Search Articles & Publications

Showing 1102 articles found for "Wawancara"

Peran Orang Tua Dalam Mendorong Minat Baca Siswa Di SD

Stevani Amanda Sidabutar, Yesa Anaria Tambunan, Meikardo Samuel Prayuda
Abstract: Meningkatkan kemampuan membaca sangat penting karena memungkinkan seseorang untuk meningkatkan kemampuan otaknya dan membuat keputusan. Menumbuhkan minat peserta didik untuk membaca sejak dini adalah salah satu hal yang… dapat dia lakukan. Namun, karena kurangnya dorongan, keinginan, dan motivasi dari peserta didik sendiri, minat membaca terus meningkat, terutama di kalangan siswa yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Hal ini disebabkan oleh karena kurangnya peranan orangtua dan guru dalam menerapkan minat membaca pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan minat baca pada anak. Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang mengahasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang- orang atau perilaku yang diamati. studi kasus yang bersifat deskriptif.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, observasi.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman dan Sadana meliputi pengumpulan data, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua terhadap anak-anaknya berbeda-beda dan mempengaruhi minat belajar dan membaca anak. Orang tua yang kurang memperhatikan waktu belajar anaknya menyebabkan minat belajar dan membaca anak juga kurang. sedangkan orang tua yang lebih memperhatikan dan mengontrol waktu belajar anaknya maka anak tersebut memiliki minat belajar dan membaca lebih besar dari anak lainnya. Sehingga peran orang tua juga sangat penting untuk mempengaruhi minat membaca peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian tentang peran orang tua dalam meningkatkan minat membaca di Desa Perumas Simalingkar Dusun Lada maka peneliti mengambil kesimpulan yaitu Orang tua di rumah membiasakan anaknya belajar dan membaca dengan membuatkan jadwal dan kontrol serta pengawasan langsung dari orang tua. Orang tua juga dapat berperan meningkatkan minat baca pada anak dengan cara membuat perpustakaan kecil dirumah yang berisi buku cerita, pelajaran, komik dan apapun yang digemari anak serta pentingnya memotivasi anak untuk membuat minat baca anak meningkat.

Upaya Meningkatkan Kepedulian Sosial Peserta Didik Melalui Pembelajaran IPS Pada Siswa

Naomi Septania Gultom, Feby Feby Yola Br. Tarigan, Fiber Yun Almanda Ginting
Abstract: Sikap peduli sosial siswa dapat dipengaruhi oleh lingkungan tempat berada anak seperti lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Kepedulian Sosial bisa didapatkan dari mana saja, salah satunya melalui pembelajaran… mbelajaran IPS. Masih banyak di temui siswa yang kurang dalam karakter sosialnya. Salah satunya melalui pembelajaran IPS. Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari berbagai aspek kehidupan manusia, Dalam mengembangkan nilai-nilai seperti peduli lingkungan, kreatif, rasa ingin tahu serta sikap peduli sosial perlu upaya pengondisian pada siswa agar dapat memunculkan perilaku yang menunjukan nilai-nilai tersebut pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya dalam meningkatkan sikap peduli sosial pada siswa Sekolah Dasar.Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah studi kasus yang bersifat deskriptif. jenis penelitian ini memfokuskan pada penelitian mengenai upaya guru dalam meningkatkan sikap peduli sosial siswa melalui materi IPS. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman dan Sadana meliputi pengumpulan data, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Upaya guru dalam meningkatkan sikap peduli sosial siswa dengan melalui materi pada mata pelajaran IPS guru memberikan penjelasan mengenai materi empati, guru menyuruh siswa untuk membentuk kelompok belajar, guru memberikan tugas pada siswa, pengondisian kelas saat ada siswa yang ramai guru memberikan pertanyaan agar siswa dapat menghargai guru yang sedang mengajar serta guru memberikan salam pada siswa saat akan memulai pembelajaran. dengan memberikan pemahaman dan materi terhadap siswa agar siswa mampu memahami materi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain dengan memberikan materi guru juga memberikan tugas pada siswa mengenai kegiatan apa saja yang sudah dilakukan di lingkungannya yang sesuai dengan materi seperti sikap tolong menolong dengan memberikan bantuan kepada temannya.pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat penting dalam mengembangkan pendidikan karakter di sekolah dasar. IPS tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, dan geografis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti toleransi dan kepedulian sosia.

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Dalam Mengurangi Risiko Kecelakaan Kerja Di Pabrik Kripik Tuntungan

Yughni Aulia Nabila, Friska Dela Oktapiani, Rifa Shakila, Novi Andaresta, Chairunnisa, Cindy Yunika Safithry, Zuhrina Aidha Harahap
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko kecelakaan kerja di Pabrik Kripik Tuntungan. Metode… penelitian yang digunakan adalah observasi deskriptif, di mana data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap pelaksanaan SMK3 di lapangan, serta wawancara dengan karyawan dan manajemen pabrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 secara efektif dapat meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya keselamatan kerja, mengurangi jumlah kecelakaan kerja, dan meningkatkan efisiensi produksi. Penerapan prosedur keselamatan, pelatihan rutin, dan pengawasan ketat terbukti memiliki dampak positif terhadap penurunan insiden kecelakaan kerja. Penelitian ini merekomendasikan agar pabrik terus memperbarui dan mengawasi implementasi SMK3 untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan karyawan.

Identifikasi Kemampuan Berpikir Aljabar Dan Resiliensi Matematis Dalam Pemecahan Masalah SPLDV Berdasarkan Gaya Kognitif

Ratna Maulida
Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh matematika sebagai ilmu yang universal serta memiliki peran penting dalam membantu siswa agar siap untuk menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Disamping pentingnya peran matematika… tematika dalam kehidupan, hasil penelitian NCTM (2020) menunjukan bahwa kemampuan siswa Indonesia masih berada pada tingkat rendah dimana siswa mampu menyelesaaikan matematika sederhana dan belum menguasai matematika dengan baik. Salah satu cabang ilmu yang dapat mengekplorasi kemampuan berpikir siswa adalah berpikir aljabar. Bander (2018) menyatakan bahwa pemecahan masalah merupakan salah satu hal yang dapat digunakan untuk memunculkan berpikir aljabar. Sementara itu resiliensi matematis dapat menunjang kemampuan pemecahan masalah matematika, serta unsur gaya kognitif yang tidak jarang ditemukan perbedaan yang dimiliki oleh setiap siswa dalam menerima dan mengelola informasi yang diberikan oleh guru biasa disebut gaya kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir aljabar dan resiliensi matematis siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dan impulsif dalam pemecahan masalah SPLDV. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII K sekolah berbasis pesantren SMP Islam Sunan Gunung Jati Ngunut-Tulungagung yang berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kevalidan dari ahli media dan ahli materi, hasil tes berpikir aljabar, hasil tes wawancara serta hasil angket resiliensi matematis. Dapat diketahui bahwa pada kriteria sedang memiliki presentase siswa paling tinggi yaitu sebesar 64.8%, hal ini menunjukan bahwa siswa yang berada pada kriteria sedang memiliki kemampuan dibawah rata-rata yaitu sebesar 64.2. Sedangkan presentase untuk kriteria tinggi yaitu 20.4%, hal ini menunjukan bahwa 9 dari 34 siswa memiliki kemampuan berpikir aljabar diatas rata-rata, yaitu dengan rata-rata sebesar 86.8. Untuk kriteria rendah memiliki presentase siswa sebesar 14.8%, artinya 4 siswa dari 34 siswa memiliki kemampuan berpikir aljabar dalam kategori rendah.

Peran P5 Dalam Pembentukan Karakter Gotong Royong Peserta Didik Di Smp Negeri 10 Kota Serang

Ajeng Ayu Waryatun, Dea Marshanda, Eka Herlina, Fadia Puja Ainun, Fathurrahman, Hana Labibah, Intan Alia Kusuma, Lia Nadia, Mahesa Alif Ariyanto, Rani Nurhasanah, Ricky Andrian, Shofia Latifa Dewi, Waisul Kurni Maulidi, Wina Maulida Hapsari, Putri Dian Dia Conia
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran P5 (Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila) dalam pembentukan karakter gotong royong siswa SMP Negeri 10 Kota Serang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif,… tif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi untuk mendeskripsikan bagaimana kontribusi P5 dalam menginternalisasi nilai-nilai gotong royong di kalangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 tidak hanya meningkatkan partisipasi dan kekompakan siswa dalam kegiatan bersih-bersih, tetapi juga mengajarkan tentang kolaborasi, komunikasi, dan tanggung jawab bersama. Meskipun terdapat tantangan seperti kurangnya semangat dari sebagian siswa, peran guru dalam memberikan motivasi sangat penting untuk mengatasi kendala tersebut. Dengan demikian, P5 terbukti efektif dalam membentuk karakter gotong royong yang merupakan nilai luhur dalam Pancasila, sekaligus menjawab tantangan globalisasi yang mengancam nilai-nilai sosial dalam masyarakat.

Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 11 Kota Serang

Nur Eva Lestari, Galuh Ramadhan, Salwa Lutfiyah, Fauziah Ulfi, Fabhia Sakhda Tamtia, Aura Wardhani, Dina Rachmawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjabarkan bagaimana pelaksanaan dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada program sekolah penggerak di SMPN 11 Kota Serang mulai dari proses, kurikulum yang digunakan,… n, strategi, penyesuaian materi, produk, faktor pendukung dan penghambat serta evaluasinya. Jenis penelitian ini adalah  kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 13 (tiga belas) orang terdiri dari tiga guru penggerak di SMPN 11 Kota Serang (yakni Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum yang juga merupakan guru mapel dan guru mapel), empat guru mapel dan enam orang peserta didik. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dan empat teknik analisis data yaitu reduksi data, pengumpulan data, dokumentasi dan penyajian data. Terdapat tiga triangulasi data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil wawancara dengan informan SMP Negeri 11 Kota Serang mengungkapkan bahwa sekolah sudah menerapkan pendekatan pembelajaran yang di harapkan dalam kurikulum merdeka dengan melakukan pembelajaran berdiferensiasi. Ini menjadi langkah yang baik dalam mewujudkan tujuan dari kurikulum merdeka, yaitu memfasilitasi kebutuhan belajar yang berbeda-beda, dan pembelajaran yang berpusat membuat peserta didik lebih aktif dibanding pendidik dalam proses pembelajarannya, salah satunya dengan di adakannya Profil pelajar Pancasila.

Peranan Pendidikan Dalam Menumbuhkan Nilai Nilai Dan Karakter Terhadap Peserta Didik Di MTs. Al – Ittihadiyah

Afrahul Fadillah Daulay, Athasya Trizhafira, Maulidya, Ilham Manik
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter pada siswa di MTs Al-Ittihadiyah, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendidikan karakter merupakan aspek krusial… dalam pembentukan moral dan kepribadian siswa, yang pada gilirannya akan berkontribusi terhadap kualitas individu dalam masyarakat. MTs Al-Ittihadiyah sebagai lembaga pendidikan berusaha menanamkan nilai-nilai ini melalui berbagai program dan aktivitas yang dirancang khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung proses pembelajaran dan kegiatan-kegiatan di sekolah yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Wawancara dilakukan dengan guru, siswa, dan orang tua untuk mendapatkan perspektif yang lebih mendalam mengenai pelaksanaan dan dampak pendidikan karakter. Analisis dokumen dilakukan terhadap materi pembelajaran dan kebijakan sekolah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di MTs Al-Ittihadiyah berhasil menanamkan nilai-nilai moral dan religius kepada siswa. Nilai-nilai ini ditanamkan melalui berbagai kegiatan akademik dan ekstrakurikuler yang terstruktur. Misalnya, pelajaran agama dan kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah dan ceramah, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka dan diskusi kelompok yang mendorong kerjasama dan tanggung jawab. Para siswa menunjukkan peningkatan dalam sikap disiplin, kejujuran, dan kerjasama setelah terlibat dalam program-program ini. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan utama dalam pelaksanaan pendidikan karakter di MTs Al-Ittihadiyah. Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter anak-anak mereka. Selain itu, dinamika sosial siswa, seperti pengaruh teman sebaya dan lingkungan sekitar, juga menjadi faktor yang mempengaruhi efektivitas program pendidikan karakter. Beberapa siswa masih menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah, yang menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih holistik dan melibatkan berbagai pihak. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter. Kolaborasi ini dapat meningkatkan efektivitas program-program yang telah berjalan dan mengatasi tantangan-tantangan yang ada. Dengan dukungan yang kuat dari semua pihak, nilai-nilai karakter yang ditanamkan di sekolah dapat lebih efektif diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini juga menyarankan perlunya pengembangan program-program pelatihan bagi orang tua dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan karakter, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan moral dan karakter siswa.

Kualitas Pelayanan Penerbitan Izin Pendirian Apotek Dan Toko Obat Di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tasikmalaya

Susi Rahmawati, Ani Heryani, Andi
Abstract: Permasalahan proses pelayanan yang tidak sesuai Standar Operasional Pelayanan yang seharusnya memakan waktu tujuh hari namun memakan waktu hingga satu bulan, serta kurangnya respon petugas dalam memberikan pemahaman edukasi… asi tentang pelayanan menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Kualitas pemberian izin pendirian apotek dan toko obat pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tasikmalaya menjadi subjek penelitian ini. Dalam eksplorasi ini pencipta menggunakan hipotesis Zeithaml dan Hardiansyah yang terdiri dari 5 aspek, yakni Unmistakable, Dependability, Responsiveness, Konfirmasi, dan Simpati. Pemeriksaan ini menggunakan strategi eksplorasi grafis subjektif dengan metode pengumpulan informasi melalui pertemuan, studi persepsi dan dokumentasi. Triangulasi sumber digunakan untuk teknik keabsahan data, dan wawancara dengan informan digunakan untuk metode pengumpulan data. Penulis mengambil kesimpulan, berdasarkan temuan di lapangan, bahwa kualitas pelayanan Pelayanan Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Kota Tasikmalaya sudah sangat baik. Namun dari sisi kualitas pelayanan yang diukur dengan indikator nyata, masih terdapat permasalahan antara lain masyarakat kesulitan dalam mendapatkan informasi mengenai persyaratan yang harus dipenuhi. Masyarakat belum memahami bagaimana konsep dan sistem dapat berjalan dengan baik. Dari segi kualitas administrasi, masih belum adanya sosialisasi dari pemerintah terkait perizinan administrasi ke daerah yang bersangkutan. Indikator Daya Tanggap masih belum optimal karena masih terdapat kecerobohan waktu reaksi dalam proses administrasi permohonan perizinan yang saat ini tertuang dalam pedoman fungsional bantuan yang telah ditetapkan. Penyebab keterlambatan proses permohonan perizinan layanan harus kita perhatikan dan evaluasi untuk meningkatkan kualitasnya dan memastikan kepatuhannya terhadap Standar Operasional Pelayanan. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Perizinan Apotek dan Toko Obat

Tantangan dan Peluang Transformasi Bank Sentral di Era Digital

Lestari, Liviana Miftah, Uly Sunil Asyura, Vaza Zahiduz Zaka, Rini Puji Astuti
Abstract: Transformasi bank sentral di era digital menghadirkan tantangan keamanan siber, perlindungan data, dan adaptasi regulasi terhadap inovasi teknologi, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional, transparansi,… nsparansi, dan inklusi keuangan melalui teknologi seperti blockchain dan mata uang digital bank sentral (CBDC). Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis literatur, menganalisis dampak teknologi digital pada fungsi dan kebijakan bank sentral. Melalui wawancara dengan pakar dan pejabat bank sentral serta analisis dokumen resmi, penelitian ini mengidentifikasi strategi untuk mengoptimalkan manfaat transformasi digital sambil memitigasi risiko, dengan tujuan meningkatkan stabilitas dan efisiensi sistem keuangan global.  

Analisis Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Di PT Pertamina

Latifah Mutiah Nurhidayah, Susilawati
Abstract: PT Pertamina, salah satu perusahaan energi terbesar di Indonesia, memiliki manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang sangat penting untuk operasinya. Abstrak ini menyajikan ringkasan analisis manajemen K3 PT Pertamina.… rtamina. Tujuannya adalah untuk menekankan masalah, praktik terbaik, dan konsekuensi praktis. Dalam analisis ini, pendekatan holistik digunakan untuk memahami manajemen K3 PT Pertamina. Studi ini menyelidiki dan mengevaluasi kebijakan, prosedur, dan praktik K3 yang diterapkan di seluruh unit operasional perusahaan. Tinjauan literatur, wawancara dengan pemangku kepentingan, dan analisis data sekunder yang relevan adalah metode penelitian. Analisis ini menunjukkan bahwa PT Pertamina telah melakukan banyak hal untuk meningkatkan manajemen K3 dengan menerapkan kebijakan proaktif dan program pelatihan yang berkelanjutan.