Abstract:Budaya literasi digital telah berubah sebagai akibat dari pertumbuhan media sosial, terutama di kalangan Generasi Z, yang tumbuh di era digital. Studi ini menggunakan teknik Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) untuk meneliti…
liti bagaimana budaya literasi digital Generasi Z telah berubah di era media sosial. Tinjauan Literatur Sistematis digunakan, mengumpulkan publikasi ilmiah dari SINTA dan Google Scholar antara tahun 2020 dan 2025. Kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya digunakan dalam proses pemilihan artikel. Setelah prosedur penyaringan, 20 artikel yang relevan ditemukan untuk dipelajari dari 35 artikel yang dihasilkan oleh pencarian. Temuan menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak besar pada bagaimana budaya literasi digital Generasi Z berkembang, mulai dari pergeseran kemampuan penilaian informasi dan kebiasaan akses hingga pembuatan konten digital. Namun, masih ada masalah, seperti kurangnya kemampuan berpikir kritis, paparan informasi palsu yang tinggi, dan ketergantungan pada media sosial. Untuk memberdayakan Generasi Z agar dapat menggunakan media sosial secara bijaksana dan etis, sangat penting untuk memperkuat literasi digital mereka.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh inkonsistensi temuan penelitian sebelumnya terkait hubungan omnichannel experience dan customer satisfaction. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh omnichannel experience dan service…
vice quality terhadap customer satisfaction pada ritel modern di Indonesia menggunakan metode kualitatif melalui Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari jurnal ilmiah dan buku melalui tahapan identifikasi, seleksi, ekstraksi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa omnichannel experience dan service quality masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Secara simultan, keduanya menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepuasan konsumen ritel modern.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak kompensasi strategis terhadap kinerja karyawan Generasi Z di era teknologi saat ini dan untuk menemukan jenis kompensasi yang paling sesuai dengan karakteristik…
generasi tersebut. Untuk melakukan penelitian literatur, artikel ilmiah dari tahun 2021–2026 dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional melalui basis data seperti Google Scholar dan SINTA. Teknik analisis termasuk identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi strategis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kinerja yang ditunjukkan oleh karyawan. Memiliki sistem kompensasi yang adil dan sesuai dengan tujuan perusahaan dapat meningkatkan motivasi, produktivitas, dan kepuasan kerja. Bagi Generasi Z, efektivitas kompensasi dipengaruhi oleh faktor-faktor non-finansial dan finansial, seperti fleksibilitas dalam bekerja, pengembangan karier, dan menemukan keseimbangan antara hidup pribadi dan kerja. Selain itu, perusahaan harus menerapkan kompensasi strategis yang komprehensif dan adaptif untuk meningkatkan retensi, keterikatan, dan kinerja karyawan secara berkelanjutan. Ini karena ketidaksesuaian antara sistem kompensasi dan harapan karyawan dapat menyebabkan penurunan kinerja dan peningkatan niat untuk meninggalkan pekerjaan.
Abstract:The rapid advancement of digital technologies has fundamentally restructured the nature of work and transformed the roles, practices, and strategies of Human Resource Management (HRM). This article presents a systematic…
review of HRM challenges and opportunities within digital workplace environments, drawing on peer-reviewed literature published between 2015 and 2024. Five core dimensions of digital HRM transformation are examined: technology-based talent acquisition, remote and hybrid workforce management, continuous digital competency development, people analytics and data-driven decision-making, and the ethics of algorithmic management. The findings reveal that while digitalization enhances HR efficiency and organizational agility, it simultaneously introduces complex challenges related to employee well-being, digital equity, and data privacy. This article further proposes the Digital HRM Maturity Model as a conceptual framework offering organizations a structured pathway toward sustainable, human-centered digital transformation. Managerial implications and future research directions are discussed accordingly.
Abstract:This study seeks to examine the impact of kinship-based recruiting practices (nepotism) on the reduction in educational staff performance at Bosowa University, with an emphasis on mass recruitment in 2025, which is expected…
ted to include features of nepotism. An explanatory survey design is combined with a quantitative approach in the study methodology. The 107 educational staff members of Bosowa University in 2026 make up the study population, and a complete sampling technique is used. Questionnaires, interviews, observations, and personnel data recording were used to gather data. Descriptive statistics, basic linear regression, and various tests were employed in data analysis. Kinship-based recruitment procedures fall into the top category, according to the study's results (score 4.17). An estimated 52% of the 42 educational employees hired between 2023 and 2025 did so through non-competitive means that included nepotism. The performance of education staff hired prior to 2023 (score 3.70) and those hired between 2023 and 2025 (score 2.31) differs significantly, by 37.6%. 48.3% of the reduction in performance is positively and significantly impacted by family-based recruitment techniques. For education staff hired through non-merit methods, this report suggests implementing a meritocracy system, thorough HR audits, and competency improvement initiatives.
Abstract:Sektor pariwisata di Kota Bandung tengah mengalami transformasi struktural yang dipicu oleh akselerasi infrastruktur transportasi dan pergeseran paradigma konsumsi wisatawan pada periode 2024-2025. Penelitian ini bertujuan…
an untuk menganalisis secara mendalam strategi bertahan yang diterapkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pariwisata di Kota Bandung dalam merespons persaingan industri yang semakin kompetitif dan terdisrupsi secara digital. Dengan menggunakan lensa teori Resource-Based View (RBV), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana aset internal yang unik dan kemampuan adaptif menjadi penentu keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi mendalam, observasi partisipatif, dan analisis literatur sekunder. Prosedur analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa UMKM pariwisata di Kota Bandung mengandalkan tiga pilar strategi utama: pertama, optimalisasi identitas digital melalui platform creator hub seperti Patrakomala; kedua, diversifikasi produk berbasis kearifan lokal yang memenuhi kriteria Valuable, Rare, Inimitable, dan Organized (VRIO); serta ketiga, penguatan kolaborasi ekosistem pentahelix. Kehadiran Kereta Cepat Whoosh diidentifikasi sebagai katalisator yang mengubah pola kunjungan menjadi lebih singkat namun intensif, menuntut efisiensi operasional yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa ketahanan UMKM pariwisata tidak hanya bergantung pada volume kunjungan, melainkan pada kemampuan mentransformasi modal budaya menjadi nilai ekonomi melalui narasi storytelling dan adaptasi teknologi pembayaran non-tunai.
Abstract:The manufacturing sector in Indonesia, particularly within the aluminum fabrication and extrusion industry, is currently navigating a period of intense structural transition. Historically characterized by a focus on physical…
ical output and technical specifications, enterprises are now increasingly compelled to adopt a service-dominant logic to maintain competitive viability. This research report investigates the strategic implementation of human resource development programs at NJS Alumunium, focusing on the dual-pathway integration of technical competence (hard skills) and interpersonal proficiencies (soft skills). Utilizing the SERVQUAL framework as a primary evaluative tool, the analysis explores how specific technical abilities, such as CNC machining, precision welding, and CAD design, intersect with soft skills like emotional intelligence, communication, and proactive problem-solving to drive customer satisfaction. The study synthesizes data from contemporary Indonesian industrial policies, including "Making Indonesia 4.0," and academic frameworks such as Workplace Learning (WPL) and Total Quality Management (TQM). Findings indicate that while technical mastery is a prerequisite for entry into the high-end aluminum market, soft skills serve as the critical differentiator in fostering customer loyalty and bridging the gap between expectation and perception. The report further details the role of management information systems, the impact of local cultural paternalism in leadership, and the emergence of green capabilities as essential components of a modern competency strategy. The proposed developmental model advocates for a continuous, mentored, and digitally-enabled training ecosystem that aligns organizational capabilities with the sophisticated demands of both domestic and international consumers.
Abstract:Sharing-economy merupakan model ekonomi yang telah ada sejak zaman dahulu, di mana pada awalnya manusia berburu, bekerja sama, dan saling barter selama ribuan tahun. Namun, model tersebut mengalami transformasi yang signifikan…
ifikan ketika teknologi terintegrasi di dalamnya. Hanya dengan satu sentuhan, kebutuhan dan ketersediaan layanan dapat langsung ditemukan. Pada sisi lain, sharing-economy dapat menyebabkan disrupsi pasar, regulasi, dan perlakuan non-diskriminatif (e.g. UMR, cuti, dan keselamatan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan dan meninjau dampak sharing-economy dari berbagai aspek, seperti ekonomi, regulasi, persaingan usaha, dan inklusi sosial secara holistik melalui Streamlined TPV Blueprint. Kerangka ini mencakup agenda-agenda yang sistematis dan komprehensif berupa model teknologi UTAUT2, teori partisipasi, dan teori value basic. Selanjutnya, penelitian ini memberikan solusi berupa paket kebijakan strategis melalui kolaborasi Hexahelix dan strategi 3H (Hexa: Optimization, Reformation, Acceleration). Penelitian ini disusun menggunakan metode penelitian jenis campuran, yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research dan quantitative descriptive, serta mengelaborasikan elemen-elemen kualitatif yang disajikan melalui pengumpulan informasi. Data dikumpulkan dengan metode triangulasi yang bersumber dari laporan industri, data statistik terkait, OECD, APJII, jurnal terakreditasi, dan internet. Kemudian, dilakukan pengkajian kembali atas data tersebut dalam memproyeksikan output penelitian berupa rekomendasi paket kebijakan ideal atas permasalahan yang diangkat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sharing-economy memberikan manfaat seperti efisiensi sumber daya, pertumbuhan wirausaha, dan inklusi sosial. Namun, sharing-economy juga menimbulkan tantangan seperti persaingan tidak adil dengan bisnis konvensional, polemik regulasi, serta kesejahteraan pekerja yang tidak terjamin. Temuan utama menyoroti perlunya strategi 3H dan kolaborasi Hexahelix untuk mengoptimalkan perkembangan sharing-economy. Keterbaruan penelitian ini adalah menyajikan analisis komprehensif dari implikasi sharing-economy di berbagai sektor serta memberikan inovasi rekomendasi paket kebijakan yang holistik pada jangka pendek, menengah, dan panjang.
Abstract:Era digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam lingkungan kerja, termasuk tuntutan terhadap kepemimpinan dan peningkatan motivasi kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan…
an transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada era digitalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian terdiri dari 120 karyawan pada perusahaan yang telah mengimplementasikan sistem digital dalam operasionalnya. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, kedua variabel memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta adaptasi karyawan terhadap perubahan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi perlu mengembangkan gaya kepemimpinan transformasional serta menciptakan lingkungan kerja yang mampu meningkatkan motivasi kerja agar dapat meningkatkan kinerja karyawan pada era digitalisasi.
Abstract:Transformasi manajemen perkantoran di era digital menuntut perubahan tidak hanya pada sistem dan teknologi, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya manusia yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk…
menganalisis peran coaching dan mentoring sebagai pilar transformasi manajemen perkantoran di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data ilmiah bereputasi, yaitu Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect, dengan rentang publikasi tahun 2019–2024. Artikel yang terpilih dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan temuan utama terkait coaching, mentoring, dan transformasi manajemen perkantoran. Hasil kajian menunjukkan bahwa coaching berperan signifikan dalam meningkatkan keterampilan adaptif, pemecahan masalah, serta kesiapan karyawan perkantoran dalam menghadapi perubahan berbasis digital. Sementara itu, mentoring berkontribusi dalam pengembangan kreativitas, pembelajaran jangka panjang, dan transfer pengetahuan tacit yang mendukung keberlanjutan organisasi. Sinergi antara coaching dan mentoring terbukti memperkuat kesiapan sumber daya manusia serta mendukung efektivitas transformasi manajemen perkantoran. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi manajemen perkantoran di era digital memerlukan integrasi coaching dan mentoring sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.