Search Articles & Publications

Showing 1197 articles found for "Namu"

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cerdik Dalam Upaya Pencegahan Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Tahun 2025

Selsa Fadilla, Wilda Tri Yuliza, Afzahul Rahmi
Abstract: Hipertensi merupakan penyebab utama komplikasi serius seperti stroke dan gagal ginjal yang banyak menyerang lansia. Salah satu strategi pencegahan adalah penerapan perilaku CERDIK (Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin… in aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, dan Kelola stres), belum semua lansia menerapkan perilaku CERDIK secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku CERDIK dalam upaya pencegahan hipertensi pada lansia di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia yang berumur 60-74 tahun yang berkunjung ke  Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang dengan sampel sebanyak 96 orang dipilih secara accidental sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Agustus, pengumpulan data pada tanggal 26 Mei - 5 Juni 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner melalui wawancara langsung dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,8% lansia memiliki perilaku CERDIK kurang baik, 37,5% lansia memiliki tingkat pengetahuan rendah, 47,9% lansia memiliki akses informasi yang kurang baik dan 37,5% lansia memiliki dukungan keluarga yang kurang baik. Hasil uji statistik  didapatkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (p = 0,00) dan akses informasi (p = 0,026) dengan perilaku CERDIK. Namun, tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku CERDIK (p = 0,669). Tingkat pengetahuan dan akses informasi merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku CERDIK dalam upaya pencegahan hipertensi pada lansia. Diperlukan peningkatan edukasi dan penyediaan informasi kesehatan yang mudah diakses bagi keluarga lansia sebagai bagian dari intervensi promotif di tingkat puskesmas.   Kata Kunci : Hipertensi,  lansia, perilaku CERDIK   Abstract   Hypertension is a non-communicable disease that often attacks the elderly and is the main cause of serious complications such as stroke and kidney failure. One of the prevention strategies recommended by the government is the implementation of CERDIK behavior (Check health, Eliminate cigarette smoke, Be diligent in physical activity, Healthy diet, Get enough rest, and Manage stress). However, not all elderly people implement this behavior optimally. This study aims to determine the factors related to CERDIK behavior in efforts to prevent hypertension in the elderly at the Lubuk Buaya Health Center, Padang City.This research is a quantitative study with a cross sectional design. The population was all elderly people aged 60-74 years and over who visited the Lubuk Buaya Health Center, Padang City with a sample of 96 elderly people selected by accidental sampling. The research was conducted in March-August. Data collection was carried out on 25 Mei – 6 Juni 2025. Data were collected using a questionnaire through direct interviews and analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test.The results of the study showed that 45.8% of elderly people had poor CERDIK behavior, 37.5% of elderly people had low levels of knowledge, 47.9% of elderly people had poor access to information and 37.5% of elderly people had poor family support. The results of statistical tests showed that there was a relationship between the level of knowledge (p = 0.000) and access to information (p = 0.026) with CERDIK behavior. However, there was no relationship between family support and CERDIK behavior (p = 0.669). Knowledge and access to information are factors associated with CERDIK behaviors in preventing hypertension in the elderly. Improved education and the provision of easily accessible health information for families of the elderly are needed as part of promotive interventions at the community health center level.

Hubungan Penggunaan Rekam Medis Elektronik Dengan Kepuasan Tenaga Kesehatan Di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Rasidin Padang Tahun 2025

Serli Marlina, Nurul Prihastita Rizyana, Dian Paramitha Asyari
Abstract: Profil Kesehatan Kota Padang (2024) menunjukkan bahwa seluruh rumah sakit telah bertransformasi menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi dengan SATU SEHAT Kementerian Kesehatan. Namun, dari sepuluh rumah&#8230; h sakit umum tipe C, masih terdapat beberapa yang belum lengkap dalam pelaporan, termasuk RSUD Dr. Rasidin Padang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara penggunaan RME dengan kepuasan tenaga kesehatan di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Rasidin Padang tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan sampel sebanyak 45 tenaga kesehatan yang dipilih melalui teknik proporsional random sampling . Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,2% tenaga kesehatan menyatakan tidak puas terhadap aplikasi RME, dan 35,6% menilai penggunaan RME kurang baik. Uji chi-square menghasilkan nilai p-value = 0,007 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan RME dengan kepuasan tenaga kesehatan. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan kualitas penggunaan RME melalui pelatihan, pendampingan, serta optimalisasi sistem untuk meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelayanan tenaga kesehatan.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Makan Di Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2025

Raudhah Salsabila Herma, Asep Irfan, Wilda Tri Yuliza
Abstract: Pengelolaan limbah cair rumah makan yang tidak benar bisa memicu dampak bagi kesehatan. Data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 menyebutkan bahwa rumah makan yang belum memenuhi syarat tempat pengelolaan pangan sebanyak&#8230; yak 31,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan limbah cair rumah makan di wilayah kerja Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret- Agustus tahun 2025 di wilayah kerja Puskesmas Ambacang Kota Padang. Populasi penelitian yaitu pengelola rumah makan yang berjumlah 37 rumah makan, dimana sampel diambil menggunakan total sampling.  Hasil penelitian didapatkan bahwa 43,2%  pengelola rumah makan melakukan pengelolaan limbah cair kurang baik, 48,6% pengelola memiliki sikap negatif, 32,4% pengelola memiliki tingkat pengetahuan rendah dan 48,6% pengelola memiliki sarana dan prasarana tidak memenuhi syarat. Terdapat hubungan antara sikap (p =0,049)  dan tingkat pengetahuan (p=0,048) dengan pengelolaan limbah cair. Namun,tidak terdapat hubungan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan pengelolaan limbah cair (p= 0,101). Sikap dan tingkat pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dan bermakna dengan pengelolaan limbah cair rumah makan. Diperlukan peningkatan edukasi dan informasi berupa pengetahuan dan dampak negatif tentang pengelolaan limbah cair rumah makan kepada pengelola rumah makan.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Petugas Pemadam Kebakaran Di Kota Padang Tahuun 2025

Mustika Anjeli, Zudarmi, Wilda Tri Yuliza
Abstract: Jumlah kasus kecelakaan terjadi di indonesia tercatat sebanyak 370.747 kasus 6.053 kasus kecelakaan kerja ditemukan di Sumatera Barat. Kecelakaan kerja merupakan salah satu risiko utama yang dihadapi petugas pemadam kebakaran&#8230; karan mengingat tingginya tuntutan fisik, lingkungan kerja yang berbahaya, serta keterbatasan penggunaan alat pelindung diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kota Padang tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang pada bulan Maret- Agustus 2025 . Populasi penelitian adalah seluruh petugas pemadam kebakaran di Kota Padang sebanyak 132 orang, dengan sampel 57 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31,6% petugas pernah mengalami kecelakaan kerja. Sebanyak 15,8% petugas memiliki tingkat pengetahuan rendah, 31,6% mengalami kelelahan kerja berat, dan 33,3% tidak menggunakan APD saat bertugas. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kelelahan kerja (p=0,000) dan penggunaan APD (p=0,001) dengan kejadian kecelakaan kerja. Namun, tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan dengan kecelakaan kerja (p=0,124). Kelelahan kerja dan penggunaan APD berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petugas pemadam kebakaran. Disarankan agar Dinas Pemadam Kebakaran meningkatkan pengawasan penggunaan APD, memberikan jadwal kerja yang seimbang, serta melaksanakan pelatihan rutin untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Belimbing Tahun 2025

Suci Fitria Yusva, Syalvia Orestie, Nurul Prihastita Rizyana
Abstract: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak menimbulkan gejala, namun berdampak serius terhadap kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.&#8230; l ginjal. Prevalensi hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia sehingga kelompok lanjut usia (lansia) menjadi yang paling rentan. Data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 menunjukkan Puskesmas Belimbing memiliki jumlah kasus hipertensi tertinggi, yaitu 12.755 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing tahun 2025. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–September 2025 dengan sampel 95 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi, dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan dari 95 responden, sebanyak 61,1% responden mengalami hipertensi, sebanyak 46,3% memiliki aktivitas fisik kurang, sebanyak 55,8% memiliki perilaku merokok berat, dan 64,2% mengalami keluhan stress berat. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan aktivitas fisik (p=0,000) dan perilaku merokok (p=0,009) dengan kejadian hipertensi pada lansia, sedangkan keluhan stress (p=0,153) tidak terdapat hubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Aktivitas fisik dan perilaku merokok merupakan faktor yang dapat berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Diharapkan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan hipertensi pada lansia dengan mendorong perubahan gaya hidup sehat.

Analisis Faktor dan Konsep Keamanan Sistem Informasi dalam Menghadapi Ancaman Siber

Nasywa Nabilah Yuliana Tangka, Ririn, Yustian Servanda
Abstract: abstrak: Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan dalam berbagai aktivitas, seperti pendidikan, bisnis, dan komunikasi. Namun, perkembangan tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya ancaman siber yang dapat&#8230; apat membahayakan keamanan sistem informasi dan data pengguna. Berbagai bentuk ancaman seperti phising, malware, ransomware, dan pencurian data menjadi masalah yang sering terjadi di era digital saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keamanan sistem informasi serta memahami konsep keamanan yang dapat diterapkan dalam menghadapi ancaman siber. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan mempelajari berbagai sumber yang berkaitan dengan keamanan sistem informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia, penggunaan teknologi, dan rendahnya kesadaran terhadap keamanan digital menjadi penyebab utama meningkatnya ancaman siber. Selain itu, penerapan konsep keamanan seperti Confidentiality, Integrity, dan Availability (CIA Triad) dapat membantu meningkatkan perlindungan data dan sistem informasi dari berbagai ancaman digital.

Analisis Pengelolaan Aset Desa Di Desa Ciburial Ditinjau Dari Lima Tahapan Teori Manajemen Aset

Hasya Aulia, Naila Fayza Haq Faqih, Manda Alifia, Azzahra Aulia Arrahman, M. Riza Albani, Alvira Nisrina Zahir, Iyep Saifulrahman
Abstract: Abstrak merupakan ringkasan singkat dari makalah untuk membantu pembaca cepat memastikan masalah utama Pengelolaan aset desa memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik,&#8230; ik, dan pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan aset Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung berdasarkan lima tahapan teori manajemen aset menurut Doli D. Siregar yang meliputi inventarisasi aset, legal audit, penilaian aset, optimalisasi aset, serta pengawasan dan pengendalian aset. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan yang terdiri atas aparatur Desa Ciburial yang terlibat dalam pengelolaan aset desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inventarisasi aset telah dilakukan melalui SIPADES dan dokumen inventaris aset desa sehingga data aset dapat terdokumentasi dengan baik. Legalitas aset pada umumnya telah didukung oleh dokumen kepemilikan yang jelas, sedangkan penilaian aset dilakukan melalui pencatatan nilai perolehan dan penyusutan aset. Optimalisasi aset dilaksanakan melalui pemanfaatan aset untuk menunjang pelayanan publik, kegiatan masyarakat, serta penyertaan modal pada BUMDes. Pengawasan dan pengendalian aset dilakukan melalui pemeriksaan fisik, pencocokan data administrasi, pengawasan Badan Permusyawaratan Desa, serta audit dari instansi terkait. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, kompleksitas administrasi aset, dan terbatasnya aset yang dapat dikembangkan secara produktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan aset Desa Ciburial telah berjalan cukup baik, namun masih diperlukan penguatan kapasitas pengelola dan optimalisasi pemanfaatan aset guna meningkatkan efektivitas pengelolaan aset desa.

Fenomena Brain Drain di Kalangan Generasi Muda: Tantangan Cinta Tanah Air di Era Globalisasi

Aditama, Portia, Hanif Nahrufirdaus, Muhammad Maftuh Maulana, Damar Patria Mahardika, Hangestuti Wardani, Farhan Hamid
Abstract: Fenomena brain drain di era globalisasi menjadi isu penting bagi kalangan generasi muda Indonesia, terutama tertuju pada mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi yang memilih merintis karier dan menetap di luar negeri. Upaya&#8230; ya dari pemerintah berupa program beasiswa seperti LPDP merupakan bentuk investasi negara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kontribusi bagi pembangunan nasional. Namun, baru-baru ini munculnya tren seperti #KaburAjaDulu menunjukkan adanya krisis kepercayaan sebagian kalangan generasi muda terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan prospek karier di dalam negeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana fenomena brain drain sebagai tantangan terhadap nilai cinta tanah air dan nasionalisme generasi muda. Dengan metode pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan netnografi. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa fenomena brain drain dipicu oleh faktor pendorong seperti keterbatasan lapangan kerja, fasilitas riset yang rendah, dan ketidakpastian karier, serta faktor daya tarik dari luar domestik berupa kesejahteraan, profesionalisme, dan peluang berkembang yang luas. Selain memunculkan pergeseran makna nasionalisme di kalangan generasi muda, fenomena ini berdampak pada berkurangnya potensi sumber daya manusia nasional sehingga diperlukan integrasi di sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan penguatan nilai nasionalisme agar generasi muda tetap kompetitif secara global sekaligus berkomitmen penuh terhadap bangsa atau tanah air.

Dampak Program Ceramah Pengantin Terhadap Harmoni Perkawinan Di KUA Kecamatan Medan Area

Augie, Talitha Ivana, Rawa, Mutia Hisma, Siahaan, Orvina, Azhar, Khairil, Nasution, Naufal Azzaki Yasir
Abstract: Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program ceramah pengantin serta dampaknya terhadap keharmonisan perkawinan di KUA Kecamatan Medan Area. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan&#8230; field research melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ceramah pengantin telah dilaksanakan secara terstruktur dan memberikan pembekalan terkait komunikasi, manajemen konflik, kesiapan emosional, serta nilai-nilai keagamaan. Program ini berkontribusi positif dalam meningkatkan keharmonisan rumah tangga, terutama dalam aspek komunikasi, pengelolaan konflik, dan kesadaran spiritual. Namun, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh rendahnya partisipasi peserta serta keterbatasan waktu dan fasilitas.

Peran Komunikasi Dalam Membangun Hubungan Sosial Di Era Digital

Shofiyyah, Ritonga, Nurlia Sartika, Wardiyah, Metha, Rahman, Halim Idul, Sabri, Sikumbang, Ahmad Tamrin
Abstract: Penelitian ini membahas peran komunikasi digital dalam membangun hubungan sosial masyarakat di era modern. Perkembangan teknologi komunikasi dan media sosial telah mengubah pola interaksi sosial dari komunikasi tatap muka&#8230; a menjadi komunikasi berbasis digital yang lebih cepat, praktis, dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran, dampak positif dan negatif, serta upaya menjaga hubungan sosial melalui komunikasi digital yang sehat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan melalui berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi digital memberikan dampak positif berupa kemudahan dalam berinteraksi, memperluas jaringan sosial, mempercepat penyebaran informasi, serta mempererat hubungan sosial tanpa dibatasi ruang dan waktu. Namun, komunikasi digital juga memiliki dampak negatif seperti berkurangnya interaksi tatap muka, miskomunikasi, cyberbullying, penyebaran hoaks, dan meningkatnya ketergantungan terhadap media digital. Oleh karena itu, diperlukan penerapan etika komunikasi, peningkatan literasi digital, serta keseimbangan antara komunikasi virtual dan komunikasi langsung agar hubungan sosial tetap terjaga dengan baik. Dengan penggunaan teknologi yang bijak, komunikasi digital dapat menjadi sarana yang mendukung terciptanya hubungan sosial yang sehat dan berkualitas di era modern.