Search Articles & Publications

Showing 4517 articles found for "Tujuan"

Peningkatan Partisipasi Politik Perempuan Bagi Kelompok PKK Dalam Pembangunan Desa di Desa Ledug Banyumas

Yunita Ratna Sari, Fitriatun Sururiyah, Khairunnisa Arifin, Zahrul Umam, Septi Wulandari, Tania Rahayu
Abstract: Abstract: Women's political participation is an important aspect in sustainable village development. However, the involvement of women including the PKK group in Ledug village, Kembaran sub-district, Banyumas faces obstacles… cles ranging from a lack of understanding of political participation, village development, low education levels, time constraints, and traditional mindsets. This community service activity aims to increase the understanding, capacity, and political participation of women in the PKK group in Ledug village, Kembaran sub-district, especially in the village development process. The methods used include FGD, direct observation, counseling, and village forum simulations. The results of the activity show that the PKK Ledug group has a high motivation to be involved in village development but still faces obstacles such as limited information regarding village political mechanisms and lack of self-confidence. After the community service was implemented, the PKK Ledug group was able to convey aspirations in a more structured manner. The village forum simulation showed an increase in the activeness of the PKK Ledug group in discussions and submitting program proposals. This community service proves that political awareness can be an effective strategy to increase the contribution of the PKK Ledug group in village development. Keywords: women's political participation, village development   Abstrak: Partisipasi politik perempuan merupakan aspek penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Namun, keterlibatan Perempuan termasuk kelompok PKK di desa Ledug kecamatan Kembaran, Banyumas menghadapi hambatan mulai kurangnya pemahaman tentang partisipasi politik, pembangunan desa, tingkat Pendidikan rendah, kendala waktu, pola pikir yang masih tradisional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, partisipasi politik perempuan kelompok PKK di desa Ledug, kecamatan Kembaran terutama proses Pembangunan desa. Metode yang digunakan meliputi FGD,observasi langsung,penyuluhan, simulasi forum desa. Hasil kegiatan menunjukkan kelompok PKK Ledug memiliki motivasi tinggi untuk terlibat dalam pembangunan desa tapi masih menghadapi kendala seperti keterbatasan informasi terkait mekanisme politik desa, minimnya kepercayaan diri.Setelah pengabdian dilaksanakan, kelompok PKK Ledug dapat menyampaikan aspirasi secara lebuh terstruktur.Simulasi forum desa memperlihatkan peningkatan keaktifan kelompok PKK Ledug dalam berdiskusi, mengajukan usulan program. Pengabdian ini membuktikan bahwa penyadaran politik dapat menjadi strategi efektif dapat meningkatkan konstribusi kelompok PKK Ledug dalam Pembangunan desa. Kata kunci: partisipasi politik perempuan, pembangunan desa  

Strategi Budidaya Tanaman Pangan di Wilayah Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Bukit Soedirman

Ike Sitoresmi Mulyo Purbowati, Hana Hanifa, Gigieh Henggar Jaya
Abstract: Abstract: Forests serve as vital supports ecosystems and hold significant economic value. Complete reliance on forests as livelihoods threatens their ecological functions. Karang Jengkol Village hosts the Special Purpose… Forest Area (KHDTK) managed by Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Field observations revealed several challenges faced by farmer groups living around the forest. A key issue is limited knowledge of food crop cultivation, causing ongoing forest land conversion. To address this problem, the transfer of knowledge regarding cultivation practices of food crops in forest areas is required, particularly through regulatory outreach activities. Activities used extension, active learning, and mentoring, targeting PKK members and KTH Cemara Soedirman farmers. Following the outreach activities, the community demonstrated improved understanding of the three–four strata planting system. Based on evaluation results, prior to the program most respondents (88.24% or 15 individuals) exhibited low levels of knowledge, while 11.27% (2 individuals) had moderate understanding. After the program, the number of respondents with moderate understanding increased to 5 individuals (29.41%), and those with high levels of understanding rose significantly from 0% to 12 individuals (70.59%). Keywords: forest farmers group; KHDTK Unsoed; planting pattern; special purpose forest area   Abstrak: Hutan tidak hanya berperan sebagai penopang ekosistem, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang penting. Jika masyarakat sepenuhnya bergantung pada hutan sebagai sumber mata pencaharian utama, fungsi hutan sebangai penyangga ekosistem dapat terancam.  Desa Karang Jengkol merupakan lokasi di mana Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unsoed berada. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani di sekitar hutan. Salah satu di antaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman pangan di kawasan hutan, yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan hutan secara berkelanjutan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan transfer pengetahuan tentang pola budidaya tanaman pangan di area hutan melalui kegiatan transfer pengetahuan pola tanam tiga atau empat strata. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan, pembelajaran aktif dan pendampingan dengan Masyarakat sasaran yaitu ibu-ibu PKK dan petani KTH Cemara Soedirman.  Setelah kegiatan sosialisasi dilaksanakan, masyarakat menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep pola tanam 3–4 strata. Berdasarkan hasil evaluasi, sebelum kegiatan mayoritas responden (88,24% atau 15 orang) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, sementara 11,27% (2 orang) berada pada tingkat pemahaman sedang. Setelah kegiatan berlangsung, jumlah responden dengan pemahaman sedang meningkat menjadi 5 orang (29,41%), dan yang memiliki pemahaman tinggi bertambah signifikan dari 0% menjadi 12 orang (70,59%). Kata kunci: bukit soedirman; kelompok tani hutan; KHDTK; pola tanam

Sosialisasi Media Pembelajaran Anak Tunanetra Reading Interaction Console With Kinetic Intelligence Braille Versi Prototipe

Ricki Ananda, Muhammad Amin, Muhammad Iqbal Haitame Tambunan, Saifuddin Muhammad Jalil
Abstract: Abstract: The Reading And Interaction Console With Kinetic Intelligence – Braille prototype aims to introduce an innovative educational technology for blind students at SLB Negeri Kota Tanjungbalai. The school, under the… he authority of the Province of North Sumatra, has 111 students across elementary, junior high, and senior high school levels. SLBN Tanjungbalai is led by Mrs. Resti, S.Pd., supported by 13 teachers and 1 administrative staff member. This media integrates an interactive kinesthetic system, binary Braille sensors, and artificial intelligence (AI) capable of recognizing Braille letter patterns based on tactile input and providing real-time voice feedback. Braille letters are converted into six-dot binary codes (Braille-cell), such as A (100000), B (110000), C (100100), D (100110), up to Z (101011). These binary combinations are detected by tactile sensors or push buttons, then processed by an ESP32S connected to a 2004 LCD with I2C, a DFPlayer Mini, and a speaker to produce the corresponding letter sounds. The socialization activity was conducted at SDLB Negeri Kota Tanjungbalai, involving companion teachers and eight blind students. The activities included device demonstration, usage training, and interactive trials. The results show positive responses from both teachers and students, as the media enhances motivation, accuracy, and speed in learning Braille letters. RICKI-Braille proved to be more interactive and adaptive compared to conventional Braille learning media. Keywords: Braille; visually impaired; inclusive learning media; assistive technology inclusive education;   Abstrak: Media Reading And Interaction Console With Kinetic Intelligence – Braille versi prototipe bertujuan memperkenalkan inovasi teknologi pendidikan bagi peserta didik tunanetra di SLB Negeri Kota Tanjungbalai. Sekolah yang berada di bawah naungan Provinsi Sumatera Utara ini memiliki 111 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. SLBN Tanjungbalai dipimpin oleh Ibu Resti, S.Pd., dengan dukungan 13 guru dan 1 tenaga tata usaha. Media ini memadukan sistem kinestetik interaktif, sensor Braille biner, dan kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengenali pola huruf Braille berdasarkan input titik-titik taktil, kemudian memberikan umpan balik suara secara real-time. Huruf Braille dikonversi menjadi kode biner enam titik (Braille-cell), misalnya A (100000), B (110000), C (100100), D (100110), dan seterusnya hingga Z (101011). Sensor taktil atau push button membaca kombinasi biner tersebut, lalu memprosesnya melalui ESP32S yang terhubung dengan LCD 2004 + I2C, DFPlayer Mini, dan speaker untuk menghasilkan suara huruf yang sesuai. Sosialisasi dilakukan di SDLB Negeri Kota Tanjungbalai dengan melibatkan guru pendamping dan delapan siswa tunanetra. Kegiatan mencakup demonstrasi alat, pelatihan penggunaan, serta uji coba interaktif. Hasilnya, guru dan siswa memberikan respons positif karena media ini meningkatkan motivasi, ketepatan, dan kecepatan belajar huruf Braille. RICKI-Braille terbukti lebih interaktif dan adaptif dibanding media Braille konvensional. Kata kunci: Braille; tunanetra; media pembelajaran inklusif; teknologi asistif; pembelajaran inklusif

Adoption of Information Systems and Digital Promotion Strategies Among Rural MSMEs

Fera Widyanata, Dolly Tanzil, Muhammad Bahrul Ulum, Ahmad Khoirun Najib
Abstract: Abstract: This community empowerment initiative aims to enhance the digital readiness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Permata Baru Village, Ogan Ilir Regency, through the implementation of information… systems and digital promotion strategies. Prior to the program, local MSME actors faced several challenges, including limited digital literacy, a lack of understanding of online marketing strategies, and minimal utilization of social media as a promotional tool, resulting in restricted market reach. The program adopts an educational and participatory approach, combining community-based learning, interactive discussions, and consultation sessions facilitated by lecturers and students from the Faculty of Economics, Sriwijaya University. The findings indicate strong enthusiasm among MSME participants and an improved understanding of how digitalization can expand market access. Participants have begun to utilize social media platforms such as Instagram, Facebook, and TikTok to promote their products. Overall, this initiative contributes to advancing digital literacy and technology-based marketing skills among rural MSMEs, thereby fostering inclusive and sustainable local economic growth. Keywords: community engagement; digital literacy; digital promotion; information systems; MSMEs; rural development   Abstrak: Inisiatif pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Permata Baru, Kabupaten Ogan Ilir, melalui penerapan sistem informasi dan strategi promosi digital. Sebelum program ini dilaksanakan, para pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, seperti terbatasnya literasi digital, kurangnya pemahaman mengenai strategi pemasaran daring, serta minimnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi sehingga jangkauan pasar mereka relatif sempit. Program ini mengadopsi pendekatan edukatif dan partisipatif, yang menggabungkan pembelajaran komunitas, diskusi interaktif, dan sesi konsultasi yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya. Temuan menunjukkan bahwa peserta UMKM menunjukkan antusiasme yang tinggi dan peningkatan pemahaman tentang bagaimana digitalisasi dapat memperluas akses pasar. Mereka telah mulai memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk promosi produk. Secara keseluruhan, inisiatif ini berkontribusi untuk memajukan literasi digital dan keterampilan pemasaran berbasis teknologi di kalangan UMKM pedesaan, yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; literasi digital; promosi digital; sistem informasi; UMKM; pembangunan perdesaan

Pemberdayaan Kelompok Tani Urban Farming Melalui Integrasi Teknologi Budikdamber Untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Imtihan, Lisa Mayasari, Sanny Edinov
Abstract: Abstract: This community service program aims to empower the Sumber Harapan Farmers Group located in Gurun Laweh, Nangga-lo District, Padang City through the application of BUDIKDAMBER (Fish Cultivation in Buckets) as a… form of urban farming innovation. Urban farming is a strategic solution to address the challenges of limited land and increasing food needs in urban areas. The implementation method in this community service program consists of five methods, namely Socialization, Training, Technology Application, Mentoring, Monitoring and Evaluation. And through this activity, the Sumber Harapan Farmers Group was equipped with knowledge and skills in integrating catfish cultivation with vegetable crops (BUDIKDAMBER). The results of the Community Service Program showed an increase in the knowledge and skills of the Sumber Harapan Farmers Group from 20% to 87.31% after the community service program was implemented with a Very Good category. This shows that the application of BUDIKDAMBER technology is able to increase the participation of the Sumber Harapan Farmers Group and support food security as well as strengthen the spirit of household independence of the Farmers Group Towards Golden Indonesia 2045. Keywords:; budikdamber; food security; community empowerment; urban farming.   Abstrak: Program pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Sumber Harapan yang berlokasi di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang melalui penerapan Teknologi BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan Lele dalam Ember) sebagai bentuk inovasi pertanian perkotaan (Urban Farming). Urban Farming menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadapi tantangan dalam keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan di wilayah perkotaan. Metode pelaksanaan dalam program pengabdian ini terdiri atas lima metode, yaitu Sosialisasi, Pelatihan, Penerapan Teknologi, Pendampingan, Monitoring dan Evaluasi. Dan melalui kegiatan tersebut maka Kelompok Tani Sumber Harapan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan tanaman sayuran (BUDIKDAMBER). Hasil Program Pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Sumber Harapan dari 20% menjadi 87,31% setelah dilaksanakan program pengabdian dengan kategori Baik Sekali. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi BUDIKDAMBER mampu meningkatkan partisipasi Kelompok Tani Sumber Harapan dan mendukung ketahanan pangan serta memperkuat semangat kemandirian rumah tangga Kelompok Tani Menuju Indonesia Emas 2045. Kata kunci: budikdamber; ketahanan pangan; pemberdayaan masyarakat; urban farming.

Penerapan E-CRM Dan Analisis BEP Untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Nugget Lele Di Pokdakan Tani Makmur

Iqbal, Muhammad, Febby Madonna Yuma, Nurhasanah, Kevin Alfarer Ginting, Zuriah Br Saragih
Abstract: Abstract: Pokdakan Tani Makmur in Asahan Regency faced low sales of fresh catfish due to intense price competition in the local market. This community service program aimed to increase the economic value of catfish farming… ing through product diversification into catfish nuggets and the application of Electronic Customer Relationship Management (E-CRM) as a supporting tool for digital marketing. The activities included socialization, production and packaging training, implementation of social media–based E-CRM, and Break Even Point (BEP) analysis to assess business feasibility. The results showed an improvement in partners’ skills in processing and marketing catfish products. With a monthly production capacity of 30 kg, where 1 kg yields 40 pieces or 10 packs of nuggets priced at IDR 5,000 per pack, partners achieved a monthly turnover of approximately IDR 1,500,000. The BEP analysis indicated an equilibrium point at 100 kg or around three months of operation with fixed costs of IDR 1,500,000. The E-CRM system served as a supporting medium to promote products and expand market visibility, while the main factors driving sales growth were product diversification and improved quality. This activity has implications for enhancing competitiveness and economic independence among small-scale fish farming groups. Keywords: BEP; catfish nugget; diversification; E-CRM; Pokdakan Tani Makmur   Abstrak: Pokdakan Tani Makmur di Kabupaten Asahan menghadapi permasalahan rendahnya penjualan lele segar akibat tingginya persaingan harga di pasar lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya melalui diversifikasi produk olahan menjadi nugget lele serta penerapan Electronic Customer Relationship Management (E-CRM) sebagai pendukung strategi pemasaran digital. Tahapan pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan produksi dan pengemasan, penerapan E-CRM berbasis media sosial, serta analisis Break Even Point (BEP) untuk menilai kelayakan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam produksi dan pemasaran produk olahan. Dengan kapasitas produksi 30 kg per bulan, di mana 1 kg menghasilkan 40 potong atau 10 bungkus nugget dengan harga Rp5.000 per bungkus, mitra memperoleh omzet sekitar Rp1.500.000 per bulan. Analisis BEP menunjukkan titik impas pada 100 kg produksi atau sekitar tiga bulan operasional dengan biaya tetap Rp1.500.000. Penerapan E-CRM berperan mendukung promosi dan memperluas informasi produk, sementara faktor utama peningkatan penjualan berasal dari diversifikasi dan kualitas produk olahan. Kegiatan ini berimplikasi pada peningkatan daya saing dan kemandirian ekonomi kelompok pembudidaya ikan di daerah. Kata kunci: BEP; diversifikasi; E-CRM; nugget lele; Pokdakan Tani Makmur

Implementasi Layanan Donasi Cashless Berbasis Qris Bagi Jemaah Masjid Hidayatul Islamiyah Kampung Madong

Jufri, Muhammad, Dwipananda, Rizki Fadhel, Elvira, Mita, Maulina, Mutiara, Angraini, Nadia, Karlina, Karlina
Abstract: Abstract: This Community Service Program (PKM) activity aims to provide socialization and practical implementation of QRIS-based cashless donation services for the administrators and congregation of the Hidayatul Islamiyah… ah Mosque in Madong Village. In the current digital era, there has been a change in congregation behavior, and people are increasingly accustomed to conducting non-cash transactions through digital platforms such as mobile banking. However, the donation system in mosques is still dominated by conventional methods, such as using cash donation boxes, so congregations that do not carry physical cash experience obstacles in distributing donations. Furthermore, BKM also does not have an adequate understanding and infrastructure to manage the digital donation system optimally. This PKM activity was attended BKM administrators and congregation representatives. The methods used were participatory socialization, mentoring, and direct implementation. The activity results showed a knowledge transfer from the implementation team to the mosque management regarding the benefits and governance of digital donations. The main output of this activity is the realization of the implementation of digital donation services through the provision of QRIS codes connected to mosque accounts, equipped with standing banners placed in strategic areas of the mosque to facilitate the congregation in making donations practically and efficiently. Keywords: digitalization; cashless donations; mosques; improved donation services; QRIS.   Abstrak: Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan implementasi praktis mengenai layanan donasi cashless berbasis QRIS bagi pengurus dan jemaah masjid Hidayatul Islamiyah Kampung Madong. Di era digital saat ini, terjadi perubahan perilaku jemaah yang semakin terbiasa melakukan transaksi non-tunai melalui platform digital seperti mobile banking. Namun demikian, sistem donasi di masjid masih didominasi oleh metode konvensional menggunakan kotak amal tunai, sehingga jemaah yang tidak membawa uang fisik mengalami kendala dalam menyalurkan donasi. Selain itu, pengurus masjid (BKM) juga belum memiliki pemahaman dan infrastruktur yang memadai untuk mengelola sistem donasi digital secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis bagaimana donasi digital mampu meningkatkan kemudahan dan partisipasi jemaah. Kegiatan PkM ini dihadiri oleh para pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan perwakilan jemaah. Metode yang digunakan adalah sosialisasi-partisipatif, pendampingan, dan implementasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya transfer pengetahuan dari tim pelaksana kepada pengurus masjid terkait manfaat dan tata kelola donasi digital. Output utama dari kegiatan ini adalah terwujudnya implementasi layanan donasi digital melalui penyediaan kode QRIS yang terhubung dengan rekening masjid, dilengkapi dengan standing banner yang ditempatkan di area strategis masjid untuk memfasilitasi jemaah dalam melakukan donasi secara praktis dan efisien. Kata kunci: digitalisasi; donasi cashless; masjid; peningkatan layanan donasi; QRIS.

Advokasi Revolusi Mental ASN Kota Jayapura: Peningkatan Kapasitas ASN Untuk Akselerasi Pembangunan Ekonomi Daerah

Silo, Akbar, Harikedua, Alfani Laura, Yizhar, Fadly, Somisu, Rut Penina
Abstract: Abstract: The 2024 Bureaucratic Reform Index (IRB) of Jayapura City, categorized as "CC", reflects sub-optimal civil servant management and public service quality, rooted in weak work culture and organizational capacity.… This Community Service activity aims to enhance civil servants' understanding of the strategic position of Mental Revolution in bureaucratic reform through the lens of Public Value Governance. The method used is participatory advocacy through material presentation and Focused Group Discussion (FGD) involving the Government Division, Inspectorate, and Organization and Management Division of the Jayapura City Regional Secretariat. The results showed an increase in collective understanding among civil servants regarding the importance of behavioral transformation for substantive public services. The concrete output of this activity is the presentation of strategic recommendations containing proposals for the 2025-2030 Mental Revolution roadmap and the reorientation of training curricula based on local competencies. In conclusion, strengthening integrity, work ethic, and mutual cooperation through this approach serves as a strategic foundation to reinforce governance and increase public value in Jayapura City. Keywords: civil servant; mental revolution; participatory advocacy; public value governance; bureaucratic reform.   Abstrak: Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) Kota Jayapura tahun 2024 yang berada pada kategori "CC" mencerminkan belum optimalnya manajemen ASN dan kualitas pelayanan publik, yang berakar pada lemahnya budaya kerja dan kapasitas organisasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman ASN mengenai posisi strategis Revolusi Mental dalam reformasi birokrasi melalui lensa Public Value Governance. Metode yang digunakan adalah advokasi partisipatif melalui paparan materi dan diskusi terfokus (Focused Group Discussion) yang melibatkan Bagian Pemerintahan, Inspektorat, dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Kota Jayapura. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kolektif ASN mengenai pentingnya transformasi perilaku untuk pelayanan publik substantif. Output nyata kegiatan ini berupa paparan rekomendasi strategis terkait roadmap Revolusi Mental ASN 2025-2030 dan reorientasi kurikulum diklat berbasis kompetensi lokal. Kesimpulannya, penguatan integritas, etos kerja, dan gotong royong melalui pendekatan ini menjadi fondasi strategis untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan nilai publik di Kota Jayapura. Kata kunci: advokasi partisipatif; ASN; public value governance; reformasi birokrasi; revolusi mental.

Penguatan Ekonomi KWT Srikandi Melalui Optimalisasi Digital Marketing Dan Diversifikasi Produk Olahan Cabai di Pringsewu

Amaliah, Khusnatul, Dani Rofianto, Tiara Kurnia Khoerunnisa, Fitri, Melisa, Armelsya, Kafka, Sekarsari, Ni Wayan Sevilla
Abstract: Abstract: This community service activity aims to strengthen the economy of the Srikandi Women Farmers Group (KWT) in Pekon Srikaton, Adiluwih District, Pringsewu Regency, through the implementation of digital marketing… and diversification of processed chili products. The main problems of KWT include limited skills in chili processing and low utilization of digital technology for marketing. The method used is Participatory Action Research (PAR), with stages of socialization, chili processing training, digital marketing training, mentoring, and evaluation. The training activities increased the skills of KWT members in processing chili peppers into various products such as chili flakes, chili powder, and chili oil, as well as improving their ability to utilize social media for promotion. The results of the evaluation showed a significant increase in technical skills, entrepreneurial interest, and motivation of members to develop a business based on chili derivative products. This activity has proven to be effective in encouraging the economic independence of women through the use of technology and product innovation. Keywords: chili; digital marketing; product diversification   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, melalui penerapan digital marketing dan diversifikasi produk olahan cabai. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan keterampilan dalam pengolahan cabai serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan sosialisasi, pelatihan pengolahan turunan cabai, pelatihan digital marketing, pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan pelatihan menghasilkan peningkatan keterampilan anggota KWT dalam mengolah cabai menjadi berbagai produk seperti bon cabai, cabai bubuk, dan chili oil, serta meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan media sosial untuk promosi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan teknis sebesar 60%, minat berwirausaha, dan motivasi anggota untuk mengembangkan usaha berbasis produk turunan cabai sebesar 20%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi produk. Kata kunci: cabai; digital marketing; diversifikasi produk

Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Pupuk Organik Dan Biogas di desa Branjang

Dewi, Christine Natalia, Darmaningsih, Arzunia Chalistica, Raafi Saputra, Adien Ar, Indra Murti, Siswati, Jundan Handhayani, Firstya
Abstract: Abstract: The cattle farming community in Branjang Village, Semarang Regency, faces a primary issue of livestock waste accumulation that has not been optimally managed. This condition results in environmental pollution,… unpleasant odors, and increased dependency on chemical fertilizers and liquefied petroleum gas (LPG). The main constraints are limited knowledge, skills, and access to waste processing technology. This community service program aims to optimize the utilization of cattle waste as organic fertilizer and alternative energy through the implementation of the Sustainability Techno-Integrated Agrofarm model. The method employed involves a participatory approach through extension, training, consultation, and the application of the appropriate MetaCow technology as a household-scale biogas digester. Program success was evaluated using pre-test and post-test instruments, analyzed by n-gain and paired sample t-test to assess improvements in participants’ knowledge and skills. The results demonstrate a significant enhancement in the community’s ability to process waste into economically valuable organic fertilizer and biogas, while also strengthening the institutional capacity of Sanggar Tani as a center for sustainable agricultural technology learning. This program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in clean energy, sustainable production, and environmental preservation. Keywords: biogas; digester; livestock waste; organic fertilizer; sustainable agriculture   Abstrak: Masyarakat peternak sapi di Desa Branjang, Kabupaten Semarang menghadapi permasalahan utama yakni penumpukan limbah ternak yang belum dikelola secara optimal. Hal ini berdampak pada pencemaran lingkungan, munculnya bau tidak sedap, serta meningkatnya ketergantungan akan pupuk kimia serta gas elpiji. Kendala atama adalah karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan, serta akses terhadap teknologi pengolahan limbah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah ternak sapi sebagai pupuk organik dan energi alternatif melalui penerapan model Sustainability Techno-Integrated Agrofarm. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan, konsultasi, dan penerapan teknologi tepat guna MetaCow sebagai digester biogas rumah tangga, serta evaluasi keberhasilan melalui pre-test dan post-test yang dianalisis melalui uji n-gain dan paired sample t-test untuk menilai peningkatan tingkat pemahaman serta keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi pupuk organik dan biogas yang bernilai ekonomis serta memperkuat kelembagaan Sanggar Tani sebagai pusat pembelajaran teknologi pertanian berkelanjutan. Program ini berkontribusi pada tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya energi bersih, produksi berkelanjutan, dan pelestarian lingkungan.  Kata kunci: biogas; digester; limbah ternak; pupuk organik; pertanian berkelanjutan