Search Articles & Publications

Showing 2426 articles found for "Salah"

Analisis Keluhan Muskuloskeletal Disorder (MSDs) Pada Pekerja Pengupasan Singkong Di UD. Kreasi Lutvi

Ade Irma Seftyani Lubis, Sofyan Alri Ansyah Tanjung, Raspiyahni, Maisyah Ardila, Rendy Prasetyo Sitorus Pane, Akmal Fiqhi Ranu Mahendra, Zuhrina Aidha
Abstract: Muskuloskeletal disordera (MSDs) merupakan salah satu penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat timbul akibat tidak terselenggaranya upaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik. Pabrik UD. Kreasi Lutvi… merupakan salah satu industry yang bergerak di sector usaha informal yang memiliki upaya Kesehatan kerja dan kesejahteraan tenaga kerja yang masih terbilang rendah. Pabrik UD. Kreasi Lutvi beralamat di Jl. Tunah Mekar no. 258 Tuntungan 2 Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 14 Juli 2024. Terdapat kurang lebih 30 pekerja di Pabrik Ud. Kreasi Lutfi dan peneliti menggunakan 3 orang sebagai informan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini dilakukan ialah untuk mengetahui dan menganalisis Resiko Postur Kerja yang dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal disordera (MSDs) pada pekerja di Pabrik UD. Kreasi Lutvi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat pekerja yang mengalami pegal-pegal, baik dipunggung, tangan maupun kaki. Hal tersebut dikarenakan pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang dan dengan posisi yang tidak tepat.

Pengaruh Likuiditas Terhadap Risiko Kebangkrutan Suatu Perusahaan

Kintan Aulia, Aulia Keiko Hubbansyah
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak likuiditas terhadap kemungkinan kebangkrutan PT Bata, salah satu perusahaan ternama dalam industri alas kaki. Penelitian ini menggunakan data keuangan dari laporan tahunan… PT Bata selama lima tahun terakhir (2019-2023). Likuiditas perusahaan diukur menggunakan dua rasio utama, yaitu rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio), yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Risiko kebangkrutan dievaluasi menggunakan model Altman Z-score, sebuah alat prediktif yang menggabungkan berbagai rasio keuangan untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan dan memprediksi kebangkrutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penurunan likuiditas dan peningkatan risiko kebangkrutan. Current ratio dan quick ratio yang semakin menurun dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa PT Bata mengalami kesulitan dalam menjaga tingkat likuiditas yang sehat. Z-score yang dihitung juga menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan, dengan skor yang mendekati atau bahkan berada di bawah ambang batas yang mengindikasikan risiko kebangkrutan. Temuan ini menekankan pentingnya manajemen likuiditas yang efektif dalam menjaga stabilitas keuangan dan keberlanjutan operasional PT Bata. Untuk mengurangi risiko kebangkrutan, perusahaan disarankan untuk meningkatkan pengelolaan kas, mengurangi biaya operasional, dan mengadopsi strategi penjualan yang lebih agresif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi literatur keuangan dengan mengilustrasikan betapa krusialnya likuiditas dalam mempengaruhi stabilitas keuangan perusahaan.

Peningkatan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Kelas IV B Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Type Jigsaw Di UPT SDN 09 Sungai Pangkur Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan

Dwinal Tasya Ditia, Zulmi Aryani, Rosma Diana, Afrimon
Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya proses dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di kelas IV B UPT SDN 09 Sungai Pangkur. Solusi permasalahan tersebut menggunakan model pembelajaran cooperative… tive type jigsaw. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil belajar mata pelajaran IPAS peserta didik. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian peserta didik kelas IV B pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian dilaksanakan dua siklus, setiap siklus terdiri dua kali pertemuan. Penelitian ini terdiri atas data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa hasil observasi aktivitas guru dan peserta didik dan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik. Hasil proses pembelajaran siklus I pertemuan 1 pada aktivitas guru 51,85%  dan aktivitas peserta didik 48%, pada pertemuan 2 aktivitas guru 74,07% dan aktivitas peserta didik 72%. Pada siklus II pertemuan 1, aktivitas guru 81,48% dan peserta didik 80%. Pertemuan 2 aktivitas guru  96,29% dan aktivitas peserta didik 96%. Hasil belajar IPAS peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran tersebut pada siklus I meningkat menjadi 47,06% dan pada siklus II meningkat menjadi 74,48%. Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa model pembelajaran cooperative type jigsaw terbukti dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV B UPT SDN 09 Sungai Pangkur Kabupaten Solok Selatan.

Mengatasi Pengaruh Negatif Pesimisme Terhadap Perkembangan Karier Remaja Dengan Strategi Layanan Bimbingan Dan Konseling Karier

Nazla Meyrisa Azmi, Nafla Athaya
Abstract: Pesimisme merupakan pemikiran negatif yang didasari oleh rasa takut dan pasrah terhadap situasi sulit. Dalam teori kognitif, sikap pesimisme terjadi karena disebabkan adanya kesalahan kognisi, yakni kognisi yang negatif.… Dengan kognisi yang negative itu, individu cenderung mengambil kesimpulan terlebih dahulu, dan itu suatu kesalahan. Pandangan negatif itu tidak hanya tertuju pada dirinya sendiri, lebih jauh bahkan untuk masa depannya. Pesimisme dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perencanaan karier remaja apabila dibiarkan begitu saja tanpa adanya bimbingan, sehingga jika dibiarkan begitu saja maka dapat mengembangkan kebiasaan buruk dan perilaku yang merusak diri, karena pada masa transisi dari kanak-kanak ke masa remaja awal hingga remaja akhir atau awal dewasa banyak sekali tahapan perkembangan yang akan dilalui dan berdampak pada perilaku yang ditunjukan, baik secara fisik ataupun kognitifnya. Artikel ini dibuat untuk mengetahui apa saja pengaruh negatif pesimisme terhadap perencanaan karier remaja, dan untuk mengetahui bagaimana strategi layanan dalam BK karier dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber. Tujuannya untuk memperoleh gambaran dan pola, serta keterkaitan antar variabel. Dengan melihat proses perkembangan karier dan indikator kematangan remaja pada aspek-aspek perencanaan karier remaja, maka dapat dihasilkan permasalahan yang sering dihadapi remaja pada tahap perencanaan karier yaitu, kurangnya informasi, kurangnya minat, kurangnya sumber daya, tekanan orang tua atau lingkungan, kurangnya kemampuan diri, kurangnya pengalamam, kurangnya dukungan, keterbatasan dalam merencanakan karier dan kecemasan tentang masa depan. Hasil penelitian menunjukkan pesimisme dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perencanaan karier remaja. Bimbingan Karier dapat menjadi alternatif pencegahan terjadinya dampak negatif tersebut dan menjadi solusi bagi remaja di sekolah dalam proses perencanaan karier remaja.

Historis Perkembangan Agama Hindu Dari Zaman Weda Hingga Modern

Kadek Purnama Wati, Ni Luh Kade Dwicandra Kartika, Ni Luh Gede Ida Antari, Ni Nengah Ayu Suartini, Ni Nyoman Suami
Abstract: Agama Hindu, salah satu yang tertua di dunia, muncul di India dan berkembang melalui enam fase utama: Zaman Weda, Brahmana, Purana, Sangkaracharya, Bhakti, dan Hindu Modern. Penelitian bertujuan untuk menguraikan sejarah… terkair agama hindu yang dimulai dari zaman weda hingga hindu modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami sejarah perkembangan agama Hindu dari zaman Weda hingga modern, dengan fokus pada interpretasi dan analisis sumber-sumber historis. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan analisis artefak arkeologis, serta dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama dalam perkembangan agama Hindu dan pengaruhnya terhadap peradaban di India dan Indonesia. Perkembangan agama Hindu dari zaman Weda hingga zaman modern menunjukkan evolusi yang kompleks dan dinamis, mulai dari henoteisme pada Zaman Weda hingga interpretasi ritual dan filsafat yang mendalam pada periode Brahmana dan Upanisad. Pada Zaman Bhakti dan Hindu Modern, pembaruan signifikan terjadi dengan gerakan devosi personal yang lebih inklusif dan reformasi ajaran yang kontekstual. Setelah kemerdekaan India, ajaran Hindu terus beradaptasi secara global, mencerminkan fleksibilitas dan relevansinya bagi masyarakat modern.

Identifikasi Kemampuan Berpikir Aljabar Dan Resiliensi Matematis Dalam Pemecahan Masalah SPLDV Berdasarkan Gaya Kognitif

Ratna Maulida
Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh matematika sebagai ilmu yang universal serta memiliki peran penting dalam membantu siswa agar siap untuk menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Disamping pentingnya peran matematika… tematika dalam kehidupan, hasil penelitian NCTM (2020) menunjukan bahwa kemampuan siswa Indonesia masih berada pada tingkat rendah dimana siswa mampu menyelesaaikan matematika sederhana dan belum menguasai matematika dengan baik. Salah satu cabang ilmu yang dapat mengekplorasi kemampuan berpikir siswa adalah berpikir aljabar. Bander (2018) menyatakan bahwa pemecahan masalah merupakan salah satu hal yang dapat digunakan untuk memunculkan berpikir aljabar. Sementara itu resiliensi matematis dapat menunjang kemampuan pemecahan masalah matematika, serta unsur gaya kognitif yang tidak jarang ditemukan perbedaan yang dimiliki oleh setiap siswa dalam menerima dan mengelola informasi yang diberikan oleh guru biasa disebut gaya kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir aljabar dan resiliensi matematis siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dan impulsif dalam pemecahan masalah SPLDV. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII K sekolah berbasis pesantren SMP Islam Sunan Gunung Jati Ngunut-Tulungagung yang berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kevalidan dari ahli media dan ahli materi, hasil tes berpikir aljabar, hasil tes wawancara serta hasil angket resiliensi matematis. Dapat diketahui bahwa pada kriteria sedang memiliki presentase siswa paling tinggi yaitu sebesar 64.8%, hal ini menunjukan bahwa siswa yang berada pada kriteria sedang memiliki kemampuan dibawah rata-rata yaitu sebesar 64.2. Sedangkan presentase untuk kriteria tinggi yaitu 20.4%, hal ini menunjukan bahwa 9 dari 34 siswa memiliki kemampuan berpikir aljabar diatas rata-rata, yaitu dengan rata-rata sebesar 86.8. Untuk kriteria rendah memiliki presentase siswa sebesar 14.8%, artinya 4 siswa dari 34 siswa memiliki kemampuan berpikir aljabar dalam kategori rendah.

Pengaruh Jumlah Uang Beredar (JUB), Suku Bunga Indonesia (SBI) Dan Kurs Terhadap Inflasi Di Indonesia

Isra Rafika Sihombing
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar (JUB), SBI dan kurs terhadap inflasi di indonesia dengan data tahun 2018 sampai 2022 dalam bentuk data bulanan. inflasi merupakan masalah negara yang… harus diperhatikan, pengendalian inflasi harus terus dilakukan pemerintan agar perekonomian suatu negara stabil. Kebijakan dalam mengendalikan inflasi diantaranya adalah kebijakan moneter. Dalam penelitian ini melihat seberapa besar pengaruh kebijakan moneter terhadap inflasi. Kebijakan moneter dalam penelitian ini adalah JUB, SBI dan kurs. Metode dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 23. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa variabel JUB miliki pengaruh positif sebesar 2,001 dan nilai signifikansi sebesar 0,00 terhadap inflas, variabel SBI berpengaruh positif sebesar 7.170 dan nilai signifikansi sebesar 0,00 terhadap inflasi serta variabel kurs berpengarih negatif sebesar 1.990 dan nilai signifikansi sebesar 0,052 terhadap inflasi. Secara keseluruhan inflasi dipengaruhi oleh variabel JUB, SBI dan kurs sebesar 48,9% selebihnya 5,11 dipengaruhi variabel lain.

Balaghah Al-Quran: Tasybih At-Tamtsil Dalam Al-Quran Surah Al-Kahfi Ayat 45

Armaida Siregar, Chairunnisah Zega, Harun Al-Rasyid
Abstract: Abstrak Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Mengupas Tentang Tasybih At-Tamtsil Yang Ada Pada Al-Quran Surah Al-Kahfi Ayat 45.  Penelitian Ini Berfokus Kepada Tasybih  At-Tamtsil Yang  Termasuk Bagian Dari Ilmu Balaghah, Serta… , Serta Berfokus Kepada Hubungan Antara Tasybih  At-Tamtsil Dengan Q.S. Al-Kahfi Ayat 45. Penelitian Ini Menggunakan Metode Library Research (Kepustakaan) Yang Mana Metode Ini Menggunakan Teknik Pengumpulan Data Dengan Melakukan Penelaahan Terhadap Buku, Jurnal, Serta Laporan Yang Berkaitan Dengan Masalah Yang Ingin Dipecahkan. Tegasnya Kegiatan Penelitian Kepustakaan Hanya Sebatas Bahan Koleksi Perpustakaan Dan Tidak Memerlukan Penelitian Lapangan. Dalam Penelitian Ini, Penulis Harus Menelusuri Buku Atau Bahan Bacaan Untuk Menemukan Persamaan Atau Hubungan Lain Antara Situasi, Ciri, Dan Situasi Lain Dalam Naskah, Seperti Sebab Akibat, Hubungan Antar Tempat, Waktu, Dan Lain-Lain. Temuan Dalam Penelitian Ini Adalah (1) Tasybih Yang Ada Pada Ayat Ini Adalah Termasuk Kelompok Dari Ilmu Balaghah, Dikarenakan Susunan Gaya Bahasa Dari Perserupaan Dan Perbedaan, Yaitu Yang Membandingkan Berupa Benda, Karakter Dari Beberapa Hal Dengan Benda, Karakter Atau Yang Lainnya, Contohnya Keterkaitan Sebab Akibat, Keterkaitan Kawasan, Lokasi Dan Keterkaitan Lainnya. (2) Dalam Surah Al-Kahfi Ayat 45 Pada Kalimat  مَثَلَ  Yang Termasuk Perumpamaan Serta Menerangkan Suatu Hal Yang Mempunyai Keterkaitan Situasi. (3) Tasybih Pada Ayat Ini Ialah Mengumpamakan Karakter Serta Perihal Musyabbah. Apabila Pengertian Musyabbah Masih Susah Dimengerti, Maka Allah Menjelaskan Tasybih Supaya Pengertian Tentang Musyabbah Kelihatan Transparan Dan Benar.

Keterkaitan Antara Teori Trait And Factor Dengan Teknik Bimbingan Dan Konseling Pada Bidang Karier

Aliya Kirani Rangkuty, Mufidatun Nisa, Dara Najwa Firdaus, Rima Irmayanti
Abstract: Salah satu hal yang sering terjadi pada individu setelah lulus adalah tidak memahami bagaimana cara berkarier sesuai minat dan bakatnya, Maka dari itu konseling karier hadir untuk membantu individu dalam meningkatkan pemahaman… ahaman kemampuannya dalam berkarier. Dalam konseling karir, teori Trait and Factor digunakan untuk membantu individu dalam memahami dan mengelola diri dengan cara mengetahui kelemahan dan kekurangan yang dimiliki untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Teknik bimbingan dan konseling yang berbasis pada teori ini sangat dibutuhkan peserta didik untuk membantu memahami dirinya sendiri sehingga dapat mengurangi kecemasan terhadap pemilihan karir. Dalam konseling Trait and Factor , konselor berperan sebagai penjelajah potensi diri klien dan membantu klien menemukan kesesuaian antara sifat-sifat klien dengan tipe-tipe pekerjaan. Dengan demikian, konselor dapat membantu klien dalam memahami dirinya sendiri dan mengembangkan kemampuan dalam mengatasi kesulitan perencanaan karier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling Trait and Factor efektif dalam meningkatkan kemandirian dalam mengambil keputusan karier dan meningkatkan kemampuan dalam mengatasi kesulitan perencanaan karier. Penerapan konseling Trait and Factor dalam bidang karir juga dapat membantu individu dalam memahami dan mengelola diri dengan cara mengetahui kelemahan dan kekurangan yang dimiliki untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Dalam hal ini, bimbingan konseling karir menggunakan pendekatan Trait and Factor sangat dibutuhkan peserta didik untuk membantu memahami dirinya sendiri sehingga dapat mengurangi kecemasan terhadap pemilihan karir. Oleh karena itu, konseling Trait and Factor menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam membantu individu dalam mengembangkan karir yang sesuai dengan potensi dan minatnya.

Implementasi Pembelajaran IPS Untuk Meningkatkan Kepekaan Sosial Pada Siswa Di Madrasah Tsanawiyah Darul Ma’arif Kabupaten Bandung

Deny Setiawan, Ahmad Arif Baihaqi, Adang Hambali, Hasan Basri
Abstract: Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial di Madrasah ialah untuk mengembangkan potensi parasiswa agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di Madrasah memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan… yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat.Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran IPS di madrasah diorganisasikan secara baik. Sesuai dengan permasalahan penelitian yang berjudul Implementasi Pembelajaran IPS untuk meningkatkan kepekaan sosial pada siswa di Madrasah Tsanawiyah Darul Ma’arif Kabupaten Bandung, maka pendekatan penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif . Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bagaimana aktualisasi pembelajaran IPS pada siswa melalui pemaparan data-data dan dokumen secara tertulis. Pelaksanaan pembelajaran di kelas tidak sesuai dengan RPP yang telah dibuat oleh guru. Pembelajaran terpusat pada guru tidak banyak aktifitas yang dicatat selain mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru kemampuan siswa mengemukakan pendapat maupun bertanya dan menjawab pertanyaan sangat kurang. Penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar siswa yang dilakukan berdasarkan indikator, dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun dalam bentuk lisan, pengamatan kinerja, sikap, keterampilan dan penilaian diri. Dalam menentukan penilaian hendaknya dengan menggunakan acuan kriteria, sistem penilaian berkelanjutan, hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut dan penilaian harus sesuai dengan pengalaman belajar yang dialami oleh siswa.Hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan kepekaan sosial yaitu guru tidak dapat langsung melaksanakan yang aktif, inovatif,  efektif, kratif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai serta hasil pembelajaran kurang memuaskan, kepekaan sosial siswa tidak terbentuk.Sebagai pihak yang paling strategis dan memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan – kebijakan pendidikan pada tingkat sekolah diharapkan memberikan dorongan dan kesempatan yang seluas  –  luasnya kepada guru untuk mengembangkan potensinya melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, MGMP serta meningkatkan pengawasan terhadap kinerja guru yang berhubungan dengan proses pembelajaran seperti penyusunan rencana,  pelaksanaan dan eveluasi pembelajaran.