Search Articles & Publications

Showing 13 articles found for "Optimism"

The Relationship Between Work Motivation and Optimism Towards Adversity Quotient in Honorary Teachers in Tanjung Balai City

Rahmah Khair, Muna, Hasanuddin, Hasanuddin, Hardjo, Suryani
Abstract: Empirically, this study aims to examine the relationship between Work Motivation and Optimism on the Adversity Quotient in Honorary Teachers. The population of this study consisted of 500 teachers, with a sample of 125 teachers&#8230; eachers selected through random sampling. Data collection techniques included questionnaires and documentation, while data analysis was conducted using regression and ANOVA tests. The results of this study show that Work Motivation and Optimism positively influence the Adversity Quotient. Based on the analysis, it was found that the Work Motivation variable (x1) influences the emergence of the Adversity Quotient (t = 34.181), while the Optimism variable (x2) does not significantly influence the emergence of the Adversity Quotient (t = 1.493). The combined influence of Work Motivation and Optimism on the emergence of the Adversity Quotient is 93.9%. The significance value for the simultaneous influence of X1 and X2 on Y is 0.000 < 0.05, and the calculated F value is 913.956 > F table value of 3.07.

Optimism for Recovery in Rehabilitation Residents at IPWL (Recipient Institutions Required to Report) Sriwijaya, South Sumatra

Utari Tinova, Diah, Aprilian Nugraha, Ester, Engla Romasia, Try
Abstract: This research discusses optimism for recovery in rehabilitation residents at IPWL (Compulsory Reporting Recipient Institution) Sriwijaya, South Sumatra. This research uses a qualitative method with a descriptive design.&#8230; The subject selection technique is using purposive sampling with criteria,Male, 16 - 23 years old, Muslim, Older Status and Older Phase. Data collection methods use interview methods, as well as observation and documentation. The results of this research generally showed that the four subjectsThe image of Recovery Optimism is to change into a better person, and not want to be involved with drugs again. Factors that influence optimism are family factors such as providing motivation to residents, personal factors, namely changes in the subject that they have made away from drugs and maintaining recovery.

PERAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SLOW LEARNER DI SMA NEGERI 2 PALOPO

Hasnia, Siti, Masri, Subekti, Sabaruddin, Sabaruddin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kepercayaan diri siswa slow learner serta peran dukungan teman sebaya dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa slow learner di SMA Negeri 2 Palopo. Fokus penelitian meliputi&#8230; liputi dua aspek utama, yaitu: kondisi kepercayaan diri siswa slow learner dan bentuk dukungan teman sebaya dalam meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang berupaya memahami secara mendalam kondisi dan pengalaman siswa slow learner dalam lingkungan sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga siswa slow learner, tiga teman sebaya, dan satu guru BK. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi, bahan referensi, dan member check, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kepercayaan diri siswa slow learner di SMA Negeri 2 Palopo belum berkembang secara optimal, terutama pada aspek keyakinan terhadap kemampuan diri, optimisme, dan objektivitas diri. Sementara itu, aspek tanggung jawab serta kemampuan bersikap rasional dan realistis telah ditunjukkan dengan cukup baik. Dukungan teman sebaya berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa slow learner melalui lima bentuk dukungan, yaitu dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan informasional, dan dukungan jaringan sosial. Dukungan tersebut membantu siswa merasa diterima dan dihargai, mengurangi rasa minder, meningkatkan keberanian untuk berinteraksi dan berpartisipasi dalam pembelajaran, serta menumbuhkan keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki. Dengan demikian, dukungan teman sebaya menjadi salah satu faktor penting dalam membantu perkembangan kepercayaan diri siswa slow learner di lingkungan sekolah.

ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERISTIWA PERANG AHZAB BERDASARKAN KITAB FIKIH SIRAH KARYA ZAID AZ-ZAID

Ahadi, Hary, Samsudin, Samsudin, Choeroni, Choeroni
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Perang Ahzab berdasarkan kitab Fikih Sirah karya Zaid Az-Zaid serta menjelaskan relevansinya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di&#8230; era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa kitab Fikih Sirah, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur akhlak Islam, Sirah Nabawiyah, dan penelitian pendidikan Islam yang relevan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dengan tahapan pengodean, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan makna pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zaid Az-Zaid mengonstruksi enam belas nilai pendidikan akhlak dari peristiwa Perang Ahzab, yaitu tawakal, syaja’ah, optimisme, musyawarah, tawadhu’, penghargaan terhadap pendapat, kontribusi sosial, keterbukaan berpikir, keteladanan, integritas, ta‘awun, tabayyun, menjaga lisan, husnuzan kepada Allah, ketenangan batin, dan keteladanan sahabiyah. Nilai-nilai tersebut selanjutnya dikelompokkan ke dalam empat tipologi utama, yaitu akhlak spiritual, akhlak sosial, akhlak intelektual, serta akhlak kepemimpinan dan keteladanan. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat bagi pembelajaran PAI kontemporer, terutama dalam penguatan karakter, resiliensi spiritual, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi sosial, serta pengembangan kepemimpinan peserta didik. Dengan demikian, Perang Ahzab dapat diposisikan sebagai sumber pendidikan akhlak yang kontekstual dan relevan bagi pengembangan pendidikan Islam masa kini.

STRENGTHENING PATIENTS' MENTAL AND SPIRITUAL HEALTH THROUGH ISLAMIC GUIDANCE AND COUNSELING SERVICES AT THE PADANGSI DIMPUAN INDONESIAN NATIONAL ARMED FORCES HOSPITAL

Pulungan, Della Sagita, Hasibuan, Rahmayani, Nasution, Mei Liana Sani, Nahrowi, Ahmad, Alfansuri, Hafiz
Abstract: Mental and spiritual health are crucial aspects of the patient's recovery process in hospitals. In addition to medical treatment, patients also require psychological and spiritual support to help them cope with the various&#8230; us challenges that arise from their illness. This article aims to describe the implementation of Islamic Guidance and Counseling services to strengthen the mental and spiritual health of patients at Padangsidimpuan Indonesian National Armed Forces Hospital. Services provided include spiritual guidance, religious motivation, prayer guidance, individual counseling, and emotional support for patients and their families. Through an Islamic approach, counselors strive to help patients increase their patience, sincerity, optimism, and inner peace in facing their illness and treatment. The results of the service implementation indicate that Islamic Guidance and Counseling contribute positively to patients' psychological and spiritual well-being. Patients who receive support tend to have a better zest for life, lower anxiety levels, and a stronger ability to accept and cope with their health conditions. Furthermore, spiritual guidance activities also help patients maintain their religious practices during treatment, providing a sense of comfort and increasing hope for recovery. The presence of Islamic Guidance and Counseling services in hospitals not only complements existing healthcare services but also plays a crucial role in achieving holistic and humane care. Therefore, strengthening these services requires continued development to optimally support patients' mental and spiritual well-being and improve the overall quality of healthcare.

THE ROLE OF PSYCHOLOGICAL CAPITAL AS A PREDICTOR OF NURSES' ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR IN REGIONAL HOSPITALS

Yuliani, Eka
Abstract: Nurses, as the frontline of healthcare services, are expected to deliver optimal performance that frequently goes beyond their formal duties, thus requiring robust psychological capital to support voluntary work behaviors&#8230; s known as Organizational Citizenship Behavior (OCB). This study aims to analyze the effect of Psychological Capital (PsyCap), which comprises hope, efficacy, resilience, and optimism, on nurses' OCB in regional hospitals and to identify the most dominant dimension influencing OCB. Employing a quantitative correlational approach, this research collected primary data through structured questionnaires distributed to nurses as respondents. The data were analyzed using descriptive statistics, multiple regression analysis, and moderated regression analysis to test variable relationships and the moderating effects of demographic factors. The results indicate that the levels of PsyCap and OCB among nurses are relatively high, with resilience emerging as the most significant predictor of OCB. These findings strengthen the position of PsyCap as an essential psychological resource that fosters prosocial behaviors among nurses, especially in regional hospitals often challenged by limited human resources. The implications suggest that hospital management should design PsyCap enhancement programs, focusing particularly on strengthening nurses' mental resilience to sustainably improve healthcare service quality. This study also contributes theoretically by enriching the literature on organizational behavior within the Indonesian healthcare sector.

Peran Self Efficacy, Dukungan Sosial dan Optimisme Terhadap Grit pada Anggota Tamtama

Devi Ulfa Sari, Fitri Andriani
Abstract: This study aims to examine the effect of self-efficacy, social support, and optimism on grit in TNI-AD Private members who took the regular Secaba (National Military Commission) transfer test. This study used a quantitative&#8230; ive method with a correlational research design. The sample used was 50 randomly selected Private members. Data were collected through a questionnaire that measured the three independent variables (self-efficacy, social support, and optimism) and grit as the dependent variable. The results of the multiple linear regression analysis showed a significance value of 0.000, indicating that self-efficacy, social support, and optimism had a significant effect on grit. The results showed that social support made the largest contribution to increasing grit, followed by optimism and self-efficacy. Overall, the three variables contributed 75.4% to the grit level of TNI-AD Private members. This finding provides important insight that the combination of self-confidence, support from the surrounding environment, and an optimistic outlook can increase individual persistence in facing challenges, especially in the Secaba selection.

PELATIHAN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN USAHA KECIL DI ERA DIGITAL PADA PELAKU USAHA KECIL DI KENTEN PALEMBANG

Sari, Rafika, Sayadi, Muhamad Hamdan, Hildayanti, Siti Komariah
Abstract: Abstract: The Ministry of Cooperatives and SMEs recognizes that Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are the backbone of the economy in ASEAN, contributing to the Gross domestic product of employment and development&#8230; nt of the country, must be ready to face the digital era. The challenge of MSMEs in the era of digital economic transformation is the low ability of human resources (HR) to deal with trading methods from conventional ways of doing business to online businesses. Digital transformation, which is getting more and more advanced every day, has many benefits for the development of the business world today. This needs to be addressed with a high sense of optimism and never give up. A business must be able to adjust to technology that continues to grow. Business owners will be required to continue learning and learning. It sounds like it will drain time and energy, but if it succeeds, it will greatly facilitate the running of the business. For this reason, it is necessary to socialize for small businesses about the challenges that must be faced in facing the digital era. can recognize the challenges of small scale digital era businesses to be able to adjust the USA-only, the method used by the method of socialization by providing outreach and training using online media, the results of activities that are small business owners seem enthusiastic in facing the challenges of digitalization era. Keywords: challenge; digital; small business   Abstrak: Kementerian Koperasi dan UKM mengakui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jadi tulang punggung perekonomian di ASEAN, berkontribusi pada Gross domestic produk penyerapan tenaga kerja dan pembangunan negara, harus siap menghadapi era digital. Tantangan UMKM dalam era transformasi digital ekonomi adalah rendahnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) menghadapi metode perdagangan dari cara berbisnis secara konvensional menjadi online bisnis. transformasi digital yang setiap hari makin maju dan canggih memang memiliki banyak sekali manfaat untuk perkembangan dunia bisnis saat ini. Hal ini perlu disikapi dengan rasa optimis yang tinggi dan pantang menyerah. Sebuah bisnis harus bisa menyesuaikan diri dengan teknologi yang terus berkembang. Pemilik bisnis akan dituntut untuk terus belajar. Memang terdengarnya akan menguras waktu dan tenaga, namun apabila berhasil nantinya akan sangat mempermudah jalannya bisnis untuk itu perlu adanya sosialisasi bagi usaha kecil tentang tantangan yang harus dihadapi dalam menghadapi era digital, tujuan dari pengabdian kepada masyarakat  ini adalah agar masyarat pengusaha kecil diwilayah kenten dapat mengenal tantangan usaha kecil diera digital agar mampu menyesuaikan usahanya dengan adanya digitalisasi ,metode yang dipakai metode sosialisasi dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan menggunakan media online ,hasil kegiatan yaitu para pemilik usaha kecil terlihat antusias dalam menghadapi tantangan diera digitalisasi. Kata Kunci:digital; tantangan; usaha kecil  

Peran Warna Dalam Menciptakan Suasana Dan Makna Pada Lukisan Still Life

Abiliya, Zahra Cheryl, Hartanto, Ivan Nathan, Santosa, Keisha Deyin, Bano, Fary Amdreas
Abstract: Warna merupakan elemen penting dalam seni lukis, khususnya dalam genre still life, karena mampu menciptakan suasana, memperkuat makna, dan membangkitkan emosi penonton. Lukisan still life, dan warna tidak hanya berfungsi&#8230; sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang kaya akan simbolisme dan ekspresi. Pemilihan palet warna, intensitas, saturasi, serta harmoni atau kontras antar warna berperan dalam menentukan suasana yang dihasilkan, mulai dari kehangatan dan keakraban hingga melankolia atau kekosongan. Warna juga memiliki kemampuan untuk membangun narasi visual, misalnya, warna-warna cerah seperti kuning dan oranye sering dikaitkan dengan kehidupan, energi, dan optimisme, sementara warna-warna gelap seperti biru tua dan hitam dapat menyiratkan ketenangan, misteri, atau bahkan kesedihan. Penggunaan warna dalam still life sering mencerminkan tema yang ingin diungkapkan oleh seniman, seperti kemewahan, kefanaan, atau keindahan alam. Permasalahan dalam penelitian ini menyoroti bagaimana seniman menggunakan warna sebagai strategi untuk memengaruhi interpretasi audiens terhadap objek yang dilukis, menjadikan warna sebagai komponen utama yang memperkuat keterkaitan emosional antara karya dan apresiator. Metode dalam studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan eksplorasi kekaryaan. Sample dalam penelitian ini adalah empat karya seni lukis yang dibuat dengan cat minyak di atas kanvas. Studi ini mencakup analisis karya-karya penting dalam genre still life untuk mengeksplorasi hubungan antara warna, komposisi, dan makna. Dengan memahami peran warna dalam lukisan still life, apresiator dapat lebih menghargai kompleksitas dan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya.

Analisis IHSG Sebagai Indikator Kesehatan Ekonomi Indonesia

Wardah, Suhaimatul, Iramawan, Habibi, Ria Armayani Hasibuan, Reni
Abstract: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sering diposisikan sebagai barometer kondisi ekonomi nasional yang merangkum ekspektasi pelaku pasar terhadap fundamental makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi&#8230; engevaluasi peran serta efektivitas IHSG sebagai indikator kesehatan ekonomi Indonesia berdasarkan bukti-bukti empiris dari studi terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (literature review) sistematis yang mensintesis artikel jurnal, laporan ilmiah, dan data sekunder terkait. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa IHSG memiliki hubungan dua arah yang signifikan dengan variabel makroekonomi utama seperti inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan pertumbuhan PDB. Penguatan IHSG mencerminkan optimisme investor dan stabilitas keuangan, sementara penurunannya memberikan sinyal risiko makroekonomi atau tekanan eksternal akibat integrasi keuangan global. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi keterbatasan IHSG, antara lain kerentanannya terhadap perilaku spekulatif jangka pendek, serta ketidakmampuannya dalam merefleksikan kondisi sektor UMKM secara komprehensif. Kesimpulannya, meskipun IHSG sangat relevan sebagai leading indicator untuk membaca dinamika pasar dan mendiagnosis denyut nadi perekonomian, penggunaannya tidak boleh berdiri sendiri. Otoritas kebijakan disarankan untuk mengintegrasikan analisis IHSG dengan indikator sektoral dan sosial-ekonomi yang lebih luas guna menciptakan gambaran kesehatan ekonomi nasional yang utuh, inklusif, dan berkelanjutan.