Search Articles & Publications

Showing 975 articles found for "Islam"

Efektivitas Humas Dalam Meningkatkan Citra Polres Pematangsiantar Melalui Media Online

Fia Adilla, M. Yoserizal Saragih, Abdul Rasyid
Abstract: Praktisi humas menggunakan media sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada publik dan dapat membantu memperbaiki citra organisasi. Teknologi komunikasi, terutama internet, telah memainkan peran besar dalam… memfasilitasi penyebaran informasi dan memberikan akses yang mudah kepada masyarakat. Berbagi informasi dengan orang lain, sesuai dengan ajaran Islam tentang cinta dan memberi, merupakan praktik yang sangat dianjurkan untuk membantu orang lain memahami dunia di sekitar mereka. Polres Pematangsiantar menggunakan media online, seperti Tribrata News, untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan menjaga citra positif mereka. Dalam upaya menciptakan komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat, transparansi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas menjadi sangat penting. Kasus-kasus penyalahgunaan kekuasaan oleh polisi yang terpublikasikan dapat menciptakan persepsi negatif terhadap institusi tersebut, sementara upaya untuk menciptakan citra positif terus dilakukan melalui media online. melalui penggunaan media online dan praktik hubungan masyarakat yang efektif, Humas Polres Pematangsiantar berperan penting dalam meningkatkan citra institusi mereka dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di era teknologi dan informasi yang maju.

Penerapan Rahn Pada Lembaga Pegadaian Syariah: Kajian Etika Bisnis Islam

Muhammad Islah Siregar, Syahrul Anwar, Dede Kania
Abstract: Pegadaian Syariah telah menerapkan Kode Etik yang menjadi pedoman bagi seluruh pegawai dalam menjalankan standar bisnis dan pedoman perilaku yang harus ditaati dalam aktivitas sehari-hari. Kode Etik memberikan pedoman mengenai… ngenai apa yang diharapkan dari insan Pegadaian dalam hubungannya dengan pemegang saham, karyawan lain, pemasok/mitra, pemerintah, dan masyarakat. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah kualitatif, di mana peneliti menganalisis suatu konsep dalam bentuk pertanyaan. Tujuan penerapan Kode Etik adalah untuk mendorong perilaku profesional, bertanggung jawab, wajar, dan dapat dipercaya dalam melakukan transaksi bisnis, melaksanakan tugas dan tanggung jawab, serta aktivitas lain atas nama perusahaan. Pegadaian Syariah juga berpedoman pada prinsipprinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam seluruh kegiatan usahanya. Salah satu prinsip GCG adalah menghindari praktik gratifikasi. Secara umum dalam kegiatan usaha perusahaan tidak lepas dari hubungan dan interaksi antar pihak baik internal maupun eksternal yang menjalin kerjasama yang serasi, serasi, dan berkesinambungan dengan tidak melupakan etika dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Pentingnya menumbuhkan martabat, kebanggaan, dan citra yang tinggi dalam hubungan bisnis dengan pemangku kepentingan di dalam perusahaan sebagai proses pembelajaran bagi karyawan perusahaan.

Profil Pesantren Entrepreneur dalam Pemberdayaan Kemandirian Ekonomi Pesantren di Kabupaten Padang Lawas Utara

Siregar, Zulfitri, Magdalena, Erawadi
Abstract: Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Lembaga ini memiliki misi dalam mengemban dakwah menyebarkan agama Islam. Keberadaan pesantren lahir dari inisiatif masyarakat dan menjadikannya sebagai institusi… nstitusi budaya yang memiliki ciri khas tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi lapangan (field Research) dengan menggunakan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bertumpu pada data-data yang diperoleh dari lapangan yang kemudian dianalisis. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan apa yang saat ini sedang berlaku atau sedang terjadi sesuai data dan fakta yang sesungguhnya tentang Pesantren Modern Al-Hasyimiyah Darul Ulum dalam upaya Pemberdayaan Kemandirian Ekonomi di Kabupaten Padang Lawas Utara. Berdasarakan hasil penelitian, bahwa kegiatan entrepreneur pesantren dilakukan oleh Pesantren Pemadu telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pemberdayaan kemandirian ekonomi pesantren, pengembangan agama, dan kesejahteraan sosial masyarakat di sekitaran pondok pesantren. Sehingga, dari berbagai unit-unit usaha atau kegiatan entrepreneur yang dilakukan oleh pihak pesantren secara tidak langsung memberikan pendidikan dan pengajaran kepada masyarakat yang berada di dalam maupun di luar pondok pesantren.

Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Pandangan Kyai Tentang Multikultural Di Pondok Pesantren Al-Hakimiyah Paringgonan

Harahap, Khoirunnisa, Erawadi, Magdalena
Abstract: Salah satu model pembinaan yang dapat membentuk dan mendidik masyarakat multikultural agar terhindar dari kesenjangan dan disintegrasi adalah melalui pendidikan formal maupun pendidikan informal. Seperti amanat Undang Undang… dang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003. Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia pada umumnya menyelenggarakan berbagai satuan pendidikan baik dalam bentuk sekolah maupun madrasah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penggunaan pendekatan kualitatif dikarenakan adanya suatu permasalahan atau isu yang memerlukan pendalaman untuk mempelajari suatu kelompok atau populasi tertentu, mengidentifikasi kategori yang belum dapat diukur, atau menemukan fakta-fakta yang tersembunyi Latar belakang multikultural dari santri-santriwati karena aspek perbedaan bahasa, daerah, budaya. Adapun pandangan Kyai Pimpinan Pesantren Al-Hakimiyah Rohyan Hasibuan tentang aspek-aspek multikultural yang pertama, yaitu kesadaran tentang perbedaan (plurality) menurutnya perbedaan keyakinan dalam beragama merupakan fitrah dan sunnatullah atau sudah menjadi ketetapan Tuhan, Aspek kedua, yaitu kesetaraan (equality) bahwa kesetaraan adalah kesamaan derajat, setiap manusia memiliki kesamaan dengan orang lain.Dari hasil observasi yang peneliti lakukan dan di kuatkan juga dengan beberapa wawancara bahwa multikultural dapat teraktualisasikan di pondok pesantren tersebut adalah datang dari kepedulian dan tindakan pimpinan dan tenaga pendidik untuk menanamkan kepada para santri tentang multikultural, mengajarkan arti hidup dalam perbedaan, dan saling menghargai satu sama lain.

Relasi Konstruktif Antaragama Sebuah Inklusifitas Quranik Perspektif Nurcholish Majid

Ade Abdul Jalal
Abstract: Fokus penelitian ini berupaya mencari relasi konstruktif antar agama dengan tawaran inklusivitas quranik perspektif Nurcholish Madjid. Ditemukan bahwa pesan inklusivitas konstruktif antaragama secara garis besar dibagi menjadi… enjadi dua pesan yaitu yang pertama dari kacamata teologis yang mana masing-masing agama memiliki kesamaan dari kacamata teologis bahwa Islam dan agama-agama lain memiliki titik temu yang dalam bahasa Al-Qur’an adalah kalimatun sawâ’. Pesan inklusivitas konstruktif antaragama yang ke dua mengenai Islam inklusif. Di mana, masing-masing agama menerima inklusivitas dari sisi Islam yang raẖmatan lil ‘âlamîn, Islam ẖanîf, dan al-ẖanafiyah as-samaẖah. Dua pesan konstruktif ini berperan penting bagi agama-agama dan menentukan perkembangan masyarakat yang modern dan demokratis. Jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat memiliki pandangan terbuka dan hidup berdampingan secara rukun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif (library research) Sumber primer yang digunakan adalah semua karya Nurcholish Madjid yang berkaitan dengan relasi agama. Adapun sumber sekunder penelitian ini merupakan karya yang memiliki keterkaitan dengan pokok bahasan dalam penelitian ini. Seperti Jurnal, artikel, buku yang berkaitan tentang relasi antaragama Nurcholish Madjid, atau artikel yang berhubungan langsung dengan wacana relasi antaragama dengan paradigma inklusivitas quranik berbasis Nurcholish Madjid.

Konsep Pendidikan Islam Menurut Nashiruddin Al-Thusi

Moh. Abrori, M. Sugeng Sholehuddin, Abdul Khobir
Abstract: Tulisan Ini Bertujuan Untuk Membahas Pemikiran Nashiruddin Al-Thusi Khususnya Mengenai Pemikiran Beliau Tentang Konsep Pendidikan Islam. Pendidikan Sering Disebut Sebagai Suatu Sarana Untuk Memperbaiki Peradaban Manusia.… Pendidikan Ini Erat Kaitanya Dengan Proses Kehidupan Yang Harus Dilalui Oleh Manusia Dalam Menjalankan Perannya Sebagai Khalifah Di Muka Bumi Ini, Agar Manusia Bisa Mengunkapkan Segala Sesuatu Yang Ada Di Muka Bumi Ini Dan Juga Yang Ada Di Langit. Seperti Yang Kita Ketahui Ini Bahwa Pendidikan Sekarang Ini Menjadi Alat Untuk Memperbaiki Segala Permasalahan Yang Ada Di Kehidupan Sehari-Hari, Terutama Pendidikan Islam. Perkembangan Zaman Yang Ditandai Dengan Majunya Teknologi Dalam Berbagai Bidang Juga Dibarengi Dengan Segala Macam Permasalahan Yang Membutuhkan Pemecahanya Dari Segi Agama. Dalam Tulisan Ini Akan Membahas Penawaran Yang Diungkapkan Oleh Nashiruddin Al-Thusi Bagaimana Seharusnya Pendidikan Harus Dijalankan Dan Bagaimana Islam Memandang Dan Menjalankan Pendidikanya Agar Manusia Bisa Menjalani Kehidupan Di Dunia Ini Tidak Hanya Berfokus Pada Keduniawian, Akan Tetapi Menuju Satu Tujuan Yaitu Keesaan Allah Swt.

Hagiografi Syekh. H. Mustafa Husein Nasution (1886-1955)

Asep Achmad Hidayat, Samsul Bahri Hasibuan, Atin Suhartini, Eman Suherman
Abstract: Syekh Musthafa Husein Nasution adalah seorang figur ulama yang terkenal dan memiliki pengaruh luas dalam penyebaran agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap riwayat hidup Syekh Musthafa Husein Nasution serta… a perannya dalam gerakan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode sejarah, yang melibatkan tahapan berikut: (1) Heuristik, yaitu pengumpulan sumber-sumber primer dan sekunder. (2) Kritik internal dan eksternal terhadap data yang diperoleh. (3) Interpretasi. (4) Historiografi, yang merupakan penulisan eksplanasi sejarah dalam bentuk karya ilmiah. Hasil penelitian ini mengungkapkan beberapa hal penting. Pertama, Syekh Musthafa Husein Nasution lahir pada tahun 1886 sebagai anak ketiga dari sembilan bersaudara dari pasangan H. Husen Nasution dan Hj. Halimah Lubis. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (Volk School) di Kayu Laut. Kedua, beliau dikenal di masyarakat karena aktif dalam kegiatan pengajian dan dakwah di berbagai lokasi di Mandailing Natal. Dalam bidang sosial, beliau juga aktif dalam berbagai organisasi masyarakat, termasuk menjadi Ketua Syarikat Islam cabang Tanobato pada tahun 1915, Penasehat Majelis Islam Tinggi Sumatera Utara pada tahun 1945, serta Anggota Komite Naional Pusat di Sipaholan. Pada tahun 1952, beliau diangkat sebagai anggota Syuriah NU pusat. Selain itu, Syekh Musthafa Husein Nasution terkenal sebagai seorang ulama dan Syekh di Mandailing Natal, terutama di Purba Baru tempat beliau mendirikan Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal yang masih berdiri hingga saat ini.

Keruntuhan Kerajaan Turki Ustmani Serta Implikasinya Terhadap Islam (1566 - 1924)

Hasibuan, Samsul Bahri, Ading Kusdiana, Wawan Hernawan, M. Boy Al’fazri Tahyat
Abstract: Umat Islam mengalami puncak kejayaan kedua pada masa tiga kerajaan besar berkuasa, yakni kerajaan Turki Utsmani, Safawi dan Mughal (India). Namun, setelah mencapai titik zenit pada masa Sultan Sulaiman Al Qanuni (1520-1566… 66 M), Kerajaan Turki Usmani mulai bergerak turun, melemah, dan mundur menuju titik nadir sampai menemui detik-detik kehancurannya. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran kerajaan Turki Usmani baik bersifat militer maupun non-militer. Akibat hal tersebut telah membawa Implikasi terhadap prospek Islam di wilayah tersebut. Tulisan ini betujuan untuk mengetahui dan mengkaji fenomena kemunduran dan kehancuran kerajaan Turki Usmani, mengetahui faktor penyebab kemunduran kerajaan Turki Usmani dan untuk mengetahui implikasinya terhadap prospek Islam. Metode yang digunakan oleh penulis dalam artikel ini adalah metode penelitian sejarah. Metode sejarah yang diguakan dalam artikel ini terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan penulisan. Hasil dari penelitian ini  dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kemunduran dan kehancuran kerajaan Turki Usmani yaitu melemahnya sistem birokrasi dan kekuatan militer Turki Usmani, kehancuran perekonomian kerajaan dan munculnya kekuatan baru di daratan Eropa serta serangan balik terhadap Turki Usmani. Selanjutnya implikasi terhadap prospek Islam yaitu terjadinya disintegrasi politik dalam dunia islam dan bangkitnya nasionalisme dalam dunia Islam.

Potret Kehidupan Sosial, Politik, Ekonomi dan Kultural Muslim Minoritas Di Kawasan Afrika

Hasibuan, Samsul Bahri, Asep Achmad Hidayat
Abstract: Perkembangan Islam di dunia tidak hanya sebatas ranah akidah saja, tetapi juga pada ranah-ranah yang lain seperti ranah sosial, politik, ekonomi, dan pendidikan. Di Afrika, negara-negara yang menjadi basis Islam sejak zaman… man klasik hingga zaman modern diantaranya, Mesir, Sudan, Ethiopia (Afrika Timur), dan Maroko (Afrika Barat). Perkembangan Islam di berbagai bidang inilah yang menjadikan Islam sempurna dan mudah diterima di semua kalangan. Meskipun begitu seiring berjalannya waktu akibat dari pengaruh dari agama-agama lain seperti Kristen menyebabkan munculnya minoritas Muslim. Beberapa faktor yang menyebabkan terbentuknya minoritas muslim yaitu, tanah-tanah muslim di kuasai oleh pejaja, gerakan pindah agaman dari non muslim menjadi muslim, emigrasi muslim ke daerah-daerah yang penduduk muslimnya kecil.  Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji kehidupan sosial, politik, ekonomi dan kultural Muslim minoritas di kawasan Afrika Barat dan Afrika Timur. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan penelitian library research (Studi Literature). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa paradigma ras dan kebudayaan menjadi permasalahan yang sangat krusial dan kaum muslimin umumnya senantiasa terjerumus pada simbol-simbol keagamaan sehingga kestabilan politik akan tetap sulit di capai. Kehidupan sosial-budaya masyarakat Minoritas Muslim di Afrika sering kali terjadi diskriminasi oleh pihak mayoritas. Keadaan ekonomi masyarakat Muslim minoritas di Afrika sebagian besar masyarakatnya bergantung pada pertanian. Keadaan kultural masyarakat minoritas Muslim di Afrika masih mempertahankan kepercayaan adat, melakukan ritual untuk leluhur.

Strategi Penyiaran Dakwah Radio Al-Fatih 107.3 FM Medan dalam Meningkatkan Pengetahuan Keislaman

Evi Rahmi, Dina, Syukur Kholil, Ali Akbar
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi penyiaran dakwah radio Al-Fatih 107.3 FM Medan dalam meningkatkan pengetahuan keislaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1). Strategi penyiaran dakwah… radio Al-Fatih, 2). Cara menentukan materi siaran dakwah di radio Al-Fatih untuk meningkatkan pengetahuan keislaman, dan 3). Apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat dalam proses penyiaran dakwah di radio Al-Fatih dalam program Hikmah sore Live. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan kualitatif ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan strategi penyiaran dakwah di radio Al-Fatih 107.3 FM Medan di lakukan dengan tiga tahapan yaitu: Pertama, perumusan program, dengan menetapkan tema yang mana seluruhnya diserahkan kepada narasumber dan menetapkan jadwal siaran. Kedua, pelaksanaan program, di lakukan dengan penyampaian materi disertai dengan sesi tanya jawab melalui telepon, antara penyiar, pendengar dan narasumber. Ketiga, evaluasi program, dengan melakukan peninjauan waktu siaran sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh narasumber. Adapun cara dai menentukan materi siaran dakwah untuk meningkatkan pengetahuan keislaman yaitu dengan menentukan materi yang aktual atau sesuai permasalahan yang di alami masyarakat. Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat dalam program Hikmah Sore Live yaitu, faktor pendukungnya hanya komitmen antara manager dan ustadz, sedangkan faktor penghambatnya yaitu, ketika Ustadz berhalangan hadir karena adanya rapat MUI ataupun kegiatan ceramah yang lain.