Search Articles & Publications

Showing 1852 articles found for "Memiliki"

Perbandingan Layanan Cloud Computing: Google Cloud Platform Dan Amazon Web Services Untuk Infrastruktur Web Services

Rizky Amalia, Zahra Ramadhani, Jeni Astuti, Sundari Melisa, Fenny Purwani
Abstract: Dalam era digital yang semakin berkembang, perusahaan dihadapkan pada pilihan platform cloud untuk mendukung infrastruktur web services mereka, di mana Amazon Web Services (AWS) dan Google Cloud Platform (GCP) merupakan… platform layanan cloud terbesar di dunia. Kedua platform ini memiliki perbedaan mendasar dalam hal efisiensi biaya, performa, fleksibilitas, skalabilitas, dan kemudahan penggunaan, sehingga masalah utama yang dihadapi perusahaan adalah bagaimana memilih platform yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan menggunakan metode literature review penulis menganalisis fitur-fitur utama yang ditawarkan oleh AWS dan GCP, serta membandingkan keduanya berdasarkan lima kriteria tersebut dengan tujuan memberikan panduan yang jelas bagi perusahaan dalam membuat pilihan. Hasil analisis menunjukkan bahwa GCP unggul dalam biaya dan kemudahan penggunaan, menjadikannya pilihan yang baik bagi pengguna baru dan perusahaan yang mencari solusi sederhana. Sebaliknya, AWS lebih cocok untuk perusahaan besar dengan kebutuhan fleksibilitas dan skalabilitas tinggi serta kontrol mendalam terhadap infrastruktur, terutama dalam hal keamanan melalui WAF. Sebagai saran, perusahaan yang mengutamakan biaya dan kemudahan sebaiknya mempertimbangkan GCP, sementara perusahaan dengan kebutuhan skala besar dan kontrol lebih kompleks disarankan memilih AWS, atau bahkan mempertimbangkan kombinasi dari keduanya untuk mengoptimalkan keunggulan masing-masing platform.

Penerapan Metode Pembelajaran Peer Lessons Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Siswa Kelas I Sd Negeri 64 Krui

Sriyanti
Abstract: Dalam kondisi   lingkungan pendidikan keluarga memiliki peran penting di dalam keberhasilan pendidikan. Dalam keluarga tentu akan ada orang tua, saudara, bahkan teman sebaya atau saudara sebaya yang memiliki perbedaan beberapa… beberapa tingkat kelas tentunya memiliki pengetahuan lebih. Dalam arti luas sumber belajar tidak harus selalu dari guru melainkan juga sumber belajar dari orang lain, seperti sumber belajar dari teman sekelas atau temannya di rumah yang memiliki kemampuan lebih untuk mengajarkan kepada temannya. Sumber belajar teman sebaya ini disebut Peer Lessons. Penerapan model pembelajaran Peer Lessons dalam Pembelajaran Pendidikan  Agama Hindu dapat meningkatkan prestasi/hasil belajar siswa di Kelas I SD Negeri 64 Krui. Prestasi/hasil belajar siswa  meningkat dari tingkat penguasaan materi dengan Rata-rata sebesar 74,5 atau Daya Serap 74,5% dan Ketuntasan Klasikal sebesar 77,2% dengan kategori Cukup Baik pada tahap observasi pada Siklus I, menjadi meningkat dengan Rata-rata sebesar 85,5 atau Daya Serap 85,5% dan dengan Ketuntasan Klasikal sebesar 100% dalam kategori Amat Baik pada tahap Siklus II.

Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Semangat Kerja Terhadap Komitmen Organisasional Pegawai Negeri Sipil Guru Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sintang

Muhammad Hafiz, Yeni
Abstract: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Kepuasan Kerja dan Semangat Kerja Terhadap Komitmen Organisasional Pegawai Negeri Sipil Guru Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sintang. Penelitian ini adalah penelitian&#8230; asosiatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, dengan jumlah responden sebanyak 31 responden. Alat analisis digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, koefisien korelasi (r), koefisien determinasi (????2), dan uji pengaruh simultan (uji F), uji pengaruh parsial (uji t). Dari hasil regresi linier berganda menunjukan persamaan Y = 3,676 + 0,279????1 + 0,326????2, nilai koefisien korelasi (r) yang diperoleh adalah sebesar 0,644, nilai koefisien determinasi (????2) yang diperoleh sebesar 0,414 atau 41,4%. Hasil tersebut menunjukan bahwa kepuasan kerja dan Semangat Kerja memberikan pengaruh terhadap Komitmen Organisasional sebesar 41,4%, sedangkan sisanya 58,6% merupakan peranan yang dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, dari hasil uji simultan (uji F) diperoleh nilai F hitung > F tabel, yaitu 9,904 > 3,340, dengan nilai signifikan sebesar 0,001 < 0,05. Dari hasil uji kelayakan regresi (Uji F) dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, Artinya terdapat pengaruh simultan bersama-sama antara Kepuasan kerja dan Semangat Kerja Terhadap Komitmen.Hasil (uji t) antara variabel Kepuasan kerja (X1) dan Variabel Komitmen Organisasi (Y) menunjukan nilai thitung 3,567 lebih kecil dari ttabel yaitu 2,045, dan memiliki signifikansi 0,001 > 0,05 dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima, artinya Kepuasan Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Komitmen Organisasional. Sedangkan Hasil Uji parsial ( uji t ) antara Variabel Semangat Kerja (X2) terhadap Variabel Komitmen Organisasional (Y) menunjukan Nilai thitung 3,289 lebih besar dari ttabel 2,045, dan memiliki signifikansi 0,003 < 0,05 dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima, artinya Semangat kerja secara parsial berpengaruh terhadap komitmen organisasi.

Perbandingan Capital Asset Pricing Model Dan Model Tiga Faktor Untuk Estimasi Stock Returns Tinjauan Pustaka Dengan Metode Prisma

Ardi Hirmansah
Abstract: Capital Asset Pricing Model (CAPM) adalah alat fundamental di bidang keuangan, yang dikembangkan oleh William Sharpe, yang membantu investor mengevaluasi karakteristik risiko dan pengembalian aset dan portofolio. CAPM memberikan&#8230; mberikan kerangka kerja untuk keputusan investasi yang terinformasi dengan menggabungkan faktor-faktor seperti suku bunga bebas risiko, beta aset, dan premi risiko pasar. Hal ini juga menentukan biaya modal bagi perusahaan, membantu dalam penganggaran modal dan proyek investasi. Model tiga faktor, yang merupakan perpanjangan dari CAPM, mencakup premi risiko pasar, premi ukuran, dan premi nilai. Model ini memungkinkan investor untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspektasi pengembalian suatu portofolio, sehingga menghasilkan strategi investasi yang lebih strategis dan dinamis. Dengan menganalisis ukuran dan nilai premi, investor dapat mengidentifikasi peluang di perusahaan kecil atau  saham yang dinilai terlalu rendah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. CAPM dan model tiga faktor memiliki kelebihan dan keterbatasan. CAPM menawarkan kerangka standar untuk membandingkan peluang investasi, meningkatkan kinerja portofolio, dan meningkatkan keuntungan secara keseluruhan. Model tiga faktor membantu investor memahami hubungan antara risiko dan pengembalian, mendiversifikasi portofolio, dan memanfaatkan anomali pasar. Namun, model-model ini mungkin mengabaikan risiko spesifik terkait industri atau faktor makroekonomi eksternal, sehingga menghasilkan kesimpulan yang bias dan pengambilan keputusan yang kurang optimal. Investor harus menggunakan pendekatan komprehensif terhadap manajemen portofolio, dengan mempertimbangkan analisis tambahan dan berbagai faktor untuk memitigasi risiko. Tinjauan literatur sistematis mengenai keuangan berkelanjutan dan keuangan hijau dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan mengikuti kerangka PRISMA. Proses ini mencakup mengidentifikasi kata kunci yang relevan, melakukan seleksi studi, mengekstraksi data yang relevan, menilai kualitas atau risiko bias, dan mensintesis temuan. Kesimpulannya, memahami berbagai model penilaian investasi dapat meningkatkan keterampilan investor dalam menavigasi pasar keuangan dan mencapai tujuan investasi mereka. Bukti empiris mendukung model tiga faktor, menunjukkan peningkatan akurasi dalam prediksi pengembalian aset. Dengan memasukkan faktor-faktor ini ke dalam strategi investasi, investor dapat menavigasi kompleksitas pasar dengan lebih baik dan membuat keputusan yang lebih tepat.

Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Di Desa Jambesari Kabupaten Jember

Aldi Rahman, Amelva Firstian Maulida, Naning Atika, Laila Nisfu Nikmah, Rivaldi Ari Satrio, Chichi Dian Pusphitasari, Heni Setyawati
Abstract: Limbah kulit kopi yang selama ini dianggap sebagai sampah memiliki potensi besar sebagai sumber pupuk organik cair. Pupuk cair ogranik merupakan salah satu solusi penanganan limbah kulit kopi yang dapat dilakukan untuk memberikan&#8230; emberikan nilai tambah pada limbah. Pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pehamanan petani tentang pembuatan pupuk organik serta menemukan bahwa tanaman kopi dari produksi lokal dapat diubah menjadi pupuk tanah yang kaya nutrisi, meningkatkan kualitas tanah dalam berbagai aspek seperti pertumbuhan tanaman, kesehatan tanah, dan kualitas panganMetode yang digunakan kegiatan pengabdian ini merupakan kombinasi antara metode ceramah (penyuluhan), dan praktik/pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah kulit kopi langsung di masyarakat petani kopi. Tujuan dilakukannya pengabdian ini diantaranya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Jambesari sehingga dapat mengurangi serta memanfaatkan limbah kulit kopi secara efektif dan untuk meningkatkan nilai ekonomis kulit kopi sebagai alternatif pilihan pemanfaatan kulit kopi. Kegiatan pengabdian ini di lakukan dengan cara pelatihan kepada masyarakat tentang pembuatan pembuatan Pupuk Organik Cair dari limbah kulit kopi. Hasil dari pelatihan Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai teknik pembuatan POC dan manfaatnya bagi pertanian. Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang disampaikan, dan banyak di antara peserta pelatihan berhasil menerapkan teknik yang dipelajari dalam praktik sehari-hari. Keterampilan yang diperoleh tidak hanya meningkatkan kualitas tanah, tetapi juga berpotensi meningkatkan hasil pertanian di desa tersebut, Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, karena dengan memanfaatkan limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna, mereka dapat menghasilkan pupuk organik yang dapat digunakan sendiri atau dijual. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan, tetapi juga untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

Gambaran Antara Pengetahuan Dan Sikap Kesiapsiagaan Tim Tanggap Darurat Dalam Menghadapi Kebakaran Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) X Jakarta Pusat Tahun 2024

Mario Hiskia Tambunan, Mugi Wahidin, Ade Heryana, Devi Angeliana Kusumaningtiar
Abstract: Rumah sakit merupakan salah satu tempat yang memiliki risiko kebakaran yang tinggi dimana terdapat potensi bahaya seperti distribusi Listrik,pemanas,adanya punting rokok dan bahan mudah terbakar. Kebakaran pernah terjadi&#8230; di gedung A rumah sakit pada tahun 2019 dan pada awal tahun 2023 serta tidak ada korban jiwa hanya kerugian material. Kesiapsiagaan kebakaran sangat penting agar potensi kebakaran dapat dikurangi dan dampaknya dapat diminimalisasi. Kesiapsiagaan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, sikap. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan antara Pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan tim tanggap darurat dalam menghadapi kebakaran di rumah sakit X Jakarta pusat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel sebanayak 90 orang, dengan teknik sampling yang digunakan teknik total sampling, yaitu keseluruhan anggota tim tanggap darurat dirumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk variabel pengetahuan, jumlah proporsi tertinggi responden dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 51 (56,7%) dan untuk untuk variabel sikap jumlah proporsi tertinggi responden dengan sikap baik sebanyak 48 (53,3%), serta untuk variabel kesiapsiagaan, jumlah proporsi tertinggi responden dengan kesiapsiagaan baik dapat diketahui sebanyak 46 (51,1%)

Sistem Kasta Dalam Agama Hindu Dan Implikasinya Terhadap Mobilitas Sosial Di Indonesia

Ni Kadek Masari, Eko Sukerno, Wayan Agus Wijaya, I Wayan Juniardika, Gede Mustika
Abstract: Sistem kasta dalam agama Hindu membagi masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti pekerjaan dan interaksi sosial, dengan dampak signifikan pada mobilitas sosial, terutama di&#8230; Bali sebagai pusat utama penyebaran Hindu di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem kasta dan implikasinya terhadap mobilitas sosial di Indonesia, dengan harapan memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan kesempatan sosial dan ekonomi bagi semua individu. Sistem kasta Hindu di Indonesia adalah adaptasi dari sistem kasta India yang mencakup empat varna utama: Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra, dengan perubahan lokal seperti ketiadaan kasta kelima. Kasta mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan upacara adat, dengan Brahmana dan Ksatria memiliki posisi yang lebih menguntungkan dibandingkan Sudra. Meskipun sistem kasta di Indonesia tidak seketat di India, ia tetap mempengaruhi mobilitas sosial dengan membatasi akses individu terhadap peluang sosial, ekonomi, dan pendidikan. Penelitian mengenai dampak sistem kasta menunjukkan bahwa meskipun ada peluang untuk mobilitas struktural, batasan kasta tetap berperan dalam menentukan akses dan kesempatan.

Pengaruh Praktik Keagamaan Hindu Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat Bali

Ni Wayan Purningsih, Ida Ayu Ketut Sri Yuliani, Erik Togio, Dawan, I Wayan Wahyu Diantara
Abstract: Agama Hindu memiliki sejarah panjang di Bali sejak abad ke-1 Masehi dan telah berakulturasi dengan budaya lokal, menciptakan bentuk kepercayaan yang unik dan integral dalam identitas budaya masyarakat Bali. Penelitian ini&#8230; i bertujuan menganalisis bagaimana praktik keagamaan Hindu membentuk norma sosial, interaksi komunitas, dan kohesi sosial di Bali, serta memberikan wawasan untuk pelestarian budaya dan pengembangan komunitas. Praktik keagamaan Hindu mempengaruhi kehidupan sosial di Bali dengan mengatur struktur masyarakat melalui sistem kasta, meskipun tidak lagi seketat dulu, dan tetap mempengaruhi pembagian kerja serta interaksi sosial. Upacara keagamaan dan festival mempererat hubungan sosial dan solidaritas melalui kegiatan bersama seperti doa dan makan bersama, sementara ajaran karma dan dharma mendorong perilaku etis yang mendukung harmoni sosial dii Bali. Mekanisme penebusan dosa dan upacara pemurnian membantu menyelesaikan konflik, dan para pemuka agama memainkan peran penting dalam memelihara nilai-nilai moral dan etika, serta mempromosikan toleransi dalam masyarakat.

Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Reward Tahunan Untuk Guru Smkn 1 Muara Labuh Memanfaatkan Pendekatan MAUT (Multy Attribute Utility Theory)

Nadia Astri Wulandari
Abstract: Sekolah adalah lembaga tempat siswa mendapat pengajaran dibawah pengawasan seorang guru. Setiap daerah besar memiliki sistem pendidikan formal yang umumnya diwajibkan. Pemberian reward adalah bentuk insentif yang diberikan&#8230; an kepada guru yang mampu bekerja sedemikian rupa, sehingga tingkat keahlian dan keterampilan yang baku terlampaui, sehingga sekolah pantas memberikan reward sebagai hadiah untuk guru. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam pemberian penghargaan kepada guru, khususnya dalam proses pemilihan guru yang memenuhi syarat untuk menerima reward yang tidak transparan. Pada permasalahan di atas diperlukan suatu sistem yang dapat memberikan panduan untuk mengevaluasi hasil rekomendasi reward guru dengan cepat dan akurat, dengan tingkat ketepatan dan akurasi yang tinggi. Sistem seperti ini dikenal dengan nama Decision Support System (DSS) atau Sistem Pendukung Keputusan (SPK).

Pemanfaatan Alam Dengan Pelatihan Pembuatan Ecoprint Pada Desa Sukomakmur Dusun Krandegan Kabupaten Magelang

Ardhana Raka Pramudya, Rani Herawati, Suci Lestari, Restu Septi Hariyanti, Muhammad Rangga Putra A., Mukhammad Ragil Juniarta, Nuzulia Rahma Nisa’ Unnida, Frizaz Naufal Ahmad Zaki, Septian Dwi Martono, Diva Oktaviani, Raka Mahendra Sulistiyo
Abstract: Pewarna sintetis memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, sehingga dilakukan upaya untuk kembali memanfaatkan pewarna alami (back to nature) sebagai alternatif pengganti pewarna kimia yang berbahaya bagi alam dan penggunaannya.&#8230; ggunaannya. Salah satu tren yang muncul adalah pewarnaan tekstil menggunakan teknik ecoprint. Tim KKN melakukan kegiatan pelatihan pembuatan ecoprint pada Desa Sukomakmur, Dusun Krandegan, Kabupaten Magelang dengan tujuan warga dapat memanfaatkan alam sekitar dengan pembuatan ecoprint menggunakan limbah daun yang berada pada lingkungan dusun. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan praktik pembuatan ecoprint. Pelatihan ecoprint dilakukan dengan kolaborasi tim KKN dengan peserta yaitu ibu-ibu Dusun Krandegan. Bahan yang digunakan yaitu daun tanaman yang ada disekitar Dusun Krandegan seperti daun labu siam, daun paku, daun pepaya, dan bunga. Dari perspektif lingkungan, ecoprint mendorong penggunaan bahan alami dan ramah lingkungan dalam proses pencetakan motif pada kain, mengurangi ketergantungan pada pewarna sintetis berpotensi mencemari lingkungan. Secara ekonomi, pelatihan ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya dalam produksi kain dan produk kerajinan bernilai tinggi, yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Sisi sosial, pelatihan ecoprint memperkuat komunitas dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat dalam kegiatan kreatif dan kolaboratif. Hal ini mendorong masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan mengapresiasi kekayaan alam yang ada.