Abstract:Dalam era globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, pengenalan merek menjadi kunci utama dalam strategi pemasaran suatu perusahaan. Salah satu aspek penting dalam memperkuat kesadaran merek adalah melalui penggunaan…
ggunaan Brand Ambassador, yaitu tokoh atau selebriti yang dianggap mampu mewakili dan mempromosikan merek perusahaan. Brand ambassador sendiri adalah seseorang atau sekelompok orang yang dipekerjakan oleh perusahaan atau organisasi untuk mempromosikan suatu barang maupun jasa. Sampel akan dipilih dengan tujuan memperoleh variasi dalam usia, jenis kelamin, latar belakang sosial, dan tingkat penggunaan media sosial. Data akan dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan responden. Wawancara akan dilakukan secara tatap muka atau melalui wawancara daring, tergantung pada preferensi responden. Brand ambassador menjelma menjadi sebuah suatu aspek penting dalam bidang promosi ditengah ketatnya persaingan. Dari Brand Ambassador kita dapat memperluas informasi produk atau jasa yang kita sedang kita kembangkan. Menurut Pernyataan dari Royan, 2004 « Penggunaan brand ambassador dilakukan oleh perusahaan untuk memengaruhi atau mengajak konsumen. Hal ini bertujuan agar konsumen tertarik menggunakan produk, terlebih karena pemilihan brand ambassador biasanya didasarkan pada pencitraan melalui seorang selebrititas yang terkenal» Peran Brand Ambassador terhadap kepercayaan konsumen Semakin tinggi tingkat popularitas seorang duta merek atau Brand Ambassador, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan konsumen.
Abstract:Kejahatan genosida merupakan salah satu kejahatan paling serius di bawah yurisdiksi Mahkamah Pidana Internasional, sebagaimana diatur dalam Statuta Roma. Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis yuridis terhadap kasus…
s kejahatan genosida dalam konteks Statuta Roma, dengan fokus pada periode konflik regional yang melibatkan kekerasan etnis dan agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis dengan menganalisis teks Statuta Roma, keputusan Mahkamah Pidana Internasional terkait kejahatan genosida, serta studi kasus konkret pada periode konflik regional yang tercatat dalam sejarah hukum internasional. Data primer dan sekunder digunakan untuk mendukung analisis dan temuan. Analisis mendalam terhadap Statuta Roma menunjukkan pengertian dan unsur-unsur kejahatan genosida yang dijelaskan secara rinci. Studi kasus periode konflik regional mengungkapkan tantangan dalam identifikasi, penuntutan, dan pengadilan terhadap pelaku kejahatan genosida. Keberhasilan atau kegagalan penanganan kasus tersebut secara yuridis dipengaruhi oleh kerja sama internasional, politik regional, dan faktor-faktor kontekstual. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang kejahatan genosida dalam konteks Statuta Roma dan mengidentifikasi kendala serta potensi solusi dalam penanganan kasus kejahatan serius ini. Rekomendasi disajikan untuk memperkuat kerja sama internasional, memperbaiki sistem peradilan internasional, dan meningkatkan kesadaran global terhadap perlunya penegakan hukum terhadap kejahatan genosida.Studi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman yuridis mengenai kejahatan genosida dalam Statuta Roma, khususnya dalam konteks konflik regional. Implikasi dan rekomendasi dapat menjadi landasan untuk perbaikan sistem peradilan internasional dan penanganan kejahatan serius di masa depan.
Abstract:Kebijakan agraria memainkan peran kunci dalam mengelola sumber daya alam dan mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama dalam konteks pertanian dan pemanfaatan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas…
kebijakan agraria dalam mencapai tujuan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi. Dengan mengadopsi pendekatan analisis kebijakan, studi ini meninjau implementasi kebijakan agraria yang ada dan dampaknya terhadap aspek lingkungan dan ekonomi. Hasil evaluasi diintegrasikan untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan keberlanjutan agraria. Penelitian ini menyoroti tantangan-tantangan yang dihadapi kebijakan agraria dalam mencapai keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi. Temuan mengidentifikasi kebijakan yang telah berhasil serta kelemahan yang perlu diperbaiki. Rekomendasi kebijakan melibatkan langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, merangsang investasi berkelanjutan, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan agraria. Dengan mengevaluasi kebijakan agraria secara menyeluruh, penelitian ini memberikan wawasan yang diperlukan bagi perumusan kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi di sektor agraria. Implikasi hasil penelitian ini dapat membantu pemerintah, lembaga pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperbaiki arah dan pelaksanaan kebijakan agraria guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Abstract:Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa mata pelajaran IPAS tentang Keragaman Indonesia menggunakan metode Mind Mapping (M2M) pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Kebon Jeruk. Penelitian ini…
merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Kebon Jeruk tahun ajaran 2023/2024 dengan jumlah 37 siswa. Pada pratindakan persentase ketuntasan siswa baru mencapai 5,4%, setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I persentase ketuntasan siswa meningkat menjadi 62,2%, pada siklus II 78,4 dan siklus III meningkat menjadi 88,2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model mind map dapat meningkatkan pembelajaran IPAS serta mendapatkan respon positif terhadap metode yang digunakan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran vital kepemimpinan dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) dan dampaknya terhadap produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi tenaga kerja yang berkualitas. Fokus penelitian…
an ini adalah untuk memahami bagaimana kepemimpinan dalam konteks SDM mempengaruhi produktivitas pegawai, pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan karyawan, serta bagaimana hal tersebut berdampak pada efektivitas organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan kajian pustaka. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami peran vital kepemimpinan dalam manajemen SDM dan dampaknya terhadap produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi tenaga kerja yang berkualitas secara mendalam. Penelitian ini juga menggunakan kajian pustaka sebagai metode untuk mengumpulkan informasi dan pemahaman yang komprehensif tentang teori-teori kepemimpinan, manajemen SDM, produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi tenaga kerja. Dalam kajian pustaka, peneliti mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan artikel terkait topik penelitian. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan kajian pustaka, penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang peran vital kepemimpinan dalam manajemen SDM dan dampaknya pada produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi tenaga kerja yang berkualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam manajemen SDM memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas pegawai. Gaya kepemimpinan yang efektif, seperti memberikan arahan yang jelas, memotivasi pegawai, dan memberikan dukungan yang tepat, dapat meningkatkan produktivitas individu dan tim kerja secara keseluruhan. Penelitian ini menemukan bahwa gaya kepemimpinan juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Pemimpin yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif, memberikan pengakuan dan apresiasi, serta memfasilitasi pengembangan karir karyawan, dapat meningkatkan kepuasan kerja mereka. Kepuasan kerja yang tinggi berkontribusi pada motivasi dan keterlibatan karyawan, yang pada gilirannya berdampak positif pada efektivitas organisasi. Penelitian ini menunjukkan pula bahwa kepemimpinan dalam manajemen SDM juga berperan penting dalam retensi tenaga kerja yang berkualitas. Praktik manajemen yang mendukung pengembangan karir, memberikan kesempatan pelatihan dan pengembangan, serta menciptakan lingkungan kerja yang positif dan inklusif, dapat meningkatkan retensi tenaga kerja. Pemimpin yang mampu membangun hubungan yang baik dengan karyawan, memberikan dukungan, dan memperhatikan kebutuhan mereka, dapat menciptakan ikatan yang kuat antara karyawan dan organisasi, sehingga mengurangi tingkat pergantian karyawan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan kepemimpinan yang efektif dalam konteks SDM, implementasi praktik manajemen yang mendukung, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan inklusif. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi, kepuasan karyawan, dan mempertahankan tenaga kerja yang berkualitas.
Abstract:Hasil belajar merupakan hal yang dapat menunjukan tingkat keberhasilan pendidikan dalam mewujudkan harapan bangsa. Hasil belajar dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, dan faktor internal yang salah satunya ialah lingkungan…
ungan sekolah (faktor eksternal) dan sikap belajar siswa (faktor internal). lingkungan sekolah yang baik dan sikap yang baik akan menunjang pada peningkatan hasil belajar peserta didik tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Dan yang menjadi populsinya ialah speserta didik Di Mts Nurul Amal Sukatani Kuala dengan mengmabil sampel 2 kelas, yaitu kelas VII dan VIII sebanyak 58 peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh lingkungan sekolah terhadap tingkah laku peserta didik di MTs Nurul Amal Suka Tani Kuala. Lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada peserta didik MTs Nurul Amal Suka Tani Kuala. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode statistik deskriptif dan regresi untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel lingkungan sekolah dengan tingkah laku peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi informasi bagi pihak sekolah dalam mengembangkan strategi dan kebijakan untuk meningkatkan lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan positif peserta didik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara metode pembelajaran Al-Quran dengan minat belajar peserta didik di MTs Al-Waslahiyah 30 Kebun Lada. Metode pembelajaran Al-Quran menjadi fokus penelitian karena…
ena memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik di sekolah menengah. MTs Al-Waslahiyah 30 Kebun Lada dipilih sebagai lokasi penelitian karena sekolah ini memiliki pendekatan khusus dalam penerapan metode pembelajaran Al-Quran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional untuk menganalisis hubungan antara metode pembelajaran Al-Quran dan minat belajar peserta didik. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi terhadap peserta didik di MTs Al-Waslahiyah 30 Kebun Lada. Analisis statistik, seperti korelasi Pearson, digunakan untuk mengidentifikasi sejauh mana hubungan antara variabel tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak metode pembelajaran Al-Quran terhadap minat belajar peserta didik. Implikasi penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pihak sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Quran, sehingga dapat merangsang minat belajar peserta didik secara efektif. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan sumbangan konseptual dan praktis bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya pada tingkat menengah.
Abstract:Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan inisiatif untuk mendorong terwujudnya Profil Pelajar Pancasila melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis…
enganalisis permasalahan yang muncul dalam implementasi P5 melalui kurikulum Merdeka. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menggali konsep terkait penerapan Penguatan Profil Siswa Pancasila pada kurikulum Merdeka di sekolah, dengan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan P5 dalam kurikulum Merdeka dapat membentuk karakter dan watak siswa sesuai dengan standar kompetensi yang diharapkan. Metode proyek dengan pendekatan observasi dan pemecahan masalah lingkungan hidup menjadi cara efektif untuk menerapkan P5 dalam kurikulum Merdeka. Faktor pendukung yang signifikan dalam penerapan P5 melibatkan dukungan dari lingkungan sekitar, keluarga, kemajuan teknologi, peran guru, interaksi dengan teman sebaya, dan keterlibatan dalam masyarakat. Tantangan utama dalam menerapkan P5 pada kurikulum Merdeka adalah sejauh mana guru bersedia mengintegrasikan P5 sebagai bagian integral dari kurikulum tersebut. Solusi yang dapat diambil untuk mengatasi tantangan ini adalah melalui penyelenggaraan pelatihan atau lokakarya khusus bagi para guru guna meningkatkan keterampilan mereka dalam mengintegrasikan P5 ke dalam proses pengajaran. Penerapan P5 pada kurikulum Merdeka diharapkan dapat memperkuat identitas nasional anak bangsa Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
Abstract:Guru sebagai pendidik yang profesional harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogis yang dimaksud meliputi kemampuan…
puan dalam memahami karakter peserta didik, kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran, serta kemampuan mengembangkan peserta didik. Kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran berkaitan dengan kemampuan guru dalam menyusun Modul Ajar (RPP Plus dalam Kurikulum Merdeka) dan menyiapkan media pembelajaran yang menarik. Tujuan utama pengguanan media pembelajaran berbasis ICT ialah efisiensi waktu dan pemahaman siswa dalam memahami materi. Selain itu berkesinambungan dengan orientasi SDGs (Sustainable Development Goals) dalam pendidikan yaitu “Tujuan 4: Pendidikan berkualitas (Quality education)-Memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang, dan mempromosikan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan”. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran serta memberi pengalaman kepada guru dalam menyusun Modul Ajar berbasis ICT (E-Modul Ajar). Adapun metode kegiatan ini yaitu metode diskusi presentasi (sharing pengetahuan) dan simulasi penyusunan Modul Ajar dengan Canva dan FlipHTML5. Evaluasi keberhasilan dari program ini dilakukan dengan penyebaran kuisioner setelah dilakukan kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini mendapat respons positif dari guru untuk melanjutkan kegiatan serupa serta kemampuan guru bertambah dengan adanya pelatihan penyusunan Modul Ajar.
Abstract:Pemilu merupakan momen penting dalam kehidupan demokrasi di Indoensia. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah tingkat pemahaman informasi media sosial di kalangan pemilih, terutama pada tingkat dasawisma. Kegiatan…
an pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan strategi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman informasi media sosial bagi kelompok dasawisma guna mendukung terbentuknya pemilih cerdas menjelang Pemilu. Metode penelitian ini mencakup identifikasi kebutuhan melalui studi awal di tingkat dasawisma, desain program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan, dan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif dari anggota kelompok. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pemahaman informasi media sosial sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman informasi media sosial di kalangan kelompok dasawisma. Strategi yang melibatkan sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan penerapan langsung di media sosial telah berhasil membangun kesadaran dan keterampilan dalam memahami serta menyaring informasi yang diterima. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam konteks peningkatan literasi politik di tingkat masyarakat dasawisma dan memberikan landasan bagi pengembangan strategi serupa di komunitas sejenis. Peningkatan pemahaman informasi media sosial diharapkan dapat membantu pemilih dalam membuat keputusan yang lebih informasional dan cerdas saat menghadapi Pemilu, yang pada gilirannya dapat memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal.