Abstract:Secara konseptual teori belajar konstruktivisme dengan merdeka belajar merupakan suatu kerangka yang sangat baik sebagai upaya untuk mengembangkan potensi peserta didik. Akan tetapi dalam prakteknya ditemukan beberapa permasalahan…
rmasalahan yang menghambat pelaksanaan konsep merdeka belajar dan teori belajar konstruktivimse. Selain itu, pemahaman guru dan sekolah terkait konsep merdeka belajar dan teori belajar konstruktivisme juga belum terlalu jelas. artikel ini akan mencoba menjabarkan terkait dengan konsep teori belajar konstruktivisme dan pendidikan Agama Islam dalam merdeka belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research, atau kepustakaan. yakni penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur terkait konsep teori belajar konstruktivisme, merdeka belajar dan pendidikan agama Islam. Dalam teori konstruktivisme pembelajaran tidak hanya guru memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi siswa juga harus berperan aktif dalam membangun sendiri pengetahuan yang ada di dalam memori otaknya. Merdeka belajar bukan hanya guru terbebas dari tugas kesehariannya akan tetapi siswa juga memiliki kebebasan dalam menentukan ilmu mana yang dibutuhkan. Hal tersebut sesuai dengan hakikat pendidikan Agama Islam sendiri. Karena Rasulullah dalam mengajar dan mendidik para sahabat menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan membebaskan, menyenangkan dan bebas disini tidak boleh diartikan sebagai sebuah kesenangan dan kebebasan tanpa esensi, melainkan harus dijadikan sebagai sebuah semangat untuk menambah keilmuan.
Abstract:Artikel ini membahas tentang komersialisasi pendidikan di Indonesia mengacu pada dua situasi yang berbeda. Pertama, adanya lembaga pendidikan yang menawarkan program dan fasilitas berkualitas tinggi, namun dengan biaya pendidikan…
endidikan yang sangat tinggi sehingga hanya dapat diakses oleh orang-orang kaya yang mempunyai kemampuan ekonomi. Kedua, adanya lembaga pendidikan yang lebih fokus memungut biaya pendidikan tinggi tanpa mengutamakan peningkatan mutu pendidikan. Dalam hal ini penulis akan mendalami pengertian komersialisasi pendidikan dan permasalahan komersialisasi pendidikan. Komersialisasi pendidikan atau komersialisasi pendidikan seringkali dikaitkan dengan kebijakan atau langkah yang memposisikan pendidikan sebagai sektor jasa yang diperdagangkan. Penulis menerapkan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini berparadigma kualitatif, sehingga secara historis pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, yaitu tidak melibatkan analisis data kuantitatif. Dari segi objek penelitian, penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian sejarah yang melibatkan analisis dokumen terstruktur. Penelitian ini berfokus pada kajian pemikiran seorang tokoh, yang didasarkan pada karya tulis yang dihasilkan oleh tokoh tersebut, seperti buku dan sumber informasi lainnya. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan pustaka, sehingga teknik dokumentasi menjadi pendekatan yang relevan.
Melalui artikel ini penulis bermaksud menggali lebih dalam, hal ini bertujuan agar kita sebagai pelaku maupun korban dapat memahami permasalahan komersialisasi pendidikan, sehingga buku ini dapat menyikapinya dengan sebaik-baiknya. Komersialisasi pendidikan secara tidak langsung juga menimbulkan kesenjangan di antara pihak-pihak yang terlibat. bermodal dan pihak yang bermodal kecil. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ivan Illlich dalam Benny Susanto (2005: 119), “komersialisasi pendidikan dianggap sebagai misi lembaga pendidikan modern untuk melayani kepentingan pemilik modal dan bukan sebagai sarana pembebasan bagi kaum tertindas”. Akibatnya, tidak tercapainya pendidikan yang humanis dalam proses pendidikan karena komersialisasi pendidikan, menurut Satriyo Brojonegoro, hanya bisa dinikmati oleh pihak-pihak tertentu yang mempunyai modal untuk mengakses pendidikan. (Hartini, 2011: 16).
Abstract:Kebebasan beragama adalah hak asasi manusia yang penting, tetapi sering kali menghadapi tantangan kompleks terkait keharmonisan masyarakat. Artikel ini menelusuri konflik yang timbul antara hak individu untuk menjalankan…
agama dan perlunya menjaga keharmonisan sosial. Konsep ini dianalisis mengenai tantangan hukum, penegakan hukum, serta peran dialog antar agama dan pendidikan dalam mengatasi dilema ini. Artikel ini menyimpulkan bahwa upaya untuk memastikan kebebasan beragama harus disertai dengan kesadaran akan keharmonisan masyarakat yang beragam.
Abstract:Seks bebas adalah segala bentuk aktivitas seksual yang dilakukan di luar ikatan pernikahan, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis, yang bertentangan dengan norma sosial. Jika perilaku seksual berisiko pada remaja tidak…
idak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan konsekuensi yang serius seperti kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang seks bebas terhadap pencegahan kehamilan di SMK Pilar Bangsa Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil 110 responden dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji analisis Chi Square pada tingkat pengetahuan terhadap pencegahan kehamilan diperoleh nilai p-value 0, 000 < 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap pencegahan kehamilan, dan hasil uji Chi Square sikap remaja terhadap pencegahan kehamilan diperoleh nilai p-value 0,016 < 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan antara sikap remaja terhadap pencegahan kehamilan. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Seks Bebas Terhadap Pencegahan Kehamilan Pada Remaja Di SMK Pilar Bangsa Kabupaten Tangerang Tahun 2023. Saran dapat meningkatkan pengetahuan terhadap seks bebas dan memiliki sikap yang positif agar terhindar dari kehamilan pada remaja.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara variabel – variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Pengaruh yang di uji tersebut antara lain, pengaruh variabel promosi terhadap kepuasan pelanggan, pengaruh…
uh variabel promosi terhadap kesetian pelanggan dan pengaruh variable promosi terhadap kesetiaan pelanggan melalui kepuasan pelanggan. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu variabel promosi sebagai variabel independent (bebas), variabel kepuasan pelanggan dan kesetiaan pelanggan sebagai variabel dependen (terikat). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel promosi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan pelanggan ansportasi ojek online GO-JEK (studi kasus pada siswa siswi SMKS Budi Agung Medan) dengan koefisien 0.917 dan nilai signifikan 0.000. Variabel promosi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel kesetiaan pelanggan ansportasi ojek online GO-JEK (studi kasus pada siswa siswi SMKS Budi Agung Medan) dengan koefisien 0.989 dan nilai nilai signifikan 0.000. Variabel promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesetiaan pelanggan melalui kepuasan pelanggan ansportasi ojek online GO-JEK (studi kasus pada siswa siswi SMKS Budi Agung Medan)
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari Citra Merek dan Kepercayaan Konsumen terhadap Keputusan Pembelian pada PT. Dodorindo Jaya Abadi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif…
eskriptif kuantitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen pada PT. Dodorindo Jaya Abadi selama tahun 2022 sebanyak 1.842 responden. Teknik penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin dan berjumlah 95 responden. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif, analisis regresi. Hasil dari uji t menunjukkan bahwa variabel Citra Merek berpengaruh dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada PT. Dodorindo Jaya Abadi dimana thitung 6,263 > ttabel 1,986 dan variabel Kepercayaan berpengaruh dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada PT. Dodorindo Jaya Abadi dimana thitung 6,064 > ttabel 1,986. Hasil dari uji F menunjukkan bahwa Fhitung 71,193 > Ftabel 3,10 yang berarti variabel bebas yaitu Citra Merek dan Kepercayaan secara serempak berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu Keputusan Pembelian pada PT. Dodorindo Jaya Abadi. Hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa 60,70% variabel Keputusan Pembelian pada PT. Dodorindo Jaya Abadi dipengaruhi oleh variabel Citra Merek dan Kepercayaan, sedangkan sisanya sebesar 39,30% dijelaskan oleh pengaruh faktor lain atau variabel di luar model seperti Kualitas Pelayanan, Kualitas Produk dan Harga yang tidak dibahas di dalam penelitian ini.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Student Teams Achievment Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V UPTD SD Negeri 124388 Pematangsiantar. Rancangan penelitian…
yang digunakan adalah rancangan Pre Esperimental Design menggunakan One Group Pre-test Post-test. Rancangan penelitian ini hanya melibatkan satu kelas dengan memberikan pretest dan posttest. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas V UPTD SD Negeri 124348 Pematangsiantar yang berjumlah 22 orang, teknik sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Variable penelitian adalah variabel bebas (X) yaitu Model Pembelajaran STAD dan variabel terikat (Y) yaitu Hasil Belajar. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Adapun uji yang digunakan untuk penelitian ini t paired sampel test dengan bantuan program IMB SPSS versi 26, berdasarkan hasil perhitungan di dapat thitung yaitu 6,012. Dengan frekuensi (df) sebesar 22-1 = 21, pada taraf signifikansi a=0,05 di ttabel yaitu 1,711. Maka diperoleh thitung>ttabel (6, 012>1,711). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Student Teams Achievement Division terhadap hasil belajar Matematika Siswa kelas V UPTD SD Negeri 124388 Pematangsiantar T.A 2025/2026”.
Abstract:Penelitian ini dilaksanakan untuk membuktikan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media peta pikiran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan keterampilan mengajar guru pada tema 6 kelas IV…
SDN 1 Jati Wetan. Saat penelitian ditemukan hasil belajar peserta didik berupa perubahan tingkah laku yang diperoleh setelah proses belajar terjadi. Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan suatu permasalahan. Terdapat hipotesis tindakan dalam penelitian ini yaitu penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan keterampilan mengajar guru kelas IV SD 1 Jati Wetan. Pelaksanaan penelitian ini pada kelas IV SD 1 Jati Wetan yang berjumlah 21 peserta didik. Dilakukan dari dua siklus, setiap siklusnya terdri dari 4 tahapan yaitu peencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Variabel bebas merupakan model Problem based Learning berbantuan media peran. Selanjutnya variabel terikatnya yaitu hasil belajar peserta didik dan keterampilan mengajar guru. Instrumen pada penelitian ini menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analis data kualitatif dan kuantitatif. Pada hasil belajar siswa aspek pengetahun muatan IPA terdapat cukup meningkat secara signifikan antara siklus 1 (62%) dan siklus II (81%). Muatan bahasa Indonesia terdapat ketuntasan pada siklus 1 sebesar (62%) Dan siklus II (81%). Peningkatan hasil elaja aspek keterampilan pada siklus 1 (56,5%) mnjadi 78% siklus II 89%). Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas IV SDN 1 Jati Wetan dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan keterampilan mengajar guru pada tema 6 cita-citaku. Peneliti menyarankan agar model Problem Based Learning dapat diterapkan dalam pembelajaran dan dikembangkan dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi agar siswa mudah menyerap materi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Hello English terhadap keterampilan berbicara siswa kelas tujuh di SMPN 13 Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimental…
imental untuk menguji apakah aplikasi tersebut dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara lebih efektif dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas tujuh tahun ajaran 2024/2025, dengan dua kelas yang dipilih sebagai sampel menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas 7E dan 7F yang masing-masing berjumlah 35 siswa. Satu kelas dijadikan kelompok eksperimen yang menggunakan aplikasi Hello English, sedangkan kelas lainnya menjadi kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes berbicara dan dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar menggunakan aplikasi Hello English memperoleh kemampuan berbicara yang lebih baik, dengan rata-rata nilai post-test sebesar 84,00 dibandingkan dengan 74,86 pada kelas kontrol. Selain itu, hasil Independent Samples Test menunjukkan nilai t-hitung sebesar 5,616 dengan derajat kebebasan 68 dan nilai signifikansi di bawah 0,05 (<0,001), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok. Oleh karena itu, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi Hello English secara signifikan meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
This study investigates the effect of using the Hello English application on the speaking skills of seventh-grade students at SMPN 13 Kota Tangerang. The research employed a quantitative, quasi-experimental design to examine whether the application could improve students’ oral proficiency more effectively than conventional teaching methods. The population consisted of seventh-grade students in the 2024/2025 academic year, with two classes selected as samples using cluster random sampling: class 7E and class 7F, each with 35 students. One class served as the experimental group using the Hello English application, while the other functioned as the control group using conventional instruction. Data were collected through speaking tests and analyzed statistically. The findings revealed that students taught through the Hello English application achieved better speaking performance, with an average post-test score of 84.00 compared to 74.86 in the control class. Furthermore, the Independent Samples Test showed a t-score of 5.616 with 68 degrees of freedom and a significance value below 0.05 (<0.001), indicating a statistically significant difference between the two groups. Therefore, the null hypothesis was rejected, and the alternative hypothesis was accepted. In conclusion, the Hello English application significantly improved students’ speaking skills.
Abstract:Pendahuluan: Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi sejahtera secara fisik, sosial dan mental yang lengkap dan tidak hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan. Kesehatan jiwa pada perkembanan remaja merupakan salah satu pokok…
okok penting, juga dengan adanya dukungan sosial sekitar juga mampu membantu perkembangan remaja. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, terdapat lebih dari 19 juta penduduk Indonesia usia kurang dari 15 tahun memiliki gangguan mental emosional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kesehatan jiwa remaja awal pada siswa/i kelas VII di MTsN 02 Tangerang. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan deskriptif korelasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling sebanyak 190 sampel. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square terdapat p-value 0,000 < 0,05, maka Ha diterima yang artinya adanya hubungan dukungan sosial keluarga dengan kesehatan jiwa remaja awal. Kesimpulan: Dukungan keluarga merupakan bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan dan penerimaan terhadap remaja, sehingga remaja merasa ada yang memperhatikan. Perlu adanya dukungan sosial keluarga yang tinggi untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan jiwa pada remaja dalam menghadapi masa transisi.