Abstract:The Caesarean section (C-section) rate increased steadily in the past two decades in Indonesia. People have a common belief that cesarean delivery is less painful, and safer than vaginal delivery. Risk factors for maternal…
al infection are clearly recognised, therefore Antibiotic prophylaxis at caesarean section is widely recommended to prevent maternal infection. The study was designed to evaluate antibiotic prophylaxis use for prevention of surgical site infections (SSIs). Retrospective review of medical records of all post SC patients who received antibiotic were evaluated during October 2021 to march 2022. Among 4 different antibiotics used in post SC patients, the most frequently requested were first generation cephalosporins (50,13%), third generation cephalosporins-ceftriaxone & cefotaxime (16,89% and 3,95%) and the least frequently requested were metronidazole infusion (3,86%). Antibiotic use in post SC patients are effective strategies in reducing SSIs patients which was proven by no patients with SSIs were found during the research period.
Abstract:The purpose of community service which raised the title of Assistance in Making Standard Operating Procedure Flow Diagrams for Cimahi City Drinking Water BLUD Cash Receipts to improve the financial performance of Cimahi…
City Drinking Water BLUD, one of the things that is of concern is that there are differences in data between the Revenue Treasurer and the Accounting Department. While the accounting department is duty to provide financial statement data to DPKP Cimahi City which will then be consolidated to BPKAD Cimahi City. When the accounting department reconciles data with BPKAD, there is different income data between BAPPENDA and BPKAD. This happened because there was no data reconciliation first between the revenue treasurer and the Accounting Section of the Cimahi City Drinking Water BLUD before the data was provided to interested parties. So far, BLUD Drinking Water uses SOPs that have not been updated. The problem occurred because the Cash Receipt SOP had not been updated and had not complied with the SOP preparation standards set by the local government. Needed to create a new Cash Receipt SOP so that the data provided by the Revenue Treasurer or Accounting Section becomes one vote. The methods used in preparing SOP are interviews, observations, and literature studies. The result of the community service carried out is that there is an excel format of the latest Cash Receipt SOP even though it has not been ratified because it is still waiting for the completion of SOP in other divisions.
Abstract:Makanan yeng bersifat kariogenik sangat populer di kalangan anak-anak, terutama karena kandungan gula dan karbohidratnya, yang dapat menyebabkan kerusakan gigi. Dalam survei awal yang kami lakukan terhadap 107 siswa kelas…
as III dan IV, ditemukan bahwa 75 di antaranya (70%) mengalami gigi berlubang. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara tingkat kerusakan gigi anak-anak di SD Inpres Liliba dengan konsumsi makanan yang bersifat kariogenik. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan terdiri dari 75 siswa yang telah teridentifikasi memiliki karies gigi. Analisis data dilakukan melalui metode univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan gigi paling banyak terjadi pada karies email, dengan 25 kasus (33,33%), sementara yang paling parah adalah karies akar, yang mencatat 10 kasus (13,33%). Jenis makanan kariogenik yang paling sering dikonsumsi oleh siswa adalah makanan padat, dengan 35 siswa (46,7%) melaporkan mengkonsumsi biskuit, snack ringan, coklat, dan permen. Temuan juga mengungkapkan bahwa karies email dan pulpa umumnya ditemukan pada siswa yang mengonsumsi makanan padat, masing-masing terkait dengan 12 siswa (48,0%) untuk karies email dan 5 siswa (50,0%) untuk karies akar. Analisis menunjukkan ada hubungan signifikan antara tingkat kerusakan gigi dan jenis makanan kariogenik, dengan nilai signifikansi p=0,001 (p=0,005). Penelitian ini juga membahas lebih lanjut mengenai berbagai bentuk makanan kariogenik, baik cair maupun padat.
Abstract:The conclusion of this study indicates that the implementation of offensive and defensive strategies in the Sub-District Office has proceeded adequately. Evaluation of offensive strategy indicators, such as the approach…
among colleagues, shows a significant improvement. Although it is already quite good, further improvement is necessary, especially in terms of employees giving warnings to colleagues who violate rules. The family approach has also positively contributed to efforts to prevent bureaucratic pathologies. The weekly evaluations conducted by the section head with the team can be seen as a proactive step in maintaining performance quality. Although it is already quite good, there is a need for improvement to make these evaluations more effective in preventing and addressing violations. On the defensive strategy side, implementing mild sanctions in the form of written warnings has been effective. These sanctions are given to employees who violate rules, such as being absent without notice for 6 to 10 days. Moderate and severe sanctions have also been well implemented when needed, indicating readiness to respond to more serious violations. Overall, offensive and defensive strategies in the Sub-District Office of Pitumpanua are already quite good, but continuous improvement is needed to ensure their effectiveness in dealing with various situations and cases of bureaucratic pathologies in the future.
Abstract:Latar Belakang: Pertumbuhan coffeeshop yang pesat di kota-kota pelajar Indonesia mendorong peningkatan konsumsi minuman berkafein di kalangan mahasiswa. Kafein diketahui dapat merangsang sekresi asam lambung dan melemahkan…
an sfingter esofagus bawah sehingga berpotensi menimbulkan gangguan gastrointestinal. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pola konsumsi minuman berkafein dengan kejadian gangguan gastrointestinal pada mahasiswa di Kota Jember. Metode: Penelitian cross-sectional dengan 150 mahasiswa di Kota Jember yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi uji korelasi Spearman dan regresi logistik biner. Hasil: Mayoritas responden memiliki pola konsumsi kafein kategori sedang (89,3%) dan mengalami gangguan gastrointestinal kategori sedang (62,7%). Terdapat hubungan positif signifikan antara pola konsumsi kafein dengan kejadian gangguan gastrointestinal (r = 0,434; p < 0,001). Analisis multivariat menunjukkan pola konsumsi kafein (OR = 1,139; 95% CI: 1,063–1,220) dan riwayat penyakit lambung (OR = 9,354; 95% CI: 2,821–31,022) sebagai prediktor independen yang signifikan. Simpulan: Pola konsumsi minuman berkafein berhubungan secara positif dan signifikan dengan kejadian gangguan gastrointestinal pada mahasiswa di Kota Jember. Mahasiswa dengan riwayat penyakit lambung memiliki risiko hampir sembilan kali lebih besar mengalami gangguan gastrointestinal sedang-berat.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kualitas layanan puskesmas yang diduga berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi MSDM dan kualitas layanan,…
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi MSDM, serta menguji pengaruh MSDM terhadap kualitas layanan pada puskesmas di Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 31 tenaga kesehatan yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan 61,3% responden menilai MSDM efektif dan 67,7% menilai kualitas layanan baik. Budaya organisasi, kepemimpinan, perubahan teknologi, serta peraturan dan kebijakan pemerintah berpengaruh signifikan terhadap MSDM, sedangkan MSDM berpengaruh signifikan terhadap kualitas layanan (p=0,001; OR=0,019).
Abstract:Hipertensi pada lansia menempati urutan tertinggi di antara penyakit tidak menular lainnya di Indonesia, sehingga menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Aktivitas fisik dapat menyebabkan vasodilatasi, peningkatan…
ngkatan produksi oksida nitrat oleh sel endotel, penurunan stres oksidatif, dan peningkatan sensitivitas pembuluh darah terhadap relaksasi, sehingga membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi Di Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel yang digunakan Non-Probability Sampling dengan metode Quota Sampling. Jumlah sampel 64 responden. Instrument yang digunakan GPAQ (Global Physical Activity Quesionnaire) untuk mengukur aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran aktivitas fisik pada lansia di Puskesmas Grogol 15 (23,4%) aktivitas fisik rendah, 42 (65,6%) aktivitas fisik sedang, dan 7 (10,9%) aktivitas fisik tinggi. Aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo mayoritas adalah aktivitas fisik sedang.
Abstract:This study discusses the design of a mobile crane to lift damaged vehicles with a capacity of 6 tons with the aim of analyzing the planning of the lifting system used ; planning the rope to be used ; transmission system…
; calculation of the components of the lifting equipment used ; calculation of power to rotate the drum ; the tool designed is a mobile crane with a capacity of 6 tons to 6 tons ; and calculating the lifting time. assembly . Type of drive motor with Combustion engine = internal combustion engine , Drive motor power = 192.36 Hp , Drive motor rotation = 2740 rpm , Max lifting capacity = ton , Lifting height = 3 m . Drum with Drum diameter = 300 mm , Drum pitch = 16 mm , Drum length = 300 mm , Maximum compressive stress of material = 1600 kg/cm 2 The maximum compressive stress that occurs = 1173.6 kg/cm 2 . Steel rope ( Rope type = 6 x 9 x 1 fc , Rope cross-sectional area = 1173.6 kg/cm 2 . = 2.9 cm 2 , Wire diameter = 1.18 mm , Diameter of steel rope = 26.3 mm , Actual fracture stress = 180/199 kg/mm 2 , Fracture loading = 39100 kg/mm 2 , U nut rope usage = 88.2 months ); Pulley ( Type of pulley = fixed pulley , pulley diameter = 4.8 cm , Width of the pulley = 2.2 cm ); Hook ( Hook type = single hook with thread , Thread type on hook = M 42. Length of threaded hook = 42 mm , Number of threads on the hook = 9 threads , Distance between threads = 4.5 mm , Outer diameter on thread = 42 mm , Effective diameter on the thread = 39 mm , Core diameter on thread = 37.129 mm , Hook material = wrought carbon steel SF 60 , Permissible contact stress = 3 kg/mm 2 , The contact stress that occurs = 2.7 kg/mm 2 ); Boom ( Boom type = boom with fixed arm , Number of booms = 2 pieces , Boom length = 4 m , Boom weight = 1568.66 kg , Boom material = steel pipe , Tensile strength of the material = 40 kg/mm 2 , Tensile strength that occurs on the boom = 10 kg/mm 2 ); Gears ( Types of gears = worm gear , type of gear on the shaft material = cross gear , Type of chain used = hinge chain , chain weight per meter = 16.5 kg )
Abstract:Kesalahan dalam pengobatan (Medication error) adalah kejadian yang merugikan pasien akibat pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan, yang sebetulnya dapat dicegah. Medication error yang terjadi pada berbagai…
ai fase dalam pelayanan obat di RSPBA Bandar Lampung. Ada 3 Fase yang dinilai dalam medication error ini yaitu fase prescribing, fase transcribing, dan fase dispensing. Penelitian ini merupakan observasional dengan desain cross sectional terhadap data-data resep yang ada di Instalasi Farmasi RSPBA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi medication error pada ketiga fase tersebut. Fase prescribing potensia kesalahan terjadi karean: tidak adanya nama dokter (9,13%), tidak adanya nomor SIP (17,1%), tidak adanya tanggal penulisan resep (217%), tidak adanya paraf dokter (16,3%), tidak adanya tanggal lahir pasien (9,5%), tidak adanya nomor rekam medik (1,5%). Pada fase transcribing potensi kesalahan terjadi karena: tidak jelas nama dokter (8,7%) tidak jelas nomor SIP dokter (14,8%), tidak jelas cara pakai obat (0,39%). Sedangkan pada fase dispensing potensi terjadi kesalahan terjadi karena: jumlah obat yang disiapkan tidak sesuai dengan yang diresepkan (0,39%).
Abstract:Enterobius vermicularis atau cacing kremi merupakan nematoda usus yang sering menginfeksi anak usia sekolah dasar dan ditularkan melalui jalur fekaloral akibat tertelannya telur infektif dari lingkungan yang terkontaminasi.…
si. Pengetahuan wali murid berperan penting dalam pencegahan infeksi ini melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan wali murid kelas 2 salah satu SD di Jawa Timur dengan kejadian infeksi cacing kremi pada anak. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional dilakukan pada Juni–Juli 2025 terhadap 39 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebanyak 25 responden (64,1%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan 14 responden (35,9%) memiliki pengetahuan kurang baik. Sebanyak 7 anak (17,9%) terindikasi mengalami gejala infeksi cacing kremi dan 32 anak (82,1%) tidak menunjukkan gejala. Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,005 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan wali murid dengan kejadian infeksi cacing kremi pada anak kelas 2 salah satu SD di Jawa Timur.