’ (hubungan seksual) antara suami dan istri, bukan sekadar sentuhan fisik. Berdasarkan adanya alif dalam kata tersebut, Imam Hanafi berpendapat bahwa lamastumunnisa' mencakup makna yang lebih dalam, menunjukkan hubungan yang lebih intim. Sebaliknya, Imam Syafi’i dalam kitabnya Al-Umm menafsirkan kata lamastumunnisa' sebagai "menyentuh" secara literal tanpa melibatkan hubungan seksual, didukung oleh qiro'at dari Hamzah dan Kasa’i yang tidak menyertakan alif. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (library research). Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengeksplorasi secara mendalam pandangan kedua mazhab melalui analisis literatur klasik dan modern yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan pandangan tersebut dan memberikan wawasan tentang bagaimana metode istinbath hukum yang berbeda memengaruhi praktik ibadah dalam Islam.
Abstract:Artikel ini membahas Dinamika Islam di Andalusia mencatatkan kejayaannya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, meninggalkan berbagai peninggalan bersejarah yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perkembangan…
mbangan pendidikan Islam di wilayah tersebut, yang merupakan pusat peradaban gemilang bagi umat Islam pada masa itu. pendidikan Islam dipahami sebagai pendidikan yang berparadigma universal, yang mengutamakan humanisasi dan liberalisasi manusia. Pendidikan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai sakral, kemanusiaan, dan alam secara terintegrasi, sehingga individu dapat memenuhi tugas pengabdiannya kepada umat manusia. Dalam pandangan ini, manusia dianggap sebagai Khalifah di bumi, yang memiliki dedikasi untuk menjalankan peranannya dalam kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research), yang mengandalkan bahan pustaka untuk menggali teori dan konsep para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama kekuasaan Islam di Spanyol, Andalusia memainkan peranan penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban, mencakup ilmu agama, filsafat, sains, musik, seni, serta bahasa. Integrasi sejarah pendidikan ulama terdahulu khusunya andalusia dan pendidikan Islam saat ini bertujuan untuk memelihara fitrah manusia dan mengembangkan potensi insani menuju pembentukan insan kamil, yaitu manusia yang sempurna sesuai dengan ajaran Islam.
Abstract:Pernikahan dalam Islam bukan hanya sekadar ikatan antara dua individu, tetapi juga melibatkan dimensi sosial, hukum, dan spiritual yang mempengaruhi masyarakat. Proses khitbah atau lamaran menjadi langkah penting dalam pernikahan,…
ernikahan, di mana batasan melihat aurat perempuan menjadi perhatian utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendalami pandangan Ibnu Hazm dan Imam Syafi'i mengenai batasan melihat aurat perempuan dalam proses pinangan. Penelitian ini menggunakan jensi penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atau kajian literatur. Hasil dari penelitian penelitian ini adalah bahwa Ibnu Hazm memperbolehkan laki-laki untuk melihat seluruh anggota wanita pinangan dan bukan wanita secara umum, sedangkan Imam Syafi'i membatasi pandangan hanya pada wajah dan telapak tangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat Muslim dalam menjalani proses khitbah sesuai dengan prinsip syariat Islam
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) khususnya Chat GPT terhadap kualitas akademik mahasiswa. Chat GPT, sebagai salah satu implementasi Artificial Intelligence…
ence (AI) dalam bidang pendidikan, menawarkan berbagai fitur yang dapat membantu mahasiswa dalam proses pembelajaran, seperti penyediaan informasi secara cepat, bimbingan akademik, penyelesaian masalah pembelajaran serta dukungan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik mengumpulkan data yang digunakan melalui kuesioner yang disebarkan kepada beberapa mahasiswa magister program studi Pendidikan Agama Islam yang dilakukan secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Chat GPT memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas akademik dari mahasiswa, baik dalam hal pemahaman materi, pengembangan keterampilan berpikir kritis, maupun efisiensi dalam menyelesaikan tugas akademik. Namun, hasil ini juga menunjukkan adanya tantangan dalam penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI), seperti potensi kurangnya keakuratan jawaban apabila tidak di kritisi dengan baik, adanya resiko ketergantungan pada Chat GPT sehingga berdampak pada penurunan kualitas akademik mahasiswa dan kurangnya interaksi langsung mahasiswa dengan dosen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yakni Chat GPT dalam dunia pendidikan serta dapat membantu institusi akademik dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif di era digital.
Abstract:Perkembangan teknologi digital memfasilitasi munculnya fenomena "flexing" di media sosial, terutama di platform TikTok. Fenomena ini mengacu pada perilaku pengguna yang memamerkan kekayaan, gaya hidup mewah, atau pencapaian…
ian pribadi untuk membangun citra diri yang diinginkan di mata publik. Melalui perspektif sosiolinguistik, penelitian ini menganalisis bahasa yang digunakan dalam konten flexing, yang sering kali mencakup kata-kata mewah, frasa khas, dan intonasi tertentu. Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana bahasa flexing menjadi alat komunikasi yang mencerminkan status sosial, kebutuhan akan validasi sosial, dan identitas digital pengguna. Temuan menunjukkan bahwa flexing bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga simbol status di ruang digital, memperlihatkan bagaimana bahasa membentuk dan mengelola persepsi identitas sosial di lingkungan daring. Implikasi ini memperluas pemahaman sosiolinguistik terkait peran bahasa dalam budaya digital dan norma sosial di media sosial.
Abstract:Pandangan Ibnu Katsir mengenai Surah Ar-Rum ayat 21, khususnya konsep sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagai fondasi keluarga Islami. Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah menciptakan pasangan hidup dari jenis…
nis yang sama, yakni manusia, sebagai manifestasi rahmat-Nya yang bertujuan untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan penuh kasih sayang antara suami dan istri. Konsep pernikahan dalam Islam, menurut Ibnu Katsir, tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga untuk membangun ikatan emosional dan spiritual yang mendalam. Hubungan yang didasari oleh cinta, ketenangan, dan kasih sayang ini menjadi pilar penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai Islami di lingkungan keluarga. Dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif-analitis, artikel ini menyoroti relevansi tafsir Ibnu Katsir dalam konteks modern untuk membangun keluarga yang stabil, seimbang, dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.