Abstract:Penelitian ini berangkat dari berbagai isu utama yang menghambat keberlanjutan dan optimalisasi potensinya, seperti keterbatasan infrastruktur dan fasilitas pendukung wisata, seperti akses jalan, sanitasi, dan akomodasi…
yang belum memadai, sehingga mengurangi kenyamanan wisatawan dan daya tarik destinasi, minimnya upaya promosi dan pemasaran, yang menyebabkan rendahnya kunjungan wisatawan, rendahnya kemampuan sumber daya manusia dalam pengelolaan wisata, termasuk kurangnya pelatihan bagi masyarakat lokal Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif agar mencapai tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan objek wisata Kampung Tematik di Kampung Jawi, seacara rinci menggunakan analasis skala likert dan analisis SWOT , pengumpulan data primer yaitu wawancara, observasi kuisoner, dan data sekunder yaitu survey instansional dan literatur web Berdasarkan hasil analisis konsep 4A, dapat diketahui bahwa komponen Ancillary dengan hasil 4,07 menjadi aspek yang paling kuat dalam mendukung pengembangan Kampung Jawi, diikuti oleh Atraksi yaitu 3,99 dan Amenitas yaitu 3,70 yang juga berada dalam kategori baik. Sementara itu, Aksesibilitas yaitu 3,27 menjadi aspek yang masih perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut karena memiliki nilai rata-rata terendah. Berdasarkan hasil analisis SWOT, diperoleh nilai IFAS sebesar 6,16 dan EFAS sebesar 5,79. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kekuatan internal yang dimiliki Kampung Jawi lebih besar dibandingkan pengaruh faktor eksternal yang dihadapi. Kondisi ini menempatkan Kampung Jawi pada penerapan strategi ST (Strength–Threat) dengan memanfaatkan kekuatan internal untuk menghadapi tantangan eksternal melalui penguatan identitas budaya, peningkatan kemandirian pengelolaan, dan pengembangan inovasi wisata dalam jangka menengah (3–5 tahun).
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi SD Negeri 111 Burau Pantai yang berada di wilayah rawan banjir sehingga berpotensi mengganggu proses pembelajaran dan keselamatan warga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk…
k mendeskripsikan upaya sekolah dalam menghadapi banjir di SD Negeri 111 Burau Pantai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, siswa, dan pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu Timur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya sekolah dalam menghadapi banjir telah dilakukan pada tahap pra bencana, saat bencana, dan pascabencana. Upaya tersebut meliputi peningkatan kesiapan warga sekolah melalui pemberian arahan dan pembiasaan menghadapi banjir, pelaksanaan tindakan tanggap darurat dengan mengutamakan keselamatan peserta didik dan pengamanan aset sekolah, serta rehabilitasi dan rekonstruksi melalui pembersihan lingkungan, perbaikan fasilitas, dan perbaikan sarana pendukung setelah banjir. Namun demikian, pelaksanaan upaya tersebut belum didukung oleh sistem kebencanaan yang terstruktur, seperti sistem peringatan dini, jalur evakuasi, titik kumpul, serta pelaksanaan pelatihan dan simulasi kebencanaan secara berkala. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa upaya sekolah dalam menghadapi banjir telah dilaksanakan, tetapi masih memerlukan penguatan melalui penyediaan sarana pendukung, peningkatan kapasitas warga sekolah, dan kerja sama dengan instansi terkait agar pelaksanaannya lebih efektif, terencana, dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 7 orang…
ang yang terdiri dari Kepala Dinas, Kepala Bidang Perpustakaan, Pustakawan Ahli Madya, Admin/Staf IT, dan Pemustaka/Pengguna Masyarakat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi iArPusGorontalo sebagai inovasi layanan publik berbasis e-government secara keseluruhan belum berjalan secara optimal. Dari sisi persepsi kegunaan, fitur-fitur aplikasi dinilai memadai secara fungsional, namun kesenjangan besar antara koleksi digital yang tersedia sekitar 2.000 judul dengan kebutuhan ideal 40.000 judul menyebabkan manfaat aplikasi belum dirasakan secara penuh oleh pemustaka, yang tercermin dari penurunan jumlah pengguna aktif dari 215 pengguna pada tahun 2024 menjadi 172 pengguna pada tahun 2025. Dari sisi persepsi kemudahan penggunaan, pustakawan menilai aplikasi mudah dipelajari, namun pemustaka masih menghadapi hambatan pada proses login, pendaftaran akun, pemuatan konten, serta keterbatasan infrastruktur jaringan internet dengan kapasitas bandwidth hanya sekitar 50 Mbps dari kebutuhan ideal 100 Mbps dan hanya tersedianya 6 unit komputer untuk pemustaka. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo segera memprioritaskan penambahan koleksi digital secara terencana, meningkatkan kapasitas bandwidth minimal hingga 100 Mbps, menambah perangkat komputer bagi pemustaka, mengembangkan media pembelajaran seperti tutorial video, memperluas jangkauan sosialisasi hingga ke sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat, serta mengintegrasikan fitur bantuan teknis langsung ke dalam aplikasi agar seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan layanan perpustakaan digital secara optimal dan inklusif.
Abstract:Peningkatan kompetensi guru merupakan faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan, salah satunya melalui pemberian Dana Tunjangan Profesi Guru (TPG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian TPG…
PG dalam meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada lima kepala sekolah dan lima belas guru PAI jenjang SD dan SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPG cukup efektif dalam meningkatkan kompetensi sosial dan kepribadian guru, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap keteladanan. Faktor pendukung antara lain motivasi internal guru dan dukungan kepala sekolah, sementara faktor penghambat meliputi kurangnya pengawasan dan keterbatasan akses pelatihan. Penelitian ini menyarankan perlunya strategi manajerial dalam pengelolaan TPG yang lebih terencana, terorganisir, dan akuntabel guna mendorong peningkatan profesionalitas guru secara berkelanjutan.
Abstract:The purpose of this study is to examine the development of education in Indonesia from the colonial era through the reform period, analyzed within the framework of legal foundations. The method employed in this article is…
s library research, which serves to elaborate on the discussion of Indonesian education during the colonial period and the post-independence era up to the reform era, viewed from a legal perspective. The findings indicate that education in the colonial period was politically driven, primarily serving Dutch interests in exploiting Indonesia’s natural resources and economy. In contrast, during the post-independence period through the reform era, education was implemented in a structured manner and underwent several refinements, beginning with the 1947 curriculum and continuing through 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013, and culminating in the Merdeka Curriculum. In the post-independence era, education was oriented toward shaping individuals based on the principles of Pancasila and the 1945 Constitution.
Abstract:Traditional performing arts along the northern coast of Java often place female performers at the complex intersection of spiritual sacredness, patriarchal control, and modern economic commodification. This study aims to…
analyze the social realities, gender power dynamics, and cultural transformations represented in Ahmad Tohari's novel Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) in direct comparison with the empirical practices of Donbret and Sintren arts in Eretan, Indramayu. Utilizing a sociology of literature framework combined with feminist culture and political economy theories, this research investigates the persistence of animistic beliefs, mechanisms of patriarchal hegemony, and the erosion of sacredness due to commercialization. Data were collected through textual hermeneutics, in-depth ethnographic field observations, interviews with local cultural custodians, and socio-structural analytical methods. The findings reveal that while both the literary text and the living traditions share an ancestral lineage in animistic rituals where the female body functions as a sacred medium for ancestral spirits (indang), contemporary socio-economic pressures have significantly altered these structures. The sacred status of female performers is systematically degraded into an object of eroticism, saweran transactions, and male control. This paper emphasizes the vulnerability of traditional female-centered performing arts amidst societal transformation and commercialization.
Abstract:The rapid development of information and communication technology (ICT) has changed the way information is accessed. The use of mobile devices, the internet, and various online learning applications is increasingly widespread.…
pread. This demands innovation in learning methods to make it more relevant and interesting for learners. This article aims to identify ICT applications used for learning innovation and digital era learning models. The method used in writing this article is descriptive method and through literature study. The conclusion of this article is that there are three learning innovations that can be applied, namely: Project Based Learning (PjBl), Google Sites and Google Drive. And there are three digital era learning models, namely: Blended Learning is a combination of online and offline learning, Distant Learning and Mobile Learning (M-Learning) Mobile Learning is learning supported by wireless mobile technology (smartphones).
Abstract:Pemberdayaan masyarakat Desa Wunduongohi dalam meningkatkan kesejahteraan penerima Program Keluarga Harapan belum optimal sehingga keluarga yang masuk kategori miskin ini sulit untuk mandiri dan berdaya. Pemerintah Desa…
a Wunduongohi perlu melakukan upaya pembinaan dalam berbagai program kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kesejahteraan Penerima program Keluarga Harapan di Desa Wunduongohi Kecamatan Anggaberi Kabupaten Konawe). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Informan penelitian ditentukan dengan cara purposive sampling penerima Program Keluarga Harapan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam mendorong kesejahteraan penerima manfaat Program Keluarga harapan di Desa Wunduongohi dapat terlaksana melalui (a) kegiatan yang terencana dan kolektif, (b) memperbaiki kehidupan masyarakat, dan (c) prioritas bagi kelompok yang lemah atau kurang beruntung, dan (d) dilakukan melalui program peningkatan kapasitas.
Abstract:Food security in the low-carbon transition is increasingly shaped by industrial decarbonization, environmental restoration, and circular supply-chain coordination, yet these domains are often modeled as separate sustainability…
bility agendas. This study addresses the gap by developing a governance-centered structural equation model that links sustainable industrialization, sustainable remediation, circular supply chain governance, and food-security outcomes. Using the available 455-response dataset, the empirical test operationalizes industrialization intensity (IND) as a proxy for sustainable industrialization, digital-institutional capability (DIC) as a proxy for circular governance capability, and social-economic resilience (SER) as a proxy for food-system security. Confirmatory factor analysis supports the measurement model: standardized loadings range from .778 to .849 for IND, .804 to .835 for DIC, and .800 to .843 for SER; CR values range from .901 to .914; AVE ranges from .646 to .681; and model fit is acceptable (chi-square/df = 2.108, CFI = .961, TLI = .951, RMSEA = .049, SRMR = .038). The SEM results show that IND significantly predicts DIC (beta = .537, p < .001), DIC predicts SER (beta = .424, p < .001), and IND retains a direct effect on SER (beta = .337, p < .001). The indirect effect is significant (beta = .228, 95% CI [.178, .282]). The article contributes a cautious, data-grounded framework for analyzing food security as a governance-mediated outcome of low-carbon industrial transition.
Abstract:The convergence between sustainability and halal consumption practices has led to a surge of interest in identifying variables influencing consumer behavior towards purchasing eco-friendly and sustainable halal goods. This…
is paper examines the effects of Islamic ethics, environmental consciousness, and social norms on the purchase intention of eco-friendly and sustainable halal products, considering the moderating role of consumer trust. Four hundred and twelve participants among Muslims participated in the study, and their data were analyzed using partial least squares structural equation modeling. The proposed model had good explanatory power as it was able to explain 68.4% and 59.7% of the variances in green halal purchase intention (R² = 0.684) and consumer trust (R² = 0.597), respectively. Results of this study indicate that Islamic ethics (β = 0.31, p < 0.001), environmental consciousness (β = 0.27, p < 0.001), and social norms (β = 0.22, p < 0.01) positively influenced consumer trust. Moreover, consumer trust significantly and positively impacted green halal purchase intention (β = 0.45, p < 0.001). The mediation analyses reveal that consumer trust partly mediates the effect of Islamic ethical values, environment, and social norms on green halal purchase intention. Out of all the antecedents tested, Islamic ethical values have been found to be the most effective determinant of green halal purchase intention. It can thus be concluded that the purchase intention for green halal products increases significantly if the customers perceive these products as being consistent with Islamic moral standards, sustainable for the environment, and approved by society, especially where the issue of consumer trust is involved. This research has contributed significantly to the extant literature by showing how trust acts as an important bridge between the antecedents of green halal purchase intention and the actual intention to purchase.