Abstract:Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi Generasi Z menjadi lebih terbuka dan berorientasi pada keterlibatan (engagement), sehingga melahirkan fenomena sadfishing dan oversharing yang sering kali menampilkan…
kan persoalan pribadi, konflik rumah tangga, maupun pengalaman hidup yang bersifat privat di ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hadis “Kullu ummatī mu‘āfā illā al-mujāhirīn” serta relevansinya terhadap fenomena tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dan netnografi. Data primer diperoleh dari hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim beserta kitab-kitab syarah hadis, sedangkan data sekunder berasal dari jurnal ilmiah, artikel akademik, dan data digital terkait komunikasi media sosial. Analisis dilakukan melalui takhrij hadis, i‘tibar sanad, analisis matan, analisis isi (content analysis), dan analisis netnografi terhadap kasus oversharing yang viral di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis “Kullu ummatī mu‘āfā illā al-mujāhirīn” berstatus sahih dan mengandung prinsip etika yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri, menutup aib, serta menghindari perilaku mujāharah atau membuka sesuatu yang telah Allah tutupi. Analisis fiqh al-hadis menunjukkan bahwa Islam memperbolehkan penyampaian persoalan pribadi untuk tujuan mencari bantuan atau keadilan, namun melarang pembukaan aib yang bertujuan memperoleh perhatian, popularitas, atau validasi sosial. Hasil analisis netnografi juga menunjukkan bahwa fenomena oversharing dan sadfishing di media sosial memiliki karakteristik yang mendekati konsep mujāharah, terutama ketika persoalan privat dijadikan komoditas digital demi meningkatkan engagement. Oleh karena itu, hadis ini memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan etika komunikasi digital bagi Generasi Z dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tanggung jawab konstitusional pemerintah dalam pemenuhan hak atas kesehatan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dilaksanakan pada tahun 2024. Program…
ram ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan , pendekatan konseptual, dan pendekatan kebijakan. Data yang digunakan bersumber dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak atas kesehatan telah diatur secara jelas dalam Pasal 28H dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Tetapi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis masih menghadapi berbagai kendala, antara lain ketimpangan distribusi, kualitas pangan yang belum seragam, dan lemahnya koordinasi antar lembaga pelaksana. Berdasarkan teori hak konstitusional dan teori tanggung jawab negara, kegagalan dalam implementasi kebijakan dapat dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran tanggung jawab konstitusional karena negara lalai menjalankan kewajiban positifnya terhadap rakyat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas penggunaan media boneka tangan sebagai strategi edukasi untuk mengurangi rasa takut anak terhadap perawatan gigi dengan desain quasi experiment yang membagi responden…
ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Mekanisme penelitian dilakukan melalui observasi langsung sebelum dan sesudah intervensi, menggunakan daftar tilik berisi lima indikator ketakutan, dengan sumber data primer berupa hasil pengamatan terhadap 38 siswa SD Inpres Naimata yang ditentukan melalui purposive sampling. Intervensi diberikan selama enam hari melalui aktivitas bermain peran menggunakan boneka tangan, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan apa pun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 68% anak berada pada kategori takut dan 32% sangat takut; setelah intervensi terjadi penurunan ketakutan dengan 37% anak tidak takut dan tidak ada lagi kategori sangat takut, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan tingkat ketakutan. Temuan ini menunjukkan bahwa boneka tangan efektif sebagai media distraksi dan edukasi yang mampu menciptakan suasana aman, menyenangkan, serta membantu anak memahami prosedur perawatan gigi tanpa rasa cemas. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan media boneka tangan sebagai intervensi perilaku yang sederhana, murah, dan sesuai karakteristik psikologis anak sekolah dasar untuk mengatasi ketakutan pada konteks pelayanan kesehatan gigi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa media boneka tangan dapat menjadi alternatif metode promosi kesehatan yang aplikatif bagi guru, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam mendukung keberhasilan pendidikan kesehatan gigi di lingkungan sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Abstract:Kitab Tafsir Jāmi‘ al-Bayān fī Tafsīr al-Qur’ān merupakan karya tafsir monumental yang ditulis oleh Imam Abu Ja‘far Muhammad ibn Jarir ibn Yazid ibn Khalid al-Ṭabari, yang lebih dikenal dengan nama Imam al-Ṭabari. Penelitian…
��abari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manhaj (metode) serta corak penafsiran yang digunakan oleh al-Ṭabari dalam karya tafsirnya tersebut. Fokus utama dari penelitian ini adalah menelusuri aspek-aspek intelektual dalam biografi al-Ṭabari, serta mengeksplorasi sumber-sumber, pendekatan metodologis, dan corak penafsiran yang menjadi karakteristik khas tafsirnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui telaah terhadap berbagai sumber literatur, baik primer maupun sekunder. Sumber primer berasal dari karya al-Ṭabari sendiri, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari kajian-kajian ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jāmi‘ al-Bayān didominasi oleh pendekatan bi al-ma’tsūr, yaitu penafsiran yang bersumber dari riwayat-riwayat sahabat, tabi‘in, dan tabi‘ al-tabi‘in. Namun demikian, tafsir ini juga mengandung unsur ra’yī, ditandai dengan penggunaan penalaran kritis dalam menganalisis dan menyaring berbagai pendapat, guna membangun pemahaman yang objektif. Adapun metode yang digunakan oleh al-Ṭabari adalah metode taḥlīlī, yaitu penafsiran yang disusun secara sistematis berdasarkan urutan ayat dalam mushaf Utsmani, dengan pembahasan yang terperinci terhadap setiap ayat. Dari sisi corak penafsiran, sebagian pendapat menyatakan bahwa tafsir ini bercorak fikih, sementara pandangan lain menilai bahwa karya ini merupakan hasil integrasi antara tafsir bi al-ma’tsūr dan bi al-ra’y.
Abstract:Permasalahan dalam kerukunan umat beragama menjadi suatu problem yang cukup krusial, hal ini menyebabkan lahirnya pandangan-pandangan terhadap agama menjadi perhatian khusus, lahirnya pluralisme sebagai bentuk keniscayaan…
n dalam keberagaman adat, budaya, maupun kepercayaan, yang selama ini diartikan sebagai sebuah solusi untuk mencapai kerukunan umat beragama. Firanda Andirja seorang ustad dan aktif dalam berdakwah bermanhaj Salafi ternyata menolak paham pluralisme ini,argumen-argumen penolakan beliau ini dideskripsikan dalam karya beliau tafsir Juz ‘Amma dengan menunjukan dalil-dalil yang menurut beliau merupakan pembantah paham pluralisme bahkan beliau menyebutkan pluralisme adalah paham dan aqidah yang berbahaya bagi umat Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin meninjau dan menganalisis bagaimana kontruksi pemikiran Firanda Andirja dalam memahami pluralisme, apa saja ayat yang dijadikan landasan dalam menolak pluralisme oleh Firanda, dan bagaimana makna ayat-ayat tersebut dalam kitab tafsir lain. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan naratif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemahaman pluralisme dalam tafsir Firanda yang menganggap bahwa pluralisme merupakan aqidah yang berasal dari ideologi Salafi yang beliau anut yaitu cenderung ingin memurnikan ajaran tauhid, ayat-ayat yang Firanda jadikan sebagai dalil pembantah pluralisme seperti Qs Al-Kafirun ayat 6 justru dimaknai sebagai bentuk toleransi oleh mufasir lain.
Abstract:Peyek merupakan jenis makanan khas Indonesia sebagai pendamping atau lauk terutama untuk Nasi Pecel. Bu Sutarni adalah seorang janda yang untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya memproduksi peyek dan memasarkan dibeberapa…
a warung di wilayah Karawang khususnya daerah
Kosambi. Berdasarkan hasil survei dan penjelasan dari penelitian diperoleh informasi bahwa usaha ini
mengalami masalah yaitu : (1) Fluktuisasi harga bahan baku; (2) belum memiliki sistem pemasaran online
yang dapat menjangkau pemasaran lebih luas dengan hanya mengandalkan pemasaran langsung (offline)
atau penempatan di warung dan pasar, sehingga dengan omzet yang dimiliki tidak sebesar saat
menggunakan digital marketing. Memperhatikan permasalahan tersebut peneliti menganalisis bahwa
permasalahan yang dihadapi usaha peyek ini adalah pada harga bahan baku yang terus meningkat serta
dalam memasarkan produk hanya mengandalkan promosi mulut ke mulut. Pengambilan keputusan
merupakan aspek fundamental dalam pengelolaan UMKM, termasuk UMKM peyek sebagai bagian dari
sektor kuliner tradisional. Artikel ini mengkaji teori pengambilan keputusan berdasarkan rasionalitas
terbatas (bounded rationality) dalam konteks UMKM peyek dan membandingkannya dengan UMKM
pesaing di sektor yang sama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara
mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM
peyek cenderung adaptif terhadap kebutuhan pasar lokal namun kurang memiliki strategi jangka panjang
yang terencana. Sebaliknya, UMKM pesaing lebih terfokus pada analisis data dan pemasaran digital,
meskipun kurang fleksibel terhadap perubahan pasar. Studi ini menyarankan integrasi antara pendekatan
tradisional dan modern untuk meningkatkan daya saing UMKM peyek di pasar yang semakin kompetitif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dalam pengambilan keputusan pada UMKM Warung Ema di Karawang serta mengevaluasi strategi yang diterapkan untuk mengatasinya. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif…
melalui studi kasus, data diperoleh dari wawancara mendalam kepada pemilik Warung Ema, Ibu Ani, serta literatur terkait sebagai data sekunder. Hasil penelitian mengungkapkan kendala-kendala seperti dalam pengelolaan tenaga kerja, pengelolaan modal dan keuangan, pengelolaan bahan baku, strategi pemasaran, dan kendala yang lainnya. Kendala utama dalam pengambilan keputusan di Warung Ema yang teridentifikasi meliputi keterbatasan tenaga kerja, akses modal, pemasaran yang masih tradisional, serta lokasi usaha yang kurang strategis. Strategi yang dilakukan mencakup optimalisasi tenaga kerja keluarga untuk efisiensi, pemilihan pemasok bahan baku berdasarkan kualitas dan harga yang kompetitif, serta pemasaran berbasis "word of mouth." Kendati demikian, keterbatasan teknologi menjadi hambatan signifikan, terutama dalam memperluas pasar melalui digitalisasi. Lokasi yang sering berpindah akibat kebijakan pemerintah juga memengaruhi stabilitas usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi berbasis keluarga dan adaptasi lokal dapat mendukung keberlangsungan UMKM dalam situasi sulit. Namun, untuk mendorong keberlanjutan jangka panjang, penerapan teknologi digital, akses pendanaan yang lebih kompetitif, serta pelatihan pengelolaan usaha diperlukan. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan bagi pelaku UMKM dalam mengelola kendala pengambilan keputusan serta mengoptimalkan peluang digitalisasi. Hasil penelitian ini juga menjadi referensi bagi studi lanjutan terkait inovasi strategi adaptasi di sektor UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Abstract:Protein merupakan zat penting bagi tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi, zat pembangun, serta komponen pengatur. Pengelolahan daging hewani menjadi bakso bertujuan untuk memperpanjang daya simpan, meningkatkan nilai…
i estetika dan nilai ekonomi. Penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kadar protein pada bakso kepiting, uji organoleptik (aroma, warna, bentuk, dan tekstur) dan mengetahui faktor eksternal dan internal yang berpengaruh terhadap kadar protein bakso kepiting bakau (S. serrata) jantan dan betina. Metode yang digunakan adalah Semimikro Kjeldahl dan organoleptik. Hasil pengujian kandungan protein pada bakso kepiting bakau S. serrata betina memiliki kandungan protein 14.49% dan bakso kepiting jantan 10,27%. Hasil pengamatan Organoleptik menurut 17 penelis adalah 13 orang penelis memberikan tanggapan suka, dan 4 orang memberi tanggapan kurang suka pada sampel bakso kepiting S. serrata jantan dan betina yang berbentuk sediaan padat bentuk bulat khas bakso, warna coklat, aroma dan rasa normal khas dinyatakan memenuhi syarat organoleptik bahan pangan. Berdasarkan hasil pengujian kadar protein dan Organoleptik bakso kepiting S. serrata dari Kampung Gwinjaya Distrik Bonggo adalah kadar protein bakso kepiting jantan adalah sebesar 10,27% dan kadar protein kepiting betina sebesar 14,49% sedangkan standar SNI protein sebesar min 7% hal ini membuktikan bahwa protein bakso kepiting S. serrata dari Kampung Gwinjaya baik untuk dikonsumsi. Kadar protein bakso kepiting jantan dan betina didukung oleh hasil uji organoleptik.
Abstract:Dalam konteks kontemporer, perempuan muslim memegang peranan signifikan dalam mengaktualisasikan potensi dalam berbagai aspek seperti keluarga, pendidikan, sosial dan ekonomi. Dalam masyarakat yang terus berkembang, perempuan…
mpuan muslim sering kali dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan nilai-nilai tradisional dan tuntutan modernitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan refleksi konsep woman empowerment (pemberdayaan perempuan) khususnya perempuan muslim dalam konteks modern dengan berlandaskan pada Surat Al-Qashash ayat 23. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ayat tersebut dapat diterapkan dalam konteks kehidupan modern perempuan muslim saat ini melalui studi literatur dan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam Surat Al Qashash ayat 23 dapat digunakan sebagai landasan untuk memperkuat posisi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan terutama dalam mengembangkan strategi pemberdayaan perempuan Muslim yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan menjadikan ayat ini sebagai landasan penelitian ini memberikan kontribusi dalam hal wacana pemberdayaan perempuan muslim yang tidak hanya berorientasi pada kesetaraan gender tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual dan moral syari'at Islam. Refleksi woman empowerment dalam ayat ini menjadi panduan dan inspirasi bagi perempuan muslim untuk tetap berkembang tanpa meninggalkan prinsip-prinsip agama yang menjadi pedoman hidup khususnya di era kontemporer.
Abstract:Penelitian ini mengkaji pengertian kafa'ah dalam pernikahan yang merujuk pada surah Al-Hujurat ayat 13 dan signifikansinya dalam konteks Society 5.0. Dalam Islam, kafa'ah mencakup kesetaraan moral, spiritual, dan sosial,…
yang penting untuk membina keluarga yang damai. Meski demikian, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam konteks Society 5.0 menimbulkan kendala baru, khususnya bagi generasi muda yang memiliki cara pandang kafa'ah berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan memanfaatkan teknik tinjauan pustaka untuk mengkaji gagasan kafa'ah dan penerapannya dalam beradaptasi dengan keadaan yang berkembang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kafa'ah yang harmonis antara nilai-nilai tradisional dan modernitas sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga di era digital. Hal ini berkaitan dengan tujuan Society 5.0, yang menggarisbawahi penggabungan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan untuk memberdayakan pasangan muda dalam mengambil keputusan berdasarkan ajaran Islam.