Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena tingginya antusiasme berwirausaha di kalangan Generasi Z di Kota Bandung yang tidak diimbangi dengan kemampuan mempertahankan usaha, sebagaimana ditunjukkan oleh penurunan jumlah…
mlah usaha mikro dari 193.284 unit pada tahun 2022 menjadi 187.355 unit pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik entrepreneurial dan strategi inovasi bisnis terhadap keberhasilan usaha mikro Generasi Z di Kota Bandung, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif. Populasi penelitian adalah seluruh pelaku usaha mikro Generasi Z di Kota Bandung, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan Google Forms, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik entrepreneurial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha mikro dengan nilai t hitung sebesar 2,387 (Sig. = 0,020) dan koefisien regresi 0,206. Strategi inovasi bisnis juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha mikro dengan nilai t hitung sebesar 5,613 (Sig. = 0,000) dan koefisien regresi 0,473. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha mikro dengan nilai F hitung sebesar 39,721 (Sig. = 0,000) dan kontribusi (Adjusted R Square) sebesar 43,9%, sedangkan sisanya sebesar 56,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi inovasi bisnis memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan karakteristik entrepreneurial terhadap keberhasilan usaha mikro Generasi Z di Kota Bandung.
Abstract:Perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce) dan penggunaan media sosial telah mendorong perubahan dalam cara konsumen memperoleh informasi serta mengambil keputusan pembelian melalui marketplace. Penelitian ini bertujuan…
ujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing dan content marketing terhadap keputusan pembelian pengguna Shopee di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden pengguna Shopee di Kecamatan Banyuresmi dengan teknik purposive sampling. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis korelasi, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing dan content marketing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pengguna Shopee di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut baik secara parsial maupun simultan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,486 menunjukkan bahwa influencer marketing dan content marketing mampu menjelaskan keputusan pembelian sebesar 48,6%, sedangkan sisanya sebesar 51,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Abstract:StuntingImerupakanIkondisiIgagalItumbuhIpadaIbalitaIyang ditandaiIdengan tinggiIbadan menurutIumurIkurang dari -2 standarIdeviasiIberdasarkanIstandar World Health Organization (WHO). KondisiIiniIdisebabkanIolehIkekuranganIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang,…
nIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang, terutama pada 1.000 hariIpertamaIkehidupan. BencanaIbanjirIberpotensiImeningkatkanIrisikoIstunting melaluiIterbatasnyaIaksesIairIbersih,IsanitasiIyangIburuk, terganggunyaIketahananIpangan rumahItangga, sertaIterbatasnya akses layanan kesehatan. Penelitian iniIbertujuan menganalisis hubunganIdampak bencanaIbanjir denganIpeningkatan risiko stunting pada balita di WilayahIKerja PuskesmasIMeurah Dua KabupatenIPidie Jaya. Penelitian menggunakanImetodeIkuantitatifIdenganIdesain analitikIdan pendekatanIcross-sectional. sempelIpadaIpenelitianIiniIsebanyak 92 balita. VariabelIdependenIadalahIkejadianIstunting, sedangkanIvariabelIindependenImeliputiIketidaktersediaanIair bersih, kondisiIjamban tidak layak, ketahananIpanganIrumahItanggaIyangIburuk, danIaksesIlayanan kesehatan yang buruk. Analisis dataImenggunakanIuji Chi-Square. HasilIpenelitianImenunjukkanIadanya hubungan yangIsignifikanIantaraIketidaktersediaanIair bersih (p = 0.000; OR = 34,417; 95% CI: 9,996–118,496), kondisiIjambanItidak layak (p = 0.000; OR = 81,125; 95% CI: 31,060–1056,217), ketahanan pangan rumah tangga yang buruk (p = 0.000; OR = 69,000; 95% CI: 17,017–279,779), serta akses layanan kesehatan yang buruk (p = 0.004; OR = 4,538; 95% CI: 1,532–13,442) dengan risiko stunting pada balita setelah kejadian banjir. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar memperkuat upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang sanitasi, penggunaan air bersih, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.
Abstract:Perkembangan pembayaran digital mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai pembayaran yang praktis dan efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh transparansi transaksi dan kemudahan…
emudahan monitoring terhadap kepercayaan pengguna QRIS di Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26, meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi transaksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan pengguna QRIS (t = 9,206; sig. = 0,000), demikian pula kemudahan monitoring (t = 3,690; sig. = 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan pengguna (F = 107,119; sig. = 0,000), dengan nilai R Square 0,688 yang menunjukkan bahwa 68,8% variasi kepercayaan pengguna dijelaskan oleh kedua variabel, sedangkan 31,2% dijelaskan oleh faktor lain. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 7,843 + 0,592X1 + 0,243X2. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik transparansi transaksi dan semakin mudah monitoring dilakukan, semakin tinggi kepercayaan pengguna QRIS di Bekasi.
Abstract:Studi ini menganalisis pengaruh Total Debt Ratio (TDR) dan Receivable Turnover (RTO) terhadap Return on Equity (ROE) pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2025.…
021-2025. Kesenjangan penelitian (gap) yang diangkat ialah fluktuasi tajam profitabilitas sektor pascapandemi di tengah kenaikan beban utang dan tekanan pengelolaan piutang, yang belum dijelaskan secara konsisten oleh studi terdahulu. Pendekatan kuantitatif asosiatif diterapkan pada data sekunder laporan keuangan tahunan auditan. Melalui purposive sampling, diperoleh 12 perusahaan dengan 60 observasi firm-year, dianalisis dengan regresi linier berganda setelah transformasi akar kuadrat guna memenuhi asumsi normalitas. Hasil menunjukkan TDR tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap ROE, sedangkan RTO berpengaruh signifikan positif secara parsial. Secara simultan, TDR dan RTO berpengaruh signifikan terhadap ROE dengan kontribusi (Adjusted R Square) sejumlah 14,0%. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi penagihan piutang, bukan semata struktur utang, lebih menentukan profitabilitas ekuitas pada sektor ini.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kinerja UMKM dengan Pengendalian Internal sebagai variabel mediasi pada UMKM sektor kuliner di…
Kabupaten Gresik. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pengujian Pengendalian Internal sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara Sistem Informasi Akuntansi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kinerja UMKM pada sektor kuliner di Kabupaten Gresik, mengingat hasil penelitian terdahulu masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Data diperoleh dari 84 responden melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengendalian Internal. Pemanfaatan Teknologi Informasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM serta Pengendalian Internal. Sementara itu, Pengendalian Internal tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja UMKM dan tidak mampu memediasi pengaruh sistem informasi akuntansi maupun pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja usaha. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya dilakukan pada UMKM sektor kuliner di Kabupaten Gresik sehingga hasil penelitian belum tentu dapat digeneralisasikan pada UMKM di sektor usaha maupun wilayah lainnya. Selain itu, penelitian dilaksanakan dalam waktu yang relatif terbatas.
Abstract:The rapid development of digital technologies has transformed organizational work environments and created new demands for leadership, employee adaptability, and engagement. This study aims to examine the effect of digital…
al leadership, learning agility, and employee engagement on employee performance. A quantitative approach with a cross-sectional survey design was employed. Data were collected from 250 employees using a structured questionnaire measured on a five-point Likert scale. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to evaluate the measurement and structural models. The results demonstrate that digital leadership has a positive and significant effect on employee performance (β = 0.247; t = 4.218; p < 0.001). Learning agility also has a positive and significant effect on employee performance (β = 0.286; t = 5.037; p < 0.001). Furthermore, employee engagement has the strongest positive and significant effect on employee performance (β = 0.411; t = 7.126; p < 0.001). The model explains 68.4% of the variance in employee performance, indicating substantial explanatory power. These findings highlight the importance of integrating digitally capable leadership, continuous employee learning, and strong employee engagement to improve performance in an increasingly dynamic and technology-driven work environment. The study contributes to the understanding of how organizational and individual factors jointly support employee performance in the digital era
Abstract:This study aims to analyze the influence of E-Service Quality and Brand Image on Customer Loyalty in e-commerce through Impulsive Buying and Purchasing Decisions s on the Erigo fashion brand. This study uses a quantitative…
ve approach with an accidental sampling method, where respondents are consumers who have purchased Erigo fashion products through the e-commerce platform. The number of respondents in this study was 100 people. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using the Partial Least Squares (PLS) method with the help of SmartPLS 3 software. The results show that E-Service Quality and Brand Image have a positive and significant effect on Impulsive Buying and Purchasing Decisions s. In addition, Impulsive Buying and Purchasing Decisions s have a positive and significant effect on Customer Loyalty. E-Service Quality and Brand Image also have a positive and significant effect on Customer Loyalty through Impulsive Buying and Purchasing Decisions s. These findings confirm that improving digital service quality and a strong brand image strategically contribute to the formation of impulsive buying behavior and Purchasing Decisions s that ultimately drive Erigo customer loyalty on the e-commerce platform.
Abstract:Digital financial transparency is crucial for achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly for building accountable and trustworthy public institutions. Limited studies examine whether digitalization…
actually delivers accessible financial information and whether such transparency strengthens sustainable public governance. This study addresses that gap by constructing an original, multi-dimensional, portal-level Digital Financial Transparency Index (DFTI) and linking it to sustainable public governance, an association not previously tested at the Indonesian subnational level. Using a quantitative, explanatory design, financial management and public information portals are assessed through content analysis. Twenty-one indicators covering organizational information, financial transparency, and website accessibility are aggregated into the DFTI. Sustainable public governance is proxied by the 2024 electronic-based government system (SPBE) index, the only nationally standardized, externally assessed, and annually published measure of digital public administration maturity in Indonesia. Ordinary least squares regression tests the hypothesis, complemented by Spearman correlation as a non-parametric robustness check suited to the small city and regency subsamples. The findings show DFTI has a positive and significant effect on SPBE (β = 0.026; p = 0.032). The effect operates through content rather than appearance: among regencies, organizational information and financial transparency correlate significantly (p < 0.05) with SPBE, website accessibility does not. The results provide recommendations that local governments should adopt a standardized minimum financial-disclosure content and prioritize the weakest indicators, which are raw data, citizen-friendly budget summaries, and personal data protection. Also the provincial government should channel budget-capacity support to low-DFTI regencies, where transparency and maturity are most strongly associated with budget resources to advance SDG 17.
Abstract:Traditional markets face increasing competition from modern retail and digital commerce, requiring effective strategies to sustain consumers' visit intention despite physical accessibility constraints. This study investigates…
gates the effects of market image and TikTok promotion on consumers' visit intention, with perceived shopping accessibility serving as a mediating variable in the context of Pasar Cidu Makassar. A quantitative approach was employed using survey data collected from 130 consumers who had visited Pasar Cidu Makassar. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that market image and TikTok promotion have positive and significant effects on both perceived shopping accessibility and visit intention. Perceived shopping accessibility also has a positive and significant effect on visit intention. However, it does not mediate the relationships between market image and visit intention or between TikTok promotion and visit intention. These findings suggest that consumers' intention to visit a traditional market is influenced more by favorable market image and effective digital promotion than by perceived shopping accessibility. Traditional market managers can utilize TikTok to promote market products, atmosphere, and activities through engaging and informative content to strengthen consumers' intention to visit. Consistent TikTok promotion can also serve as a practical digital marketing strategy to increase the market's visibility among potential visitors. This study contributes to the literature on traditional market marketing by demonstrating the importance of integrating market image and social media promotion to strengthen consumers' visit intention despite physical accessibility limitations.