Search Articles & Publications

Showing 11 articles found for "Periksa"

INTERNALISASI NILAI BUDAYA SUNDA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI BUDAYAWAN YAYASAN KAMANDAKA LEMBANG (Studi Fenomenologi pada Budayawan di Yayasan Kamandaka Lembang)

Suherman, Melianda Djati, Ramadhan, Affan Neskisyah, Hamidah, Hamidah, Ristiani, Ilona Annisa
Abstract: Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana budayawan Yayasan Kamandaka Lembang menyerap nilai-nilai budaya Sunda ke dalam kesadaran subjektif sehingga membentuk identitas diri. Penelitian dilatarbelakangi oleh perubahan… sosial, globalisasi, dan digitalisasi yang mendorong budaya lokal untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan nilai dasarnya. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis, pendekatan kualitatif, dan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap delapan informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai budaya Sunda berlangsung secara bertahap melalui pengalaman keluarga dan lingkungan, keterlibatan langsung dalam kegiatan budaya, interaksi antargenerasi, keteladanan, serta pemaknaan terhadap filosofi budaya. Nilai someah, silih asah, silih asih, silih asuh, tata krama, penghormatan terhadap orang yang lebih tua, serta tanggung jawab menjaga budaya tidak lagi dipahami hanya sebagai pengetahuan, tetapi menjadi pedoman dalam berpikir, berkomunikasi, bersikap, dan bertindak. Yayasan Kamandaka berfungsi sebagai ruang sosial yang memungkinkan nilai budaya dipelajari, dipraktikkan, diulang, dan diwariskan. Temuan juga menunjukkan bahwa adaptasi terhadap teknologi dan perkembangan zaman tidak selalu berarti pelemahan identitas; bagi para informan, media digital dapat menjadi sarana memperluas pengenalan budaya selama nilai pokok tetap dipertahankan. Penelitian menyimpulkan bahwa identitas budaya Sunda merupakan hasil konstruksi sosial yang dinamis dan terbentuk melalui pengalaman hidup, interaksi sosial, serta internalisasi nilai secara berkelanjutan.

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri Pondok Pesantren Ta’ban

Siti Indriyawati, Siti Rochmani, Ida Faridah
Abstract: Latar belakang : Kanker payudara merupakan penyakit yang kini mulai mengancam usia muda, sehingga deteksi dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sangat penting dilakukan sejak usia remaja. SADARI adalah pemeriksaan… iksaan payudara secara teratur dan mandiri oleh wanita itu sendiri yang dapat mengenal tanda-tanda kanker payudara. Meski demikian, fenomena pada remaja putri dengan pemahaman, sikap maupun tindakan SADARI masih tergolong rendah. Rendahnya praktik SADARI juga dipengaruhi oleh edukasi kesehatan payudara yang minim. Ketidaktahuan serta sikap yang belum optimal menjadi kendala utama dalam penerapan SADARI di kalangan remaja. Tujuan : Mengetahui gambaran dan menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku periksa payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri Pondok Pesantren Ta’ban. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui desain pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian adalah 110 responden dengan menggunakan analisis uji Chi-Square (x2). Hasil : Mayoritas responden berada pada kategori remaja tengah sebanyak 55 orang (50,0%) dan berpendidikan terakhir SD sebanyak 76 orang (69,1%). Sebanyak 47 orang (42,7%) memiliki pengetahuan SADARI sedang, 48 orang (43,6%) memiliki sikap SADARI cukup baik, dan 64 orang (58,2%) memiliki perilaku SADARI kurang baik. Hasil uji Chi-Square (x2) menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,048) dengan perilaku SADARI. Kesimpulan : Pengetahuan dan sikap memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku periksa payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri Pondok Pesantren Ta’ban. Background : Breast cancer is a disease that is now starting to threaten young people, so early detection through Breast Self-Examination (BSE) is crucial from adolescence. BSE is a regular, independent breast examination by women themselves that can identify signs of breast cancer. However, the phenomenon of BSE among adolescent girls with a relatively low understanding, attitude, and practice of BSE is still relatively low. The low practice of BSE is also influenced by minimal breast health education. Ignorance and suboptimal attitudes are the main obstacles to BSE implementation among adolescents. Objectives: To describe and analyze the relationship between knowledge and attitudes with breast self-examination (BSE) behavior in female adolescents at the Ta’ban Islamic Boarding School. Method: methods in this research Using quantitative methods through a cross-sectional approach design. The sample in the study was 110 respondents. Using the Chi-Square test analysis (x2). Results: The majority of respondents were in the middle adolescent category , as many as 55 people (50.0%) and had a final education of elementary school as many as 76 people (69.1%). A total of 47 people ( 42.7 %) had moderate knowledge of BSE, 48 people ( 43.6 %) had a fairly good BSE attitude, and 64 people ( 58.2%) had poor BSE behavior . The results of the Chi-Square test (x2) showed a significant relationship between knowledge ( p = 0.000) and attitude ( p = 0.048) with BSE behavior. Conclusion: Knowledge and attitude have a significant relationship with Breast self-examination (BSE) behavior in female adolescents at the Ta’ban Islamic Boarding School.

Program Pemeriksaan Mata Dan Edukasi Kesehatan Visual pada Siswa Sekolah Dasar: Studi Kasus di SDTQ Al Wafi

Haryanti, Suci, Sahel, Kartikawati , Atti
Abstract: Peningkatan penggunaan gawai digital di kalangan siswa sekolah dasar telah berkontribusi pada meningkatnya risiko gangguan penglihatan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDTQ Al Wafi dengan tujuan melakukan skrining… ing kesehatan mata dan implementasi program intervensi komprehensif. Metode pelaksanaan mencakup pemeriksaan mata dengan snellen chart, trial frame, dan autoref pada seluruh siswa, dilanjutkan dengan edukasi kesehatan visual dan pendampingan intensif. Dari total siswa yang diperiksa, teridentifikasi 4 kasus gangguan penglihatan yang memerlukan penanganan khusus, dengan karakteristik utama berupa kesulitan penglihatan jarak jauh. Program intervensi yang diterapkan meliputi modifikasi lingkungan belajar, pendampingan psikososial, dan edukasi komunitas sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan perbaikan signifikan dalam perilaku penggunaan gawai dan postur belajar siswa, serta peningkatan kapasitas sekolah dalam deteksi dini gangguan penglihatan. Program ini menghasilkan model intervensi berbasis komunitas yang dapat diadaptasi untuk penanganan kesehatan mata siswa di sekolah dasar lainnya.

PELATIHAN PENGGUNAAN PREZI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN

Muhroji, Muhroji, Utami, Farida Kurniawati, Izzuddin, Nashrulloh Rafif, Sejati, Amelia Wahyu, Hidayat, Muhamad Taufik
Abstract: Abstrak: The purpose of this community service is to provide knowledge and training related to the Prezi learning media to principals and teachers of MIM Parakan. The material provided is an introduction to Prezi learning… g media, how to register a Prezi account, how to install Prezi, and how to use and create a learning media from Prezi. The method used is lecture, question and answer, and direct practice. Evaluation is carried out by distributing knowledge and motivation questionnaires and product checklists to participants. In general, participants stated that the training schedule and time were right. On average the participants were satisfied with the topic presented. Although some of the participants' expectations were not fulfilled due to several obstacles such as internet connections and laptops that were less supportive. However, the results of the evaluation indicate that the participants were well trained in the tone of increased knowledge and motivation. In addition, the participants' simple work was also quite well. Keyword: Prezi Training, Elementary School, Learning Media Abstrak: Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Parakan merupakan salah satu yang tengah mempersiapkan diri untuk menjadi sekolah yang unggul dalam tingkatan Sekolah Dasar (SD). Penguasaan guru SD akan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat berpengaruh sekali terhadap penguasaan guru SD dalam penggunaaan media pembelajaran Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan terkait media pembelajaran berbasis teknologi Prezi kepada kepala sekolah dan guru MIM Parakan, Karanganyar. Materi yang diberikan adalah pengantar pembelajaran media, cara mendaftarkan akun Prezi, cara memasang dan cara menggunakan pembelajaran dari Prezi. Metode yang digunakan adalah tanya jawab, praktik langsung, dan demonstrasi. Evaluasi dilakukan dengan membagikan angket pengetahuan dan motivasi serta daftar periksa produk kepada peserta. Secara umum, peserta menyatakan bahwa jadwal dan waktu pelatihan sudah tepat. Rata-rata peserta puas dengan topik yang disajikan. Meskipun beberapa harapan peserta tidak terpenuhi karena koneksi internet dan laptop yang kurang mendukung. Namun, ada indikasi bahwa peserta terlatih dengan baik dalam hal peningkatan pengetahuan dan motivasi. Selain itu, karya sederhana dari para peserta juga cukup baik. Kata Kunci: Pelatihan Prezi, Sekolah Dasar, Media Pembelajaran

PELATIHAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM PENGGUNAAN APLIKASI PERSENTASI POWTOON DAN SPARACOL

Fathoni, Achmad, Rosyadi, Ajib, Gunawan, Indra, Hidayat, Muhamad Taufik
Abstract: Abstract: The purpose of this social service is to provide learning media training based on the presentation application, Sparcol and Powtoon. This activity was given to teachers in Elementary School 9 Purwodadi. The social… ial service session consists of installing an application, creating an account, adding images and text, changing the background, and saving the results that have been made. The model used is a workshop model with lectures, demonstrations, question and answer and direct practice methods. Evaluation is done by distributing information and motivation questionnaires to participants and product checklists. In general, participants claimed that the training schedule was right, the time sharing (lectures, demonstrations, question-answer and direct practice) was also felt positively by the participants. Participants are satisfied with the topic presented and feel that most of the expectations and objectives of the social service are fulfilled. Evaluation results indicate that the material delivered can be followed well. Keyword: Powtoon Training, Sparcol Training, Elementary School    Abstrak: Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan media pembelajaran berbasis aplikasi presentasi Sparcol dan Powtoon. Kegiatan pengabdian ini diberikan kepada guru-guru SD Negeri 9 Purwodadi. Sesi pengabdian terdiri dari instal aplikasi, membuat akun, menambah gambar dan teks, merubah background, dan menyimpan hasil yang telah dibuat. Model yang digunakan adalah model lokakarya dengan ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan metode praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan angket informasi dan motivasi kepada peserta dan daftar periksa produk. Secara umum, peserta mengklaim bahwa jadwal pelatihan sudah tepat, pembagian waktu (ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan praktik langsung) juga dirasakan positif oleh peserta. Peserta puas dengan topik yang disajikan dan merasa bahwa sebagian besar harapan dan tujuan pengabdian terpenuhi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diikuti dengan baik.  Kata Kunci: Pelatihan Powtoon, Pelatihan Sparcol, Sekolah Dasar

DESIGNING TAX ME SERVICE APPLICATIONS IN TAX CONSULTING

Joosten, Joosten, Halim, Fandi, Arianto, Jennifer, Yulinda, Cindy
Abstract: Abstract: "Tax Me" is an application engaged in tax consulting services that is run through a mobile platform. The problems that are often faced by the public, especially taxpayers, are difficulties in choosing reliable… and trusted tax consultants because many tax consultants embezzle money and slow down the tax reporting process, as well as the lack of knowledge of taxpayers about all tax regulations, a complicated and frequently changing tax system, and also there are still negative public assumptions about taxes such as corruption in taxes that have been paid by taxpayers.  The "Tax Me" application was developed using the System Development Life Cycle (SDLC) system development methodology. This application was developed as a forum for tax consulting services in collaboration with the Directorate General of Taxes (DGT) institution which is able to provide transparent and reliable tax consulting services. "Tax Me" is expected to be able to provide education to taxpayers, overcome taxpayers' concerns about the tax calculation and reporting process as well as in choosing a tax consultant who can be trusted. In addition, several features of the "Tax Me" application such as: NPWP, Tax Calculation, Tax Consultation, Report & Check Annual Tax Return, E-Billing & Pay Tax, Tax Reminder and Tax Article.             Keywords: directorate general of taxes (DJP); tax; tax me; taxpayer     Abstrak: “Tax Me” adalah aplikasi yang bergerak pada bidang pelayanan konsultasi pajak yang dijalankan melalui platform mobile. Masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat khususnya Wajib Pajak adalah kesulitan dalam memilih konsultan pajak yang dapat diandalkan dan dipercaya karena banyak konsultan pajak yang menggelapkan uang dan memperlambat proses pelaporan pajak, serta kurangnya pengetahuan Wajib Pajak mengenai segala peraturan perpajakan, sistem perpajakan yang rumit dan sering berubah, dan juga masih ada anggapan negatif masyarakat tentang pajak seperti korupsi atas pajak yang telah dibayarkan oleh Wajib Pajak. Aplikasi “Tax Me” dikembangkan dengan menggunakan metodologi pengembangan sistem System Development Life Cycle (SDLC). Aplikasi ini dikembangkan sebagai wadah layanan konsultasi perpajakan yang bekerja sama dengan lembaga Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang mampu memberikan layanan konsultasi perpajakan yang transparan dan terpercaya. “Tax Me” diharapkan mampu memberikan edukasi kepada Wajib Pajak, mengatasi kekhawatiran Wajib Pajak terhadap proses perhitungan dan pelaporan pajak juga dalam memilih konsultan pajak yang dapat di percaya. Disamping itu, beberapa fitur dari aplikasi “Tax Me” seperti: NPWP, Hitung Pajak, Konsultasi Pajak, Lapor & Periksa SPT Tahunan, E-Billing & Bayar Pajak, Pengingat Pajak dan Artikel Pajak.   Kata kunci: direktorat jenderal pajak (DJP); pajak; tax me; wajib pajak  

Deteksi Dini Neuropati pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Menggunakan MNSI, IpTT, dan MT di Jayapura

Titi Iswanti Afelya, Fitriani Fitriani
Abstract: Neuropati diabetika merupakan komplikasi serius pada penyandang diabetes melitus (DM) yang dapat menyebabkan kecacatan akibat ulserasi, amputasi, dan gangguan mobilitas. Skrining dini sangat penting untuk mendeteksi neuropati… opati lebih awal dan mencegah komplikasi. Namun, masih banyak kasus neuropati diabetika yang tidak terdeteksi di Jayapura. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei analitik. Responden adalah penyandang DM tipe 2 di RSUD Jayapura, RS Dian Harapan, PKM Abepura dan PKM Kotaraja.  yang dipilih secara purposive sampling. Deteksi dini neuropati dilakukan menggunakan Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI), Ipswich Touch Test (IpTT), dan Monofilament Test. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan perangkat lunak statistik sederhana. Dari 91 responden yang diperiksa, sebagian besar mengalami gejala neuropati perifer yang meliputi kram otot, kelemahan, rasa tertusuk dan terbakar, nyeri seperti terbakar, serta kulit kering dan pecah-pecah. Hanya 24 responden yang sebelumnya telah diinformasikan oleh dokter mengenai neuropati diabetika. Pada Monofilament Test, hampir setengah dari responden tidak merasakan sentuhan pada beberapa titik, menunjukkan neuropati perifer. Skrining IpTT mengidentifikasi 75 responden mengalami neuropati, dengan beberapa di antaranya tidak dapat merasakan hingga enam sentuhan. Penelitian ini menunjukkan tingginya prevalensi neuropati perifer pada penyandang DM tipe 2 di Jayapura, yang sebagian besar belum terdeteksi sebelumnya. Skrining dini dengan MNSI, IpTT, dan Monofilament Test efektif dalam mengidentifikasi neuropati diabetika, sehingga dapat membantu intervensi lebih awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Investasi Dalam Presfektif Islam

Riska Ayulia
Abstract: Dalam perspektif Islam, investasi sangat dianjurkan. Hal ini karena investasi telah dilakukan oleh Nabi Muhammad sejak masa mudanya hingga masa para rasul. Selain itu, perbudakan umumnya berkaitan dengan pembentukan pasar… r tenaga kerja di mana tenaga kerja menerima uang dan uang mengalir hanya kepada orang-orang kaya (Qs. al-Hasyr [59]: 7). Lebih lanjut, investasi ini secara langsung dibenarkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Banyak ayat Al-Qur'an yang membahas rekomendasi investasi, seperti Qs. al-Baqarah [2]: 261; Qs. Yusuf [12]: 46–49; Qs. an-Nisa [4]:9; Qs. Luqman [31]: 34 dan Qs. al-Hasyr [59]:18. Investasi syariah didasarkan pada prinsip-prinsip syariah, baik di sektor riil maupun di sektor keuangan. Oleh karena itu, selama maksud atau tujuan dari ketentuan dalam sektor bisnis dan investasi tidak bertentangan dengan syariah, investasi di luar prinsip syariah tidak diperbolehkan. Pada dasarnya, tidak semua kegiatan bisnis bebas dari ketidakpastian, seperti keuntungan atau kerugian bisnis. Oleh karena itu, orang menggunakan keuntungan dan kerugian untuk menentukan pilihan investasi bisnis mereka. Ini berarti bahwa keuntungan atau kerugian dalam bisnis tidak jelas. Ketidakpastian ini sering disebut sebagai gharar. Seperti yang disebutkan di atas, aktivitas investasi memiliki dampak luas terhadap ekonomi regional. Namun, Islam memberikan panduan dan pembatasan yang jelas tentang apa yang dapat dan tidak dapat melibatkan investasi religius. Tidak semua investor memahami hukum Islam, meskipun mereka memahami hukum positif. Oleh karena itu, untuk menghindari konflik investasi, berbagai aspek harus dipertimbangkan dan diperiksa agar hasil yang diperoleh sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Analisis Frekuensi Wakaf Uang Pada Mahasiswa Universitas UIN Sumatera Utara

Permana, Fahreza, Marliana, Samri Julianti Nasution, Yenni
Abstract: Wakaf uang berfungsi sebagai instrumen filantropi Islam yang strategis untuk mendorong kesejahteraan sosial dan pemerataan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam frekuensi serta dinamika praktik… ktik wakaf uang di kalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan empat mahasiswa yang dipilih secara purposive, serta didukung oleh analisis dokumentasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data mengikuti proses simultan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan adanya kesenjangan yang substansial antara pemahaman konseptual mahasiswa dan praktik aktualnya. Walaupun para responden menunjukkan kesadaran religius yang kuat dan pemahaman yang solid mengenai wakaf uang sebagai dana produktif, frekuensi kontribusi aktual mereka secara keseluruhan masih tergolong rendah, sporadis, dan sangat bergantung pada momentum eksternal tertentu seperti kampanye tanggap bencana atau inisiatif organisasi kampus. Keterbatasan finansial (uang saku), minimnya pengetahuan teknis terkait mekanisme penyaluran, serta kekhawatiran atas transparansi dan akuntabilitas lembaga pengelola menjadi hambatan utama. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi potensi wakaf uang di UIN Sumatera Utara memerlukan intervensi institusional yang sistematis, meliputi edukasi literasi praktis yang berkelanjutan, penyediaan platform pembayaran digital yang mudah, serta pembentukan wadah nazhir resmi kampus yang transparan demi membangun budaya filantropi Islami yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa. 

Gambaran Hasil Pemeriksaan Tubex Pada Penderita Demam Tifoid Di RSI Malahayati Medan

Lhauren Sabilla, Lestari Rahmah
Abstract: Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut pada usus halus, dengan gejala demam berlangsung lebih dari seminggu disertai dengan masalah dalam ganggaun pencernaan dengan atau tanpa adanya kehilangan kesadaran. Pemeriksaan… tubex adalah salah satu uji serologi yang menguji aglutinasi kompetitif semikuantitatif untuk mendeteksi adanya antibodi IgM terhadap antigen lipopolisakarida (LPS) O9 Salmonella typhi dan tidak mendeteksi IgG. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Hasil Pemeriksaan Tubex Pada Penderita Demam Tifoid di RSI Malahayati Medan. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di laboratorium RSI Malahayati Medan. Waktu penelitian dilaksanakan pada Februari – Mei 2024. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah Metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI). Sampel dalam penelitian ini adalah serum darah dari 73 orang pasien yang melakukan test tubex demam tifoid di RSI Malahayati Medan. Hasil penelitian mennjukkan bahwa dari 73 sampel yang diperiksa diperoleh hasil 28 sampel negatif (38,4%), 23 sampel positif kuat (31,5%) dan 22 sampel positif lemah (30,1%). Berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak yaitu perempuan sebanyak 39 orang (53,4%) dan laki-laki 34 orang (46,6%). Usia yang paling tinggi terkena demam tifoid yaitu usia 12-25 tahun sebanyak 31 orang (42,5%). Skor yang paling sering ditemukan adalah skor 0-2 (Negatif) dengan frekuensi 28 orang (38,4%).