Abstract:Latar Belakang: Pasien Diabetes Mellitus perlu mengontrol kadar glukosa darah untuk mencegah komplikasi dan mengoptimalkan kualitas hidup. Aktivitas fisik yang dilakukan teratur selama 30 menit 3-4 kali seminggu menjadi…
bagian penting dari penatalaksanaan diabetes. Senam kaki diabetes merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aliran darah ke kaki dan menurunkan kadar gula darah pasien. Tujuan: Mengetahui gambaran penerapan senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes melitus tipe II. Metode: Menggunakan desain studi kasus deskriptif. Subyek: 10 orang pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah Rw 03 Kelurahan Keroncong. Waktu: Implementasi dilakukan 3 kali dalam 1 minggu dengan durasi 30 menit per sesi. Hasil: Sebelum dilakukan senam kaki diabetes didapatkan rata-rata GDS sebesar 232 mg/dl, kemudian setelah dilakukan senam kaki diabetes didapatkan rata-rata GDS sebesar 194 mg/dl. Kesimpulan: Penerapan senam kaki diabetes mampu menurunkan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran: Diharapkan bagi penderita diabetes melitus mampu menerapkan latihan senam kaki diabetes secara benar dan teratur.
Abstract:Intranatal adalah proses persalinan yang di mulai dengan adanya kontraksi uterus yang menyebabkan terjadinya dilatasi progresif dari serviks, kelahiran bayi, kelahiran plasenta, dan proses tersebut merupakan proses alamiah.…
ah. Intranatal Care merupakan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten. Massage dilakukan dengan tindakan penekanan oleh tangan pada jaringan lunak, biasanya otot, tendon atau ligamentum, tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi untuk meredakan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan memperbaiki sirkulasi. Metode non farmakologis juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan, karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya. Teknik tersebut dapat meningkatkan kenyamanan ibu saat bersalin dan mempunyai pengaruh pada koping yang efektif terhadap pengalaman persalinan. Hasil evaluasi dari diagnosa keperawatan nyeri melahirkan berhubungan dengan dilatasi serviks yang didapatkan hasil, pasien kooperatif selama pemberian implementasi selama 3 hari, sehingga pasien dapat merasakan manfaat dari teknik massage effleurage dan pasien mengatakan nyaman saat diberikan teknik massage effleurage. Pasien berpartisipasi dalam mengontrol nyeri, beradaptasi terhadap nyeri yang dialami dengan skala nyeri 4 menjadi skala nyeri 2.
Abstract:Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) lebih dari 2,78 juta orang meninggal pertahun akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan…
bungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada tenaga kerja bagian produksi di PT X Kabupaten X Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 orang dan sampel sebanyak 43 orang, diambil dengan teknik total sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan, sikap, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 13 responden (30,2%) pernah mengalami kecelakaan kerja, 17 responden (39,5%) memiliki pengetahuan rendah, 22 responden (51,2%) memiliki sikap negatif, dan 12 responden (27,9%) tidak lengkap dalam menggunakan APD. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,022) dan penggunaan APD (p=0,033) dengan kejadian kecelakaan kerja. Namun, tidak terdapat hubungan antara sikap dengan kejadian kecelakaan kerja (p=0,444). Diharapkan dapat meningkatkan upaya edukasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja dan meningkatkan pengawasan penggunaan APD guna menurunkan risiko kecelakaan kerja. Dapat disimpulkan upaya K3 itu sangat penting sehingga harus meningkatkan edukasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja dan meningkatkan pengawasan penggunaan APD guna menurunkan risiko kecelakaan kerja.
Abstract:Pendahuluan: Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan tanda peningkatan kesehatan masyarakat menuju kemandirian higiene dan sanitasi yang maksimal. Pelaksanaan program STBM terdiri dari lima pilar, yaitu: hentikan…
tikan buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), bersihkan air dan makanan rumah tangga (PAM RT), pembuangan limbah cair rumah tangga yang benar dan aman. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Di Desa Rajeg Mulya Tahun 2023. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan adalah total sampling. Jumlah Sampel: Sampel berjumlah 42 responden. Analisis data: Analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang dilaksanakan di Desa Rajeg Mulya, bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) memiliki p-value sebesar (0.000). Pengetahuan masyarakat tentang pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di desa Rajeg Mulya masih kurang.
Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Abstract:Penggunaan kosmetik telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, khususnya di kalangan remaja wanita. Salah satu produk yang paling diminati adalah lip tint, karena memberikan tampilan natural, tahan lama, dan praktis digunakan…
gunakan dalam berbagai aktivitas. Namun, banyaknya merek yang menawarkan keunggulan masing-masing sering kali membuat konsumen remaja kesulitan menentukan pilihan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk membantu proses pengambilan keputusan dengan menerapkan metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP) dalam menentukan produk lip tint terbaik berdasarkan persepsi remaja wanita. Metode MFEP digunakan karena mampu mengevaluasi beberapa alternatif berdasarkan sejumlah kriteria penting yang telah ditentukan, yaitu harga, daya tahan warna, aroma, kelengkapan shade, dan tekstur produk. Setiap kriteria diberi bobot sesuai tingkat kepentingannya, dan penilaian dilakukan terhadap sepuluh merek lip tint populer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merek BNB memperoleh skor tertinggi sebesar 4,70, menjadikannya sebagai rekomendasi utama. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan evaluasi multikriteria dapat membantu konsumen muda mengambil keputusan yang lebih rasional. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi produsen dalam mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan remaja masa kini