Search Articles & Publications

Showing 2421 articles found for "Salah"

Implikasi Hukum Jual Beli Wakaf Oleh Ahli Waris Wakif Studi Kasus Di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Sumatera Tengah

Mohamad Abil Faroj Al Jawawi, Eka Wahyu Setiawan, Rahayu Sri Utami
Abstract: Wakaf  merupakan sebuah kegiatan yang telah ada sejak berpuluh–puluh tahun oleh masyarakat indonesia yang beragama islam, akan tetapi masih banyak problematik terkait wakaf karna kurangnya pemahaman di masyarakat dan perlindungan… perlindungan hukum yang memadai. salah satu problematika yang terjadi khususnya tentang wakaf salah satunya terjadi dikota pekanbaru yang mana ahli waris wakif menjual tanah yang diwakafkan orangtuanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hukum Islam, khususnya yang berkaitan dengan hukum positif, terhadap isu ini. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, meliputi kajian tentang hukum Islam serta undang-undang yang relevan. Kesimpulan. Terdapat implikasi hukum dan masih perlunya kesadaran hukum dimasyarakat, serta harmonisasi dan perlindungan hukum terkait wakaf. khususnya yang terjadi di kota pekanbaru.

Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Adopsi Sistem Agroforestri Di Provinsi Gorontalo

Adam, Verra, Sofyan Abdullah, Iswan Dunggio
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor sosial-ekonomi terhadap adopsi sistem agroforestri di Provinsi Gorontalo. Agroforestri dipandang sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah lingkungan seperti… ti banjir dan longsor melalui integrasi komponen pertanian, kehutanan, dan peternakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi logistik, melibatkan 164 responden dari enam desa yang dipilih secara proporsional. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan statistik deskriptif, uji Chi-Square, dan regresi logistik biner. Hasil menunjukkan bahwa luas lahan (X5), penyuluhan (X8), dan keanggotaan kelompok tani hutan (KTH) (X7) menjadi faktor dominan yang memengaruhi adopsi. Petani dengan lahan ≥2 Ha memiliki peluang 201% lebih tinggi untuk mengadopsi agroforestri, sementara penyuluhan dan keanggotaan KTH meningkatkan peluang sebesar 2,75 kali dan 2,5 kali. Sebaliknya, usia (X1) dan pendidikan (X3) tidak berpengaruh signifikan, meskipun tren menunjukkan petani muda lebih terbuka pada inovasi. Analisis threshold (ambang batas skor 50 vs 60) mengungkap variasi adopsi antardesa, dengan Desa Tangga Barito memiliki tingkat adopsi tertinggi (87,5%) dan Bondawuna terendah (10,34%). Temuan ini selaras dengan literatur global yang menekankan pentingnya kapasitas teknis, jejaring sosial, dan kebijakan kontekstual. Rekomendasi strategis mencakup penyuluhan spesifik lokasi, model agroforestri yang ramah lahan sempit dan curam, serta insentif finansial bagi petani kecil. Penelitian juga menyarankan pendekatan berbasis data untuk merancang kebijakan adaptif, seperti penguatan kelompok tani dan konsolidasi lahan. Kontribusi teoretis melibatkan kerangka analisis threshold untuk memahami dinamika adopsi secara kontekstual, sedangkan implikasi praktis berfokus pada integrasi agroforestri dalam program pengentasan kemiskinan dan adaptasi iklim. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan pertanian berkelanjutan di Indonesia, terutama di wilayah dengan tantangan biofisik dan struktural seperti Gorontalo. Dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah daerah, NGO, dan kelompok petani, agroforestri dapat menjadi pilar utama dalam pengelolaan sumber daya alam yang harmonis antara ekologi, ekonomi, dan sosial.  

Harmonisasi Hukum Nasional dan Hukum Adat Dalam Penanganan Delik Adat Asusila di Bali

Nur Azizah, Rahayu Sri Utami
Abstract: Indonesia adalah bangsa dengan masyarakat yang beragam banyak suku,bangsa,ras,agama serta adat istiadat yang tersebar di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Hukum dan masyarakat merupakan dua entitas yang saling berkaitan… erat dan tidak dapat dipisahkan. Prinsip Ubi Societas Ibi Ius menegaskan bahwa keberadaan hukum senantiasa mengikuti keberadaan masyarakat. Awig-awig merupakan sebuah aturan tersendiri yang dibentuk oleh desa adat dalam menjalankan pemerintahannya. Tindakan-tindakan yang melanggar hukum adat kerap disebut sebagai 'delik adat' atau 'tindak pidana adat'. Tindak pidana adat mencakup segala bentuk perbuatan atau peristiwa yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai kerukunan, ketertiban, keamanan, rasa keadilan, serta kesadaran hukum masyarakat adat, baik yang dilakukan oleh individu, kelompok, maupun oleh aparat atau pengurus adat itu sendiri.. Aturan hukum ada yang tertulis dan tidak tertulis. Hukum adat Bali adalah seperangkat aturan yang memuat ketentuan mengenai perintah dan larangan guna mengatur perilaku masyarakatnya mayarakat itu sendiri. Dalam hukum adat di Bali banyak terdapat tindak pidana adat yang menyangkut kesusilaan salah satunya yaitu Drati Krama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif normatif  yaitu pendekatan yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis konsep-konsep hukum yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk delik adat asusila yang diakui dan ditangani oleh hukum adat di Bali

Penerapan Media Powtoon Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning  Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

Catur Oky Purbaningrum, Dede Hadiansah, Wawan Setiawardani
Abstract: Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan dalam komunikasi antara guru dan siswa sehingga dapat mendorong terjadianya proses belajar dan pembelajaran.… . Penelitian ini membahas pengunaan powtoon sebagai media pembelajaran pada materi puisi kelas IV. Media pembelajaran powtoon akan digunakan pada saat penelitian, untuk mengetahui keefektifan dan aktivitas pengunaan media powtoon pada pembelajaran puisi kelas IV. model pembelajaran discovery learning adalah model pembelajaran yang tujuan nya yaitu menemukan hal bermakna dalam proses pembelajaran di kelas. Model pembelajaran ini seusai dengan permasalahan yang penulis angkat dalam penelitian ini. Prosedur pelaksaanaan penelitian Tindakan ini terdiri dari tiga siklus masing-masing siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai seprti yang sudah didesain dalam faktor-faktor yang diselidiki untuk mengetahui efektifitas penerapan media powtoon di SDN 1 Purwawinangun dilakukan observasi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru,selain itu diadakan diskusi antara guru sebagai peneliti dengan para pengamat sebagai kolaborator dalam penelitian ini. Berdasarkan kriteria kelas IV akan dipilih dua sampel kelas terdiri dari kelas PTK berjumlah 30 siswa sesuai dengan karakteristik yang dibutuhkan. Penerapan Media Powtoon dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning dapat diterapkan dengan baik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil pada siklus I sebesar 74,4% dengan kriteria penilaian Baik, kemudian meningkat pada siklus II didapat nilai sebesar 89,71% dengan kriteria penilaian Sangat Baik.

Analisis Majas Pada Novel Gadis Jatuh Di Dalam Laut Karya Axie Oh Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Sastra Di Sma Kelas XII

Mukhammad Ilyas, Muji Zain Naufal, Ade Hasanudin
Abstract: Masalah yang sering dihadapi guru dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia adalah ketidakcocokan bahan ajar, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Banyak guru cenderung memberikan materi yang terlalu luas atau… malah terlalu sedikit, terlalu mendalam atau justru dangkal, serta urutan penyajian yang tidak tepat. Kondisi ini sering kali mengakibatkan materi ajar tidak sejalan dengan kompetensi yang ingin dicapai siswa. Sebagai solusi, peneliti mempersembahkan alternatif bahan ajar yang diharapkan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis majas yang terdapat dalam novel "Gadis Jatuh di Dalam Laut" karya Axie Oh, serta menggambarkan pemanfaatan hasil analisis tersebut dalam pembelajaran sastra di tingkat SMA kelas XII. Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti tidak menggunakan statistik, melainkan fokus pada deskripsi kualitatif. Data dikumpulkan dari beragam referensi seperti buku teks, kamus, ensiklopedia, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian lainnya. Apabila peneliti tidak memiliki sumber bacaan sendiri, perpustakaan, baik formal maupun pribadi, dapat dimanfaatkan. Dalam penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui berbagai teknik dan sumber yang beragam, dilakukan secara berkelanjutan hingga mencapai titik jenuh. Proses pengamatan ini menghasilkan data yang bervariasi. Umumnya, data yang diperoleh bersifat kualitatif, dan teknik analisis yang digunakan tidak mengikuti pola yang kaku. Berdasarkan pengumpulan data yang telah dilakukan, peneliti menemukan 65 contoh penggunaan majas dalam novel "Gadis Jatuh di Dalam Laut. " Jenis-jenis majas tersebut meliputi 19 contoh majas perbandingan, 17 contoh majas pertentangan, 18 contoh majas penegasan, dan 11 contoh majas sindiran. Selain itu, penelitian ini juga akan mengkaji beberapa aspek bahan ajar, seperti kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan.

Imitating Reality on Canvas

Tohana, Andi, Flaubia, Hellena, Dwiyanto, Devon, Diofany, Veana, Octavia, Cecilia
Abstract: Imitating Reality atau yang artimya meniru realita membahas karya lukisan still life flora yang mengimitasi kenyataan, dengan menyoroti berbagai teknik dan pendekatan yang digunakan oleh pelukis untuk menciptakan kesan kehidupan… ehidupan yang nyata. Setiap pelukis menggunakan teknik lukis dan karakter yang berbeda-beda sesuai dengan impresi dan visi mereka terhadap objek yang akan divisualisasikan di atas kanvas. Permasalahan dalam penciptaan ini bagaimana memvisualisasikan objek berupa komposisi yang terdiri atas benda organik dan anorganik. Metode yang dipergunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksplorasi media cat minyak. Sampelnya adalah lima karya seni lukis yang diciptakan oleh lima orang pelukis dari Bandung. Analisis kekaryaan dikaji dari objek utama, komposisi, tekstur, penggunaan warna, dan pencahayaan untuk menghadirkan kedalaman visual serta kesan realis yang memukau. Objek yang divisualisasikan kedalam karya seni lukis, menggunakan berbagai sudut pandang yang berbeda dan bahasa visual yang menarik, membuktikan bahwa mengamati objek yang nyata bukan semerta-merta menyalin semua unsur dari objek tersebut ke dalam karya seni lukis secara utuh namun memanfaatkan keberagaman pendekatan yang unik antar pelukis dengan memanfaatkan imajinasi dan proses kreatif dalam menciptakan karya seni lukis. Hasil dari penciptaan ini berupa karya seni lukis still life flora tidak hanya sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan dan refleksi tentang dunia sekitar.

Implementasi Eco-Print Dengan Teknik Pounding Pada Kain Katun

Sanjaya, Jesslyn, Carla Angelica, Pamuji, Anastasia Rosa Deandra, Tjota, Christabelle Celine, Gunawan, Breitling Andrea
Abstract: Eco-print adalah teknik cetak daun yang diimplementasikan ke atas permukaan kain. Teknik yang dipergunakan dalam kasus ini adalah teknik pounding. Permasalahan dalam penelitian ini bagaimana proses penciptaan eco-print dengan… engan menggunakan teknik pounding. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi batik eco print sebagai bentuk kegiatan kreatif dalam dunia pendidikan. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan observasi, eksperimen dan dokumentasi. Sampel dari penciptaan adalah hasil karya penciptaan dengan metode eksperimen yang dilakukan oleh lima orang perupa yang menggunakan berbagai macam daun dan bunga. Hasil dari penelitian penciptaan menunjukan karya yang dibuat diatas kain katun yang menghasilkan cetak daun berwarna hijau kontras adalah daun pepaya jepang. Sedangkan hasil karya cetak bunga yang berwarna terang adalah bunga telang. Batik eco-print ini dapat dilakukan oleh semua kalangan masyarakat, dapat dilakukan dengan mudah, aman, menyenangkan, dan ramah lingkungan karena hanya membutuhkan alat dan bahan yang sederhana, tanpa melibatkan bahan kimia berbahaya. Batik kreatif dapat di implementasikan menjadi alternatif media pembelajaran seni rupa yang menarik dan efektif. Bidang pendidikan menggunakan batik eco-print ini sebagai jembatan dalam mengembangkan kreativitas dan imajinasi siswa dengan mengeksplorasi variasi motif, warna dan juga segi estetika. Tingkat kegagalan yang rendah akan membuat masyarakat lebih percaya diri untuk mengeksplor design yang diinginkan. Batik eco print ini juga memiliki potensi menjadi produk UMKM berbasis masyarakat yang mudah dilakukan.

Peran Warna Dalam Menciptakan Suasana Dan Makna Pada Lukisan Still Life

Abiliya, Zahra Cheryl, Hartanto, Ivan Nathan, Santosa, Keisha Deyin, Bano, Fary Amdreas
Abstract: Warna merupakan elemen penting dalam seni lukis, khususnya dalam genre still life, karena mampu menciptakan suasana, memperkuat makna, dan membangkitkan emosi penonton. Lukisan still life, dan warna tidak hanya berfungsi… sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang kaya akan simbolisme dan ekspresi. Pemilihan palet warna, intensitas, saturasi, serta harmoni atau kontras antar warna berperan dalam menentukan suasana yang dihasilkan, mulai dari kehangatan dan keakraban hingga melankolia atau kekosongan. Warna juga memiliki kemampuan untuk membangun narasi visual, misalnya, warna-warna cerah seperti kuning dan oranye sering dikaitkan dengan kehidupan, energi, dan optimisme, sementara warna-warna gelap seperti biru tua dan hitam dapat menyiratkan ketenangan, misteri, atau bahkan kesedihan. Penggunaan warna dalam still life sering mencerminkan tema yang ingin diungkapkan oleh seniman, seperti kemewahan, kefanaan, atau keindahan alam. Permasalahan dalam penelitian ini menyoroti bagaimana seniman menggunakan warna sebagai strategi untuk memengaruhi interpretasi audiens terhadap objek yang dilukis, menjadikan warna sebagai komponen utama yang memperkuat keterkaitan emosional antara karya dan apresiator. Metode dalam studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan eksplorasi kekaryaan. Sample dalam penelitian ini adalah empat karya seni lukis yang dibuat dengan cat minyak di atas kanvas. Studi ini mencakup analisis karya-karya penting dalam genre still life untuk mengeksplorasi hubungan antara warna, komposisi, dan makna. Dengan memahami peran warna dalam lukisan still life, apresiator dapat lebih menghargai kompleksitas dan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya.

Representasi Bunga, Benda, dan Buah dalam Seni Lukis

Jesslyn Verena Rubetta Putih, Ellim, Irvan, Stanford, Dave, Cecilia, Cecilia, Hansel, Theodorus Jonathan
Abstract: Lukisan still life telah lama menjadi salah satu genre yang penting untuk para pelukis dalam sejarah seni rupa. Banyak objek-objek yang kita sudah sering lihat di kehidupan sehari-hari. Permasalahan dalam penelitian ini… adalah bagaimana cara mengimplementasikan objek-objek menjadi sebuah komposisi still life yang terdiri dari bunga, buah, dan benda. Bunga, misalnya, seringkali melambangkan keindahan dan kehidupan, namun juga bisa menjadi simbol dari kefanaan dan kematian. Buah mengandung makna kesuburan, kemakmuran, atau bahkan pencapaian tertentu. Sementara itu, benda-benda dalam lukisan still life seperti vas, piring, atau alat makan dapat mencerminkan aspek sosial dan budaya yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dibalik representasi objek-objek tersebut serta mengeksplorasi bagaimanan objek-objek ini memberikan makna dan pesan simbolisme yang lebih dalam. Dengan menganalisis karya-karya seni dari berbagai periode, gaya, dan aliran, penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memenuhi tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini juga membahas bagaimana seniman menggunakan still life sebagai sarana untuk mengungkapkan pandangan mereka terhadap kehidupan sehari-hari, serta bagaimana objek yang terlihat sederhana bisa memiliki lapisan-lapisan makna yang kaya dan kompleks. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai perluasan pemahaman tentang peran still life dalam seni lukis dan pembukaan wawasan baru tentang hubungan antara simbolisme, estetika, dan budaya dalam karya seni visual.

Eksplorasi Seni Still Life Komposisi Bunga dengan Teknik yang Beragam

Quantum, Olivia, Kurniawan Rahardjo, Patricia Grace, Ijong Dachlan, Arvin, Raviandi, Rafael, Michella, Kayleen
Abstract: Banyak objek-objek di sekitar kita yang luput dari mata publik, padahal jika diamati lebih lanjut, banyak nilai estetika yang dapat diusung dalam karya seni lukis. Permasalahan dalam penelitian ini, bagaimana cara mengeksplorasi… splorasi still life dari komposisi yang terdiri atas susunan benda pakai dan flora. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui konsep dari karya seni lukis yang digagas dari tema musim semi; mendokumentasikan gagasan visual dari objek tiga dimensi menjadi dua dimensi di media kanvas. Untuk mencapai sasaran dari tujuan penulisan artikel ini, maka dibutuhkan strategi penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel dalam pembahasan ini adalah lima karya seni lukis yang dibuat di atas kanvas. Hasil dari penulisan ini adalah karya seni lukis yang dibuat didominasi dengan komposisi asimetris sedangkan warna yang digunakan adalah cool tone atau ‘warna dingin’ seperti biru tosca, hijau kebiruan, gradasi ungu, dan kuning oranye. Kelima lukisan ini menarik untuk diteliti karena teknik-teknik yang digunakan beragam dan autentik. Keragaman teknik ini mencerminkan keterampilan artistik dan kepribadian senimannya melalui penggunaan medium, gaya lukis, dan tekstur yang bervariasi. Salah satu teknik yang banyak digunakan dalam karya-karya lukis ini adalah teknik impasto yang mengaplikasikan cat secara tebal pada permukaan kanvas. Oleh karena itu, penelitian ini bermanfaat untuk memberikan wawasan yang luas mengenai teknik-teknik dan gaya lukis yang bervariasi dan inovatif serta kreativitas yang digunakan untuk menciptakan karya-karya lukis ini.