Search Articles & Publications

Showing 12 articles found for "Alamin"

PERAN PENDIDIKAN AGAMA DAN PKN DALAM MEMBANGUN KESADARAN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA

Tongku Hasonangan, Syamzaimar
Abstract: Pendidikan memiliki peran yang strategis dan tak tergantikan dalam membentuk individu yang toleran, berpikiran terbuka, dan mampu hidup secara harmonis dalam masyarakat yang majemuk. Dalam konteks bangsa yang pluralistik… seperti Indonesia — yang menaungi ratusan kelompok etnis, lebih dari 700 bahasa daerah, dan enam agama yang diakui secara resmi oleh negara — menumbuhkan toleransi antar umat beragama bukan sekadar tujuan pendidikan, melainkan sebuah keharusan nasional. Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) merupakan dua pilar penting yang saling melengkapi dalam upaya tersebut. Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi untuk memperkuat keimanan dan praktik ibadah, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai universal seperti kasih sayang (rahmah), saling menghormati (ihtiram), keadilan ('adalah), dan etika hidup berdampingan secara damai (tasamuh) di antara berbagai komunitas agama. Fondasi ini berpijak pada konsep Islam rahmatan lil 'alamin — rahmat bagi seluruh alam — yang memberikan landasan teologis yang kuat bagi pembentukan karakter toleran dan inklusif. Bersamaan dengan itu, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menekankan nilai-nilai kebangsaan, prinsip demokrasi, hak asasi manusia, dan penghormatan mendalam terhadap keberagaman sebagai unsur konstitutif dari identitas kewarganegaraan dan konstitusional Indonesia. Melalui integrasi sistematis nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran — khususnya melalui pedagogik yang dialogis, reflektif, berbasis proyek, dan pengalaman nyata — peserta didik diharapkan dapat mengembangkan sikap inklusif yang autentik, menghargai dan merayakan perbedaan, serta secara aktif menolak segala bentuk diskriminasi, prasangka, dan intoleransi. Penelitian ini, dengan menggunakan metodologi tinjauan literatur sistematis, mengidentifikasi tiga model integrasi PAI-PKn yang efektif: (1) Pembelajaran Tematik Lintas Pelajaran, (2) Proyek Sosial Kolaboratif, dan (3) Refleksi Teologis-Kewarganegaraan. Temuan penelitian menegaskan bahwa sinergi antara pendidikan agama dan Pendidikan Kewarganegaraan bersifat fundamental dalam membangun kesadaran toleransi yang berkelanjutan dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik.

DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP ETIKA SOSIAL GENERASI Z

Virgo, Virgodiman Sine, Tiwi Mita Marliana Penu, Wendi Musa Robo, Vebriance Dima, Yanuarius Bria, Yenry Anastasia Pellondou
Abstract: Perkembangan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, khususnya melalui media sosial, telah mengubahcara individu melakukan interaksi dan komunikasi satu samalain. Media sosial mempercepat dan memperluas interaksi,… i, tetapi juga membawa berbagai tantangan yang berkaitandengan etika dan moralitas di dunia digital. Generasi Z,yangtumbuh di era digital,memiliki kemampuan teknologi yang tinggi, tetapi ada risiko kehilangan nilai-nilai sosial dan etika. Situasi ini memerlukan sebuah pendekatan mendalam untukmenilai dampak jangka panjangnya. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan menganalisis literaturdari berbagai jurnal dan artikel akademis guna memahamifenomena sosial, norma komunikasi, serta nilai moral yang berkaitan dengan penggunaan media sosial di kalanganGenerasi Z.   Media sosial memberikan peluang untuk terlibat dalaminteraksi sosial, namun juga menciptakan masalah sepertiperubahan identitas online, tekanan mental, perasaan takutketinggalan (FOMO), perundungan daring, dan informasiyang salah. Berbagai persona di dunia maya dan pengelolaancitra diri menantang pengembangan karakter individu. Selainitu, media sosial juga menciptakan norma komunikasi baruyang perlu diteliti secara mendalam. Oleh karena itu, pengaruhnya terhadap etika sosial bagi Generasi Z menjadisangat kompleks. Dengan demikian, penting untukmenanamkan nilai-nilai moral melalui pendidikan yang menggabungkan prinsip etika universal dan keterampilandigital, serta membangun ekosistem pembelajaran yang terstruktur untuk membentuk karakter dengan tanggung jawabsosial. Masa depan Generasi Z sebagai agen perubahan yang beretika akan sangat bergantung pada sistem pendidikan dan strategi yang efektif.

THE NORMATIVE ROLE OF FAMILY BUSINESS ETHICS IN SHAPING THE INTEGRATION OF FINANCIAL REPORTING AT THE HERLY SHOP MSME IN AMBON CITY

Tasya Salamin, Wa Inje Tomia, Hamida, Umaira W.S Rumanama, Rindi Rahareng
Abstract: Family-owned MSMEs (MSMEs) play a vital role in the local economy, but they still face challenges in financial management and reporting, particularly regarding the mixing of personal and business finances. This community… service project aims to implement the normative role of family business ethics in integrating financial reporting at the Herly MSME Store in Ambon City. The method used was Participatory Action Research through interviews, group discussions, training, and mentoring. The activity focused on internalizing family business ethics values and implementing a simplified financial reporting system based on the Indonesian MSME Financial Accounting Standards (SAK). The results demonstrated increased understanding, skills, and changes in attitudes toward financial transparency and accountability. The integration of family business ethics has been shown to support more structured and sustainable financial reporting.

Manajemen Stres Bagi Pelaku Umkm Di Rumah Kreatif Bumn Makassar

Resekiani Mas Bakar, Kurniati Zainuddin, Aliyah Hidayah Madjid, Nabila Ramadhani Imran, Ni Made Kausalya Devi Utami
Abstract: Berbagai tekanan dan beban tanggung jawab yang dialami oleh pelaku UMKM seperti kondisi ekonomi yang tidak stabil, persaingan yang ketat sesama pelaku UMKM, kurangnya pengetahuan SDM, sulitnya mengembangkan inovasi yang… baru dan tekanan-tekanan lain yang dialami oleh pelaku UMKM. Sehingga, sangat rentan mengalami kondisi stress. Kondisi stress merupakan tanggapan diri sendiri dalam proses internal atau eksternal yang mencapai pada ketegangan fisik dan psikologis seseorang. Tujuan utama dari pelatihan ini ialah agar pelaku UMKM dapat mengatasi kondisi stres yang dialami dengan memberikan pengetahuan mengenai manajemen stres dan teknik relaksasinya. Manajemen stress merupakan cara untuk berpikir dan bereakasi yang ditunjukkan untuk mengatasi tekanan atau transaksi yang menyakitkan diakibatkan stres. Edukasi ini menyasar pelaku UMKM Kota Makassar yang telah mendaftar di event Rumah BUMN Makassar. Metode yang digunakan dalam kegiatan psikoedukasi ini yaitu dengan pemberian materi yang disertai dengan teknik relaksasi Box Breathing dan pemberian Coaching Game Point Of You berupa beberapa kartu bergambar yang dapat merangsang pikiran subjek. Kegiatan psikoedukasi ini mendapatkan feedback positif dari para peserta dan pihak Rumah BUMN. Kegiatan psikoedukasi ini memiliki manfaat bagi pelaku UMKM seperti mengetahui secara lebih jelas tentang stress yang dialaminya dan cara mengolah stress dengan baik. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan, pelaku UMKM terlihat memiliki antusias yang tinggi berdasarkan observasi dan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada pemateri.

Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Untuk Guru Sma Kartikatama Kota Metro

Qomariah, Siti, Rosyidah, Ummi, mariana, erni, Wardany, Kusuma, Kinasih, Ayang, Utami, Endang Sri
Abstract: Abstract: Scientific work can be used by teachers as a facility for communicating new information, ideas, studies, and research results to the general public. The preparation of scientific papers is very meaningful for the… he professional development of teachers, but in reality, the culture of writing scientific papers among teachers is still low. Meanwhile, the teacher can write scientific papers based on the implementation of the teacher's creativity and criticality in the daily activities that are observed and experienced in creating a better quality of education to achieve maximum learning results. This program aims to conduct training in the preparation of scientific papers in this matter scientific postings for teachers of SMA Kartikatama Metro. This program is carried out using a classical approach which is tried by giving lectures and delivering modules and individual approaches are tried when accompanying participants in writing scientific papers. Achievement of the target number of participants as well as the objectives of this training can be assessed as good. Within 2 weeks as many as 3 teachers have tried to write scientific posts. All the modules that have been planned can be informed to the participants, even though there are many time constraints there are some modules that are informed in an outline. The expertise of the participants can be seen from the ability to compose scientific papers that can be considered good. Keywords: scientific work; teacher; training.   Abstrak: Karya ilmiah dapat digunakan guru sebagai fasilitas mengomunikasikan informasi baru, gagasan, kajian, serta hasil riset kepada khalayak umum. Penyusunan karya ilmiah sangat berarti untuk pengembangan keprofesionalan guru, tetapi pada kenyataannya budaya menulis karya ilmiah di kalangan guru masih rendah. Sementara itu guru bisa menulis karya ilmiah bersumber pada implementasi kreatifitas serta kekritisan guru terhadap kegiatan tiap hari yang diamati serta dialaminya dalam menciptakan mutu pendidikan yang lebih baik sehingga menggapai hasil belajar yang maksimal. Tujuan program ini merupakan melakukan pelatihan penyusunan karya tulis ilmiah dalam perihal ini postingan ilmiah untuk guru SMA Kartikatama Metro. Program ini dilaksanakan memakai pendekatan klasikal yang dicoba dengan membagikan ceramah serta penyampaian modul serta pendekatan individual dicoba pada saat mendampingi peserta dalam menulis karya ilmiah. Ketercapaian sasaran jumlah partisipan serta tujuan pelatihan ini bisa dinilai baik. Dalam kurun waktu 2 pekan sebanyak 3 orang guru sudah berupaya menulis postingan ilmiah. Seluruh modul yang sudah direncanakan bisa di informasikan kepada paserta, walaupun terdapat banyak keterbatasan waktu terdapat sebagian modul yang  di informasikan secara garis besar. Keahlian paserta dilihat dari kemampuan menyusun karya ilmiah yang dapat dinilai baik. Kata kunci: guru; karya ilmiah; pelatihan.

Efektivitas Budaya Wayang Kulit dalam Penyebaran Agama Islam di Nusantara oleh Wali Songo

Firman, Ade, Muhammad Hafidz Nasri, Syamsir
Abstract: Wayang kulit, pertunjukan wayang kulit tradisional Jawa, memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Nusantara (kepulauan Indonesia) selama abad ke-15, khususnya melalui upaya Wali Songo (Sembilan Orang Suci). Penelitian… litian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis efektivitas wayang kulit sebagai media dakwah Islam oleh Wali Songo dan relevansinya di masa kini. Temuan menunjukkan bahwa wayang kulit sangat efektif karena popularitasnya di kalangan masyarakat Jawa, sehingga memungkinkan ajaran Islam diintegrasikan secara damai tanpa paksaan. Strategi akulturasi budaya yang dilakukan Wali Songo dengan memodifikasi tokoh dan cerita wayang agar mengandung nilai-nilai Islam, menunjukkan penghormatan terhadap budaya lokal dan selaras dengan karakter Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Namun di zaman modern, keefektifan wayang menghadapi tantangan seperti menurunnya minat generasi muda, kurangnya pemahaman terhadap simbolisme wayang, dan beragamnya kualifikasi dalang (dalang). Terlepas dari tantangan-tantangan tersebut, studi ini menegaskan potensi wayang sebagai media dakwah kontemporer jika direvitalisasi melalui integrasi teknologi, peningkatan pengetahuan keislaman para dalang, dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Wali Songo dalam membudayakan Islam dengan budaya lokal melalui wayang memberikan pembelajaran berharga bagi strategi dakwah masa kini. Pendekatan mereka mencontohkan bagaimana dakwah Islam dapat dilakukan secara damai, kontekstual, dan penuh hormat terhadap keragaman budaya, memberikan wawasan bagi para pendakwah modern untuk beradaptasi dan memanfaatkan platform media populer secara efektif sambil tetap menjaga kedalaman ajaran Islam.

Studi Kritis Peran Ormas Islam Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Pada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah,Dan Perti

Ahmad Faiz, Zulmuqim, Fauza Masyhudi
Abstract: Islam merupakan agama rahmatan lil’alamin, yang tidak hanya bisa dilihat dari aspek ritual maupun teologis semata. Ormas Islam lahir dan didirikan untuk menjawab kebutuhan umat pada bidang keberagamaan. Penelitian ini ingin… ingin mengetahui peran ormas pada bidang pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ormas Islam didirikan dengan tujuan mulia yaitu menjawab keresahan dan melayani kebutuhan masyarakat pada aspek keberagamaan. Untuk mengeksplor lebih dalam tentang perilaku keberagamaan dalam konteks sosial setidaknya membutuhkan tiga pendekatan, yaitu pendekatan sosial, pendekatan agama, dan pendekatan psikologi. Awal munculnya ormas Islam dapat dikelompokkan pada tiga alasan yaitu: pertama, dakwah Islami; kedua, pendidikan; dan ketiga, pemberdayaan ekonomi umat. Ketiga alasan inilah yang melatarbelakangi pergerakan Islam saat itu, sebab urusan politik diawasi dan dikontrol oleh penjajah Hindia Belanda. Kelahiran organisasi keagamaan Islam diawali dengan adanya Jami’at Al Khair di Jakarta (1905), kemudian Al Irsyad (1911), merupakan ormas keturunan Arab di Indonesia pengembangan dari Jami’at Al Khair, seterusnya muncul Syarikat Dagang Islam (1911), dan berikutnya lahir Muhammadiyah di Yogyakarta (1912), Persatuan Islam (1923) di Bandung, Nahdatul Ulama di Surabaya (1926), Al Jami’atul Washliyah di Medan (1930) serta Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) di Canduang Bukittinggi dan Al Ittihadiyah di Medan (l935).

Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin Melalui Moderasi Beragama di Mas Hidayatul Muslimin

Agung Wibosono
Abstract: Implementasi moderasi beragama dalam membentuk profil pelajar rahmatan lil alamin di MAS Hidayatul Muslimin 2 menghadapi tantangan serius akibat belum adanya regulasi institusional yang ajek. Penelitian ini bertujuan untuk… uk mengeksplorasi strategi penguatan karakter tersebut, mengidentifikasi kendala sistemik, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai praktik pembelajaran di madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan kebijakan resmi menyebabkan internalisasi nilai moderasi berjalan sporadis dan sangat bergantung pada inisiatif personal guru, sehingga aspek afektif siswa seringkali terabaikan oleh dominasi orientasi kognitif. Secara kontribusi teoritis, penelitian ini memperluas penerapan teori moral kolektif Emile Durkheim dengan memosisikan moderasi beragama sebagai fakta sosial yang harus dilembagakan untuk menciptakan integrasi sosial di lingkungan pendidikan. Sementara itu, secara kontribusi kebijakan, penelitian ini merekomendasikan perlunya formalisasi moderasi beragama ke dalam standar operasional prosedur madrasah serta restrukturisasi sistem penilaian karakter yang lebih autentik guna memastikan keberlanjutan program. Dengan demikian, sinergi antara otoritas kebijakan dan peningkatan kompetensi pedagogis guru menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi muslim yang inklusif dan responsif terhadap keberagaman plural.

Menghormati Agama Lain Sebagai Warisan Kenabian Kajian Tafsir Al-Mishbah Dalam Konteks Pendidikan Islam

Agung Wibisono, Luqman Abdul Jabbar
Abstract: Penghormatan terhadap agama lain merupakan nilai fundamental dalam ajaran Islam yang berakar pada misi kenabian dan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Islam memandang bahwa Allah SWT telah mengutus nabi dan rasul kepada setiap… iap umat, meskipun tidak seluruhnya disebutkan dalam Al-Qur’an. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep menghormati agama lain sebagai warisan kenabian berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an melalui pendekatan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, serta menganalisis relevansinya dalam konteks pendidikan Islam, khususnya penguatan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode kajian pustaka dan analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, seperti QS. An-Nahl: 36 dan QS. Ghafir: 78. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Mishbah menegaskan prinsip universalitas kenabian yang melahirkan sikap teologis moderat, terbuka, dan menghargai keberagaman agama tanpa mengaburkan prinsip tauhid. Dalam konteks pendidikan Islam, nilai ini merupakan bagian dari akhlak profetik yang penting untuk diinternalisasikan melalui pembelajaran, guna membentuk karakter peserta didik yang toleran, berkeadilan, dan mampu hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat plural. Dengan demikian, penghormatan terhadap agama lain tidak dimaknai sebagai relativisme akidah, melainkan sebagai manifestasi nilai-nilai kenabian yang berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan.

Kesetaraan Gender Dalam Islam: Analisis Terhadap Ajaran dan Implementasinya Dalam Masyarakat

Muhammad Sufi, Mohammad Farhan Akbar, Abyan Muhammad Yassar, Budi Eka Saputra, Nurjanah
Abstract: Islam adalah agama yang rahmatan lil'âlamîn. Ajaran Islam mengandung banyak nilai-nilai kehidupan, terutama nilai-nilai kemanusiaan yang sangat dijunjung tinggi, seperti kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Allah SWT… SWT berfirman, "Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilimpahkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain." (QS. An-Nisaa': 32). Berdasarkan makna ayat tersebut, dapat diketahui bahwa laki-laki dan perempuan memiliki status yang sama. Agar tidak terjadi perbedaan perlakuan antara perempuan dan laki-laki, maka diperlukan adanya kesetaraan untuk menegakkan keadilan. Dalam ajaran Islam, perempuan sangat dijunjung tinggi derajat dan kehormatannya. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, perempuan telah dihargai keberadaannya seperti halnya laki-laki dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengkaji perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam mengangkat derajat kaum perempuan. Data dikumpulkan melalui studi Pustaka (library research) yang meliputi Al-Qur'an, hadis-hadis Nabi, serta buku-buku, jurnal, dan artikel yang relevan dengan topik penelitian.