Abstract:Abstract: This Community Service Program (PKM) activity aims to provide socialization and practical implementation of QRIS-based cashless donation services for the administrators and congregation of the Hidayatul Islamiyah…
ah Mosque in Madong Village. In the current digital era, there has been a change in congregation behavior, and people are increasingly accustomed to conducting non-cash transactions through digital platforms such as mobile banking. However, the donation system in mosques is still dominated by conventional methods, such as using cash donation boxes, so congregations that do not carry physical cash experience obstacles in distributing donations. Furthermore, BKM also does not have an adequate understanding and infrastructure to manage the digital donation system optimally. This PKM activity was attended BKM administrators and congregation representatives. The methods used were participatory socialization, mentoring, and direct implementation. The activity results showed a knowledge transfer from the implementation team to the mosque management regarding the benefits and governance of digital donations. The main output of this activity is the realization of the implementation of digital donation services through the provision of QRIS codes connected to mosque accounts, equipped with standing banners placed in strategic areas of the mosque to facilitate the congregation in making donations practically and efficiently.
Keywords: digitalization; cashless donations; mosques; improved donation services; QRIS.
Abstrak: Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan implementasi praktis mengenai layanan donasi cashless berbasis QRIS bagi pengurus dan jemaah masjid Hidayatul Islamiyah Kampung Madong. Di era digital saat ini, terjadi perubahan perilaku jemaah yang semakin terbiasa melakukan transaksi non-tunai melalui platform digital seperti mobile banking. Namun demikian, sistem donasi di masjid masih didominasi oleh metode konvensional menggunakan kotak amal tunai, sehingga jemaah yang tidak membawa uang fisik mengalami kendala dalam menyalurkan donasi. Selain itu, pengurus masjid (BKM) juga belum memiliki pemahaman dan infrastruktur yang memadai untuk mengelola sistem donasi digital secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis bagaimana donasi digital mampu meningkatkan kemudahan dan partisipasi jemaah. Kegiatan PkM ini dihadiri oleh para pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan perwakilan jemaah. Metode yang digunakan adalah sosialisasi-partisipatif, pendampingan, dan implementasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya transfer pengetahuan dari tim pelaksana kepada pengurus masjid terkait manfaat dan tata kelola donasi digital. Output utama dari kegiatan ini adalah terwujudnya implementasi layanan donasi digital melalui penyediaan kode QRIS yang terhubung dengan rekening masjid, dilengkapi dengan standing banner yang ditempatkan di area strategis masjid untuk memfasilitasi jemaah dalam melakukan donasi secara praktis dan efisien.
Kata kunci: digitalisasi; donasi cashless; masjid; peningkatan layanan donasi; QRIS.
Abstract:Abstract: This community service activity aims to enhance the capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) under cooperative management in Palembang City through digital marketing training. The main problem faced…
aced by the partner MSMEs is the lack of understanding and skills in utilizing digital technology for product marketing, which results in limited market reach and low sales volume. The implementation method consisted of preparation (needs analysis and material development), training sessions conducted face-to-face with hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test to measure participants’ improvement in understanding. The results showed an average increase of 65% in participants’ digital marketing knowledge after the training compared to before the training. Furthermore, participants were able to create business social media accounts, design simple promotional content, and optimize the use of digital platforms such as WhatsApp Business and Instagram to market their products. In conclusion, practical and applicable digital marketing training effectively improves the marketing skills of cooperative-based MSMEs, which is expected to contribute to increasing the competitiveness of local products in the digital economy era
Keywords: digital marketing; cooperatives; empowerment; training; MSMEs.
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bawah naungan koperasi di Kota Palembang melalui pelatihan digital marketing. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM mitra adalah keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk, sehingga berdampak pada rendahnya jangkauan pasar dan volume penjualan. Metode pelaksanaan pengabdian ini mencakup tahap persiapan melalui analisis kebutuhan mitra dan penyusunan materi, tahap pelaksanaan dengan metode ceramah, pelatihan praktik langsung, serta pendampingan menggunakan alat bantu presentasi, modul pelatihan, dan perangkat lunak pendukung, serta tahap evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. pelaksanaan pengabdian meliputi tahap persiapan (analisis kebutuhan mitra dan penyusunan materi). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pemahaman digital marketing sebesar 69% setelah pelatihan dibandingkan sebelum pelatihan. Selain itu, peserta mampu membuat akun media sosial bisnis, merancang konten promosi sederhana, dan mengoptimalkan penggunaan platform digital seperti WhatsApp Business dan Instagram untuk memasarkan produk. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan digital marketing secara praktis dan aplikatif efektif dalam meningkatkan keterampilan pemasaran UMKM koperasi, yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing produk lokal di era ekonomi digital.
Kata Kunci; digital marketing; koperasi; pemberdayaan; pelatihan; UMKM.
Abstract:Abstract: The community service program was conducted at Sekolah Kampung Alam in Dutohe Village, Bone Bolango Regency, with the primary objective of enhancing children’s skills, creativity, and ecological awareness through…
ough the utilization of agricultural waste. The main problem faced by the school is the lack of integration of environmental potential into the curriculum, resulting in limited opportunities for children to gain direct experience in processing local resources. The activities were carried out through socialization, teacher and student training, implementation of simple technologies, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The training materials included compost production, handicrafts made from agricultural waste such as dried banana leaves and corn husks, and digital promotion through social media platforms. The results of the program indicate improvements in three main aspects. First, teachers and students demonstrated increased knowledge regarding the concepts of ecotourism and waste management. Second, there was a positive shift in attitudes, reflected in stronger environmental concern and higher interest in entrepreneurship. Third, skills in processing agricultural waste developed, although they still require continuous improvement. Furthermore, community involvement contributed to the establishment of a holistic, empowered, and sustainable educational ecosystem. This program underscores the role of Sekolah Kampung Alam as both an environmental-based ecotourism education center and a medium for community empowerment.
Keywords: agricultural waste innovation; community empowerment; educational ecotourism; nature school
Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Kampung Alam Desa Dutohe, Kabupaten Bone Bolango, dengan tujuan meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kesadaran ekologis anak melalui pemanfaatan limbah pertanian. Permasalahan utama sekolah adalah kurangnya integrasi potensi lingkungan ke dalam kurikulum, sehingga anak-anak belum memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah sumber daya lokal. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, implementasi teknologi sederhana, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi pembuatan pupuk kompos, kerajinan tangan dari limbah pertanian seperti daun pisang kering dan klobot jagung, serta promosi digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada tiga aspek utama: pengetahuan guru dan siswa meningkat terkait konsep ekowisata dan pengelolaan limbah, sikap menunjukkan perubahan positif berupa kepedulian lingkungan dan minat berwirausaha yang lebih tinggi, serta keterampilan dalam mengolah limbah pertanian berkembang meskipun masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan masyarakat turut memperkuat terciptanya ekosistem pendidikan yang holistik, berdaya, dan berkelanjutan. Program ini menegaskan peran Sekolah Kampung Kawan Alam sebagai pusat edukasi ekowisata berbasis lingkungan sekaligus media pemberdayaan masyarakat.
Kata kunci: ekowisata edukatif; inovasi limbah pertanian; pemberdayaan masyarakat; sekolah alam
Abstract:Abstract: This community service program was carried out to empower the Dazry Harapan Household Industry, a laundry perfume MSME in Jambi City. The partner faced two main problems: business management that was still manual…
al and unstructured production processes. The proposed solutions included the digitalization of transaction and stock recording through a web-based system, the preparation of Standard Operating Procedures (SOP) for production, and digital literacy training. The implementation method consisted of planning, training, mentoring, and evaluation, involving lecturers and students. The results showed that the program targets were achieved: 100% of transactions and stock were recorded digitally, production capacity increased by at least 50%, production cycle time was reduced by 30%, and there were indications of increased revenue and partner satisfaction. This program not only improved business efficiency and product quality consistency but also created a social impact by enhancing the digital literacy of the partner. Furthermore, the program contributes to the achievement of the SDGs (Goal 8: Decent Work and Economic Growth) and university performance indicators. In the future, the developed system is recommended to be integrated with e-commerce platforms to expand market access.
Keywords: community empowerment; digitalization; jambi city; sop production; stock management
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan UMKM parfum laundry Dazry Harapan di Kota Jambi. Mitra menghadapi dua permasalahan utama, yaitu manajemen usaha yang masih manual dan proses produksi yang belum terstruktur. Solusi yang ditawarkan adalah digitalisasi pencatatan transaksi dan stok berbasis web, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi, serta pelatihan literasi digital. Metode pelaksanaan meliputi perencanaan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan tercapainya target program, yakni 100% pencatatan transaksi dan stok dilakukan secara digital, peningkatan kapasitas produksi minimal 50%, penurunan waktu siklus produksi sebesar 30%, serta adanya indikasi peningkatan omzet dan kepuasan mitra. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha dan konsistensi kualitas produk, tetapi juga memberikan dampak sosial berupa peningkatan literasi digital mitra. Selain itu, program ini berkontribusi pada pencapaian SDGs (Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan IKU perguruan tinggi. Ke depan, sistem digital ini direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi dengan e-commerce guna memperluas akses pasar.
Kata kunci: digitalisasi; kota jambi; manajemen stok; pemberdayaan masyarakat; sop produksi
Abstract:Abstract: This community service program aimed to improve teachers’ competence in creating digital learning materials based on educational games (edugames) to enhance students’ learning motivation. The activity was conducted…
onducted at SMP Negeri 29 Bengkulu Tengah with 15 participating teachers. The program adopted a workshop approach, including the introduction of edugame concepts, guidance in designing digital learning scenarios, and hands-on practice using free-access edugame platforms. Teachers actively engaged in discussions and collaborative work, resulting in several prototype edugames ready for classroom trials. The outcome indicates increased teacher skills in integrating technology into teaching and potential improvement in students’ engagement through interactive digital learning resources.
Keywords: digital learning materials; edugame; learning motivation; teacher competency
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam membuat bahan ajar digital berbasis permainan edukatif (edugame) untuk mendorong motivasi belajar siswa. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 29 Bengkulu Tengah dengan peserta sebanyak 15 guru. Metode yang digunakan adalah pelatihan (workshop) yang mencakup pengenalan konsep edugame, pendampingan penyusunan skenario pembelajaran digital, dan praktik langsung menggunakan platform edugame yang dapat diakses secara gratis. Peserta terlibat aktif dalam diskusi dan kolaborasi, sehingga dihasilkan beberapa prototipe edugame yang siap diujicobakan di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran serta potensi peningkatan keterlibatan siswa melalui bahan ajar digital yang interaktif.
Kata Kunci: bahan ajar digital; edugame; motivasi belajar siswa; kompetensi guru
Abstract:Abstract: Home industries producing palm sugar from oil palm sap in several rural areas continue to face various challenges, particularly in product marketing. Limited access to technology, lack of knowledge about digital…
l marketing, and dependence on local markets are the main obstacles in increasing sales productivity. This community engagement activity aims to provide assistance and training to home industry actors so they can utilize digital media as a broader and more effective marketing tool. A participatory approach is implemented in this activity through counseling, hands-on training, and technical assistance in creating digital content, using social media, and accessing e-commerce platforms. Evaluation was conducted through interviews and surveys with business actors before and after the training. The results of the program show an improvement in participants’ understanding of digital marketing, their ability to create promotional content, and success in reaching a wider market. The conclusion of this activity is that digital marketing has a positive impact on increasing the sales productivity of palm sugar and opens up more competitive and sustainable business opportunities for local industry players.
Keywords: home industry; palm sugar; oil palm; digital marketing
Abstrak: Home industri pengrajin gula merah kelapa sawit di beberapa wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama dalam aspek pemasaran produk. Keterbatasan akses terhadap teknologi, kurangnya pemahaman tentang pemasaran digital, serta bergantungnya penjualan pada pasar lokal menjadi hambatan utama dalam meningkatkan produktivitas penjualan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku usaha home industri agar mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran yang lebih luas dan efektif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan langsung, serta pendampingan teknis dalam pembuatan konten digital, penggunaan media sosial, dan platform e-commerce. Evaluasi dilakukan melalui wawancara dan survei terhadap pelaku industri sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap pemasaran digital, kemampuan membuat konten promosi, serta keberhasilan dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemasaran digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas penjualan gula merah kelapa sawit, serta membuka peluang usaha yang lebih kompetitif dan berkelanjutan bagi pelaku industri lokal.
Kata kunci: home industri; gula merah; kelapa sawit; pemasaran digital
Abstract:Abstract: The development of the agrotourism sector has enormous potential to support the village economy and introduce local potential to the wider community. However, many agrotourism operators, especially village-owned…
d enterprises (BUMDES) and agrotourism managers, still face obstacles in promoting and conveying information in an interesting and educational manner. This Community Service Activity (PkM) aims to apply Artificial Intelligence (AI) technology in a specially designed digital education platform to enhance the appeal and effectiveness of agrotourism promotions. Key features developed include an educational chatbot, AI-based virtual tours, a content recommendation system, and visitor data analysis. The activity was carried out through stages including identifying partner needs, digital literacy training, prototype development, and guidance on using social media platforms such as Facebook, Instagram, Twitter, and YouTube. The results of the activity demonstrate that the application of Artificial Intelligence (AI) can enhance creativity, promotional efficiency, and public interest in local agrotourism. Thus, the synergy between technology and local potential emerges as a highly effective strategy for advancing sustainable agriculture-based tourism.
Keywords: Artificial Intelligence; digital education; agrotourism; promotion; tourist village
Abstrak: Pengembangan sektor agrowisata memiliki potensi yang sangat besar dalam mendukung perekonomian desa serta memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas. Namun, masih banyak pelaku agrowisata khususnya BUMDES dan Pengelola agrowisata menghadapi kendala dalam promosi dan penyampaian informasi yang menarik dan edukatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam sebuah platform edukasi digital yang dirancang khusus untuk meningkatkan daya tarik dan efektivitas promosi pada agrowisata. Beberapa fitur utama yang dikembangkan meliputi chatbot edukatif, tur virtual berbasis AI, sistem rekomendasi konten, dan analisis data pengunjung. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan literasi digital, pengembangan prototipe, dan pendampingan penggunaan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan Youtobe. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan Artificial Intellegent (AI) dapat meningkatkan Kreaktivitas, efisiensi promosi, serta minat masyarakat terhadap agrowisata lokal. Dengan demikian, sinergi antara teknologi dan potensi lokal menjadi strategi yang sangat efektif dalam memajukan pariwisata berbasis pertanian secara berkelanjutan.
Kata kunci: Artificial Intelligence; edukasi digital; agrowisata; promosi; desa wisata
Abstract:This seminar aimed to enhance the understanding of MSME entrepreneurs in business planning, digital marketing, financial recording, and e-commerce utilization.The program began with identifying the needs of MSMEs through…
observation and discussions, revealing key challenges such as a lack of understanding of long-term business strategies, reliance on traditional marketing methods, and low awareness of systematic financial recording. Additionally, e-commerce platforms had not been optimally utilized. The seminar featured academics, business practitioners, and digital marketing experts who covered topics on sustainable business strategies, digital marketing, financial recording, and e-commerce utilization. The results indicated that participants recognized the importance of digital marketing and personal branding as key strategies to enhance business competitiveness. Understanding of business startup strategies and digital marketing was also relatively strong, while digital financial recording remained a challenge that required further attention. MSMEs in Kertarahayu Village are expected to grow and become more competitive in the digital era.
Keywords: business sustainability; digital marketing; e-commerce; financial recording; MSMEs
Abstrak: Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM dalam perencanaan usaha, pemasaran digital, pencatatan keuangan, dan pemanfaatan e-commerce. Kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan UMKM melalui observasi dan diskusi, yang mengungkap kendala seperti kurangnya pemahaman strategi bisnis jangka panjang, ketergantungan pada pemasaran tradisional, serta rendahnya kesadaran akan pencatatan keuangan yang rapi. Selain itu, platform e-commerce belum dimanfaatkan secara optimal. Seminar ini menghadirkan akademisi, praktisi bisnis, dan ahli digital marketing yang membahas strategi bisnis berkelanjutan, digital marketing, pencatatan keuangan digital, dan pemanfaatan e-commerce. Hasil seminar menunjukkan bahwa peserta memahami pentingnya pemasaran digital dan personal branding sebagai strategi utama dalam meningkatkan daya saing usaha. Pemahaman terhadap strategi memulai usaha dan digital marketing juga cukup baik, tetapi pencatatan keuangan digital masih menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut. UMKM di Desa Kertarahayu diharapkan dapat lebih berkembang dan berdaya saing di era digital
Kata kunci: keberlanjutan bisnis; pemasaran digital; e-commerce; pencatatan keuangan; UMKM
Abstract:Cyberbullying is one of the negative impacts of the increasingly widespread development of information technology, especially among children. UNICEF (2020) reported that 45% of 2,777 young people in Indonesia aged 14-24…
years have experienced cyberbullying. This community service aims to prevent digital bullying through digital literacy education for children at the Muhammadiyah Boys and Girls Orphanage in Kediri City. This activity integrates character education, social skills, and media etiquette. Through the CBR (Community Based Research) method, steps for preventing, reporting, and handling bullying are developed which are expected to be pioneers of anti-bullying campaigns. The results of the community service activities show that the participants can receive digital literacy education to combat cyberbullying well. Children can understand the forms included in cyberbullying and understand the procedures for reporting to relevant parties. Through this activity, participants also understand digital literacy in general and through interactive digital literacy snakes and ladders game activities. This ultimately further improves children's digital literacy knowledge and skills, especially in efforts to combat cyberbullying.
Keywords: children; cyberbullying; digital literacy; media; games
Abstrak: Cyberbullying merupakan salah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi yang semakin tinggi, khususnya di kalangan anak-anak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah perundungan digital yang sering terjadi melalui edukasi literasi digital bagi anak-anak Panti Asuhan Putra dan Putri Muhammadiyah di Kota Kediri. Kegiatan ini mengintegrasikan pendidikan karakter, keterampilan sosial, dan adab bermedia. Melalui metode CBR (Community Based Research), langkah-langkah pencegahan, pelaporan, dan penanganan perundungan dikembangkan yang diharapkan para peserta dapat menjadi pelopor kampanye anti-bullying. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi literasi digital untuk melawan cyberbullying dengan baik. Anak-anak dapat memahami bentuk-bentuk yang termasuk dalam tindakan cyberbullying serta memahami tata cara untuk melaporkan kepada pihak terkait. Melalui kegiatan ini, para peserta juga memahami literasi digital secara umum dan melalui aktivitas permainan interaktif ular tangga literasi digital. Hal ini pada akhirnya semakin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan literasi digital anak-anak, khususnya dalam upaya melawan tindakan cyberbullying.
Kata kunci: anak-anak; cyberbullying; literasi digital; media; permainan
Abstract:The "CITRA" Hot Spring in Teluk Sibayan, Batu Bara Regency, North Sumatra, holds significant potential as a tourist destination. However, the main challenges faced by the management include a lack of digital promotion, limited…
imited tourist visits from outside the region, and a shortage of human resources skilled in using information and communication technology (ICT). The community service project by the STMIK Royal Faculty aimed to address these issues through mentoring, training, and technology development. The methods employed included workshops and training on digital tourism promotion, the creation of a web-based ticketing application, and a smart tourism application based on Progressive Web Apps (PWA) with push-notification features. Additionally, social media accounts on Instagram and Facebook (@sibayan.pemandian) were established as online promotion platforms. The results of this initiative indicate an improvement in the staff’s capacity to utilize technology, along with the provision of digital systems that streamline visitor management and promotion efforts. As a result, Pemandian Citra now has stronger digital infrastructure to support tourism promotion and attract more visitors.
Keywords: community service; hot springs; PWA; smart tourism; promotion
Abstrak: Pemandian Air Panas "CITRA" di Teluk Sibayan, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata. Namun, permasalahan utama yang dihadapi pengelola adalah kurangnya promosi digital, minimnya kunjungan wisatawan dari luar daerah, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Dosen STMIK Royal bertujuan untuk mengatasi masalah ini melalui pendampingan, pelatihan, dan pengembangan teknologi. Metode yang digunakan mencakup workshop dan pelatihan terkait promosi wisata digital, pembuatan aplikasi tiket berbasis web, serta aplikasi smart tourism berbasis Progressive Web Apps (PWA) dengan fitur push-notification. Selain itu, akun media sosial Instagram dan Facebook dengan nama pengguna @sibayan.pemandian juga dibuat sebagai sarana promosi online. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kapasitas staf pemandian dalam memanfaatkan teknologi, serta penyediaan sistem digital yang mempermudah pengelolaan kunjungan dan promosi. Dampaknya, Pemandian Citra kini memiliki infrastruktur digital yang lebih kuat untuk mendukung promosi wisata dan meningkatkan daya tarik bagi wisatawan..
Kata kunci: Pengabdian Masyarakat; Pemandian Air Panas; PWA; Smart Tourism; Promosi