Search Articles & Publications

Showing 13 articles found for "Botol"

PENGUATAN KAMPUNG PANCASILA MELALUI EKONOMI SIRKULAR DAN PEMBERDAYAAN UMKM DI BABAT JERAWAT SURABAYA

Aulia Priyantomo, Bayu, Jannah, Nur, Trisya Putri, Engga
Abstract: Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga dan keterbatasan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan dalam penguatan pilar lingkungan dan pilar ekonomi Program Kampung Pancasila di RW… 05 Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pemilahan dan pemanfaatan sampah plastik serta mendukung pengembangan UMKM melalui penataan usaha, promosi digital, dan pencatatan keuangan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–Juli 2026 dengan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat dan metode learning by doing. Tahapan pelaksanaan meliputi identifikasi masalah dan potensi, perencanaan partisipatif, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut keberlanjutan. Program lingkungan mencakup sosialisasi pemilahan sampah, penyediaan tong penampung sampah plastik di RT 01–RT 06 dan Balai RW 05, pengumpulan sampah terjadwal, pendampingan pencatatan bank sampah, serta pemanfaatan botol plastik sebagai media tanam. Program ekonomi dilakukan melalui pemetaan 25 unit UMKM, penataan identitas dan tampilan usaha, pendampingan promosi melalui WhatsApp dan media sosial, edukasi pencatatan keuangan, serta pelatihan penggunaan aplikasi NERAVA. Pelaksanaan program menghasilkan fasilitas pengelolaan sampah, mekanisme awal pemilahan dan pengumpulan sampah plastik, media tanam dari botol bekas, serta peningkatan pemahaman awal pelaku UMKM mengenai promosi dan pencatatan keuangan digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pengurus wilayah, dan masyarakat dapat memperkuat kapasitas lokal dalam mendukung pelaksanaan Kampung Pancasila yang mandiri dan berkelanjutan.

Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Berbasis Game-Based Learning pada Siswa SDN 001 Rimba Sekampung

Aina Leticia Anasasic, Ryazzah Iskia, Nurul Dwi Sartika, Mutiah, M. Hiqbal Eka Perdana, Lilis Ariani Br Munthe, Fatiya Najwa, Fadya Syahrani, Duwi Winara, Benny Heltonika, Alberd Agatur Situmeang, Wulan Cahyana
Abstract: Literasi keuangan merupakan kecakapan penting yang perlu diperkenalkan sejak usia dini agar siswa mampu mengelola uang saku secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung. Kegiatan pengabdian… engabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan siswa melalui penerapan Game-Based Learning (GBL) pada siswa kelas VI SDN 001 Rimba Sekampung. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 76 siswa melalui tiga tahapan, yaitu pemaparan materi, pembelajaran berbasis permainan menggunakan estafet botol finansial, serta refleksi dan penulisan harapan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan uang, sumber uang, pengelolaan uang saku, perbedaan kebutuhan dan keinginan, konsep pembagian uang 50/30/20, serta pentingnya menabung sejak dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar literasi keuangan dan pengelolaan uang saku secara bijak. Siswa juga menunjukkan keberanian dalam menjawab pertanyaan, kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta antusiasme yang tinggi selama proses pembelajaran. Meskipun terdapat kendala dalam pemahaman konsep pembagian 50/30/20, perbedaan kecepatan pemahaman siswa, dan keterbatasan durasi permainan, pemberian contoh langsung dan bantuan berupa clue dapat membantu siswa memahami materi. Penerapan Game-Based Learning melalui estafet botol finansial dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dalam meningkatkan pemahaman literasi keuangan serta menumbuhkan kesadaran menabung sejak dini.

PELATIHAN PENGOLAHAN BOTOL PLASTIK UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI MASYARAKAT KELURAHAN BONIPOI KOTA KUPANG

Ahmad, Abidin, Suksin, Irvan, Salem, Jailani Tong Muh. Amiruddin
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat dalam mebgolah limbah botol plastic menjadi produk bernilai guna, yaitu kursi sofa dari botol plastik bekas.… Penumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, oleh karena itu, diperlukan Upaya pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi aktif Masyarakat melaluli kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukatif partisipatif melalui tahapan observasi, sosialisasi, penyampaian materi, diskusi, serta praktik langsung pembuatan kursi sofa. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Bonipoi, Kota Kupang dengan melibatkan sekitar 20 peserta dari masyarakat setempat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi, diskusi,tanya jawab dan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme dan partisipasi aktif selama pelatihan berlangsung. Masyarakat mampu memahami pentingnya pengelolaan sampah plastik serta memperoleh keterampilan dalam memanfaatkan botol plastik bekas menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, workshop pengolahan botol plastik ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan keterampilan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat.

EKSPLORASI POTENSI WISATA EDUKATIF DAN DAKWAH KULTURAL: SINERGI NILAI ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DUSUN MANGANAN DESA RINDING ALLO

Muhammad Ikhsan Purnama, Andi Alif Syuhada Sandi, Ardiansyah, Hasnidar, Fiqra Elfiani Lestari, Andi Imrana Nur Anugrah, Putriani, Hawaria, Hikma Ayu, Sasmita, Nurul Afriani, Nadia Nasruddin, Umi Fahyumi
Abstract: Artikel ini membahas hasil kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 94 Universitas Islam Negeri Palopo di Dusun Manganan, Desa Rinding Allo, Kecamatan Rongkong. Tujuannya untuk mengeksplorasi potensi wisata edukatif dan… n dakwah kultural dengan menggabungkan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Pendekatan penelitian menggunakan Asset-Based Community Development (ABCD), yang berorientasi pada pengembangan potensi dan kekuatan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kerja seperti pembuatan plang selamat datang, plang wilayah, renovasi pos covid, pembuatan pot bunga gantung dari botol plastik bekas, dan pembangunan dekker mampu memperkuat kesadaran religius, kepedulian lingkungan, serta semangat gotong royong masyarakat. Sinergi nilai Islam dan kearifan lokal menjadi fondasi kuat dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Ecobrick: Solusi Inovatif Pemanfaatan Limbah Plastik Anorganik Dan Membangun Kebiasaan Hidup Siswa Zero Waste Di Jakarta

Arum Sanjayanti, Ferry Fauzi
Abstract: Sampah plastik anorganik menjadi permasalahan serius di Indonesia yang sedang terus menerus diupayakan akan kebermanfaatannya, secara signifikan berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Metode… de yang digunakan dalam pengabdian masyarakat (PKM) berupa penyuluhan dalam bentuk sosialisasi ecobrick di wilayah sekolah Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian untuk memanfaatkan sampah plastik dengan cara mendaur ulang botol plastik melalui ecobrick melalui program sosialisasi disekolah, siswa diperkenalkan pada konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan lebih spesifik pada recycle yaitu mendaur ulang. Proses ini melibatkan pemadatan plastik bekas dan bungkus makanan/minuman ringan ke dalam botol plastik kosong, sehingga menghasilkan "brik" atau bata plastik yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini siswa dilatih membuat ecobrick, yang tidak hanya mengurangi sampah plastik tetapi juga membentuk kebiasaan hidup siswa menjadi zero waste. Penerapan kebiasaan hidup zero waste berarti melakukan dan membuat keputusan sehari-hari dengan meminimalkan sampah dan dampak lingkungan yang signifikan. Hasil yang diperoleh adalah siswa dapat memahami pemanfaatan limbah sampah plastik dengan baik, meningkatkan kesadaran hidup zero waste serta mampu membuat produk bermanfaat dari ecobrick seperti hasil kreativitas siswa dengan membuat pot tanaman dan kursi. Peran ecobrick tidak hanya untuk menghancurkan sampah plastik melainkan memberi kesempatan sampah untuk tetap ada namun dikelola menjadi suatu barang berguna yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang dibuang ke lingkungan

Rancang Bangun Robot Sampah Dengan System Kendali Android Dan System Buka Wadah Otomatis Berbasis Controller

Chandra, Wahyudi, Azhar, Zulfi, Fauziah, Rizky
Abstract: Abstract: Plastic waste and plastic bottles are also waste that have a very long dissolving period or break down period. Like a cafe or a place to eat on Merbo Bagan Asahan village Tanjung Balai sub-district Asahan district… ict which has about 5 cafes and does not include street vendors. The Asahan area has a population of 118,750 people, assuming the waste product ranges from 356,250 l/day, and the amount of waste is 160m3/day. Based on the above problem conditions, making a garbage robot can increase the interest of cafe visitors to dispose of garbage in its place, by utilizing a type of qualitative research method and the results of research testing on the electronics module in the design of a garbage robot found that the interface system between Android and the robot utilizes a 5VDC voltage, with pins RX-TX and TX-RX, as well as all outputs in the form of SG90 servo using 5VDC supply and IC L298 mini supplied with 7.4 VDC voltage. So that one of the advantages of the garbage robot design is that it is able to operate both remotely and in a stopped condition.   Keywords: Garbage Robot; Android Control System; Controller Based.     Abstrak: Sampah plastik dan botol plastik juga merupakan sampah yang memiliki masa larut atau masa terurai yang sangat lama. Seperti cafe atau tempat makan yang berada di jalan Merbo Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan yang memiliki sekitar 5 cafe dan tidak termasuk pedagang kaki lima. Untuk wilayah Asahan memiliki jumlah penduduk 118.750 jiwa, dengn asumsi produk sampah berkisar 356.250 l/hr, dan jumlah sampah 160m3/hr. Berdasarkan kondisi masalah diatas pembuatan robot sampah bisa menambah minat para pengunjung cafe untk membuang sampah pada tempatnya, dengan memanfaatkan jenis metode penelitian kualitatif dan hasil pengujian penelitian pada modul elektronika pada perancangan robot sampah mendapati bahwa sistem  interface antara android dengan robot  memanfaatkan tegangan 5VDC, dengan pin RX-TX dan TX-RX, serta seluruh output berupa servo SG90 menggunakan supply 5VDC dan  IC l298 mini disupply tegangan 7.4 VDC. Sehingga salah satu kelebihan dari rancangan robot sampah yaitu mampu beroperasi baik dikendalikan jarak jauh ataupun dalam kondisi berhenti.   Kata kunci : Robot Sampah;System Kendali Android;Berbasis Controller.

Sosialisasi Dalam Mendorong Penggunaan Barang Ramah Lingkungan di SDN 12 Sesetan

Andistan, Ignacia Betrya, Laksmi P, Kadek Wulandari
Abstract: Community service through real work lectures (KKN) is a form of student contribution in overcoming problems in the community. This service aims to increase the awareness of elementary school students on the importance of… using environmentally friendly goods as a form of effort to preserve the environment where students do not understand the use of environmentally friendly goods. Socialization is carried out through an educational approach involving presentations, interactive discussions, and practical activities such as the introduction of alternative eco-friendly goods. The target of this activity is grade 6 students at SD Negeri 12 Sesetan. The results of the activity showed that students were able to understand the concept of using environmentally friendly goods and were able to apply them by bringing their own drinking bottles and using cloth shopping bags. This activity is able to have a positive impact on increasing students' understanding of the importance of maintaining an environment from an early age.      Keywords: eco-friendly goods; Socialization; Environmental Awareness; Elementary School Students; Plastic Waste   Abstrak: Pengabdian kepada masyatarat melalui kuliah kerja nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengatasi permasalahan yang ada di masayarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap pentingnya penggunaan barang ramah lingkungan sebagai bentuk upaya menjaga kelestarian lingkungan yang mana siswa belum paham penggunaan barang-barang yang ramah lingkungan. Sosialisasi dilakukan melalui pendekatan edukatif yang melibatkan presentasi, diskusi interaktif, dan kegiatan praktek seperti pengenalan alternatif barang ramah lingkungan. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa/i kelas 6 di SD Negeri 12 Sesetan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa/i mampu memahami konsep penggunaan barang ramah lingkungan dan mampu menerapkannya dengan membawa botol minum sendiri dan menggunakan tas belanja kain. Kegiatan ini mampu memberi dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa/i tentang pentingnya menjaga lingkugan sejak usia dini. Kata kunci: Barang Ramah Lingkungan; Sosialisasi; Sadar Lingkungan; Siswa SD; Sampah Plastik

Pemberdayaan Karang Taruna Dalam Pengolahan Sampah Botol Plastik Menjadi Paving Block Dengan Mesin ATM Sampah

syahputra, Rendy, Sutrisno, Agung, Riogilang, Herawaty
Abstract: This community service activity aims to reduce the environmental impact of plastic bottle waste by turning it into an economically valuable product, namely paving blocks. Plastic waste, especially plastic bottles, is one… of the biggest contributors to environmental pollution. This program uses a collaborative governance method that involves Buha Village officials, thus the surrounding community is given education and training on how to process plastic bottle waste into paving blocks, starting from collection, shredding, mixing with materials such as sand and cement, to the printing process. The results of this activity show that the paving blocks produced have strength and quality that are suitable for light construction. In addition to reducing the amount of plastic waste, this program also opens up business opportunities for the local community. The active participation of the community in this program has a positive impact on increasing environmental awareness and local economic welfare. The community will collect plastic bottle waste through a waste Automatic Teller Mechine machine which will later become the basis for calculating royalties from the sale of paving blocks. The recycling process that has been carried out from plastic waste into paving blocks is very beneficial for the community and the environment itself. Keywords: plastic waste; paving blocks; waste management;environment   Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari limbah botol plastik dengan mengubahnya menjadi produk yang bernilai ekonomis, yaitu paving block. Limbah plastik, khususnya botol plastik, menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam pencemaran lingkungan. Program ini menggunakan metode collaborative governance yang melibatkan perangkat Kelurahan Buha, dengan demikian masyarakat sekitar diberikan edukasi dan pelatihan tentang cara pengolahan limbah botol plastik menjadi paving block, mulai dari pengumpulan, pencacahan, pencampuran dengan bahan-bahan seperti pasir dan semen, hingga proses pencetakan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa paving block yang dihasilkan memiliki kekuatan dan kualitas yang layak digunakan untuk konstruksi ringan. Selain mengurangi jumlah sampah plastik, program ini juga membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. Partisipasi aktif masyarakat dalam program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran lingkungan dan kesejahteraan ekonomi lokal. Masyarakat akan mengumpulkan sampah botol plastic melalui mesin Automatic Teller Mechine sampah yang nantinya menjadi dasar perhitungan royalty dari penjualan paving block. Proses daur ulang yang telah dilakukan dari sampah plastik menjadi paving block sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Kata kunci: limbah plastik; paving block; pemberdayaan masyarakat

Pengembangan Usaha Kelompok Peternak Lebah Trigona Ampel Mesari Banjar Bebali Desa Berembeng

Wijaya, I Gusti Ngurah Satria, Ciptahadi, Ketut Gus Oka, Ayuningsih, Ni Putu Meina, Narindro, Laser
Abstract: Abstract: The Trigona Beekeepers Group "Ampel Mesari" is a Trigona beekeeping group that accommodates breeders in the Be-bali Banjar area, Berembeng Village. The problems faced by this group are that the group's production… on process is still very minimal, and the method of packaging catfish honey products (trigona) still uses used bottles from other products and does not yet use product label packaging. The solution offered from this service activity is to provide production training to increase colonies from competent experts, provide superior bee colonies assistance, and packaging training with labeling. This community service project will be carried out through socializing exercises, core training activities, and monitoring and evaluation. Implementation of production training activities to increase bee colonies and product packaging and labeling training went well. It can be concluded that there was an increase in understanding, especially about the production of Trigona beekeeping and for an increase in understanding of product packaging and labeling, indicated due to the training participants' enthusiasm and happiness, the pretest and posttest values increased, and participants had no trouble understanding the material during the training process.             Keywords: trigona bee; production training; packaging and labeling training     Abstrak: Kelompok Peternak Lebah Trigona “Ampel Mesari” merupakan kelompok peternak lebah trigona yang mewadahi peternak-peternak yang berada diwilayah Banjar Bebali, Desa Berembeng. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok ini adalah proses produksi kelompok masih sangat minim sekali, dan cara pengemasan produk madu   trigona (kele) masih mempergunakan botol bekas produk lain serta belum menggunakan kemasan label produk. Pemecahan masalah yang diberikan dari program pengabdian ini adalah menawarkan pelatihan produksi untuk memperbanyak koloni dari pakar berkompeten, pemberian bantuan koloni lebah unggul, dan pelatihan kemasan dengan labeling. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah melalui kegiatan sosialisasi, kegiatan inti berupa pelatihan, dan monitoring serta evaluasi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan produksi untuk memperbanyak koloni lebah dan pelatihan pengemasan produk dan labeling berjalan dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa terjadi transfer pengetahuan khususnya tentang produksi budidaya lebah trigona, pengemasan dan labeling produk diindikasikan dengan hasil tes yang menunjukkan peningkatan, serta peserta menyambut baik dan berse-mangat untuk mengikuti pelatihan ini sehingga tidak menemui kendala un-tuk memahami isi materi pelatihan kedua pelatihan.   Kata kunci: lebah trigona; pelatihan produksi; pelatihan kemasan dan labeling

Pendampingan UMKM Penjual Jamu Dalam Meningkatkan Penjualan Melalui Kemasan, Merek, dan Label

Emilda, Emilda, Wulandari, Try, Lazuarni, Shafiera
Abstract: Abstract:. Government policies in an effort to reduce the spread of the covid-19 virus, of course, this has an impact on MSMEs, including herbs drink sellers who sell conventionally. The herbs drink sellers in the gang sei… ei saling still offer directly to customers by walking or getting around by bicycle. This activity aims to increase sales of herbs drink during the pandemic through packaging, brands, and labels. The method utilized in this activity is community service activities through mentoring to achieve the objectives of the activity which consists of the stages of preparation, implementation, and evaluation of mentoring activities. The implementation time of mentoring was carried out for 3 days. The implementation of this activity consists of providing an understanding of the importance of packaging, merk, and labeling in increasing sales, determining the right packaging bottles, then making brands and labeling for the sale of packaged herbs drink. In this activity, participants are not only given an understanding of the importance of packaging, brands, and labeling, but also this activity is selling herbs directly and online, having packaging, brands, and labels, increasing sales and customers.Keywords: mentoring; increased sales of herbs drink; herbs drink seller   Abstrak:  Kebijakan pemerintah dalam upaya menekan penyebaran virus covid–19, tentunya hal ini berdampak pada pelaku UMKM termasuk penjual jamu tradisional yang masih menggunakan metode konvensional. Penjual jamu di gang sei saling masih menawarkan secara langsung kepada pelanggan dengan cara berjalan kaki atau berkeliling menggunakan sepeda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan jamu pada masa pandemi melalui kemasan, merek, dan label. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode yang digunakan adalah melalui pendampingan, untuk mencapai tujuan kegiatan yang terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pendampingan. Waktu pelaksanaan pendampingan dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemasan, merek, dan label dalam meningkatkan penjualan, menentukan botol kemasan yang tepat, selanjutnya adalah membuat merk dan label untuk penjualan jamu kemasan. Dalam kegiatan PkM ini, peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai pentingnya kemasan, merek, dan label, tetapi juga kegiatan ini penjualan jamu secara langsung dan online, memiliki kemasan, merek, dan label, peningkatan penjualan dan pelanggan. Kata kunci: pendampingan; peningkatan penjualan jamu; penjual jamu