Abstract:This activity was motivated by residents' concerns about dangerous sauce ingredients circulating in the market, so they hope to make a more hygienic home sauce. The purpose of this training is to make papaya sauce with shrimp…
hrimp broth as an additive in Griya Batu Aji Housing in Batam, Riau Islands, with this activity participants gain insight and skills in utilizing papaya, and shrimp broth as a natural additive. Shrimp stock that is usually discarded can be utilized productively, as well as ripe papaya that is easily rotten can now be preserved in the form of sauce. The objective of this training is to make papaya sauce with shrimp stock as additive in Griya Batu Aji Housing Estate, Batam, Riau Islands. The results of the training showed that the women of Griya Batu Aji housing who participated in the training were happy (93.5%) with the training held because the women were enthusiastic because they had just learned that sauce could be made from papaya, they hoped that similar activities could be carried out again. The obstacle faced is the limited time in finding a combination of sauce filling ingredients so that the results obtained are many and have a good taste. Making papaya sauce with shrimp broth is very simple, namely papaya fruit is made into a paste mixed with spices. From this training program, it is hoped that housewives will be able to make sauces using natural ingredients for personal consumption.
Keywords: additives; papaya sauce; shrimp broth
Abstrak: Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keresahan warga terhadap bahan sambal yang berbahaya yang beredar di pasaran, sehingga mereka berharap dapat membuat sambal rumahan yang lebih higienis. Tujuan dari pelatihan ini adalah membuat sambal pepaya dengan bahan tambahan kaldu udang di Perumahan Griya Batu Aji Batam Kepulauan Riau, dengan kegiatan ini peserta memperoleh wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan bahan tambahan kaldu udang, dan pepaya sebagai bahan tambahan alami. Kaldu udang yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan secara produktif, begitu pula dengan pepaya matang yang mudah busuk kini dapat diawetkan dalam bentuk sambal. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ibu-ibu perumahan Griya Batu Aji yang mengikuti pelatihan merasa senang (93,5%) terhadap pelatihan yang diadakan karena ibu-ibu antusias karena baru mengetahui bahwa sambal dapat dibuat dari bahan dasar pepaya, mereka berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah dengan metode ceramah, praktik lapangan, diskusi. Kendala yang dihadapi yaitu keterbatasan waktu dalam mencari kombinasi bahan isi sambal sehingga hasil yang diperoleh banyak dan memiliki cita rasa yang enak. Membuat saus pepaya dengan kaldu udang sangat mudah, yaitu buah pepaya dibuat menjadi pasta yang dicampur dengan rempah-rempah. Dari program pelatihan ini, diharapkan para ibu rumah tangga mampu membuat saus dengan menggunakan bahan-bahan alami untuk konsumsi pribadi.
Kata kunci: Saus pepaya; Zat aditif; Kaldu udang.
Abstract:Goat waste has many benefits for plants. Many residents of Grabagan Village have goats as livestock, so goat droppings are often found in the Grabagan Village Tuban settlement. This Community Service aims to empower the…
community to use goat dung as a planting medium in Grabagan village. Piles of goat droppings can cause air pollution which can disrupt residents' activities. One of solutions to reducing goat waste is to use it as a planting medium. The method used is the ABCD method (Asset Based Community Development). Community service activities were carried out in Grabagan village with participants from 30 PKK women and 20 students from UPT SDN I Grabagan. Training activities involve participants in direct practice in making planting media. Increased knowledge of participants regarding understanding planting media from goat manure, namely from the first meeting 60% to 90% at the second meeting. Monitoring carried out after the training activity revealed that 45% of the participants practiced the utilization and use of goat dung planting media in their homes. Apart from residents' homes, planting media is also used for the toga corner in the Grabaga village hall.
Keywords: animal waste (KOHE); goat waste; planting media; toga
Abstrak: Limbah kotoran kambing memiliki banyak manfaat untuk tumbuhan. Warga Desa Grabagan banyak yang memiliki hewan ternak kambing sehingga kotoran kambing banyak ditemukan di pemukiman Desa Grabagan Tuban. Kotoran kambing yang menumpuk bisa menimbulkan polusi udara sehingga menganggu aktivitas warga. Salah satu solusi mengurangi limbah kotoran kambing dapat digunakan sebagai media tanam. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan kotoran kambing sebagai media tanam di desa Grabagan. Metode yang digunakan yaitu metode ABCD (Asset Based Community Development). Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di desa Grabagan dengan peserta dari 30 ibu-ibu PKK dan 20 siswa dari UPT SDN I Grabagan. Kegiatan pelatihan melibatkan peserta untuk praktik langsung untuk membuat media tanam. Peningkatan pengetahuan peserta tentang pemahaman media tanam dari kotoran kambing yaitu dari pertemuan pertama 60% menjadi 90% pada pertemuan kedua. Monitoring yang dilakukan setelah kegiatan pelatihan diketahui bahwa terdapat 45% dari peserta yang mempraktikkan dalam pemanfaatan dan penggunaan media tanam dari kotoran kambing di rumah mereka. Selain di rumah warga, media tanam juga dimanfaatkan untuk pojok toga yang ada di balai desa Grabagan.
Kata kunci: kotoran hewan (KOHE); limbah kotoran kambing; media tanam; toga
Abstract:The implementation of YOLOv4 technology in the image-processing-based learning system at SMK Negeri 2 Tanjungbalai aims to enhance students' understanding of various electronic components in the Audio-Video Engineering field.…
ield. Currently, the learning process is still conducted manually, where teachers bring components such as resistors, capacitors, and other electronic parts. This method presents challenges in teaching the names of electronic components, as manual learning requires more time and students must recognize each component physically, one by one. Furthermore, students need to process resistor color codes and IC markings, which demand significant time and understanding. The YOLOv4 algorithm, known for its efficiency and accuracy, is utilized to detect and identify the type and value of components such as resistors, capacitors, transistors, and ICs automatically. This community service activity includes training, workshops, and the implementation of an image-processing-based application designed to assist students in a more interactive and efficient learning process. The results of this initiative indicate that the use of this technology positively impacts students' comprehension and improves the effectiveness of learning media in the school laboratory.
Keywords: YOLOv4; image processing; electronic components; learning media
Abstrak: Penerapan teknologi YOLOv4 dalam sistem pembelajaran berbasis image processing di SMK Negeri 2 Tanjungbalai bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam mengenali berbagai komponen elektronika di bidang Teknik Audio Video. Media pembelajaran yang dilakukan saat ini masih menggunakan secara manual dengan cara guru membeawa komponen seperti resistor, kapasitor dan komponen lainnya. Dengan cara ini terdapat masalah dalam media pembelajaran untuk pengenalan nama nama komponen elektronika. Masalah yang terjadi pembelajaran manual membutuhkan waktu yang lebih lama dan siswa harus mengenali satu per satu nama nama komponen secara fisik. Selanjutnya siswa membutuhkan proses membaca kode warna resistor marking IC membutuhkan waktu dan pemahaman yang sangat lama. Algoritma YOLOv4 yang dikenal efisien dan akurat digunakan untuk mendeteksi serta mengidentifikasi jenis dan nilai komponen seperti resistor, kapasitor, transistor, dan IC secara otomatis. Kegiatan pengabdian ini mencakup pelatihan, workshop, serta implementasi aplikasi berbasis image processing yang dirancang untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran yang lebih interaktif dan efisien. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa serta meningkatkan efektivitas media pembelajaran di laboratorium sekolah.
Kata kunci: YOLOv4; image processing; komponen elektronika; media pembelajaran
Abstract:Collaborative Learning requires teachers and students to maintain an engaging learning environment at all times. Problems emerge when teachers, notably high school teachers in Pekanbaru, employ learning material that do…
not support this. Teachers' creativity is pushed to constantly update how they present materials and evaluate students' knowledge in order to foster a collaborative and pleasurable learning environment. This community service project will help Pekanbaru high school instructors create collaborative and real-time learning tools. The Community Service Team employed an observation strategy to get a sense of learning at Santa Maria High School, which served as an example school. The proposed solution is technologically based, making use of the Padlet application. The Community Service Team offers training methods on smartphones and computers to help people grasp Padlet. The community effort resulted in a polished Padlet that teachers may use to study with students at any time. It is intended that studying using the Padlet application would boost teacher innovation and student learning results at Santa Maria High School, as well as high schools around Pekanbaru.
Keywords: Teacher; padlet; collaborative learning; learners;SMA.
Abstrak: Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning) mengarahkan guru dan peserta didik dalam suasana belajar yang interaktif setiap saat. Permasalahan muncul pada saat media pembelajaran yang digunakan guru tidak mendukung hal tersebut, termasuk guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pekanbaru. Kreativitas guru ditantang untuk selalu memperbaharui cara penyampaian materi, cara mengevaluasi pemahaman peserta didik hingga penilaian, demi terciptanya suasana belajar yang kolaboratif dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu guru SMA di Pekanbaru dalam mempersiapkan bahan pembelajaran yang kolaboratif dan real time. Tim Pengabdian melakukan metode observasi untuk mendapatkan gambaran pembelajaran melalui SMA Santa Maria yang dijadikan sebagai sekolah sampel. Metode yang diusulkan berbasis teknologi melalui pemanfaatan aplikasi Padlet. Untuk memudahkan pemahaman Padlet, Tim Pengabdian menggunakan metode pelatihan, baik melalui komputer maupun smartphone. Hasil pengabdian adalah Padlet jadi yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran bersama peserta didik setiap waktu. Diharapkan pembelajaran melalui aplikasi Padlet mampu meningkatkan kreativitas guru dan hasil belajar peserta didik SMA Santa Maria khususnya dan SMA di Pekanbaru umumnya.
Kata kunci: guru; padlet; pembelajaran kolaboratif; peserta didik; SMA.
Abstract:SMP Taman Siswa Belawan Medan, North Sumatra, faces significant dental and oral health issues, particularly among students who suffer from cavities and periodontal problems. Additionally, anxiety about dental visits and…
radiographic examinations further complicates efforts to improve oral health. This community service program aims to enhance knowledge and skills related to oral health through counseling, proper tooth-brushing training, and intra-oral radiographic examinations. The program was conducted in two phases: the first phase involved counseling and training, while the second phase focused on evaluation. The evaluation results indicated a significant increase in knowledge. In the pre-test, 28% of students had good knowledge, 56.67% had sufficient knowledge, and 15.33% had poor knowledge; following the intervention, 60% had good knowledge, 30.67% had sufficient knowledge, and 9.33% had poor knowledge. For teachers, the pre-test showed 52.94% with good knowledge, 47.06% with sufficient knowledge, and 0% with poor knowledge, which increased to 100% with good knowledge in the post-test. This program was effective in raising awareness and knowledge about oral hygiene, cavity prevention, and the importance of dental check-ups, which ultimately contributed to reducing the prevalence of dental problems among students and teachers, thereby improving overall oral health.
Keywords: Counseling, Dental and Oral Health, Training
Abstrak: SMP Taman Siswa Belawan Medan, Sumatera Utara, menghadapi masalah kesehatan gigi dan mulut, terutama di kalangan siswa, yang banyak menderita gigi berlubang dan gangguan jaringan periodontal. Selain itu, kecemasan terhadap kunjungan ke dokter gigi dan pemeriksaan radiografi juga menjadi hambatan dalam upaya perbaikan kesehatan gigi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan gigi melalui penyuluhan, pelatihan cara menyikat gigi yang benar, serta pemeriksaan radiografi intra-oral. Program ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama berupa penyuluhan dan pelatihan, sedangkan tahap kedua adalah evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Pada pretest, 28% siswa memiliki pengetahuan yang baik, 56.67% cukup, dan 15.33% kurang; sedangkan pada post-test, 60% memiliki pengetahuan baik, 30.67% cukup, dan 9.33% kurang. Pada guru, hasil pretest menunjukkan 52.94% memiliki pengetahuan baik, 47.06% cukup, dan 0% kurang, yang meningkat menjadi 100% pada post-test. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut, pencegahan gigi berlubang, serta pentingnya pemeriksaan gigi, yang pada akhirnya dapat menurunkan prevalensi masalah gigi di kalangan siswa dan guru serta meningkatkan kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.
Kata kunci: Kesehatan Gigi dan Mulut, Penyuluhan, Pelatihan
Abstract:Suole MSME is a catfish floss producer committed to enhancing product quality through the implementation of the Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) system. Implementation is carried out by development and…
d verification of the production process flow diagram, hazard identification, determination of Critical Control Points (CCPs), and establishment of critical limits. This community service activity aimed to provide knowledge and assistance in HACCP implementation to enhance food safety, product quality, and competitiveness. The activity was conducted from October to December 2024 at UMKM Suole, and included interviews, field observations, and HACCP assistance and analysis. The results show that the catfish floss production process involves several critical stages that require monitoring, such as raw material reception, meat separation, frying, and packaging. Hazard identification and determination of Critical Control Points (CCPs) have been carried out to prevent biological, chemical, and physical contamination. The importance of developing Standard Operating Procedures (SOPs), maintaining sanitation, and controlling processing time and temperature was emphasized. Improving the understanding of HACCP among MSME actors is a key factor in effective hazard control and achieving food safety.
Keywords: catfish floss; food safety; HACCP; hazard
Abstrak: UMKM Suole merupakan salah satu produsen abon lele yang berupaya meningkatkan kualitas produk melalui penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Penerapan dilakukan dengan penyusunan dan verifikasi diagram alir proses produksi abon lele, identifikasi bahaya, serta penetapan CCP dan batas kritis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan wawasan dan pendampingan penerapan HACCP guna meningkatkan keamanan pangan, mutu, dan daya saing produk. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2024 di UMKM Suole, meliputi wawancara, observasi lapangan, serta pendampingan dan analisis HACCP. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses produksi abon lele mencakup beberapa tahap penting yang memerlukan pengawasan, seperti penerimaan bahan baku, pemisahan daging, penggorengan, dan pengemasan. Telah dilakukan identifikasi bahaya dan penetapan titik kendali kritis (CCP) untuk mencegah kontaminasi biologis, kimia, dan fisik. Selain itu, ditekankan pentingnya penyusunan SOP, sanitasi, serta pengendalian suhu dan waktu proses. Peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap HACCP menjadi faktor kunci dalam pengendalian bahaya dan pencapaian keamanan pangan produk.
Kata kunci: abon lele; bahaya; HACCP; keamanan pangan
Abstract:The digital startup business incubation program for students is an initiative to support the development of innovative and sustainable businesses. The program aims to help students develop competitive business potential.…
The entrepreneurial landscape at Universitas Sumatera Utara is continuously growing, marked by the emergence of young entrepreneurs from various programs such as the Student Entrepreneurial Program (PMW) and the Student Creativity Program (PKM). In 2023, there were 12 funding opportunities for PKM entrepreneurial schemes and three winners of the P2MW program. However, challenges remain, such as limited networking opportunities, market access, and minimal mentoring and education on financial management. The lack of mentors and supporting resources often causes campus startups to lose motivation. The methods used to address these issues include mentoring to enhance the capabilities of student startups, financial management literacy, the provision of business facilities, and training and guidance in marketing. This program provides valuable opportunities for students to develop digital business ideas and apply sustainable business principles. As a result, students are better prepared to contribute to sustainable economic growth.
Keywords: startup; incubator; digital; sustainable; business
Abstrak: Program inkubasi pengembangan usaha startup digital mahasiswa merupakan inisiatif untuk mendukung pengembangan usaha yang inovatif dan berkelanjutan. Tujuan program ini adalah membantu mahasiswa mengembangkan potensi usaha yang kompetitif. Situasi kewirausahaan di Universitas Sumatera Utara terus berkembang dengan munculnya wirausahawan muda dari berbagai program, seperti Program Wirausaha Muda (PMW) dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Pada tahun 2023, terdapat 12 pendanaan untuk skema kewirausahaan PKM dan tiga pemenang program P2MW. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan peluang jejaring, akses pasar, serta minimnya pendampingan dan edukasi terkait pengelolaan keuangan usaha. Kurangnya mentor dan sumber daya pendukung menyebabkan startup kampus sering kehilangan motivasi. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan ini meliputi pendampingan peningkatan kemampuan startup mahasiswa, literasi pengelolaan keuangan, penyediaan fasilitas usaha, serta pelatihan dan bimbingan pemasaran. Program ini membuka peluang berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis digital dan menerapkan prinsip bisnis berkelanjutan. Hasilnya, mahasiswa lebih siap berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kata kunci: startup; inkubator; digital; berkelanjutan; bisnis
Abstract:Members of the Klaten Persons with Disabilities Association (PPDK) produce various items but lack experience in product photography for social media marketing. To address this, the training conducted to improve their skills.…
lls. The product photo training methods were lectures, interactive discussions, hands-on practice, and follow-up mentoring. As a result, participants' scores improved by 13.1%, from an average of 80.75 to 91.33, with the best photo scoring 95.00 using only a mobile phone. This training helps PPDK members create better-quality product photos suitable for digital marketing.
Keywords: digital marketing; disability; product photography
Abstrak: Para anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK) memiliki berbagai produk yang sudah dipasarkan di lingkungan sekitar PPDK, namun dalam pemasaran digital melalui media sosial mereka mengalami kendala dalam pengambilan foto produk ala kadarnya. Para pengrajin belum memiliki keterampilan teknik pengambilan foto produk yang memadai. Pelatihan foto produk ini bertujuan untuk meningkatkan pemasaran produk anggota PPDK menjadi solusi yang tepat untuk membekali mereka dengan keterampilan foto produk yang mumpuni. Metode pelatihan foto produk yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung, serta pendampingan pasca pelatihan. Hasil dari pelatihan foto produk terjadi peningkatan 13,1% dari nilai rata-rata 80,75 menjadi rata-rata 91,33. Peserta pelatihan mendapatkan skill pengambilan foto produk yang bagus. Hasil foto produk terbaik mencapai nilai 95,00 dengan teknik pemotretan yang bagus hanya menggunakan kamera handphone sudah layak digunakan sebagai konten digital marketing.
Kata kunci: disabilitas; foto produk; pemasaran digital
Abstract:Ulapato B Village, located in Telaga Biru District, Gorontalo Regency, is one of the leading sectors of the Gorontalo Provincial government. Agriculture is a source of livelihood for people in this area. Corn is one of the…
he farming programs that revives the people in the area. In Ulapato B Village, this corn commodity is very popular. However, corn production also produces waste, which if not managed properly can cause environmental problems. Stalks, seed coats, and cobs are some of the components of corn waste. Most people consider this waste as production residue that has no economic value. As a result, corn waste is often ignored or simply thrown away, which can harm the environment. Therefore, skills are needed to process corn waste into useful products. So the method used in this service activity is to carry out training in processing corn waste into handicraft products, briquettes and biochar. From this training activity, the community showed a positive response, where the training participants were enthusiastic about processing corn waste and increasing their knowledge about the use of corn waste so that corn waste would not become environmental waste.
Keywords: biochar; briquettes; handycrafts; corn waste; ulapato B
Abstrak: Desa Ulapato B yang terletak di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo adalah salah satu sektor unggulan pemerintah Provinsi Gorontalo. Pertanian adalah sumber penghidupan masyarakat di daerah ini. Jagung adalah salah satu program usahatani yang menghidupkan masyarakat di daerah tersebut. Di Desa Ulapato B, komoditas jagung ini sangat populer. Namun, produksi jagung juga menghasilkan limbah, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan. Tangkai, kulit biji, dan bonggol adalah beberapa komponen limbah jagung. Sebagian besar orang menganggap limbah ini sebagai sisa produksi yang tidak memiliki nilai ekonomi. Akibatnya, limbah jagung sering diabaikan atau dibuang begitu saja, yang dapat membahayakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan keterampilan dalam mengolah limbah jagung ini menjadi produk yang bermanfaat. Sehingga metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu dengan melaksanakan pelatihan dalam pengolahan limbah jagung menjadi produk kerajinan tangan, briket, dan biochar. Dari kegiatan pelatihan ini masyarakat menunjukkan respon yang positif, dimana peserta pelatihan antusias dalam mengolah limbah jagung dan menambah pengetahuan mereka tentang pemanfaatan limbah jagung sehingga limbah jagung tidak akan menjadi sampah lingkungan.
Kata kunci: biochar; briket; kerajinan tangan; limbah jagung; ulapato B
Abstract:Sustainable and technology-based tourism development is a necessity to face the digital era. This community service activity aims to support digital transformation in the Lombok tourism sector through the implementation…
of electronic tickets, as a step towards smart tourism. The implementation of electronic tickets is designed to improve operational efficiency, tourist comfort, and facilitate the management of tourist destinations. By utilizing information and communication technology (ICT), this system is expected to reduce queues at tourist locations, speed up the tourist entry process, and provide real-time data that is useful for destination managers. This activity involves training for tourism managers in Lombok, as well as the implementation of an electronic ticket system at Bangsal Port which leads to the 3 Gili tourist destinations, namely Gili Trawangan, Gili Medno and Gili Air, where ticket sales have so far been manual and managed by the Karya Bahari Bangsal sea transportation cooperative. The results of this program show an increase in the quality of tourism services and management efficiency, while encouraging the use of technology in the promotion and management of tourism data. With the success of this program, it is hoped that Lombok, especially the 3 Gili tourist area, can become a pioneer in the implementation of smart tourism in Indonesia, increasing its competitiveness as a modern and technology-friendly global tourist destination.
Keywords: smart tourism; electronic ticketing; digital transformation; lombok
Abstrak: Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis teknologi menjadi sebuah kebutuhan untuk menghadapi era digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital di sektor pariwisata Lombok melalui implementasi tiket elektronik, sebagai langkah menuju pariwisata cerdas (smart tourism). Implementasi tiket elektronik dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, kenyamanan wisatawan, serta mempermudah pengelolaan destinasi wisata. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sistem ini diharapkan dapat mengurangi antrian di lokasi wisata, mempercepat proses masuk wisatawan, serta memberikan data real-time yang bermanfaat bagi pengelola destinasi. Tahapan pertama yang akan dilakukan dalam PKM ini melakukan identifikasi masalah, merumuskan masalah, menetapkan tujuan, pengumpulan data, pembuatan e-tiket, membangun sistem dan ujicoba, promosi melalui media sosial, pelatihan hingga sistem di implementasikan oleh mitra. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas pelayanan wisata dan efisiensi pengelolaan, sekaligus mendorong penggunaan teknologi dalam promosi dan manajemen data pariwisata. Dengan keberhasilan program ini, diharapkan Lombok khususnya wisata 3 gili dapat menjadi pionir dalam penerapan pariwisata cerdas di Indonesia, meningkatkan daya saingnya sebagai destinasi wisata global yang modern dan ramah teknologi.
Kata kunci: pariwisata cerdas; tiket elektronik; transformasi digital; lombok