Abstract:Pengelolaan berkas pada kantor notaris merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang kelancaran pelayanan hukum kepada masyarakat. Namun, sistem pengelolaan berkas yang masih manual sering menimbulkan permasalahan seperti…
eperti keterlambatan pencarian dokumen, risiko kehilangan data, serta kurangnya efisiensi dalam penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi pengelolaan berkas berbasis website pada Kantor Notaris Halim SH agar mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML), Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dibangun mampu mempermudah proses pencatatan, penyimpanan, pencarian, dan pelaporan berkas secara cepat serta terintegrasi. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses administrasi pada kantor notaris menjadi lebih tertata, mengurangi risiko kehilangan data, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada klien.
Abstract:Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) menjadi faktor penting dalam setiap proyek konstruksi, termasuk pembangunan Medan Islamic Center. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sesuai dengan Peraturan…
turan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 10 Tahun 2021 bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memastikan proyek berjalan sesuai standar keselamatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan studi lapangan pada proyek pembangunan Medan Islamic Center. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMKK, meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, pelatihan pekerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta prosedur darurat, mampu menekan risiko kecelakaan dan meningkatkan kesadaran keselamatan pekerja. Namun, masih ditemukan beberapa kendala, seperti kepatuhan pekerja terhadap prosedur dan keterbatasan pengawasan. Implementasi SMKK yang konsisten menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pembangunan proyek Medan Islamic center.
Abstract:This study explores the implementation of Green Technology (Greentech) in the dual domains of administrative management and pedagogical processes within Islamic education institutions (madrasahs, Islamic schools, and pesantren).…
antren). It investigates the potential of Greentech—encompassing energy-efficient hardware, paperless systems, cloud computing, digital learning platforms, and IoT-based resource monitoring—to reduce environmental impact while enhancing operational efficiency and learning outcomes. Employing a mixed-methods sequential explanatory design, the research first surveyed a broad sample of institutions to map adoption levels, followed by in-depth case studies of early adopters. Findings indicate significant potential for reducing carbon footprint and operational costs through virtualization of services, e-learning integration, and smart facility management. However, major challenges persist, including high initial investment, digital literacy gaps among educators, concerns over technology's influence on traditional Islamic pedagogy (talaqqi), and inadequate technological infrastructure. The study concludes that a strategic, values-driven approach aligning Greentech adoption with maqashid sharia (particularly hifdz al-mal/resource preservation) is crucial. It presents a phased integration model that prioritizes technologies offering both environmental and educational benefits, advocating for a balanced fusion of technological efficiency and the preservation of relational, character-based Islamic learning.
Abstract:Artikel ini mengkaji metafora gender dalam teks tasawuf klasik dan kontemporer dengan menempatkannya dalam kerangka hermeneutik-filosofis. Berangkat dari kritik terhadap pembacaan patriarkal yang cenderung memahami gender…
r secara biologis dan hierarkis, penelitian ini menegaskan bahwa dalam tradisi tasawuf, kategori maskulin dan feminin berfungsi sebagai prinsip metafisik dan kosmologis yang bersifat simbolik dan komplementer. Melalui analisis terhadap pemikiran Ibn ʿArabī, khususnya konsep wahdat al-wujud dan gagasan keperempuanan ilahi, artikel ini menunjukkan bahwa tasawuf mengafirmasi kesetaraan spiritual antara laki-laki dan perempuan. Pembacaan ini kemudian didialogkan dengan reinterpretasi feminis kontemporer, terutama melalui kontribusi Saʿdiyya Shaikh, serta konteks keindonesiaan melalui gagasan sufisme-feminisme KH. Husein Muhammad. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf menyediakan ruang hermeneutik yang signifikan untuk mendekonstruksi hierarki gender yang terbangun dalam historiografi dan praktik keagamaan Islam. Meskipun demikian, artikel ini juga menyoroti tantangan pembacaan feminis tasawuf, terutama risiko romantisasi tradisi dan ketegangan antara universalisme spiritual dan realitas sosial. Dengan demikian, tasawuf dipahami tidak hanya sebagai praktik spiritual individual, tetapi juga sebagai sumber etis dan epistemik yang relevan bagi pengembangan wacana keadilan gender dalam Islam kontemporer.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendekonstruksi representasi gender dalam teks-teks tasawuf klasik melalui pendekatan hermeneutika kritis. Fokus utama adalah mengungkap potensi narasi spiritual non-patriarkal…
rkal yang tersembunyi di balik metafora gender yang kompleks dalam karya tiga tokoh sentral: Ibnu ‘Arabi, Jalaluddin Rumi, dan Al-Ghazali. Penelitian menggunakan metode analisis teks kualitatif dengan pendekatan hermeneutika dekonstruktif. Sumber data primer meliputi karya fundamental ketiga tokoh, yaitu Al-Futuhat al-Makkiyyah dan Fusus al-Hikam (Ibnu ‘Arabi), Masnavi-ye Ma’navi (Rumi), serta Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Mishkat al-Anwar (Al-Ghazali). Analisis dilakukan melalui eksplorasi tekstual, dekonstruksi binarisme gender, dan kontekstualisasi kritis terhadap realitas sosial-historis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tasawuf klasik mengandung dualitas mendasar antara semesta metafora spiritual yang transformatif dan realitas institusional yang patriarkal. Ibnu ‘Arabi menawarkan landasan ontologis egaliter melalui konsep Wahdat al-Wujud, yang meruntuhkan hierarki esensial gender. Rumi menggunakan metafora erotis yang ambigu untuk mengaburkan batas gender dan mensakralkan sifat feminin. Sementara itu, Al-Ghazali memperlihatkan kontradiksi internal antara wacana normatif patriarkal dalam Ihya’ dan visi kosmologis inklusif dalam Mishkat. Tasawuf klasik bukanlah monolit patriarkal, melainkan medan wacana yang kaya akan potensi dekonstruktif terhadap binarisme gender. Pembacaan kritis terhadap metafora gender dalam karya ketiga tokoh ini mengungkap “arsip internal” yang dapat mendukung spiritualitas non-biner dan emansipatif. Namun, potensi ini sering terbelenggu oleh struktur institusional dan pembacaan dominan yang patriarkal. Penelitian ini menyoroti pentingnya hermeneutika kritis dalam membuka ruang penafsiran yang lebih adil gender dalam tradisi intelektual Islam.
Abstract:Pajak merupakan salah satu sumber utama pendapatan daerah yang berperan penting dalam mendukung pembangunan. Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Kabupaten Soppeng memiliki peran strategis dalam…
m pengelolaan data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Namun, proses pengolahan data NPWP yang masih dilakukan secara manual menimbulkan berbagai permasalahan, seperti duplikasi data, kesulitan pencarian informasi, serta keterlambatan dalam pembuatan laporan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang sistem informasi pengelolaan NPWP yang terkomputerisasi guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka. Perancangan sistem dilakukan dengan menggunakan Data Flow Diagram (DFD), perancangan database, serta flowchart proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi NPWP yang dirancang mampu mengintegrasikan data wajib pajak, meminimalkan kesalahan pencatatan, mempercepat proses pencarian data, serta menghasilkan laporan yang lebih akurat. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan perpajakan dan mendukung transparansi serta akuntabilitas di KP2KP Kabupaten Soppeng.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura dalam upaya mengurangi prevalensi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan…
engumpulan data melalui wawancara mendalam kepada tenaga medis, staf administrasi, dan keluarga pasien ODGJ. Hasil menunjukkan bahwa pelayanan RSJ Abepura secara umum sudah cukup baik, ditandai dengan fasilitas yang memadai, keandalan, daya tanggap, kompetensi tenaga medis, serta empati terhadap pasien dan keluarga. Namun, keterbatasan sarana, jumlah tenaga medis yang terbatas, serta stigma sosial menjadi hambatan dalam meningkatkan efektivitas pelayanan dan penurunan prevalensi ODGJ. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan peningkatan sarana dan prasarana, penambahan tenaga medis, edukasi masyarakat, serta upaya pengurangan stigma sosial untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keberlanjutan perawatan pasien.
Abstract:Pemanfaatan pekarangan rumah merupakan strategi penting dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, khususnya di wilayah perkotaan yang mengalami keterbatasan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik…
ik pemanfaatan pekarangan rumah di Kelurahan Srimeranti Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, melalui studi kasus terhadap seorang petani bernama Iwan Setiawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan telah dilakukan narasumber selama kurang lebih lima tahun dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan seperti jambu, anggur, kelengkeng, cabai, nangka, matoa, dan tebu. Motivasi pemanfaatan pekarangan meliputi kebutuhan ekonomi, dorongan sosial melalui kegiatan yayasan Laz, serta keinginan menambah pengetahuan dalam bidang pertanian. Pemanfaatan pekarangan memberikan manfaat ekonomi melalui penghematan biaya konsumsi, manfaat ekologis berupa peningkatan kualitas lingkungan, serta manfaat sosial melalui distribusi hasil panen kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, beberapa kendala turut dihadapi, seperti mahalnya harga pupuk, keterbatasan sarana produksi, dan minimnya dukungan pemerintah. Meskipun demikian, temuan penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan pekarangan memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan memperkuat solidaritas sosial di masyarakat. Peningkatan dukungan pemerintah dan pendampingan teknis diperlukan agar program pemanfaatan pekarangan dapat berkembang lebih optimal di masa mendatang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pengembangan ekonomi lokal di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, menggunakan kerangka Teori Pemberdayaan…
an Masyarakat Ife dan Tesoriero (2006). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 15 pelaku UMKM, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM berbasis keluarga—seperti pedagang makanan ringan, usaha rumahan kuliner, kios kelontong, dan jasa pencucian motor—memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat (Rp2–5 juta/bulan pelaku utama; Rp500.000–Rp1 juta/bulan pekerja paruh waktu), penyediaan lapangan kerja informal (remaja, ibu rumah tangga: 15–20 jam/minggu), penguatan aktivitas perekonomian lokal melalui cash flow harian Rp150.000–Rp300.000 dan efek multiplier 20–30% terhadap PDB lokal, serta mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga tanpa ketergantungan total pada bantuan eksternal.UMKM ini meningkatkan perputaran ekonomi melalui transaksi harian dan rantai pasok lokal, konsisten dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja 25% di Riau (Suharno & Khamal, 2025). Namun, penelitian juga menemukan hambatan struktural seperti keterbatasan modal (akses bantuan hanya 15–20% pelaku), rendahnya pemanfaatan teknologi pemasaran digital, minimnya pelatihan manajerial, dan tingginya persaingan informal serta shock eksternal.Temuan ini menegaskan UMKM sebagai pilar pemberdayaan bottom-up, namun memerlukan dukungan berkelanjutan melalui pelatihan wajib, akses kredit mikro (KUR), literasi digital, dan inkubator kelurahan untuk daya saing dan keberlanjutan usaha.
Abstract:Penelitian ini mengkaji transformasi Human Resource Development (HRD) dalam meningkatkan efisiensi proses industri manufaktur. Metode yang digunakan adalah kualitatif literature review dengan data dari jurnal nasional terkait…
rkait HRD, digitalisasi HR, pengembangan kompetensi, dan budaya kerja adaptif. Hasil menunjukkan bahwa implementasi Human Resource Information System (HRIS) mempercepat administrasi, mengurangi kesalahan manusia, dan meningkatkan pengelolaan tenaga kerja. Program upskilling, reskilling, dan workplace learning meningkatkan kompetensi karyawan dan mendukung kualitas produksi. Budaya organisasi yang adaptif dan kolaboratif memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan teknologi. Sintesis literatur menegaskan bahwa kombinasi digitalisasi HR, pengembangan kompetensi, dan budaya kerja adaptif berkontribusi signifikan terhadap efisiensi operasional manufaktur. Transformasi HRD menjadi faktor strategis untuk mendukung keberhasilan produksi modern.