Search Articles & Publications

Showing 4 articles found for "Sota"

Determinants of Social Interdependence and Interaction Among the Kanum Ethnic Group

Imelda C Laode, Fransin Kontu, Fitriani
Abstract: This study aims to analyze the factors influencing the social interaction of the Kanum ethnic group as cross-border actors between the Sota area (Indonesia) and Waiber (Papua New Guinea). The Kanum people are indigenous… communities residing on both sides of the border, sharing strong historical, cultural, and economic ties. The research was conducted in Kampung Sota, Sota District, Merauke Regency, South Papua Province, using a qualitative method with a descriptive approach and interactive model analysis by Miles, Huberman, and Saldana. The findings reveal that the key supporting factors for social interaction are mostly located in Sota-Indonesia, including better geographic access, infrastructure availability, border pass policy, favorable security conditions, and active economic and educational activities. On the other hand, the main hindering factors are found in Waiber-PNG, such as difficult geographic access, lack of infrastructure, limited governmental policies, and issues related to civil registration. Culturally and socially, the Kanum people experience no barriers due to shared values, traditions, and language. This study concludes that cross-border interdependence is not solely determined by national boundaries but also shaped by socio-cultural dynamics and inclusive policies. Keywords: Kanum ethnic, social interaction, cross-border, border, interdependence.

Efektivitas Kerja Aparat Kampung Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Kampung Yanggandur Distrik Sota Kabupaten Merauke

Saputro, Eko, Natalia Suryani Purba, Wa Ode Sitti Mardiana
Abstract: Yanggandur Village, Sota District, Merauke Regency has the task of providing services to all elements of society regardless of social status in order to provide excellent service to the community. One of the problems that… t occurs in the village office is the poor service so that the community complains about the service provided because the manufacturing process is very convoluted and waits for a long time The purpose of this study is to find out the effectiveness of the work of village officials in improving services in Yanggandur Village, Sota District, Merauke Regency. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. The data collection technique uses observation, interview, and documentation techniques. The results of this study illustrate that the effectiveness of the work of village officials in improving services in Yanggandur Village, Sota District, Merauke Regency in the implementation of services has not been carried out effectively. This happens because there is still a lack of government responsibility, especially village officials in providing good services to the community. The lack of initiative of the village officials to adapt to the community environment and also the lack of village office facilities so that all activities do not run well and efficiently. For the Yanggandur village apparatus to be able to improve the quality of service, meet the needs of the community well and also build relationships with a more participatory approach with the community so that the services provided will produce good results. Keywords: Effectiveness, Service, Village Apparatus

Analisis Hermeneutik Dilthey Pada Antologi Puisi Deru Campur DebuKarya Chairil Anwar Dan Pemanfaatanya Sebagai Bahan Ajar UnsurEkstrinsik Puisi Kelas X

Asyifah, Ahmad Maskur Subaweh, Khoirul Fajri
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan makna puisi-puisi dalam antologi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar dengan pendekatan hermeneutik Wilhelm Dilthey. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji nilai-nilai yang terkandung… rkandung dalam beberapa puisi, khususnya nilai religius, moral, dan sosial. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan fokus utama pada interpretasi makna serta penggalian nilai-nilai tersebut dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu. Sumber data yang digunakan dari tujuh puisi, yaitu: (1) Aku, (2) Selamat Tinggal, (3) Doa, (4) Sajak Putih, (5) Sebuah Kamar, (6) Senja di Pelabuhan Kecil, dan (7) Catetan Th. 1946. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik dari Wilhelm Dilthey yang mengacu pada tiga konsep utama, yaitu Erlebnis (pengalaman hidup), Ausdruck (ungkapan), dan Verstehen (pemahaman). Teknik analisis data berpusat pada penerapan metode hermeneutik dalam menginterpretasikan makna puisi, yang mencakup proses identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi. Data dianalisis melalui beberapa tahapan, seperti analisis larik dalam bait, analisis kata dalam larik, interpretasi makna, serta penyampaian pesan atau amanat dari puisi tersebut. Hasil penelitian ini dengan menggunakan Hermeneutik milik Wilhem Dilthey menunjukan (1) konsep Erlebnis meliputi: (a) pengalaman hidup Chairil Anwar. (2) konsep Ausdruck ini yaitu mendeskripsikan tentang bahasa kiasan, diiksi dan makna yang terdapat pada puisi. (3) konsep Verstehen meliputi: pemahaman tentang puisi karya Chairil Anwar menunjukkan bahwa tema religius berisi imajinasi penyair tentang kejujuran, taubat, dan kepasrahan kepada Allah swt. Unsur imajinatif dalam puisi yang berhubungan dengan nilai-nilai moral memperlihatkan gambaran perilaku menyimpang, seperti kerakusan, kekuasaan yang dijalankan secara otoriter, penolakan terhadap kebenaran, penyebaran kebohongan, serta kemerosotan nilai-nilai etika dalam masyarakat. Dari perspektif sosial, puisi juga menyoroti realitas kehidupan rakyat yang masih dirundung kesengsaraan dan terbelit kemiskinan. Mereka mengalami kelaparan, kekurangan finansial, tidak memiliki tempat tinggal yang layak, dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok lainnya. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa karya-karya Chairil Anwar merefleksikan beragam sisi kehidupan manusia secara mendalam dan luas.. Gaya penyampaian penyair yang menggunakan bahasa kiasan mampu membangkitkan emosi dan menyentuh hati pembaca, menjadikan puisinya mudah diterima dan dipahami secara mendalam.

Reaktualisasi Fungsi Surau Dalam Menguatkan Peradaban Islam Dan Moral Keumatan Di Minangkabau

Deri Putra, Ranti Firdaus
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena penurunan fungsi surau sebagai institusi keagamaan dan sosial dalam masyarakat Muslim kontemporer, khususnya dalam konteks perubahan orientasi nilai keberagamaan dan transformasi… rmasi praktik sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berorientasi fenomenologis, penelitian ini memaknai pengalaman, persepsi, dan interpretasi masyarakat terhadap pergeseran fungsi surau melalui observasi lapangan, analisis teks keislaman, dan studi literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan signifikan dari karakter surau sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan moral menuju fungsi yang lebih bersifat seremonial, simbolik, dan ekonomis. Temuan juga mengidentifikasi munculnya komersialisasi aktivitas keagamaan, melemahnya partisipasi ibadah rutin, krisis identitas religius generasi muda, serta hilangnya kesadaran kolektif mengenai fungsi ideal surau sebagai ruang pembentukan karakter dan solidaritas sosial. Faktor penyebab kemunduran fungsi surau meliputi sekularisme, individualisme, rendahnya kepemimpinan moral, kemerosotan legitimasi otoritas keagamaan, serta minimnya dukungan kebijakan struktural. Penelitian ini menekankan urgensi revitalisasi surau melalui model tata kelola berbasis jamaah, integrasi pendidikan akhlak, kolaborasi ulama–adat–pemerintah–pemuda, kurikulum pembinaan yang sistematis, serta transparansi pendanaan sebagai fondasi pemulihan kepercayaan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap kajian transformasi institusi keagamaan dalam masyarakat modern dan menawarkan rekomendasi kebijakan strategis bagi penguatan kembali fungsi surau sebagai pusat spiritual, sosial, dan budaya dalam memperkuat peradaban Islam.