Search Articles & Publications

Showing 1019 articles found for "Stik"

Studi Literatur Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Konteks Pedagogi

Mubarok, Husni
Abstract: Mempelajari suatu hal tidak hanya terbatas pada waktu tertentu, namun dapat dilakukan melalui berbagai cara dengan memaksimalkan indra yang dimiliki oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menyiapkan peserta didik agar… gar dapat belajar dalam situasi apapun. Oleh karena itu, sejak dini, peserta didik perlu dilatih untuk memanfaatkan segala kondisi sebagai bahan belajar guna meningkatkan keterampilan mereka yang akan berguna di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber rujukan seperti buku dan artikel ilmiah baik dari tingkat nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu cara untuk menjaga semangat belajar peserta didik yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik karena mereka diberikan kegiatan pembelajaran yang berbeda-beda dan menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Dengan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, maka keterampilan yang mereka miliki akan meningkat dan akan berguna bagi mereka di masa depan.

Enhancing Speaking Ability Through Hello English Application

Salsa Bila, Syafrizal, Rahman Hakim
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Hello English terhadap keterampilan berbicara siswa kelas tujuh di SMPN 13 Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimental&#8230; imental untuk menguji apakah aplikasi tersebut dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara lebih efektif dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas tujuh tahun ajaran 2024/2025, dengan dua kelas yang dipilih sebagai sampel menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas 7E dan 7F yang masing-masing berjumlah 35 siswa. Satu kelas dijadikan kelompok eksperimen yang menggunakan aplikasi Hello English, sedangkan kelas lainnya menjadi kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes berbicara dan dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar menggunakan aplikasi Hello English memperoleh kemampuan berbicara yang lebih baik, dengan rata-rata nilai post-test sebesar 84,00 dibandingkan dengan 74,86 pada kelas kontrol. Selain itu, hasil Independent Samples Test menunjukkan nilai t-hitung sebesar 5,616 dengan derajat kebebasan 68 dan nilai signifikansi di bawah 0,05 (<0,001), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok. Oleh karena itu, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi Hello English secara signifikan meningkatkan keterampilan berbicara siswa. This study investigates the effect of using the Hello English application on the speaking skills of seventh-grade students at SMPN 13 Kota Tangerang. The research employed a quantitative, quasi-experimental design to examine whether the application could improve students’ oral proficiency more effectively than conventional teaching methods. The population consisted of seventh-grade students in the 2024/2025 academic year, with two classes selected as samples using cluster random sampling: class 7E and class 7F, each with 35 students. One class served as the experimental group using the Hello English application, while the other functioned as the control group using conventional instruction. Data were collected through speaking tests and analyzed statistically. The findings revealed that students taught through the Hello English application achieved better speaking performance, with an average post-test score of 84.00 compared to 74.86 in the control class. Furthermore, the Independent Samples Test showed a t-score of 5.616 with 68 degrees of freedom and a significance value below 0.05 (<0.001), indicating a statistically significant difference between the two groups. Therefore, the null hypothesis was rejected, and the alternative hypothesis was accepted. In conclusion, the Hello English application significantly improved students’ speaking skills.

Pembelajaran Akidah-Akhlak Dengan Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta

Wafiq Azizah, M. Ridwan Nur, Rita Puspita, Abdullah Abdullah
Abstract: Degradasi moral peserta didik di era digital yang ditandai meningkatnya intoleransi, perundungan, krisis empati, serta melemahnya integritas sosial menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam praktik pendidikan nilai. Dalam&#8230; lam pembelajaran Akidah Akhlak, orientasi yang masih dominan pada aspek kognitif dan normatif belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan dimensi afektif dan internalisasi nilai secara sistematis dalam desain kurikulum. Kesenjangan antara penguasaan konsep keagamaan dan manifestasi moral dalam kehidupan nyata menjadi problem epistemologis dan pedagogis yang memerlukan rekonstruksi. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual Kurikulum Berbasis Cinta sebagai paradigma alternatif dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis hermeneutik terhadap konsep mahabbah dalam tradisi intelektual Islam, khususnya pemikiran Al-Ghazali, serta dikomparasikan dengan teori pendidikan humanistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta memiliki legitimasi teologis dan koherensi pedagogis dalam mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual secara utuh. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemosisian cinta bukan sekadar sebagai nilai moral, melainkan sebagai prinsip epistemologis dan kurikuler yang menstrukturkan tujuan, proses, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis dan transformatif. The moral decline of students in the di’Ital era, reflected in rising intolerance, bullying, diminished empathy, and weakened social integrity, indicates a fundamental problem in contemporary value education. In Akidah Akhlak instruction, learning practices remain predominantly cognitive and normative, while affective development and systematic value internalization are insufficiently integrated into curricular design. This gap between conceptual mastery of religious teachings and their moral enactment in lived experience represents an epistemological and pedagogical challenge requiring reconstruction. This study aims to formulate a conceptual framework for a Love-Based Curriculum as an alternative paradigm in Akidah Akhlak education. Employing a qualitative library-based approach, the study applies hermeneutic analysis to the concept of mahabbah within the Islamic intellectual tradition, particularly in the thought of Al-Ghazali, while comparatively engaging modern humanistic educational theory. The findings demonstrate that a Love-Based Curriculum possesses theological legitimacy and pedagogical coherence in integrating cognitive, affective, and spiritual dimensions of learning. The novelty of this study lies in positioning love not merely as a moral value but as an epistemological and curricular principle that structures the aims, processes, and evaluation of Akidah Akhlak instruction in a systematic and transformative manner.

Asosiasi Usia Dengan Tingkat Aktivitas Fisik pada Mahasiswi

Dilia Ananda Pratiwi, Deviana Tristian
Abstract: Obesitas merupakan sebuah epidemi global karena ekskalasi kasus obesitas di seluruh dunia yang sangat luar biasa. Kelompok usia dengan prevalensi obesitas tertinggi adalah populasi dewasa dan wanita adalah populasi yang&#8230; lebih rentan daripada pria berdasarkan jenis kelamin. Aktivitas fisik merupakan langkah yang direkomendasikan untuk menanggulangi obesitas, namun populasi dewasa di era modern ini terpapar kehidupan yang nyaman tetapi mengorbankan kebugaran fisik melalui pengurangan aktivitas fisik. Salah satu contoh populasi yang berisiko adalah mahasiswa karena pengaruh kehidupan kampusnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana asosiasi antara usia dengan tingkat aktivitas fisik pada subjek dewasa perempuan yang memiliki latar belakang sebagai mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi STIKes Bhakti Husada Cikarang dengan jumlah sampel yang teranalisa sebanyak 79 orang yang didapat melalui total purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) sebagai alat ukur tingkat aktivitas fisik. Analisa data yang digunakan dalam analisa bivariat adalah uji Chi-Square dan pada analisa multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan aktifitas fisik mahasiswa di mahasiswa dengan usia ≥20 tahun dengan kemungkinan 2,97 kali lebih besar beraktifitas fisik dibandingkan dengan usia <20tahun. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat asosiasi antara usia dengan tingkat aktivitas fisik mahasiswi

Penanganan Hipertensi Dengan Senam Hipertensi Dan Jus Belimbing Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Masyarakat

Septi Qurotu Aini, Rina Puspita Sari, Sherly Putri Yulianto, Septy Mutiara, Virgenia Septiany, Wanda Julia P, Hilmiadiatus salik, Hilyatus Safa’ah, Yusuf Rendy Adi W, Linda, Lulu Eka Nanda
Abstract: Latar Belakang : Keperawatan kesehatan komunitas adalah pelayanan keperawatan professional yang diberikan secara holistik (bio, psiko, sosio dan spiritual) serta difokuskan pada kelompok risiko tinggi yang bertujuan meningkatkan&#8230; ngkatkan derajat kesehatan melalui upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif dengan melibatkan komunitas sebagai mitra dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Tekanan darah yang terus meningkat maka dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak segera diatasi maka dapat menimbulkan komplikasi suatu penyakit bawaan dari penyakit hipertensi (Moonti, 2022). Tujuan penelitian: Untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas dengan hipertensi di Warga RT 01 – 06 RW 03 Kelurahan Keroncong Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang. Desain penelitian: Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi. Setelah data terkumpul dilakukan pengelompokan data sesuai dengan jumlah KK yang terdapat pada Warga RT 01 – 06 RW 03 Kelurahan Keroncong Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang. Hasil penelitian: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi setelah dilakukan edukasi kesehatan. Hal ini ditunjukkan melalui hasil post-test yang memperlihatkan bahwa mayoritas peserta mampu menjawab dengan benar pertanyaan seputar tekanan darah normal, faktor risiko hipertensi, gejala umum, serta cara pencegahan dan pengendalian hipertensi.

Asuhan Keperawatan Paliatif Pada Tn. S Dengan Pola Napas Tidak Efektif Pada Pasien PPOK Eksaserbasi Akut

Alfanny Virginia, Hamudi Prasestiyo
Abstract: Latar Belakang: PPOK merupakan suatu kondisi penyakit yang dapat dicegah dan diobati dengan karakteristik berupa keterbatasan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Keterbatasan aliran udara bersifat progresif dan&#8230; n berkaitan dengan reaksi peradangan paru terhadap partikel atau gas berbahaya, terutama disebabkan oleh asap rokok. PPOK tidak hanya mempengaruhi kondisi paru tetapi juga berakibat secara sistemik. Penyebab kematian paling umum ketiga di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah PPOK sebanyak 3,23 juta kematian dengan merokok menjadi faktor utama pada tahun 2019. Tujuan: mampu memberikan dan menerapkan asuhan keperawatan pada pasien PPOK Eksaserbasi Akut dengan diagnosis pola napas tidak efektif di ruang Isolasi Dahlia RSUD Wates. Metode penelitian ini adalah penelitian studi kasus observasional dengan desain pendekatan (cross sectional). Subjek penelitian pada studi kasus ini adalah 1 pasien di RSUD Wates dengan gangguan sistem pernapasan dengan diagnosa medis PPOK Eksaserbasi Akut. Hasil: pengkajian pada penapisan paliatif diperoleh skor 7 yaitu pasien tersebut perlu intervensi paliative. Dalam Edmonton Sympton Assesment System (ESAS) pasien mengalami sesak napas, pasien dengan ansietas sedang, dan pasien memiliki penyakit lainnya yaitu DM dan CHF. Skor karnofsky 80% dengan aktivitas normal dengan beberapa gejala penyakit. Diagnosa utama adalah pola napas tidak efektif b.d hambatan upaya napas. Pencapaian yang diharapkan pada kasus tersebut diagnoss keperawatan pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas yaitu dalam 3 hari intervensi kasus terseebut masalah keperawatan teratasi. Saran: Tingkatkan edukasi pasien dan keluarga tentang PPOK serta pentingnya menghindari asap rokok, lakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pasien, teruskan terapi nebulzer dan berikan dukungan psikososial untuk mengatasi ansietas. Rencanakan inytervensi untuk meningkatkan kualitas hisup dan lanjutkan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dalam pengelolaan PPOK.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Wanita Usia Subur Melakukan Pemeriksaan IVA Di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih

Ezther Febrina Sibarani, Margaretha Kusmiyati, Fransiska Dewi Prabawati
Abstract: Pemeriksaan IVA bertujuan untuk mendeteksi lesi prakanker leher rahim, sebelum menjadi kanker. Perubahan warna setelah diolesi dengan asam asetat selama 1- 2 menit diamati dan bisa dilakukan untuk melihat perubahan pasca&#8230; dilakukan olesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan karakteristik variabel yang diteliti adalah Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Dukungan Petugas Kesehatan dengan motivasi WUS melakukan Pemeriksaan IVA di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Desain Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi (N) 90, jadi pada Sampel (n) 73 responden, akan ditambahkan 10% jadi 80 responden untuk mengantisipasi dropout. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil Univariat, mayoritas wanita usia subur berusia 20-35 tahun sebanyak 51 responden (63,7%), mayoritas pendidikan SMA/SMK sebanyak 42 responden (52.5%), mayoritas tidak bekerja sebanyak 45 responden (56.3%), mayoritas paritas multipara (1 anak) sebanyak 37 responden (46.3%), mayoritas pengetahuan baik sebanyak 64 responden (80.0%), mayoritas dukungan keluarga baik sebanyak 67 responden (83.8%), mayoritas dukungan petugas kesehatan baik sebanyak 78 responden (97.5%), mayoritas motivasi wanita usia subur melakukan pemeriksaan iva baik sebanyak 65 responden (81.3%). Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara Pengetahuan dengan Motivasi Wanita Usia Subur melakukan Pemeriksaan IVA dengan p-value 0,424 (p = >0,05), tidak ada hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Motivasi Wanita Usia Subur melakukan Pemeriksaan IVA dengan p-value 0,266 (p = >0,05), dan ada hubungan antara Dukungan Petugas Kesehatan dengan Motivasi Wanita Usia Subur melakukan Pemeriksaan IVA dengan p-value 0,006 (p = <0,05). Wanita usia subur diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga tentang motivasi melakukan pemeriksaan IVA.

Hubungan Antara Pengetahuan, Perilaku Dan Keteraturan Pola Makan Terhadap Kejadian Gastritis Pada Remaja Di Klinik Citra Sehat Kutajaya

Rode Elizabeth Sianipar, Fitriana Suprapti, Anna Rejeki Simbolon
Abstract: Gastritis ialah sesuatu peradangan mukosa alat pencernaan yang sangat kerap terjalin dampak kebiasaan makan yang tidak menentu. Kebiasaan makan yang tidak normal menyebabkan lambung menjadi lebih sensitif dan diikuti dengan&#8230; gan peningkatan asam lambung. Faktor risiko lain yang dapat menyebabkan gastritis merupakan peradangan bakteri Helicobacter Pylori, komsumsi minuman beralkohol, merokok, stress, dan mengkonsumsi makanan yang tidak bersih. Dari hal tersebut akan menmbulkan dampak terhadap kesehatan karena kurangnya pengetahuan, perilaku dan sikap dalam keteraturan pola makan. Penelitan ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, perilaku dan keteraturan pola makan terhadap kejadian gastritis pada sampel anak remaja di Klink Citra Sehat Kutajaya sebanyak 80 orang. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan deskriptif analitik serta analisis data menggunakan Kendall’s tau b. Hasil uji statistik didapatkan pada variabel pengetahuan dengan p value 0.037 (p = <0.05), variabel perilaku dengan p value 0,000 (p=<0.05), dan variabel pola makan diperoleh p value sebesasr 0.001 (p=<0.05) yang mengisyaratkan bahwa adanya hubungan signifikan antara variabel secara keseluruhan. Disarankan remaja diharapkan dapat lebih mudah mengidentifikasi keluhan gastritis dan lebih memperhatikan ketika mereka mulai mengalami gejala kebiasaan makan yang tidak menentu.

Hubungan Teman Sebaya Terhadap Tingkat Stress Pada Remaja

Ahmad Syehifi, Eka Noviana Nasriyanto, Cici rosnita J.idu
Abstract: Latar Belakang: Stres merupakan suatu kondisi tertekan yang disebabkan adanya ketidak sesuaian antara tuntutan yang diterima oleh individu dengan kemampuan untuk mengatasinya. Dukungan sosial teman sebaya memiliki dampak&#8230; positif bagi remaja, berupa kenyamanan secara fisik dan psikologis sehingga individu merasa dicintai,diperhatikan, dan dihargai sebagai bagian dari kelompok social. Tujuan: untuk mengetahui Hubungan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Tingkat Stres Belajar Pada Remaja di SMK AZ-AZHRA Kabupaten Tangerang. Metode penelitian: penelitian yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan uji chi-square dengan teknik random sampling sebanyak 146 responden dari SMK Az-Zahra. Hasil: Hasil nilai distribusi frekuensi karakteristik usia 17 tahun sebesar 38.4 %. Dan hasil analisa hubungan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stress di SMK AZ-AZHRA terdapat nilai p-value sebesar 0.00 <0.05. kesimpulan: Hubungan dukungan teman sebaya mempunyai pengaruh terhadap tingkat stress di SMK AZ-AZHRA Kab.Tangerang. Saran: sebagai referensi untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres belajar pada remaja di SMK AZ-AZHRRA Kabupaten Tangerang.

Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Sukawali Kecamatan Pakuhaji Tahun 2024

Carsilah Carsilah, Nanang Prasetyo Budi, Rina Puspita Sari
Abstract: Latar belakang: faktor resiko dari hipertensi salah satunya adalah pola makan. Beberapa perilaku makan-makanan yang beresiko menyebabkan hipertensi adalah sering makan makanan asin, sering makanan manis dan sering makan&#8230; makanan berlemak. Kondisi prilaku makan makanan beresiko pada komunitas lansia terjadi peningkatkan presentasenya dari tahun 2007 ke tahun 2013, hanya pada prilaku makan-makanan yang ternyadi penurunan 9,4%, sedangkan pada prilaku makan makanan asin meningkat tajam sebesar 1,7%. Tujuan:  Mengetahui hubungan pola dengan kejadian hipertensi pada lansia di puskesmas sukawali kecamatan pakuhaji kabupaten tangrang tahun 2024, Metode: penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Teknik yang digunakan pada lansia di puskesmas sukawali tahun 2024 adalah probability sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden, Analisis data menggunakan statistik Uji Rank Spearman Correlation. Hasil: Hasil Rank Spearman Correlation hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi nilai signifikansi/p-value sebesar 0,000 dengan nilai 0,585 kategori baik sebanyak (14.7%), kategori Buruk (85.3%). Dalam Uji Rank Spearman Correlation didapatkan hasil tersebut menunjukan nilai P value sebesar 0,000 (P < 0,05). Terdapat hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di puskesmas sukawali kecamatan pakuhaji kabupaten tangerang tahun 2024. Apabila seseorang memiliki pola makan yang buruk maka orang tersebut beresiko mengalami hipertensi 0,585 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki pola makan yang baik