Abstract:Abstract: This community service program at UMKM Adinda Food was conducted to address several managerial issues, including unstructured financial recording, unclear division of labor, and limited marketing practices. Using…
ng field observation, in-depth interviews, SWOT analysis, and implementation-based coaching, the program produced practical solution models consisting of simplified financial recording, standardized workflow arrangements, and the introduction of digital marketing practices. The results indicate that hands-on and context-based approaches effectively improve the SME owner's understanding of efficient and adaptive business management. This program contributes to current knowledge on contextual SME assistance strategies and provides a basis for applying similar models to other small enterprises with comparable characteristics.
Keywords: digital marketing; simple accounting; sme management; workflow.
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat pada UMKM Adinda Food dilaksanakan untuk menjawab permasalahan manajemen usaha, terutama pencatatan keuangan yang tidak terstruktur, pembagian kerja yang kurang jelas, serta pemasaran yang masih terbatas pada penjualan langsung. Melalui metode observasi lapangan, wawancara mendalam, analisis SWOT, dan pendampingan implementatif, kegiatan ini menghasilkan model solusi yang dapat digunakan UMKM secara praktis, meliputi pencatatan keuangan sederhana, pola kerja terstandarisasi, dan pengenalan pemasaran digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis praktik mampu meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap tata kelola usaha yang efisien dan adaptif. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan mengenai strategi pendampingan UMKM yang kontekstual, serta membuka peluang penerapan model serupa pada usaha kecil lainnya dengan karakteristik sejenis.
Kata kunci: akuntansi sederhana; manajemen sdm; pemasaran digital; UMKM.
Abstract:Abstract: Women's political participation is an important aspect in sustainable village development. However, the involvement of women including the PKK group in Ledug village, Kembaran sub-district, Banyumas faces obstacles…
cles ranging from a lack of understanding of political participation, village development, low education levels, time constraints, and traditional mindsets. This community service activity aims to increase the understanding, capacity, and political participation of women in the PKK group in Ledug village, Kembaran sub-district, especially in the village development process. The methods used include FGD, direct observation, counseling, and village forum simulations. The results of the activity show that the PKK Ledug group has a high motivation to be involved in village development but still faces obstacles such as limited information regarding village political mechanisms and lack of self-confidence. After the community service was implemented, the PKK Ledug group was able to convey aspirations in a more structured manner. The village forum simulation showed an increase in the activeness of the PKK Ledug group in discussions and submitting program proposals. This community service proves that political awareness can be an effective strategy to increase the contribution of the PKK Ledug group in village development.
Keywords: women's political participation, village development
Abstrak: Partisipasi politik perempuan merupakan aspek penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Namun, keterlibatan Perempuan termasuk kelompok PKK di desa Ledug kecamatan Kembaran, Banyumas menghadapi hambatan mulai kurangnya pemahaman tentang partisipasi politik, pembangunan desa, tingkat Pendidikan rendah, kendala waktu, pola pikir yang masih tradisional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, partisipasi politik perempuan kelompok PKK di desa Ledug, kecamatan Kembaran terutama proses Pembangunan desa. Metode yang digunakan meliputi FGD,observasi langsung,penyuluhan, simulasi forum desa. Hasil kegiatan menunjukkan kelompok PKK Ledug memiliki motivasi tinggi untuk terlibat dalam pembangunan desa tapi masih menghadapi kendala seperti keterbatasan informasi terkait mekanisme politik desa, minimnya kepercayaan diri.Setelah pengabdian dilaksanakan, kelompok PKK Ledug dapat menyampaikan aspirasi secara lebuh terstruktur.Simulasi forum desa memperlihatkan peningkatan keaktifan kelompok PKK Ledug dalam berdiskusi, mengajukan usulan program. Pengabdian ini membuktikan bahwa penyadaran politik dapat menjadi strategi efektif dapat meningkatkan konstribusi kelompok PKK Ledug dalam Pembangunan desa.
Kata kunci: partisipasi politik perempuan, pembangunan desa
Abstract:Abstract: The fisheries and livestock sectors in South Lampung Regency are among the main contributors to the local economy. However, this abundance of resources does not ensure adequate animal protein intake for the local…
al community. Low public awareness of animal protein consumption, limited knowledge of processing and value, and suboptimal utilization of local food resources in South Lampung mean that most fisheries and livestock products are still sold fresh. Lecturers in the Agricultural Technology Department, Politeknik Negeri Lampung, conducted outreach and training on the handling and processing of fisheries and livestock products to broaden the horizons of agricultural representatives in South Lampung Regency. The program included outreach and training on the importance of animal protein, selecting high-quality, fresh ingredients, and implementing hygiene principles in the production process. Participants also learned skills in meatball making, packaging, and proper storage. This program is expected to enhance the community's thinking skills, creativity, and skills, increase animal protein consumption, and boost community income by processing local food sources into superior products that are characteristic of South Lampung Regency.
Keywords: meatball; food diversification; added value; community service; animal protein
Abstrak: Sektor perikanan dan peternakan di Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu kontributor utama bagi ekonomi lokal. Namun faktanya, melimpahnya sumber daya tersebut tidak menjadikan asupan protein hewani masyarakat sekitarnya tercukupi dengan baik. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi protein hewani, terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan dan nilai tambah, serta belum optimalnya pemanfaatan sumber pangan lokal di Lampung Selatan menyebabkan sampai saat ini kebanyakan hasil perikanan dan peternakan masih dijual dalam bentuk segar. Sosialisasi dan pelatihan mengenai penanganan hingga pengolahan hasil perikanan dan peternakan dilakukan oleh Dosen Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Lampung, untuk membuka wawasan bagi perwakilan usaha tani di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahap sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya protein hewani, pemilihan bahan baku yang baik dan segar, serta proses produksi yang menerapkan prinsip higienitas. Peserta juga mendapatkan keterampilan membuat bakso, proses pengemasan, dan penyimpanan yang baik. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir, kreativitas dan keterampilan masyarakat, meningkatkan angka konsumsi protein hewani, dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengolahan sumber pangan lokal menjadi produk unggulan dan ciri khas Kabupaten Lampung Selatan.
Kata kunci: bakso; diversifikasi olahan; nilai tambah; pengabdian; protein hewani
Abstract:Abstract: The marriage of Islamic boarding school students (santri) has great potential to become a role model and be considered a potential example in marriage by the community, because it is not only based on legal provisions,…
visions, but also deeply rooted in religious values. As a concrete step, the community service team compiled a Marriage Preparation handbook that is relevant to santri, made in a practical manner and equipped with attractive pictures. The method used was Participatory Action Research (PAR). This community service activity was carried out at the Irsyaduth Tholabah Islamic Boarding School in Bojonegoro and was attended by 55 santri consisting of male and female santri aged 17-22 years. The results of the community service showed that 49% of participants fully understood the material in the Marriage Preparation handbook that had been disseminated, and 82% of participants stated that this activity was very useful and served as a guideline for them before getting married. Through this community service, it is hoped that divorce among students can be avoided.
Keywords: islamic boarding school student (santri); marriage; handbook; divorce
Abstrak: Pernikahan santri memiliki potensi besar untuk menjadi role model dan dianggap sebagai panutan potensial dalam pernikahan oleh masyarakat, karena tidak hanya berlandaskan pada ketentuan hukum, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai agama. Sebagai langkah konkrit, tim pengabdian menyusun handbook Persiapan Nikah yang relevan bagi santri, dibuat secara praktis dan dilengkapi dengan gambar menarik. Metode yang digunakan yaitu participatory Action Research (PAR). Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Pesantren Irsyaduth Tholabah Bojonegoro dan diikuti oleh 55 santri yang terdiri dari santri putra dan santri putri dengan rentang usia 17-22 tahun. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 49% peserta sangat paham dengan materi handbook Persiapan Nikah yang telah disosialisasikan dan 82% peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan menjadi pedoman bagi mereka sebelum melangsungkan pernikahan. Melalui pengabdian ini, diharapkan perceraian di kalangan santri dapat terhindari.
Kata kunci: santri; pernikahan; handbook; perceraian
Abstract:Abstract: This community service program aims to empower the Sumber Harapan Farmers Group located in Gurun Laweh, Nangga-lo District, Padang City through the application of BUDIKDAMBER (Fish Cultivation in Buckets) as a…
form of urban farming innovation. Urban farming is a strategic solution to address the challenges of limited land and increasing food needs in urban areas. The implementation method in this community service program consists of five methods, namely Socialization, Training, Technology Application, Mentoring, Monitoring and Evaluation. And through this activity, the Sumber Harapan Farmers Group was equipped with knowledge and skills in integrating catfish cultivation with vegetable crops (BUDIKDAMBER). The results of the Community Service Program showed an increase in the knowledge and skills of the Sumber Harapan Farmers Group from 20% to 87.31% after the community service program was implemented with a Very Good category. This shows that the application of BUDIKDAMBER technology is able to increase the participation of the Sumber Harapan Farmers Group and support food security as well as strengthen the spirit of household independence of the Farmers Group Towards Golden Indonesia 2045.
Keywords:; budikdamber; food security; community empowerment; urban farming.
Abstrak: Program pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Sumber Harapan yang berlokasi di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang melalui penerapan Teknologi BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan Lele dalam Ember) sebagai bentuk inovasi pertanian perkotaan (Urban Farming). Urban Farming menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadapi tantangan dalam keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan di wilayah perkotaan. Metode pelaksanaan dalam program pengabdian ini terdiri atas lima metode, yaitu Sosialisasi, Pelatihan, Penerapan Teknologi, Pendampingan, Monitoring dan Evaluasi. Dan melalui kegiatan tersebut maka Kelompok Tani Sumber Harapan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan tanaman sayuran (BUDIKDAMBER). Hasil Program Pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Sumber Harapan dari 20% menjadi 87,31% setelah dilaksanakan program pengabdian dengan kategori Baik Sekali. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi BUDIKDAMBER mampu meningkatkan partisipasi Kelompok Tani Sumber Harapan dan mendukung ketahanan pangan serta memperkuat semangat kemandirian rumah tangga Kelompok Tani Menuju Indonesia Emas 2045.
Kata kunci: budikdamber; ketahanan pangan; pemberdayaan masyarakat; urban farming.
Abstract:Abstract: Bullying in Indonesian elementary schools continues to pose a significant threat to students' safety and well-being. In order to improve anti-bullying literacy, increase social awareness, and promote a secure…
and welcoming school environment, the "Building a Child-Friendly School Climate: Bullying Prevention Program in Elementary Schools" program was put into place. Thirty-two pupils in grades IV–VI participated in the one-day participatory activity at SDN 010029 Perkebunan Sukaraja Village, Asahan Regency. Ice-breaking, conversation, role-playing, storytelling, poster-making, and introspection were among the techniques employed. A Likert-scale questionnaire evaluation revealed an average overall score of 3.75 (very good category), with material understanding (3.81) and applicability to school life (3.78) showing the greatest signs.Students' awareness, empathy, and bravery in confronting bullying increased, according to qualitative data. The activity's outcomes show that a practical, experience-based approach is successful in fostering a school climate that is kid-friendly and establishing anti-bullying ideals. From a scientific perspective, this program helps primary schools create models of violence prevention and character education that align with the national PPKSP and Child-Friendly Schools regulations. It is hoped that this program will be adopted as a routine school activity.
Keywords: anti-bullying literacy; school climate; bullying; child-friendly schools; elementary education
Abstrak: Perundungan (bullying) di sekolah dasar masih menjadi tantangan serius bagi kesejahteraan dan rasa aman peserta didik di Indonesia. Program Membangun Iklim Sekolah Ramah Anak: Program Pencegahan Perundungan di Sekolah Dasar dilaksanakan untuk memperkuat literasi anti-perundungan, meningkatkan kesadaran sosial, dan menumbuhkan budaya sekolah yang aman serta inklusif. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif selama satu hari di SDN 010029 Desa Perkebunan Sukaraja, Kabupaten Asahan, dengan melibatkan 32 siswa kelas IV–VI. Metode yang digunakan mencakup ice-breaking, diskusi, storytelling, permainan peran, pembuatan poster, dan refleksi. Evaluasi melalui angket skala Likert menunjukkan rata-rata skor keseluruhan sebesar 3,75 (kategori sangat baik), dengan indikator tertinggi pada keterpahaman materi (3,81) dan relevansi dengan kehidupan sekolah (3,78). Data kualitatif memperlihatkan peningkatan kesadaran, empati, dan keberanian siswa menolak perundungan. Hasil kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis pengalaman langsung efektif dalam menanamkan nilai-nilai anti-perundungan dan memperkuat iklim sekolah yang ramah anak. Secara ilmiah, program ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan di sekolah dasar yang sejalan dengan kebijakan nasional PPKSP dan Sekolah Ramah Anak. Program ini diharapkan diadopsi sebagai kegiatan rutin sekolah. Keterbatasan kegiatan yang dilaksanakan satu hari masih menyisakan ruang untuk penguatan program secara berkelanjutan melalui aktivasi Satgas PPKSP.
Kata kunci: Perundungan; Iklim Sekolah; Sekolah Ramah Anak; Literasi Anti-Perundungan; Pendidikan Dasar
Abstract:Abstract: Pokdakan Tani Makmur in Asahan Regency faced low sales of fresh catfish due to intense price competition in the local market. This community service program aimed to increase the economic value of catfish farming…
ing through product diversification into catfish nuggets and the application of Electronic Customer Relationship Management (E-CRM) as a supporting tool for digital marketing. The activities included socialization, production and packaging training, implementation of social media–based E-CRM, and Break Even Point (BEP) analysis to assess business feasibility. The results showed an improvement in partners’ skills in processing and marketing catfish products. With a monthly production capacity of 30 kg, where 1 kg yields 40 pieces or 10 packs of nuggets priced at IDR 5,000 per pack, partners achieved a monthly turnover of approximately IDR 1,500,000. The BEP analysis indicated an equilibrium point at 100 kg or around three months of operation with fixed costs of IDR 1,500,000. The E-CRM system served as a supporting medium to promote products and expand market visibility, while the main factors driving sales growth were product diversification and improved quality. This activity has implications for enhancing competitiveness and economic independence among small-scale fish farming groups.
Keywords: BEP; catfish nugget; diversification; E-CRM; Pokdakan Tani Makmur
Abstrak: Pokdakan Tani Makmur di Kabupaten Asahan menghadapi permasalahan rendahnya penjualan lele segar akibat tingginya persaingan harga di pasar lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya melalui diversifikasi produk olahan menjadi nugget lele serta penerapan Electronic Customer Relationship Management (E-CRM) sebagai pendukung strategi pemasaran digital. Tahapan pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan produksi dan pengemasan, penerapan E-CRM berbasis media sosial, serta analisis Break Even Point (BEP) untuk menilai kelayakan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam produksi dan pemasaran produk olahan. Dengan kapasitas produksi 30 kg per bulan, di mana 1 kg menghasilkan 40 potong atau 10 bungkus nugget dengan harga Rp5.000 per bungkus, mitra memperoleh omzet sekitar Rp1.500.000 per bulan. Analisis BEP menunjukkan titik impas pada 100 kg produksi atau sekitar tiga bulan operasional dengan biaya tetap Rp1.500.000. Penerapan E-CRM berperan mendukung promosi dan memperluas informasi produk, sementara faktor utama peningkatan penjualan berasal dari diversifikasi dan kualitas produk olahan. Kegiatan ini berimplikasi pada peningkatan daya saing dan kemandirian ekonomi kelompok pembudidaya ikan di daerah.
Kata kunci: BEP; diversifikasi; E-CRM; nugget lele; Pokdakan Tani Makmur
Abstract:Abstract: This Community Service Program (PKM) activity aims to provide socialization and practical implementation of QRIS-based cashless donation services for the administrators and congregation of the Hidayatul Islamiyah…
ah Mosque in Madong Village. In the current digital era, there has been a change in congregation behavior, and people are increasingly accustomed to conducting non-cash transactions through digital platforms such as mobile banking. However, the donation system in mosques is still dominated by conventional methods, such as using cash donation boxes, so congregations that do not carry physical cash experience obstacles in distributing donations. Furthermore, BKM also does not have an adequate understanding and infrastructure to manage the digital donation system optimally. This PKM activity was attended BKM administrators and congregation representatives. The methods used were participatory socialization, mentoring, and direct implementation. The activity results showed a knowledge transfer from the implementation team to the mosque management regarding the benefits and governance of digital donations. The main output of this activity is the realization of the implementation of digital donation services through the provision of QRIS codes connected to mosque accounts, equipped with standing banners placed in strategic areas of the mosque to facilitate the congregation in making donations practically and efficiently.
Keywords: digitalization; cashless donations; mosques; improved donation services; QRIS.
Abstrak: Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan implementasi praktis mengenai layanan donasi cashless berbasis QRIS bagi pengurus dan jemaah masjid Hidayatul Islamiyah Kampung Madong. Di era digital saat ini, terjadi perubahan perilaku jemaah yang semakin terbiasa melakukan transaksi non-tunai melalui platform digital seperti mobile banking. Namun demikian, sistem donasi di masjid masih didominasi oleh metode konvensional menggunakan kotak amal tunai, sehingga jemaah yang tidak membawa uang fisik mengalami kendala dalam menyalurkan donasi. Selain itu, pengurus masjid (BKM) juga belum memiliki pemahaman dan infrastruktur yang memadai untuk mengelola sistem donasi digital secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis bagaimana donasi digital mampu meningkatkan kemudahan dan partisipasi jemaah. Kegiatan PkM ini dihadiri oleh para pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan perwakilan jemaah. Metode yang digunakan adalah sosialisasi-partisipatif, pendampingan, dan implementasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya transfer pengetahuan dari tim pelaksana kepada pengurus masjid terkait manfaat dan tata kelola donasi digital. Output utama dari kegiatan ini adalah terwujudnya implementasi layanan donasi digital melalui penyediaan kode QRIS yang terhubung dengan rekening masjid, dilengkapi dengan standing banner yang ditempatkan di area strategis masjid untuk memfasilitasi jemaah dalam melakukan donasi secara praktis dan efisien.
Kata kunci: digitalisasi; donasi cashless; masjid; peningkatan layanan donasi; QRIS.
Abstract:Abstract: The 2024 Bureaucratic Reform Index (IRB) of Jayapura City, categorized as "CC", reflects sub-optimal civil servant management and public service quality, rooted in weak work culture and organizational capacity.…
This Community Service activity aims to enhance civil servants' understanding of the strategic position of Mental Revolution in bureaucratic reform through the lens of Public Value Governance. The method used is participatory advocacy through material presentation and Focused Group Discussion (FGD) involving the Government Division, Inspectorate, and Organization and Management Division of the Jayapura City Regional Secretariat. The results showed an increase in collective understanding among civil servants regarding the importance of behavioral transformation for substantive public services. The concrete output of this activity is the presentation of strategic recommendations containing proposals for the 2025-2030 Mental Revolution roadmap and the reorientation of training curricula based on local competencies. In conclusion, strengthening integrity, work ethic, and mutual cooperation through this approach serves as a strategic foundation to reinforce governance and increase public value in Jayapura City.
Keywords: civil servant; mental revolution; participatory advocacy; public value governance; bureaucratic reform.
Abstrak: Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) Kota Jayapura tahun 2024 yang berada pada kategori "CC" mencerminkan belum optimalnya manajemen ASN dan kualitas pelayanan publik, yang berakar pada lemahnya budaya kerja dan kapasitas organisasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman ASN mengenai posisi strategis Revolusi Mental dalam reformasi birokrasi melalui lensa Public Value Governance. Metode yang digunakan adalah advokasi partisipatif melalui paparan materi dan diskusi terfokus (Focused Group Discussion) yang melibatkan Bagian Pemerintahan, Inspektorat, dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Kota Jayapura. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kolektif ASN mengenai pentingnya transformasi perilaku untuk pelayanan publik substantif. Output nyata kegiatan ini berupa paparan rekomendasi strategis terkait roadmap Revolusi Mental ASN 2025-2030 dan reorientasi kurikulum diklat berbasis kompetensi lokal. Kesimpulannya, penguatan integritas, etos kerja, dan gotong royong melalui pendekatan ini menjadi fondasi strategis untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan nilai publik di Kota Jayapura.
Kata kunci: advokasi partisipatif; ASN; public value governance; reformasi birokrasi; revolusi mental.
Abstract:Abstract: This community service activity aims to strengthen the economy of the Srikandi Women Farmers Group (KWT) in Pekon Srikaton, Adiluwih District, Pringsewu Regency, through the implementation of digital marketing…
and diversification of processed chili products. The main problems of KWT include limited skills in chili processing and low utilization of digital technology for marketing. The method used is Participatory Action Research (PAR), with stages of socialization, chili processing training, digital marketing training, mentoring, and evaluation. The training activities increased the skills of KWT members in processing chili peppers into various products such as chili flakes, chili powder, and chili oil, as well as improving their ability to utilize social media for promotion. The results of the evaluation showed a significant increase in technical skills, entrepreneurial interest, and motivation of members to develop a business based on chili derivative products. This activity has proven to be effective in encouraging the economic independence of women through the use of technology and product innovation.
Keywords: chili; digital marketing; product diversification
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, melalui penerapan digital marketing dan diversifikasi produk olahan cabai. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan keterampilan dalam pengolahan cabai serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan sosialisasi, pelatihan pengolahan turunan cabai, pelatihan digital marketing, pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan pelatihan menghasilkan peningkatan keterampilan anggota KWT dalam mengolah cabai menjadi berbagai produk seperti bon cabai, cabai bubuk, dan chili oil, serta meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan media sosial untuk promosi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan teknis sebesar 60%, minat berwirausaha, dan motivasi anggota untuk mengembangkan usaha berbasis produk turunan cabai sebesar 20%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi produk.
Kata kunci: cabai; digital marketing; diversifikasi produk