Search Articles & Publications

Showing 897 articles found for "Learning"

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi 'Bagaimana Mendapatkan Semua Keperluan Kita?' pada Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar

Enjelina Br Ginting, Ayu Melinda Br Ginting
Abstract: Penelitian dilatarbelakang oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi "Bagaimana Mendapatkan Semua Keperluan Kita?". Hal ini disebabkan oleh pembelajaran… yang masih berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang aktif dalam memahami konsep kebutuhan, keinginan, dan kegiatan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV Sekolah Dasar melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV yang berjumlah 25 orang. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada tes awal (pra-siklus), persentase ketuntasan klasikal hanya mencapai 44%. Setelah diterapkan model PBL pada siklus I, persentase ketuntasan meningkat menjadi 68%, dan pada siklus II meningkat signifikan mencapai 88%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi "Bagaimana Mendapatkan Semua Keperluan Kita?" pada peserta didik kelas IV Sekolah Dasar.

Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Berbasis Game-Based Learning pada Siswa SDN 001 Rimba Sekampung

Aina Leticia Anasasic, Ryazzah Iskia, Nurul Dwi Sartika, Mutiah, M. Hiqbal Eka Perdana, Lilis Ariani Br Munthe, Fatiya Najwa, Fadya Syahrani, Duwi Winara, Benny Heltonika, Alberd Agatur Situmeang, Wulan Cahyana
Abstract: Literasi keuangan merupakan kecakapan penting yang perlu diperkenalkan sejak usia dini agar siswa mampu mengelola uang saku secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung. Kegiatan pengabdian… engabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan siswa melalui penerapan Game-Based Learning (GBL) pada siswa kelas VI SDN 001 Rimba Sekampung. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 76 siswa melalui tiga tahapan, yaitu pemaparan materi, pembelajaran berbasis permainan menggunakan estafet botol finansial, serta refleksi dan penulisan harapan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan uang, sumber uang, pengelolaan uang saku, perbedaan kebutuhan dan keinginan, konsep pembagian uang 50/30/20, serta pentingnya menabung sejak dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar literasi keuangan dan pengelolaan uang saku secara bijak. Siswa juga menunjukkan keberanian dalam menjawab pertanyaan, kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta antusiasme yang tinggi selama proses pembelajaran. Meskipun terdapat kendala dalam pemahaman konsep pembagian 50/30/20, perbedaan kecepatan pemahaman siswa, dan keterbatasan durasi permainan, pemberian contoh langsung dan bantuan berupa clue dapat membantu siswa memahami materi. Penerapan Game-Based Learning melalui estafet botol finansial dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dalam meningkatkan pemahaman literasi keuangan serta menumbuhkan kesadaran menabung sejak dini.

Hubungan Stres terhadap Kemampuan Refleksi Diri Mahasiswa Kepaniteraan Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Nandini Amerta Putri, Rika Lisiswanti, Laisa Azka, Merry Indah Sari
Abstract: Mahasiswa kepaniteraan klinik menghadapi tuntutan akademik dan klinis yang tinggi sehingga rentan mengalami stres yang berpotensi memengaruhi kemampuan refleksi diri sebagai keterampilan metakognitif penting dalam pendidikan… ikan kedokteran. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kemampuan refleksi diri pada mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 82 mahasiswa kepaniteraan klinik yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) dan kemampuan refleksi diri diukur menggunakan Reflection-in-Learning Scale (RLS). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p=0,302 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kemampuan refleksi diri pada mahasiswa kepaniteraan klinik. Faktor lain seperti mekanisme koping, dukungan sosial, dan pengalaman klinis perlu dipertimbangkan pada penelitian selanjutnya.

INTEGRATING AI-ASSISTANT (COPILOT) TO IMPROVE LEARNERS’ AUTONOMOUS LEARNING OF ACADEMIC ENGLISH TEXTS

Ardiansah, Dian
Abstract: Artificial intelligence (AI) integration in language education offers new opportunities to address challenges in English as a Foreign Language (EFL) contexts. This study examines the effectiveness of Copilot in enhancing… academic English literacy among Indonesian undergraduates. Using a quantitative quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group, 60 students were divided into experimental and control groups. Instruments included comprehension tests, learner autonomy questionnaires, and rubric-based writing assessments. Results showed significant improvements in the experimental group. Academic text comprehension increased, particularly in vocabulary mastery (+12%), rhetorical structures (+15%), and recognition of formal registers (+10%). Copilot usage positively predicted learner autonomy, with gains in goal-setting (+14%), strategy selection (+11%), and self-evaluation (+13%). Writing performance also improved, especially in coherence (+13%), argumentation (+16%), and adherence to conventions (+12%). The findings confirm Copilot’s role as both corrective aid and developmental partner, fostering academic literacy and learner autonomy. Implications suggest integrating AI tools into EFL curricula to strengthen academic discourse and independent learning.

Perbandingan Kematangan Karier Siswa Berdasarkan Keikutsertaan Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang

Hafidz Maulana Syamputra, Arga Satrio Prabowo, Alfiandy Warih Handoyo
Abstract: Kematangan karier merupakan salah satu aspek penting yang perlu dimiliki peserta didik sebagai bekal dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun pekerjaan di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan… dengan kematangan karier adalah keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karier antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian berjumlah 404 siswa yang berasal dari MAN 1 Kota Serang dan MAN 2 Kota Serang, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kematangan karier yang disusun berdasarkan enam aspek kematangan karier yaitu orientasi karier, informasi dan perencanaan karier, konsistensi pilihan karier, pemantapan karakteristik diri, kemandirian dalam memilih karier, serta kebijaksanaan dalam memilih karier. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan karier siswa secara umum berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 194,16. Namun demikian, hasil pengujian hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (Sig. = 0,347 > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler bukan merupakan faktor yang membedakan tingkat kematangan karier siswa. Kematangan karier diduga lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti pemahaman diri, dukungan keluarga, pengalaman belajar, layanan bimbingan karier, dan akses terhadap informasi karier. Career maturity is an important aspect that students need to develop in preparing for future educational and occupational choices. One factor that is assumed to be related to career maturity is participation in extracurricular activities. This study aimed to examine the differences in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not in State Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah Negeri) in Serang City. This study employed a quantitative approach using a comparative research design. The sample consisted of 404 students from MAN 1 Serang City and MAN 2 Serang City selected through stratified random sampling. Data were collected using a career maturity questionnaire six dimensions of career maturity: career orientation, career information and planning, consistency of career preferences, crystallization of self-characteristics, career independence, and wisdom in career choice. Data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, and comparative analysis. The results indicated that students' career maturity was generally at a good level, with a mean score of 194.16. However, the hypothesis testing revealed no significant difference in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not (Sig. = 0.347 > 0.05). These findings suggest that participation in extracurricular activities is not a distinguishing factor in students' career maturity. Career maturity is likely influenced by other factors, including self-understanding, family support, learning experiences, career guidance services, and access to career information.

Guide to Research and Development (R&D) for Undergraduate Students of Educational Technology

Paputungan, Frezy, Jassin, Iwan B., Ma'ruf, Abd. Rahman K.
Abstract: Research is the systematic and planned process of collecting, processing, and analyzing data in accordance with scientific principles to seek truth, solve problems, or discover new knowledge. Conducting research often serves… rves as a final project for undergraduate students to complete their studies; for Educational Technology undergraduates, in particular, development research is highly recommended. Development research—or Research and Development (R&D)—is a scientific method used to create new products or improve existing ones, as well as to test their effectiveness. These products may take the form of media, models, modules, or tools. Specifically for Educational Technology undergraduates, this type of research involves a scientific approach to designing, producing, and testing the feasibility of instructional products—such as interactive media, learning models, or digital modules—to address learning challenges. The primary objective of R&D for Educational Technology undergraduates is to produce instructional products that are valid, practical, and effective in solving learning problems and enhancing the quality of the learning process and performance. The benefits of such research include improved skills in creating instructional products, the ability to solve real-world learning problems, and the development of a professional portfolio.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN TAMAN APOTEK HIDUP BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI SARANA EDUKASI KESEHATAN DI DESA KUBU I, KECAMATAN PEKAITAN, KABUPATEN ROKAN HILIR

Khoiri, M. Amrul, Aldiza, Dafa, Anggraini, Diva, Usmayanti, Kamelia Ayu, Zahra, Jihan habibatus, Syani, Bekti Rahayu, Lestari, Putri Syachhilda, Safitri, Amelia, Rahma, Siti, Nabihah, Nisrina Medri, Khatimah, Khusnul, Fayadh, M. Farhan
Abstract: Keterbatasan pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Kubu I yang didominasi kawasan kelapa sawit mendorong dilaksanakannya program pengabdian masyarakat berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program ini bertujuan mengoptimalkan… alkan potensi pekarangan produktif sebagai sarana edukasi kesehatan dan pemenuhan kebutuhan obat tradisional keluarga. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui survei potensi, konsolidasi bibit warga secara swadaya, gotong royong pembersihan lahan, hingga sosialisasi interaktif berbasis experiential learning di SDN 004 Desa Kubu I. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pembangunan Taman Apotek Hidup Percontohan sebagai laboratorium hidup yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan praktik langsung. Keberadaan kebun contoh ini terbukti meningkatkan pengetahuan siswa dan warga sekolah mengenai pemanfaatan tanaman herbal, sekaligus memicu antusiasme masyarakat untuk mereplikasi gerakan penanaman TOGA di pekarangan rumah masing-masing. Kesimpulannya, sinergi partisipatif ini secara efektif mewujudkan kemandirian kesehatan berbasis kearifan lokal serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, 15, dan 17 secara berkelanjutan.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI EDUKASI LITERASI KEAGAMAAN ANAK DAN ANALISIS SOSIAL-EKONOMI NELAYAN DI PULAU UNTUNG JAWA

Anwar, Syaiful, Asri, Tika Kartika, Putri, Eidelweijs Adririnjani, Poernomoputri, Tyara Pratiwi, Miharja, Jaja, Irawati, Dwi Oktiana, Cahyono, Dedy Tri, Trissetianto, Andri Catur
Abstract: Literasi dan pendekatan sosial merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pesisir. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memperkuat literasi keagamaan anak pesisir sekaligus… kaligus memetakan dinamika sosial-ekonomi komunitas nelayan lokal di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kondisi awal menunjukkan bahwa meskipun sektor pariwisata pulau sangat maju—meraih Juara 2 tingkat nasional dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI)—sektor primer maritim justru mengalami stagnasi berat. Nelayan lokal menghadapi penurunan hasil tangkapan akibat sampah laut dan kendala cuaca musim angin barat, yang memicu ironi ketergantungan pasokan ikan dari daratan utama. Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim menerapkan pendekatan pengabdian partisipatif selama tiga hari (5–7 Juli 2026). Pada hari pertama, dilakukan sesi fun learning interaktif melalui 3 jenis games edukatif dan pembagian Al-Qur'an di Pantai Sakura bersama 15 anak pesisir. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan di TPQ Majelis Ta'lim Al-Ubadah dengan pembagian 16 mushaf Al-Qur'an. Selain itu, wawancara terstruktur dilakukan bersama Kelompok Nelayan Paguyuban untuk memetakan kendala operasional bahari. Program ini berhasil meningkatkan akses literasi keagamaan, memotivasi anak pesisir, serta menghasilkan evaluasi akademis terkait ketimpangan ekonomi wilayah pesisir.

SERVICE LEARNING DALAM PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN: PEMBELAJARAN KREATIF MELALUI PUZZLE GARUDA SEBAGAI MEDIA PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA DI SD N TAMBAKAJI 04

N.R, Laily Ramadhani, Khasanah, Siti Surotul, Anbiya, Bakti Fatwa
Abstract: Penanaman nilai-nilai Pancasila sejak jenjang sekolah dasar merupakan langkah penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai kebangsaan dan kewarganegaraan. Namun, pembelajaran Pendidikan Pancasila… a yang masih didominasi oleh metode konvensional sering kali menyebabkan peserta didik kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik melalui pendekatan service learning dengan memanfaatkan media Puzzle Garuda Pancasila. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2026 di SDN Tambakaji 04 dengan melibatkan peserta didik kelas 3A dan 3B. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, pelaksanaan permainan edukatif menggunakan Puzzle Garuda Pancasila, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media Puzzle Garuda Pancasila mampu meningkatkan partisipasi dan antusiasme peserta didik selama proses pembelajaran. Selain itu, peserta didik menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai simbol-simbol sila Pancasila dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan konsep service learning melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan edukasi di sekolah. Dengan demikian, media Puzzle Garuda Pancasila dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mendukung penanaman nilai-nilai Pancasila dan penguatan karakter peserta didik pada jenjang sekolah dasar.

The INNOVATION AND DEVELOPMENT LEARNING IN THE DIGITAL ERA

Apriyal Fakih, Apriyal Fakih, Nuraini, Nuraini, Setiowati, Yuli
Abstract: The rapid development of information and communication technology (ICT) has changed the way information is accessed. The use of mobile devices, the internet, and various online learning applications is increasingly widespread.… pread. This demands innovation in learning methods to make it more relevant and interesting for learners. This article aims to identify ICT applications used for learning innovation and digital era learning models. The method used in writing this article is descriptive method and through literature study. The conclusion of this article is that there are three learning innovations that can be applied, namely: Project Based Learning (PjBl), Google Sites and Google Drive. And there are three digital era learning models, namely: Blended Learning is a combination of online and offline learning, Distant Learning and Mobile Learning (M-Learning) Mobile Learning is learning supported by wireless mobile technology (smartphones).