Search Articles & Publications

Showing 1019 articles found for "Stik"

Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Sukadiri Kabupaten Tangerang

Siti Nuratna Habibah, Siti Haeriyah, Nuryani
Abstract: Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan bahwa sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, yang berarti satu dari tiga orang di dunia menderita hipertensi. Jumlah penderita hipertensi terus… s bertambah setiap tahunnya, pada tahun 2025 sekitar 1,5 miliar orang akan terkena hipertensi dan setiap tahun 9,4 juta orang akan meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Sukadiri. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan jenis penelitian Cross Sectional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Jumlah sample sebanyak 87 orang. Hasil Penelitian  : Hasil uji statistik didapatkan pada hubungan riwayat keluarga dengan hipertensi p-Value 0,049 dan nilai OR 95% CI sebesar 2,698(1,098 – 6,630), pada hubungan usia dengan hipertensi p-Value 0,042 dan nilai OR 95% CI sebesar 3,078 (1,152 – 8,232), pada hubungan jenis kelamin dengan hipertensi p-Value 0,250 dan pada hubungan pola makan dengan hipertensi p-Value 0,233. Kesimpulan : Dari keempat faktor, hanya faktor riwayat keluarga dan usia yang ada hubungan dengan kejadian hipertensi. Saran : Diharapkan bagi lansia terutama penderita hipertensi untuk memeriksakan kesehatan secara rutin dipelayanan kesehatan.

Efektifitas Senam Otak (Brain Gym) Terhadap Peningkatan Daya Ingat Lansia Di Desa Sukanagara Cikupa

Siti Suryanti, Siti Haeriyah, Nuryani
Abstract: Gangguan kognitif merupakan salah satu dampak buruk bagi lansia. Fisioterapi berperan penting dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia yaitu dengan cara promotive, preventif, kuratif, dan rehabilitative. Tujuan : Untuk&#8230; ntuk mengetahui efektifitas senam otak (brain gym) terhadap peningkatan daya ingat lansia di Desa Sukanagara Cikupa. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pre eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design, yaitu penelitian yang menggunakan satu kelompok dengan diberi perlakuan dan posttest setelah dilakukan perlakuan. Sampel pada penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah 40 responden Hasil Penelitian : Nilai mean sebelum dilakukan intervensi senam otak adalah 12,77 dimana lebih kecil dari pada nilai mean sesudah intervensi senam otak yaitu 22,05 dan standar deviasi sebelum dilakukan intervensi senam otak adalah 3,548 dan sesudah dilakukan intervensi senam otak yaitu 2,561. Hasil uji statistik menunjukan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test bahwa dapat diketahui nilai Z -5,525, dengan nilai signifikansi P-Value dari data tersebut adalah 0,000 (P<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Kesimpulan : berdasarkan hasil analisis terdapat efektifitas antara tingkat daya ingat sebelum dan sesudah dilakukan intervensi senam otak.

Eksistensi Keterangan Ahli dalam Pembuktian Tindak Pidana Korupsi

Itok Dwi Kurniawan
Abstract: Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menimbulkan dampak luar biasa bagi negara dan kelangsungan hidup rakyatnya. Korupsi sebagai kejahatan luar biasa memerlukan upaya penanganan yang luar biasa&#8230; pula, khususnya dalam proses pembuktiannya. Pembuktian tindak pidana korupsi seringkali memerlukan peran dari ahli yang berasal beberapa disiplin ilmu guna memastikan bahwa benar tindak pidana korupsi telah terjadi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi keterangan ahli sebagai alat bukti dalam pembuktian tindak pidana korupsi dan sejauh mana kontribusi alat bukti keterangan ahli dalam meyakinkan hakim bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil dari penelitian ini adalah diajukannya keterangan ahli ke depan persidangan tindak pidana korupsi akan menambah keyakinan hakim tentang kebenaran dari alat bukti yang lainnya yang diajukan oleh penuntut umum, dan memperkuat keyakinan hakim untuk menjatuhkan putusan pemidanaan jika memang dari alat bukti yang ada terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi

Hubungan Self-Efficacy Dengan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Mahasiswa

Abdul Majid, Latri
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Kampus V Parepare. Self-efficacy dipandang sebagai keyakinan&#8230; yakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik, sedangkan kemampuan berpikir kritis matematis merupakan keterampilan penting dalam memahami, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan matematika secara logis dan sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui angket self-efficacy dan tes kemampuan berpikir kritis matematis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dengan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa PGSD, dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,63 dan nilai signifikansi p = 0,000 < 0,05. Hal ini berarti semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, maka semakin baik pula kemampuan berpikir kritis matematisnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2025 di Kampus V Parepare. Temuan ini mengindikasikan bahwa self-efficacy merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran matematika di PGSD untuk mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa.

Pendidikan Literasi Digital Dasar sebagai Pengenalan Keamanan Internet Kepada Siswa Sekolah Dasar

Safrudin, Sri Wahyudi
Abstract: Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak signifikan dalam kehidupan anak-anak, termasuk siswa sekolah dasar. Minimnya pemahaman akan literasi digital dan keamanan internet di kalangan siswa usia dini menjadi&#8230; adi tantangan yang perlu segera diatasi untuk mencegah risiko digital seperti perundungan siber, pencurian data, hingga penyalahgunaan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep literasi digital dasar serta membentuk pemahaman siswa terhadap keamanan penggunaan internet. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest dan posttest. Edukasi dilakukan kepada siswa kelas V SD Negeri 024 Rambah Samo dalam dua sesi, masing-masing berdurasi 90 menit, menggunakan modul ringkas dan video edukatif yang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif siswa. Instrumen berupa kuesioner divalidasi melalui expert judgment dan diuji cobakan kepada 45 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk melihat capaian skor pemahaman dan paired sample t-test untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan rata-rata total skor pemahaman siswa mencapai 84,18%, dengan peningkatan signifikan dari pretest (X̄ = 55,20) ke posttest (X̄ = 68,90) dengan nilai t-hitung = 9,452 dan p-value = 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi literasi digital efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai keamanan internet. Kesimpulannya, pendidikan literasi digital dasar merupakan strategi preventif yang penting untuk diterapkan sejak dini guna membekali siswa menghadapi dunia digital secara aman dan bertanggung jawab.

Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook Makna Lambang Garuda Pancasila Kelas II Sekolah Dasar

Rahma Nur Lailiyah, Frans Aditia Wiguna, Kukuh Andri Aka
Abstract: Untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila, guru perlu menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Scrapbook merupakan media pembelajaran berbasis visual&#8230; ual dan interaktif yang efektif digunakan untuk pembelajaran tematik, khususnya pada materi lambang Garuda Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis sekrup dan mengetahui kelayakan, kepraktisan serta efektivitasnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes hasil belajar. Hasil validasi oleh ahli materi dan ahli wakil menunjukkan tingkat kepahitan sebesar 86% hal ini menunjukkan kategori sangat valid. Respon guru menunjukkan kepraktisan media sebesar 91,1% dan respon siswa sebesar 93,3%. Hasil uji efektivitas menunjukkan 95% siswa mencapai ketuntasan belajar. Dengan demikian, media scrapbook layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran makna lambang Garuda Pancasila

Humanistik Pada Terjemahan Syair Abu Nawas Al-Iktiraf

Masita Taufiqi Kholida
Abstract: Penelitian ini membahas tentang analisis keterbacaan dan analisis humanistik dari syair Abu Nawas Al-Iktraf dengan pendekatan reflektif . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif yaitu dengan&#8230; an cara membandingkan teks sumber (TSu) berbahasa Arab dan teks sasaran berbahasa Indonesia (TSa) dari syair Al-Iktiraf. Hasil yang didapatkan dari analisis keterbacaan pada hasil terjemahan syair Al-Iktiraf (TSa) adalah tingkat keterbacaan sedang dengan skor 63,56 %. Kemudian hasil analisis humanistik dengan pendekatan reflektif dari syair Al-Iktiraf didapatkan hasil tingkat kesadaran reflektif tinggi dengan persentase 100 % dari reponden mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Makassar tentang kesadaran dosa dan pengampunan.

Analisis Makna Martarombo Dikalangan Mahasiswa Perantau Sebagai Upaya Menemukan Silsilah Kekerabatan Dalam Budaya Batak

Esther Sitorus, Roberta Veronika Situmorang, Lovia Lidya Tondang, Rehan Falentino Sitohang
Abstract: Masyarakat Batak memiliki jaringan kekerabatan yang kuat, berpusat pada klan dan diatur oleh adat Dalihan Na Tolu. Inti dari struktur ini adalah tradisi Martarombo, sebuah praktik komunikasi yang bertujuan untuk menelusuri&#8230; ri garis keturunan (tarombo) guna membangun hubungan kekerabatan yang tepat antara individu Batak yang baru berkenalan. Saat ini, Martarombo menghadapi tantangan serius di kalangan mahasiswa Batak yang telah bermigrasi karena kurangnya pengajaran tradisional dari orang tua mereka dan pengaruh kuat individualisme perkotaan. Situasi ini membuat banyak anak muda Batak bingung atau tidak menyadari garis keturunan mereka, sehingga membahayakan pelestarian budaya dan solidaritas komunitas. Studi ini menggunakan desain kualitatif, deskriptif-fenomenologis untuk mengungkap dan menganalisis makna Martarombo di kalangan mahasiswa Batak. Tujuannya adalah untuk menyelidiki implementasinya, tingkat pemahaman tentang garis keturunan, dan efektivitasnya dalam memperkuat ikatan kekerabatan Batak di tengah dinamika kehidupan di luar negeri. Diharapkan hasil studi ini akan memberikan solusi praktis dan strategi pelestarian bagi organisasi dan komunitas mahasiswa Batak untuk memastikan keberlanjutan tradisi penting ini..

CURRICULUM REFORM IN INDONESIA

Ningrum, Rini Listiya, Akhmad Ali Mirza, Zaitun Qamariah
Abstract: Abstrak Artikel ini memberikan gambaran tentang sejarah reformasi kurikulum di Indonesia, kondisi kurikulum saat ini, proses reformasi kurikulum, serta tantangan dan implikasi penerapan Kurikulum baru. Artikel tersebut berpendapat&#8230; erpendapat bahwa reformasi kurikulum sangat penting bagi sistem pendidikan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan siswanya dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-21. Sistem pendidikan Indonesia menghadapi beberapa tantangan, khususnya di bidang kurikulum. Salah satu permasalahan utamanya adalah tidak adanya keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan tenaga kerja, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja. Selain itu, sistem pendidikan telah dikritik karena penekanannya yang berat pada hafalan dan hafalan, yang dipandang sebagai penghalang pengembangan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah di kalangan siswa. Untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, telah dilakukan berbagai upaya untuk mereformasi kurikulum selama bertahun-tahun. Reformasi kurikulum terbaru, Kurikulum 2013, bertujuan untuk meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, mempromosikan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk abad ke-21. Namun, penerapan Kurikulum baru menghadapi beberapa tantangan, termasuk pelatihan guru yang tidak memadai, kurangnya sumber daya, dan penolakan dari pemangku kepentingan. Artikel ini diakhiri dengan menyoroti perlunya upaya berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan Kurikulum baru dan memaksimalkan potensi dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.    Abstract This article provides an overview of the history of curriculum reform in Indonesia, the current state of the curriculum, the process of curriculum reform, and the challenges and implications of implementing the new Curriculum. The article argues that curriculum reform is crucial for Indonesia's education system to meet the needs of its students and prepare them for the challenges of the 21st century. The Indonesian education system has been facing several challenges, particularly in the area of curriculum. One of the main issues is the lack of alignment between the curriculum and the needs of the workforce, resulting in a mismatch between the skills taught in schools and those required by the labor market. Moreover, the education system has been criticized for its heavy emphasis on rote learning and memorization, which has been seen as a barrier to the development of critical thinking and problem-solving skills among students. To address these challenges and improve the quality of education in Indonesia, there have been multiple attempts to reform the curriculum over the years. The most recent curriculum reform, the 2013 Curriculum, aims to improve the relevance of the curriculum to the needs of the workforce, promote critical thinking and problem-solving skills, and equip students with the skills required for the 21st century. However, the implementation of the new Curriculum has faced several challenges, including inadequate teacher training, lack of resources, and resistance from stakeholders. The article concludes by highlighting the need for continued efforts to ensure the successful implementation of the new Curriculum and maximize its potential impact on the quality of education in Indonesia.

Analisis Gaya Belajar Peserta Didik Ditinjau Dari Asesmen Pembelajaran Terhadap Kurikulum Merdeka

Hesty Wahyuningrum
Abstract: Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis gaya belajar peserta didik ditinjau dari asesmen pembelajaran terhadap kurikulum merdeka. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan kategori studi kepustakaan (library&#8230; rary research). Studi kepustakaan dilakukan dengan menggunakan berbagai macam jurnal kepustakaan serta buku untuk dikaji dan disimpulkan. Dari hasil penelusuran artikel penelitian, didapatkan bahwa gaya belajar dibagi menjadi tiga, yaitu visual, auditori, dan kinesterik. Gaya belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Gaya belajar yang dimiliki oleh peserta didik berbeda-beda tergantung pada karakteristik kepribadian. Dengan perubahan di era modern, terdapat peserta didik yang memiliki lebih dari satu gaya belajar. Hal ini sesuai dengan kajian kepustakaan yang dilakukan, bahwa gaya belajar peserta didik sangat beragam dan berbeda-beda, memiliki ciri khas yang unik. Pemetaan gaya belajar pada Kurikulum Merdeka digunakan dan dimanfaatkan guru dalam membuat asesmen dengan menyesuaikan kemampuan yang dimiliki peserta didik. Sehingga hasil yang didapatkan memenuhi capaian pembelajaran yang diinginkan.